Search This Blog

Loading...

Wednesday, August 17, 2005

Mandi (Pagi dan Sore) Sebelum Main dan Tidak Demam


SAYA paling suka mandi di halaman belakang. Wuah, hawanya segar sekali. Sambil mandi, saya bisa mendengarkan suara burung perkutut milik tetangga dan suara ayam piaraan. Kalo ayah lebih suka di kamar mandi belakang, saya lebih seneng menggunakan selang. Enak lo.
Kadang-kadang saya dimandikan oleh mbak Mur ato mbak Minah. Kalo pas rewel, ya saya minta ayah ato mommy yang gantian repot. Katanya sudah lama nunggu Dayen hadir, kok pas saya mandi, malah baca koran? Ayah dan mommy harus tanggung jawab dong…
Di halaman belakang, mommy dan ayah menanam berbagai tumbuhan. Ada belimbing, mangga, kepel. Untuk menyirami tanam-tanaman itu, ada dua keran yang dipasangi selang. Itulah yang saya pake mandi. Tapi, di teras belakang juga ada keran plus selangnya. Saya juga sering mandi di situ. Luas kan, kamar mandi saya? Lebih dari 300 meter persegi lo, kalo dihitung.

Kalo belum mandi, saya dilarang main ke tempat Kak Pasha, kawan mainku yang tinggal di rumah sebelah. Kalo sudah mandi, wuah, bebas… Saya boleh naik mobil, naik becak, main bola..
Biasanya, kalo mandi, saya juga keramas. Habis, saya banyak gerak sih. Rambut jadi bau. Dulu, aku paling sering pake shampoo kodomo. Nggak tahu kenapa merek ini yang dipake. Mungkin karena ia paling sering pasang iklan di TV7, tempat mommy bekerja.
Kini, shampoo yang saya pake bergantian. Kadang-kadang kodomo, sering pula pigeon. Juga ada shampoo yang bisa dipakai sekaligus untuk sabun.
Kalo pake sahmpoo dan sabun punya mommy, saya nggak kuat. Pedes di mata saya. Karena itu, saya memake yang khusus untuk anak seusiaku.

Tapi kalo lagi panas sedikit saja, mommy melarang saya mandi. Apalagi keramas.
Menurut aturan, kalo lagi demam sebaiknya memang tidak mandi. Kalo demamnya biasa, tidak masalah. Tapi kadang-kadang demam itu tanda penyakit yang serius. Ini bisa lo.
Tiap kali saya demam, ayah menelepon Om Sigit Widyatmoko, adiknya yang jadi dokter di Boyolali, atau Tante Nurul, istri Om Sigit, yang juga dokter. Kakak ipar ayah, Pakde Joni Faisal Heryono, juga sering ditelepon. Pakde Joni sudah tiga tahun lebih menjadi dokter di Palangkaraya. Pakde selalu bilang, ''Anak kecil yang panas itu biasa. Nggak usah kawatir. Kalo seminggu, baru boleh risau.''
Ayah punya kawan, namanya Om Muhammad Mukhson, yang menjadi dokter anak di Purwokerto. Om Mukhson ini kawan ayah waktu SMA di Yogyakarta. Kalo Om Mukhson selalu menyarankan saya pake obat-obatan. Juga memberi sirup, biar saya makin banyak makan. Padahal, saya sudah gemuk lo...

Eh, om dan tante tahu nggak sih artinya demam? Kalo belum tahu, ini saya postingkan artikel dari Asuransi Cigna.
Apa sih Demam Itu?
Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi. Juga dapat merupakan suatu akibat sebagai pengaruh dari olah raga, cuaca panas atau imunisasi. Suhu tubuh yang normal adalah antara 36C sampai 37 C. Jika anak om dan tante demam dengan temperatur yang diukur melalui mulut atau telinga 37,8C, atau melalui rektum 38C dan 37,2 C melalui ketiak, kemungkinannya putera om dan tante terserang demam. Anak-anak biasanya terserang demam lebih tinggi dari pada orang dewasa.
Kejang-kejang
Jika suhu badan naik dengan cepat, biasanya terjadi kejang-kejang. Selama itu, badan, tangan, kaki menjadi kaku, dan gigi terkatup. Kemungkinan juga mata terbalik dan si anak berhenti napas sejenak, muntah, kencing atau buang air besar. Kejang-kejang bisa berlangsung selama satu sampai lima menit. Walaupun sangat mengerikan, kejang demam pada anak usia 6 bulan sampai 4 tahun biasanya tidak serius. Lebih baik periksakanlah anak Anda segera ke dokter.

Kapan Harus Dirawat
Untuk demam yang ringan saja yang menyebabkan kurang nyaman, tidak diperlukan penanganan khusus. Demam itu sendiri merupakan suatu cara bahwa anak itu sedang melawan suatu infeksi. Dokter Anda mungkin menyarankan untuk tidak melakukan apa-apa selama 24 jam. Jika demamnya cukup tinggi dan mengganggu minum, makan, tidur atau kegiatan- kegiatan sehari-harinya, baru harus ditangani.

Om, Tante, jadi jelas kan, kalo puteranya demam, tidak usah dipaksa mandi. Kasihan kalo sampe kedinginan. Nggak enak betul lo rasanya demam. Apalagi kalo pake muntah. Uhhhh... rasanya mual sekali di perut.

1 comment:

Anonymous said...

Trims ya kang iwan....nandanya memang lucu banget. Sayang kita belum pernah ketemu, kapan mas mukhson bisa ajakin kita ketemu kang iwan dan keluarga...salam buat keluarga ya...