Search This Blog

Loading...

Thursday, December 08, 2005

Ulang Tahun (2): Naga Mengejar Ayah



TAHUN ini saya ingin melewati HUT dengan agak spesial, he..he..he. Soalnya, tahun lalu, tanggal 29 Nopember saya lewatkan dengan meringkuk di ruangan tunggu bandara Changi, Singapura. Dalam perjalanan ke Eropa, pesawat Lufthansa yang saya tumpangi singgah di Singapura dan rusak parah. Sempat menginap sehari di hotel, dan dijanjikan dapat melanjutkan perjalanan ke Brussel, Belgia, keesokan harinya. Eh, ketika seluruh rombongan penumpang yang jumlahnya 200-an itu kembali ke airpot Changi, pesawatnya masih rusak dan belum jelas kapan bisa terbang.

Karena jadwal kegiatan saya di Eropa sudah sulit digeser, maka saya terpaksa mencari penerbangan lain. Akibatnya, ya terpaksa menginap semalam di bandara, menunggu loket British Airways, pesawat yang akhirnya saya tumpangi, buka pada pukul 05.00 pagi waktu Singapura. Sebenarnya menunggu dibandara Changi sangat nyaman, kalau kita sudah punya tiket dan sudah check-in. Banyak kursi-kursi empuk yang bisa dibuat tidur. Bahkan sofa tidur. Belanja juga nyaman karena banyak sekali toko-tokonya. Fasilitas internet pun gratis.

Masalahnya saya kan belum punya tiket, apalagi check-in. Jadi, menunggunya di lobi ticketing yang kursinya keras, karena terbuat dari alumunium dan fiber glass. Nasib…ya …nasib. Jauh dari anak, suami, keluarga, teman…dll.

Makanya, tahun ini, ultah saya rayakan dalam 3 tahap. Tanggal 29 November, Selasa pagi, sengaja saya minta Minah, yang membantu saya di dapur, memasak sambal goreng ati untuk sarapan saya, Mas Iwan dan Darrel. Malam sebelumnya, tepat pukul 00.00 wib dapat ciuman selamat HUT dari Mas Iwan (kadonya mana doooooong….!!!). Setelah sarapan, buru-buru ke kantor karena hari Selasa itu ada rapat pimpinan TV7. Eh, karena di kantor mati lampu, rapat yang sedianya dimulai pukul 09.00 wib, ditunda ke pukul 12.00 wib.

Padahal pukul 12.30 wib saya ada acara penting di Depkominfo. Rapat juga. Akhirnya saya tidak bisa ikut rapim di kantor. Untuk mereka, bos dan kolega peserta rapim, saya pesankan hidangan bebek goreng crispy lengkap dari Restoran Bebek Bali di Senayan, kue mocha nougat kesukaan saya buatan Martha Cake dan jus jambu merah. Katanya sih gara-gara keenakan makan bebek, rapat baru dimulai 2 jam kemudian! Diskusi panjang soal bebek goreng!!!

Saya sendiri melewatkan siang itu di Depkominfo. Untuk teman-teman di kantor, terutama divisi news, current affairs dan sport TV7 di mana saya bekerja,saya memesan 3 tumpeng nasi kuning komplit dari Katering Proklamasi. Masing-masing untuk 50 orang. Jadi, sore itu, selesai shalat magrib kami menyerbu tumpeng nasi kuning…..ueeenakkk tenaann. Tumpeng Katering Proklamasi memang favorit saya…(konon langganan istana presiden sejak jaman almarhum Bu Tien Soeharto…J)

Hari Kamis sore setelah menyelesaikan pekerjaan di kantor, saya mengajak Darrel dan kedua staf di rumah, Minah dan Mur nonton Harry Potter di Plaza Semanggi…..Selain saya hobi baca Harry Potter karangan JK Rowlings, saya juga ingin mengajak Minah dan Mur refreshing…..Soalnya, sehari-hari mereka sibuk di dapur, mencuci, menyetrika, bersih-bersih rumah dan mengasuh Darrel. Memang saya punya kebiasaan, seminggu sekali mengajak mereka makan di luar. Kalaupun tidak bisa, karena saya arus masuk kerja atau ke luar kota, atau undangan lain, hari Sabtu atau Minggu kami mengorder makanan restoran untuk di makan bersama di rumah. Supaya Minah ada libur memasak!!!


Jadi, kami berempat nonton film yang penuh efek spesial itu…Sepanjang film diputar, Darrel suka jalan-jalan did alam bioskop 21. Dia tertarik dengan lampu-lampu kecil yang dipasang sepanjang tangga kursi. Darrel baru dudukmanis kalau di layar ada adegan kejar-kejaran. Misalnya, ketika Harry Potter naik sapu terbangnya, firebolt dikejar Naga raksasa berduri dalam turnamen Triwizard…seruuu….Naganya menyembur-nyembutkan api. Darrel sangat terkesan dan sampai di rumah suka mengingat-ingat adegan itu.

“Aku ngga takut Naga….Naganya mengejar ayah…”…kata Darrel. Karena Harry Potter di film itu sudah remaja dan pake kacamata, oleh Darrel dimiripkan ke ayahnya….ha…ha…ha…..Usai nonton saya membelikan anak-anak itu kue dari BreadTalk lantas mengirim mereka pulang ke rumah bersama sopir kami, Rejo. Saya sendiri langsung rapat ATVSI sampai malam, menggarap masukan ATVSI untuk RUU Pornografi dan Pornoaksi. Malam itu saya tiba di rumah pukul 22.00 wib!!! Lelah, tapi sennag karena cukup produktif dan sempat ketemu anak. Ketika sampai di rumah, Darrel sudah tidur.

Hari Sabtu, 3 Desember, seharian saya raker TV7 di Hotel Shangrila. Tiba di rumah malam hari, Darrel sudah tidur juga. Keesokan harinya, Minggu siang, saya mengundang papa, mama, adik-adik saya Andi dan Agus, juga Maya, pacar Andi untuk makan siang bersama di rumah. Menunya: Sate Padang Mak Syukur kesukaan papa, nasi goreng kambing, cumi goreng tepung dan phu yung hai dan toge foreng ikan asin (dari restoran mie menteng), dendeng batokok, gulai kambing dan sayur daun singkong dari restoran padang sederhana.

Ada es teler juga. Semuanya beli, karena saya males masak. Capek kan, padahal saya ingin istirahat juga d hari Minggu itu setelah raker seharian. Kue ultahnya adalah tiramisu coklat yang luar biasa enak kiriman ATVSI (oh, yaa…saya dapat kiriman kue-kue tart ultah dari sejumlah teman. Selain dibagi di kantor, sebagian saya bagi ke tetangga belakang rumah dan keluarga Rejo). Minggu siang itu kami makan beberapa ronde. Semuanya enaakkkkk!!!! Darrel sibuk dengan sepedanya…juga pamer mainan.


Waktu saya kecil, ultah saya termasuk yang paling sering dirayakan. Mungkin karena saya anak paling besar. Setelah adik saya yang bungsu, Agustina, lahir, ultah dialah yang sering dirayakan. Tiap tahun, da karena saya sudah duduk di SD dan SMP, ikut repot membantu mama dan papa menyiapkannya. Kalau kami ultah, papa dan mama, yakni eyang dan opungnya Darrel, tentu sangat sibuk.

Berhubung papa pegawai negeri, hakim di pengadilan negeri, tentu gajinya tidak terlalu besar. Maka, semua keperluan ultah dibuat sendiri oleh mama dan papa. Papa menyiapkan ruangan untuk acara (kamar tamu), bahkan sampai mengecatnya. Mama memasak, membuat kue, undangan, berkat (ini semacam oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh tamu ultah, alias teman-teman saya). Sangat merepotkan. Sekarang, karena ada rejeki, saya tinggal tilpon restoran atau beli. Praktis. Sebagaimana HUT pertama Darrel 5 Juni 2004, saya pesan katering saja untuk tamu undangan. Tahun depan, insyaallah Darrel genap berusia 3 tahun, rencananya akan dirayakan. Tapi belum tahu di mana. Yang jelas, tidak masak sendiri!!!



Uni Z Lubis

No comments: