Search This Blog

Loading...

Friday, June 16, 2006

Ultah 2: om, opung, tetangga, dan teman




Resminya, ultah Darrel dimulai jam 11, dan berakhir jam 13. Tapi, di hari Sabtu, banyak undangan. Mungkin saja sebelum datang ke acara Darrel, para tamu mampir ke undangan lain. Sehingga acara yang harusnya dimulai jam 11, molor menjadi jam 12. Syukur saja, ketika acara dimulai, tempatnya lumayan penuh.

Ada Om Oman, kawan ayah dan mommy waktu umrah. Ia datang bersama istri, juga dua puteranya, Fajri dan Alan. Om Imam Baskoro yang semula mau datang, ternyata berhalangan. Ia harus menemani pelanggannya ke Balaraja, Tangerang. Om Imam adalah kawan mommy waktu di Panji Masyarakat. Ia sekarang bisnis kapal.

Opung Usman Nasution juga datang. Opung Usman adalah adik ipar Opung Zulkifli Lubis. Ia suami dari adik Opung yang paling kecil, namanya Tante Taing. Dulu Opung Usman tinggal di Medan. Setelah sukses berkarir di politik, Om Usman pindah ke Jakarta. Kini ia tinggal di Pondokgede, sekitar 5 Kilometer dari rumah Opung. Keluarga Pondok Indah juga datang, komplet.

Tetangga yang diundang, alhamdulillah, semua datang. Krisna dan ibunya, Pasha dan ayah-ibunya, Iqbal dengan orangtuanya, juga Owen dengan papa-mamanya, hadir, sampai acara selesai.
Kawan ayah di kantor baru, yang diundang, datang semua. Kawan mommy lebih banyak lagi. Ada kawan kantor, kawan ATVSI, kawan kuliah, yang masing-masing membawa putra-putrinya. Pokoknya, acara meriah.
*****
Sekitar dua bulan lalu, di hari Minggu, mommy, ayah, darrel, dan mbak mur, pergi ke Pasar Tanahabang Blok A. Tujuannya untuk mencari handuk, yang akan dibentuk menjadi kelinci.


Mengubah sepotong handuk menjadi kelinci bukan hal sulit, bagi mbak Mur. Ia pernah belajar di Tante Benny, temannya eyang di Yogya, sewaktu tahun lalu diajak mommy. Sebetulnya ia bukan hanya belajar membuat kelinci. Lipatan kambing, ayam, juga ia pelajari. Hanya saja, kalo pas ultah begini, enak memberi souvenir kelinci. Kesannya lucu dan imut.

Menjelang jam 13-an, mommy ke meja penerima tamu. Ia memasukkan kelinci itu ke dalam tas, dan memberikannya kepada tamu yang mau pulang.
‘’Bagus lo, kelincinya… ada yang minta warna pink, warna merah…’’ kata mommy.

Lebih dari sebulan mbak Mur membuat souvenir itu. Mula-mula, ia sekadar membentuknya menjadi kelinci. Setelah itu ia menambahi mata dan pita. Seminggu sebelum acara, mommy membeli keranjang di Pasar Cikini, untuk wadah kelinci. Boneka yang dimasukkan keranjang itu kemudian dibungkus plastik. Pokoknya si kelinci enak dilihat, dijamin tidak menggigit, dan nyaman dipasang di kamar.

****
Darrel meniup lilin. Di sampingnya ada ayah, mommy, opung, Opung Usman, Tamte Taing, dan Om Andi. Lilinnya hanya satu, dibentuk menjadi angka 3. Lilin itu diletakkan di atas kue. Susah payah Darrel meniupnya. Untung berhasil.

Tiga tahun lalu, Darrel masih 3,2 kilogram, dengan panjang 52 cm. Sekarang ia sudah 117 cm, dengan berat 26 kgr. Berat ya?

Doakan ya, Darrel menjadi anak saleh, sehat, serta sukses dalam karirnya.

No comments: