Search This Blog

Loading...

Thursday, November 16, 2006

Dunia Salju Isinya Es Batu


DI halaman parkir Bandung Super Mall, dekat kampus Seskoad Bandung, ada ‘’Snow World’’. Bahasa Indonesianya: dunia salju. Bahasa Sundanya? Kurang jelas, tapi mungkin Ice Juice… Di Bandung Tourism, ada infonya.
Melihat namanya, kesannya amat sensasional. Di Bandung yang terik menyengat, ada salju. Maka, begitu selesai bermain di ‘’Alam Fantasi’’ Bandung Supermall, mommy mengajak Darrel berjalan ke tempat parkir, masuk ke Snow World alias Ice Juice itu.
Harganya cukup mahal. Untuk anak-anak, Rp 25.000. Untuk orang dewasa, Rp 35.000. Hampir Rp 100.000 hanya untuk merasakan dinginnya cuaca plus hembusan salju. Si ‘’dunia salju’’ itu terletak di barak, mirip tempat pengungsian. Luasnya kira-kira 500 meter persegi.
****
Mommy membeli tiga tiket. Antrenya lumayan, sekitar 10 menit. Sebelum masuk, kita diberi jaket warna merah, yang harus dikembalikan begitu keluar dari ruangan ‘’bersalju’’.

Semula saya mau mencoba untuk tidak usah memakai jaket. Ternyata tidak bisa. Begitu masuk ke ruangan, langsung terasa dinginnya minta ampun… Bakat reumatik saya terbukti. Tangan saya langsung ngilu-ngilu. Gigi ikut linu.
Yang namanya dunia salju ini ternyata ya dunia bohong-bohongan. Lebih pas bila disebut sebagai dunia es batu. Begitu masuk, kita akan melihat patung macan, garuda, gajah, juga puteri duyung, yang semuanya dari es batu. Di kiri kanan gedung terlihat lobang-lobang cukup besar, sekitar 75 cm, tempat mesin pendingin menghembuskan hawa ademnya.
Saya tidak tahu kenapa penyelenggara menyebutnya sebagai ‘’Dunia Salju’’, bukan ‘’Dunia Es Batu’’. Tapi kalau mau mencari dingin saja, ya pas. Karena memang menyengat banget dinginnya.
Saya betul-betul tidak tahan. Baru masuk sebentar, sudah ingin mencari jalan darurat untuk keluar. Mommy juga begitu. Tapi Darrel tenang saja. Sekali-kali ia ketawa sambil mencopot jaketnya. Walah.
‘’Eh, Darrel. Ayo pake jaket…’’ teriak mommy.
Yang diteriaki malah tersenyum, sambil melarikan diri…
*****
Ini bukan ‘’Dunia Salju’’ yang pertama di Indonesia. Kompas 31 Desember 2005 menulis berita ‘’Sensasi Titik Beku Dunia Salju’’. Ini kisah pengalaman wartawannya yang berkelana ke dunia salju di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta. Tulisannya sebagian saya muat di sini:
Tak perlu jauh-jauh ke Eropa, Amerika, atau daerah kutub untuk menikmati pemandangan serba es dan hujan salju. Kini, suasana itu telah hadir di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Ice World, nama tempat itu, mulai membius warga Ibu Kota. Sayang, seperti arena lain di Ancol, harga tiketnya tidak murah untuk kocek rakyat kecil.

Bukan berarti ada perubahan iklim jika salah satu tempat di Pantai Carnaval, Ancol, tiba-tiba bersuhu di bawah nol derajat Celsius. Pada suhu seperti itu, napas yang terembus melalui hidung atau mulut menyemburkan buih tipis. Kulit yang tak terlindungi terasa mengeras, membeku, dan seperti mau pecah.
Suasana tidak lazim untuk penduduk di negeri tropis itu justru menjadi magnet bagi ribuan warga Ibu Kota guna memadati Ice World, sejak dibuka 23 Desember lalu. Seperti pada hari Jumat (30/12), antrean pengunjung tampak mengular panjang di depan pintu masuk. Lapangan dan kiri-kanan jalan di sekitar taman hiburan itu penuh dengan mobil pengunjung.
Begitu padatnya pengunjung siang itu, Marketing Manajer Ice World Waylan Gerung sempat cemas karena tiket mulai habis. Menurut dia, beberapa hari terakhir pengunjung terus meningkat. Dari 1.000, 1.500, 2.000, hingga 3.400 orang per hari.
Seperti namanya, Ice World (dunia salju) menawarkan suasana alam dan pemandangan serba es. Di dalam ruangan seluas 1.200 meter persegi, setiap pengunjung bisa merasakan suhu di bawah titik beku, yakni berkisar minus 10-15 derajat Celsius. Pada suhu ini pengunjung harus memakai jaket tebal yang telah disediakan pengelola.
Sambil merasakan embusan suhu sangat dingin, seperti lazimnya di negara-negara Eropa atau Amerika pada musim dingin, pengunjung disuguhi pahatan-pahatan es berbentuk obyek-obyek dari tujuh keajaiban dunia, seperti Istana Taj Mahal (India), Menara Eiffel (Paris, Perancis), Istana Kaisar China di Kota Terlarang, kereta Narnia, papan seluncur es, serta ikan keberuntungan. Tidak ketinggalan, juga guyuran butiran-butiran putih hujan salju.
Seperti diakui sejumlah pengunjung, semuanya mendatangkan sensasi tersendiri mengingat mereka umumnya belum pernah mengalami suasana iklim tersebut. Kami jadi tahu rasanya tinggal di negara-negara yang mengalami hujan salju. Dingin banget, menggigil, tapi menyenangkan, kata Bobby (12). Kayak di negara kutub aja, timpal Dio (9), saudaranya.
Kami pernah tinggal setahun di Perth, Australia, tapi belum pernah mengalami suasana seperti ini, ujar Yanti (31), warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang membawa serta anaknya yang berusia tiga tahun.
Pemahat Harpin
Pahatan es dalam beraneka bentuk itu terlihat semakin indah karena muncul cahaya berwarna-warni dari dalam es. Menurut Waylan, inilah yang membedakan Ice World Ancol dari Ice World serupa di Barcelona (Spanyol), Auckland (Selandia Baru), Sidney (Australia), Ho Chi Minh City (Vietnam), Manila (Filipina), serta Kuala Lumpur dan Malaka (Malaysia).
Di sini semua lampu itu tertanam di dalam es. Di luar negeri, pencahayaan berupa lampu sorot, ujar Waylan. Lampu es berwarna-warni itu tampak dominan dengan pengaturan cahaya dalam ruangan yang sedemikian rupa. Pahatan-pahatan es bertahan pada bentuknya berkat pengaturan suhu ruangan yang digerakkan 12 mesin.

Keindahan pahatan es tersaji di hadapan pengunjung berkat keahlian pemahat dari Harpin, daerah di China bagian utara. Satu di antara mereka, menurut Waylan, adalah juara dunia pemahat tahun 2005 di Belgia. Selama bulan Desember, pengunjung bisa juga menikmati kemahiran para pemahat itu dalam membentuk balok-balok es.
Untuk membentuk pahatan-pahatan es itu, pengelola mendatangkan tak kurang dari 480 balok es. Balok-balok es dipilih dari sejumlah pabrik es yang bebas dari kotoran untuk menghasilkan pahatan es sempurna, tanpa ternoda kotoran.
****
Mau ke mall atau mau ke Dunia Fantasi, silakan. Bebas pilih. Yang jelas, kondisi fisik harus prima. Kalau kita lagi sakit gigi, lagi pusing, atau perut mual, masuk ke dunia es batu sungguh tidak nyaman.
Yang tak kalah penting, jangan lupa membawa dompet dengan isi tebal.

1 comment:

tika said...

berapa harga tiket masuk ice world pada hari senin sampai dengan jumat dan pada hari sabtu sampai dengan minggu??

ada apa saja didalam ice world??