Search This Blog

Loading...

Saturday, January 26, 2008

Gedung Tinggi

DUBAI barangkali mirip Singapura, Hong Kong, atau Monaco. Negeri kecil yang miskin sumber daya alam, namun karena kepintaran otaknya lalu bisa makmur berkat sektor jasa. Banyak yang mengira Dubai sebagaimana halnya negara di Timur Tengah pada umumnya, hidup makmur dari hasil ekspor minyak bumi. Kenyataannya tidak seperti itu. Tahun ini, sektor minyak hanya menyumbang 4% dari APBN Dubai. Lainnya sektor jasa.

Hadirnya sektor jasa diwujudkan dari bermunculannya kantor-kantor asing di Dubai. Mereka mendatangkan eksekutif, hingga kurir. Kehadiran orang luar untuk mencari penghidupan di Dubai bisa dilihat dari penuhnya penumpang maskapai ke Dubai. Mereka dari berbagai tingkatan penghidupan. Dari pekerjaan kasar hingga yang menyandang posisi CEO berbaur jadi satu di pesawat.
Bila Anda berkunjung ke Dubai, berkeliling ke seluruh penjuru kota, Anda akan mendapati crane di mana-mana. Alat penyangga untuk membangun gedung-gedung tinggi itu bekerja terus sepanjang waktu, 24 x 7. Orang-orang India, Pakistan, Bangladesh menjadi andalan di sektor tenaga kasar ini. Kalau mereka mau pulang, Anda akan melihat antrean mereka menunggu bis jemputan.
Posted by Picasa

No comments: