Search This Blog

Loading...

Friday, December 19, 2008

LATIHAN TAEKWONDO


SEJAK dua bulan terakhir ini, Mohamad Darrel Cetta Askara, biasa dipanggil Darrel, ikut taekwondo. Seminggu sekali, tiap hari Kamis jam 13-14, dia berlatih di sekolahnya. Ada uncle bersabuk hitam yang jadi pelatih.
Kenapa ikut taekwondo, bukan silat, misalnya. Jawabannya sederhana. Semua olahraga beladiri apapun bagus. Kebetulan yang disediakan oleh sekolahnya, Embun Pagi Islamic Inteernational School, adalah taekwondo.
Waktu pekan pertama, latihan mulai jam 15.00. Jadi setelah acara sekolah selesai, Darrel pulang. Tapi jam 14.45 berangkat lagi untuk taekwondo. Dari sisi waktu tidak praktis. Baru tidur sebentar kok sudah berangkat lagi. Rupanya banyak orangtua murid yang merasakan hal yang sama. Pada latihan kedua, jamnya digeser. Begitu pulang sekolah, istirahat sebentar di sekolah, lalu taekwondo. Lebih praktis.
Latihannya mengambil tempat di ruang kosong. Cukup untuk latihan bagi 30-an anak. Tapi pada tahap awal ini pesertanya baru 15-an. Semoga pesertanya nanti bertambah.
****
Nama taekwondo cukup akrab dengan saya. Sewaktu sekolah di Yogya, saya ikut perkumpulan silat, namanya Krisnamurti. Ini perguruan silat yang dirintis oleh pangeran dari ndalem Tejokusuman Yogya, namanya Harimurti. Orang Yogya menyebutnya sebagai ndoro Hari –ndoro artinya tuanku yang mulia. Saya cukup lama ikut Krisnamurti, dari SMP hingga kuliah.
Nah, sebagai orang silat, saya ingin tahu bagaimana gerakan-gerakan taekwondo. Bersama beberapa teman, saya sering ke Sasono Hinggil Dwi Abad, gedung paling belakang di komplek Keraton Yogyakarta. Ketika taekwondo diluncurkan di Yogya, itu sewaktu saya masih SMA, jadi antara 1980-1983, saya ikut menyaksikannya. Acaranya di Sport Hall Kridosono, satu-satunya gedung olahraga di Yogya. Saya masih ingat, atlet yang jadi andalan namanya Liu Nam Kiong—mohon maaf kalau ejaannya salah. Gedungnya penuh banget…
Tidak sadar ya, peristiwa itu lebih dari 20 tahun lalu.
Gerakan-gerakan kaki taekwondo, harus saya akui: luar biasa. Power, akurasi, presisi, semuanya diolah dengan baik. Semuanya ditopang dengan manajemen yang baik, sehingga regenerasi dan pengembangan berjalan secara terencana.
****
Taekwondo, sebagaimana karate, kempo, harus diakui, jauh lebih terbakukan ketimbang perguruan silat di Indonesia pada umumnya. Beladiri ini, sebagaimana dengan LG, Samsung, Hyundai, KIA, menjadi duta Korea Selatan yang efektif ke seluruh dunia. Dengan berlatih taekwondo, orang-orang dipaksa untuk belajar bahasa Korea.
Kalau Anda kurang akrab dengan taekwondo, saya perkenalkan sejumlah istilah di olahraga pukul-tendang itu: Sabeum = Instruktur; Sabeum Nim = Instruktur Kepala; Seonbae = Senior; Hubae = Junior; Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do; Muknyeom = Meditasi; Dobok = Seragam Tae Kwon Do; Ti = Sabuk Latihan; Oen = Kiri; Oreon = Kanan; Joonbi = Siap; Sijak = Mulai; Kalryeo = Stop; Keysok = Lanjutkan; Keuman = Selesai; A Nee = Tidak; Yee = Ya; Eolgol = Sasaran atas; Moumtong = Sasaran tengah; Arae = Sasaran bawah; Kyungrye = hormat; chariot= mempersiapkan diri. Pukulan, tendangan, dan tangkisan, semua juga ada istilah korea-nya. Yeop Jireugi = Pukulan Samping; Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas; Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait. Ap Chagi = Tendangan Kedepan; Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan; Yeop Chagi = Tendangan Samping.
Pekan lalu, sewaktu puang dari latihan taekwondo, Darrel membisiki saya: ‘’Ayah, aku punya jurus rahasia.’’ ---ini kalimat yang menirukan kartun silat Avatar. Lalu ia melingkarkan tangannya di depan muka.
‘’Ini untuk menangkis serangan musuh.’’
Kemudian ia menendang kakinya ke depan.
‘’Ini untuk mengusir musuh..’’
Hehehe..
****
Taekwondo sering ditulis sebagai Tae Kwon Do, Taekwon-Do. Ini olahraga nasional Korea yang paling populer. Bahkan sejak olimpiade Sidney, sudah dipertandingkan. Dalam bahasa Korea, Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni".
Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Sebagaimana olahraga beladiri dari Asia lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo,
Untuk warna sabuk saja, misalnya, ada perlambang-perlambang. Tahap awal, bersabuk putih. Artinya kesucian, awal atau dasar dari semua warna. Setelah itu sabuknya warna kuning, bermakna bumi. Lalu hijau, bermakna pohon. Paling tinggi adalah sabuk hitam, bermakna kedalaman, kematangan dalam berlatih.









Posted by Picasa

No comments: