Search This Blog

Loading...

Friday, October 28, 2005

Bagi-bagi Kado Lebaran



SEJAK sebulan sebelum puasa, mommy terbilang hiperaktif berbelanja. Makanan yang ia beli termasuk barang awet, seperti kerupuk, sirop, dan abon. Ia juga membeli sarung, dan berbagai keperluan lebaran. Jumlahnya cukup banyak.
‘’Buat apa sih mom, kok melimpah. Mau coba-coba jadi pedagang ya?’’ tanya saya.
‘’Enggak. Ini buat persiapan kado lebara. Kalo belinya sudah menjelang lebaran, harganya mahal,’’ kata mommy.
Mommy memang punya tempat khusus untuk lemari kado, termasuk untuk lebaran. Kalo anak temannya ada yang berulang tahun, ia tinggal membuka laci, dan memilih barang. Ada vcd, buku cerita, buku untuk ibu-ibu, dan berbagai souvenir cantik yang dibeli dari mancanegara.
Untuk lebaran kali ini, mommy memilih tema etnik. Ia membeli berbagai barang khas dari berbagai daerah. Ada yang dari Sidoarjo, Malang, Banjarmasin, Aceh, juga Padang. Barang-barang itu ia beli dari Indocraft Expo di Jakarta Hilton Convention Center, dan di Pameran UKM, di Gedung SME, Jalan Gatot Subroto. Di Gedung SME pula, kami membeli kelinci.

Barang-barangnya cukup unik. Ada toples yang dibuat dari rotan, anyaman bambu, atao batok kelapa. Di tangan para pengrajin, barang yang tak ada harganya itu jadi nyaman dinikmati. Kesannya eksotis.
Sepekan sebelum Idul Fitri, mommy mengepak barang-barang itu menjadi parcel. Ia menggarap sendiri. Ada yang dikirimkan ke tetangga. Sebagian ke kawan-kawan urusan pekerjaan. Lumayan jauh lo. Ada yang sampai ke Kebayoran Lama, Cijantung.
‘’Ini kalo beli di luar mahal lo Yah,’’ kata Mommy.
Memang sih, pasti mahal, dan tidak terbeli. Apalagi pada saat menjelang lebaran begini, pengeluaran jadi bertingkat-tingkat. Mulai dari yang sifatnya wajib, seperti zakat mal, zakat fitrah, membayar THR untuk sopir, Mur, dan Minah, hingga yang sifatnya sosial. Walhasil, beli parcel pastilah tidak terjangkau.
Jumat lalu, 29 Oktober 2005, mommy mengepak lagi barang-barang yang belum sempat dikirimkan. Jam 7 pagi, Darrel bangun, langsung ikut ngrusuhi. Tapi mommy sudah piawai menangani si D. ‘’Ayo, Darrel, ini tolong diantar ke rumahnya Kak Pasha,’’ kata mommy.


Mendengar kata kak Pasha, Darrel langsung tertarik. Ia, bersama Mbak Minah, kemudian berjalan ke rumah sebelah, mengantar kado lebaran. Selain itu juga ke rumah tetangga se-kompleks yang rumahnya dekat, Pak Harry dan Bu Silvi.
Mommy juga membuat kado lebaran untuk tetangga belakang rumah. Seperti Usman, satpam paling lama yang bekerja di kompleks. Usman tinggal di daerah di belakang rumah. Pak Madi, tukang yang sudah lima tahun lebih jadi langganan, juga dikirimi. Pak Madi tinggal persis di belakang rumah.
Insya Allah, dengan makin banyak yang dibagikan, rejeki mommy juga makin lancar.
Amien.

No comments: