<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889</id><updated>2012-01-31T08:30:40.896+07:00</updated><category term='kalabendu'/><category term='kamus'/><category term='livni'/><category term='mata rantai'/><category term='omah djokja'/><category term='taman mini'/><category term='halte'/><category term='internet di china'/><category term='oslo'/><category term='atvsi'/><category term='prokem'/><category term='pilkada'/><category term='salju'/><category term='hakim mansur'/><category term='hari pertama sekolah'/><category term='satria mandala'/><category term='uni lubis'/><category term='gerakan internet sehat'/><category term='pornografi'/><category term='majalah playboy'/><category term='ahmad dahlan'/><category term='israel'/><category term='metacafe'/><category term='facebook'/><category term='media convergence'/><category term='malaysia'/><category term='ranggawarsita'/><category term='green living'/><category term='parardhya'/><category term='masjid'/><category term='sepakbola'/><category term='sri rahayu'/><category term='press council'/><category term='tifatul sembiring'/><category term='Salat'/><category term='budiono darsono'/><category term='tolak censorship'/><category term='kebebasan berekspresi'/><category term='museum nasional'/><category term='sang pencerah'/><category term='banjir jakarta'/><category term='laureen ong'/><category term='munarman todung mulya lubis'/><category term='TAMANSARI YOGYAKARTA'/><category term='wartawan'/><category term='ivan'/><category term='ocean park'/><category term='press freedom'/><category term='cut tari'/><category term='you tube'/><category term='karni ilyas'/><category term='ugm'/><category term='hongkong'/><category term='google'/><category term='RIM'/><category term='konten pornografi'/><category term='media online'/><category term='taman menteng'/><category term='kowloon'/><category term='tropi'/><category term='indonesia network'/><category term='sawit'/><category term='darrel cetta'/><category term='Darrel'/><category term='rafidah aziz'/><category term='year end party'/><category term='museum'/><category term='bill kovach'/><category term='bahasa indonesia'/><category term='revolusi mesir'/><category term='museum gajah'/><category term='erwin arnada'/><category term='iptek'/><category term='dewan pers'/><category term='kalatida'/><category term='sale'/><category term='kpi'/><category term='wisata air'/><category term='tim nasional'/><category term='fpi'/><category term='tahrir square'/><category term='mobil'/><category term='keraton'/><category term='vacation'/><category term='jawa barat'/><category term='sultan'/><category term='Rendra'/><category term='norway'/><category term='kode etik'/><category term='terbakar'/><category term='emirates mall'/><category term='hosni mobarak'/><category term='award'/><category term='cawang'/><category term='prasasti'/><category term='keistimewaan yogyakarta'/><category term='dini djalal'/><category term='antv'/><category term='RPM Konten'/><category term='blackberry'/><category term='gubernur utama'/><category term='wael ghonim'/><category term='citizen journalism'/><category term='twitter'/><category term='sensor'/><category term='film'/><title type='text'>Kabar dari Permata Timur</title><subtitle type='html'>Situs Iwan Qodar Himawan - Uni Lubis - Darrel Cetta. Iwan, terakhir bekerja di GATRA. Uni, wartawan, pernah di Warta Ekonomi, Panji Masyarakat, TV7, kini di Antv. Darrel, murid Embun Pagi Islamic International School, Jakarta Timur.
Website of The Family of Iwan Qodar Himawan-Uni Lubis-Darrel Cetta. Iwan, journalist. Now running his own company. Uni, journalist, now working for Antv, Jakarta based private TV Station. We live in Permata Timur, Jaticempaka, Pondokgede, Indonesia.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>222</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-1285958823173014876</id><published>2011-11-29T09:38:00.002+07:00</published><updated>2011-11-29T11:12:18.657+07:00</updated><title type='text'>Naik Merpati dari Jogja ke Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1nO-CAZc0Q0/TtRIgJ7-xtI/AAAAAAAAHKo/ItGk-W6nPaw/s1600/Merpati_Xian_MA-60_Spijkers.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1nO-CAZc0Q0/TtRIgJ7-xtI/AAAAAAAAHKo/ItGk-W6nPaw/s400/Merpati_Xian_MA-60_Spijkers.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680244747281549010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEKAN lalu, dari tanggal 18 sampai 21 November 2011, saya ke Jogja. Ada acara penting di situ. Kakak paling besar saya, mbak Yeni Widowaty, menjadi doktor dalam bidang ilmu hukum pidana. Sehingga kakak saya yang bekerja sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu sekarang namanya cukup panjang: Dr. Yeni Widowaty Herindrasti, SH, Mhum. Satu kata terakhir ‘’Herindrasty’’ hanya pernah nongol di rapor sekolah dasar, tapi tidak ada di ijazah. Sehingga sampai sekarang namanya hanya ‘’Yeni Widowaty’’.&lt;br /&gt;Acara ujian terbuka itu berlangsung di Universitas Diponegoro, Semarang. Namun karena bapak dan ibu saya tinggalnya di Jogja, saya pulang dulu ke Jogja untuk mengambil mobil, menjemput beliau. Sebetulnya Pak Syarief dan Bu Siti Asiyam –demikian nama beliau—sudah ditawari untuk menginap di Hotel Ibis Semarang, bergabung dengan mbak Yeni dan keluarga (suami –mas Faisal Heryono, dan dua puterinya –Cita dan Bella. Si bungsi Tifa ada di Jepang, sehingga tidak bisa bergabung). Namun beliau sudah wanti-wanti: aku kuwi nek nginep neng hotel rasane ora penak tenan je… (dalam bahasa Inggris: it’s really unconvenience to stay at hotel).&lt;br /&gt;Alhamdulillah, acara berlangsung lancar. Setelah lebih kurang lima tahun kuliah S3, mb.ak Yeni kini sudah lulus kuliah S3.&lt;br /&gt;      *****&lt;br /&gt;Bukan promosi doktor itu yang mau saya ceritakan di sini kali ini. Sepulang dari acara di Jogja, saya pulang pakai pesawat Merpati rute Adi Sucipto-Halim Perdanakusuma.  Rute ini sangat menarik bagi saya: mendarat di Halim, hanya sekitar 5 Kilometer dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Py67LsIRQOc/TtRIgTGnUkI/AAAAAAAAHK4/B1JDmkDOIZI/s1600/P1030090.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Py67LsIRQOc/TtRIgTGnUkI/AAAAAAAAHK4/B1JDmkDOIZI/s400/P1030090.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680244749742068290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Merpati rute Jakarta-Jogja merupakan trayek baru. Sebelum krismon 1998, saya bersama mommy Uni pernah juga naik Merpati dari Halim ke Jogja. Kalau tidak salah pesawatnya CN 235. Waktu itu penumpangnya hanya empat orang. Jumlah pilot dan pramugarinya lebih banyak ketimbang penumpangnya. Penerbangan itu rugi, dan rute Jakarta-Jogja ditutup. Entah kenapa kalau maskapai lain mendapatkan duit banyak dari rute Jakarta-Jogja, kalo Merpati malah merugi.&lt;br /&gt;Sejak Maret lalu, Merpati membuka kembali rute ke Jogjakarta. Berbeda dengan jalur dahulu kala, kali ini rutenya Merpati berbeda: Jakarta-Bandung-Jogjakarta. Berangkat dari Halim jam 09.00 sampai di Jogja jam 15.00.. Lama sekali? Karena pesawat ini harus mampir dulu di Bandung.Tiba jam 10.00, tapi baru berangkat dari Bandung jam 14.00. Mungkin, Merpati ingin memberi kesempatan para wisatawan yang lagi belanja di factory outlet. Jadi kalo bapak ibu ingin berbelanja dulu di Bandung, Merpati ini pilihan yang pas. Tapi kalo buru-buru ke Jogja, ya jangan naik Merpati.&lt;br /&gt;Maka saya berangkatnya ke Jogja naik Lion Air. Baru pulangnya naik Merpati. Jadwal pulangnya Merpati cukup menarik: dari Jogja jam 15.40, berhenti di Bandung jam 16.40, terus jam 17.00 berangkat dari Bandung ke Jakarta, sampai di Halim jam 18.00. Kalau semua tepat waktu, setengah jam kemudian saya sudah sampai di rumah.&lt;br /&gt;      ****&lt;br /&gt;Saya mencoba mencari tahu mengenai rute Merpati ke Jogjakarta. Menurut penjelasan distrik manager Merpati Bandung, Yanuar Fadhillah, ketika peluncuran rute ini Maret lalu, rute Bandung-Jogja merupakan rute penting: untuk wisata, seni, dan pendidikan. Bandung punya pabrik tekstil, Jogja adalah pasar tekstil Bandung. Kedua kota sama-sama dikenal punya nilai lebih di bidang seni. Ketika itu Bandung-Jogja diarungi dengan Boeing 737-300, tiga kali seminggu: Rabu-Jumat-Minggu. Tarifnya pukul rata: Rp 297.000.&lt;br /&gt;Sejak peluncuran Maret lalu hingga kini sudah terdapat beberapa perubahan. Pertama, kini rute Bandung-Jogja diarungi tiap hari. Pesawatnya juga berubah. Tidak lagi Boeing, melainkan pesawat MA-60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-p196yi1q19w/TtRIhXAoTeI/AAAAAAAAHLM/m5JPG--K7vU/s1600/P1030092.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-p196yi1q19w/TtRIhXAoTeI/AAAAAAAAHLM/m5JPG--K7vU/s400/P1030092.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680244767970577890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau Boeing 737-300 berpenumpang 148 orang, Xian MA60 ini lebih kecil, bisa mengangkut 58 penumpang. Merpati memiliki 14 unit pesawat MA60, satu di antaranya jatuh di perairan Kaimana, Papua, pada Mei 2011. Label kata ‘’MA’’ merupakan kependekan dari ‘’Modern Ark’’ alias ‘’Perahu Modern’’. Wah, top..&lt;br /&gt;Pesawat MA 60 dibuat oleh Xi’An Aircraft Industrial Corporation. Pesawat ini mendapatkan sertifikasi dari Badan Penerbangan Sipil China pada Juni 2000. Tapi belum mendapatkan sertifikat dari Federal Aviation Administration, Amerika Serikat. Sehingga pesawat ini belum boleh diterbangkan di Amerika. Ketiadaan sertifikat FAA ini yang menimbulkan gonjang-ganjing ketika Mei lalu pesawat MA60 jatuh di perairan Kaimana: mengapa Merpati membeli pesawat yang tanpa sertifikat FAA. Namun pejabat Indonesia dan petinggi Merpati ketika itu berpendapat: sertifikat FAA bukan suatu keharusan.&lt;br /&gt;Pesawat MA60 ini tidak hanya dioperasikan oleh Merpati. Dewasa ini beberapa MA60 juga mengangkasa  di beberapa negara. Di antaranya Laos, Burundi, Myanmar, Ghana, Ecuador, Kamerun, Filipina. Namun, yang terbanyak membeli memang Merpati. Agen penjualan MA60 patut diacungi jempol, karena sukses memasarkan MA60 ke Merpati. Bahkan yang dibeli Merpati jauh lebih banyak ketimbang yang dibeli maskapai di China. Di negeri pembuatnya itu, terbanyak sebagai pembeli adalah YingAn Airlines, 10 unit. Dua maskapai lainnya adalah Wuhan Airlines (tiga unit), dan Sichuan Airlines (dua unit).&lt;br /&gt; Dalan pandangan Merpati, pesawat MA60 kinerjanya yahud. Maka Mei lalu Merpati mengumumkan, akan mendatangkan dua pesawat baru. Sehingga total Merpati akan memiliki 15 unit.&lt;br /&gt;     ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RP94bawGxHg/TtRIhGVl9XI/AAAAAAAAHLA/-zu7tA4YY_o/s1600/P1030091.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RP94bawGxHg/TtRIhGVl9XI/AAAAAAAAHLA/-zu7tA4YY_o/s400/P1030091.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680244763495101810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah biasa naik pesawat lebih kecil dari MA 60. Hubungan dekat saya dengan Susi Pudjiastuti, pemilik maskapai Susi Air membuat saya beberapa kali naik pesawat Cessna Caravan rute Jakarta-Pangandaran, yang punya 14 tempat duduk. Saya juga pernah naik Piagio Avanti, yang hanya berpenumpang tujuh orang. Karena itu ketika naik MA60, saya tidak takut.&lt;br /&gt;Memang bukan pada kinerja MA60 ini yang saya keluhkan. Saya percaya, China, yang sudah sukses membuat peluru kendali jarak jauh, meluncurkan roketnya ke ruang angkasa, juga mampu menembak satelit di orbitnya, bisa membuat pesawat terbang dengan baik.&lt;br /&gt;Yang saya keluhkan adalah pada pengoperasian pesawat MA60 oleh Merpati. Bila sesuai jadwal, harusnya saya tiba di Jakarta jam 18.00. Namun hari itu saya apes..&lt;br /&gt;Semula saya dikabari via sms bahwa pesawat Merpati akan berangkat ke Bandung jam 18.40, mundur tiga jam dari jadwal. Karena itu saya berangkat ke Adisucipto jam 17.00. Ketika check in saya dapat kabar dari petugas bahwa Merpati masih ’’ tetap sesuai jadwal’’, jam 18.40.&lt;br /&gt;Saya menunggu di lounge Borobudur, Adisucipto, yang sudah nyaris kosong menu makanannya karena terlalu banyak penumpang yang menunggu. Tempe goreng, tahu goreng, kacang, emping, nasi goreng, semua ludes. Tinggal kue. Minuman cocacola, fanta, masih tersedia..&lt;br /&gt;Sampai jam 19.00 ternyata pesawat belum datang. Lalu muncul pengumuman: pesawat diperkirakan tiba dari Bandung jam 20.15. Dan balik ke Bandung sekitar jam 20.40. Wah… kok molor lagi.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kali ini Merpati tidak ingkar janji. Jam 20.40 pesawat terbang beneran. Sampai di Bandung jam 21.30. Begitu turun, saya dapat informasi: penerbangan ke Jakarta dibatalkan, sehingga penumpang yang berangkat ke Jakarta diantar dengan jalan darat, via tol Cipularang.&lt;br /&gt;Kali ini Merpati menepati janjinya. Dari Bandung saya diantar dengan Suzuki APV ke Halim Perdanakusuma. Sampai Halim jam 23.30. Bukan perkara gampang mencari angkutan dari Halim di malam selarut itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah lain, malam itu saya kehilangan acara penting: final sepakbola Sea Games antara Indonesia-Malaysia..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-1285958823173014876?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/1285958823173014876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=1285958823173014876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1285958823173014876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1285958823173014876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/11/naik-merpati-dari-jogja-ke-jakarta.html' title='Naik Merpati dari Jogja ke Jakarta'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1nO-CAZc0Q0/TtRIgJ7-xtI/AAAAAAAAHKo/ItGk-W6nPaw/s72-c/Merpati_Xian_MA-60_Spijkers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-7310286785413449166</id><published>2011-10-22T10:33:00.005+07:00</published><updated>2011-10-22T11:59:54.333+07:00</updated><title type='text'>iPad yang Ruwet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-CKnbM7_HYkk/TqJNcY21O4I/AAAAAAAAHKM/1lNj81djBXM/s1600/iPad.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-CKnbM7_HYkk/TqJNcY21O4I/AAAAAAAAHKM/1lNj81djBXM/s400/iPad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666176431289613186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI produk teknologi baru, harus diakui iPad amat sangat sukses. Gamenya cukup banyak, dan menarik. Darrel Cetta sangat suka pada game global war. Ia juga suka main game superhero, angry bird, dan airportmania. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Game yang disediakan memang beragam. Anda suka fashion, memasak, perang, terbang, semua ada. Namun di luar berbagai keunggulan itu, saya masih merasakan banyak hal yang membuat iPad kurang menarik.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tulisan pendek ini saya buat ketika Steve Jobs, sang pendiri Apple, sudah wafat, dua pekan lalu. Tulisan ini juga nongol karena saya habis dikerjain oleh iPad: file-file penting ketlingsut, dan kini masih dalam proses pencarian. Insya Allah sih ketemu.Sekadar informasi, iPad punya Mommy Uni Lubis itu seri pertama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komplain saya soal iPad adalah, peralatan ini egois. Hanya mau menerima program yang dikeluarkan Apple, atau konco-konconya. Di luar berbagai program itu, wassalam. Jangan harap. Anda pernah mendonlod program google chrome yang terkenal itu? Atau google earth? Atau pernah menginstall flash di iPad? Kalau belum, tidak usah mencoba, karena mubazir. iPad akan menolaknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka untuk menonton program yang butuh flash, seperti pada banyak game, kita tidak akan bisa melakukannya via iPad. Mau nonton televisi via internet, juga tidak bisa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masalah lain yang saya hadapi adalah, iPad tidak nyaman untuk bekerja. Anda pernah membuat tulisan sampai satu halaman di iPad? Dijamin jauh lebih susah ketimbang kita membuat tulisan yang sama di notebook atau komputer meja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang ketiga, mungkin karena saya terbiasa dengan program Microsoft, memakai iPad ini terasa sulit. Alkisah, saya mau memback up file penting yang ada di iPad. Untuk itu, iPad saya hubungkan dengan iTunes yang ada di laptop. Perintah di iTunes menyatakan, bahwa sistem di iPad itu ternyata sudah lama, harus diupdate.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, begitu update selesai, file yang mau diback up malah nyelip nggak tahu di mana... Jadi ceritanya saya sekarang lagi mencari file yang tersembunyi itu.. &lt;br /&gt;Begitulah ceritanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-7310286785413449166?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/7310286785413449166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=7310286785413449166' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7310286785413449166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7310286785413449166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/10/ipad-yang-ruwet.html' title='iPad yang Ruwet'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CKnbM7_HYkk/TqJNcY21O4I/AAAAAAAAHKM/1lNj81djBXM/s72-c/iPad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-2259385243335280345</id><published>2011-08-02T09:01:00.000+07:00</published><updated>2011-08-02T09:02:52.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='press freedom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='press council'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atvsi'/><title type='text'>Uni Lubis: Ready, willing and able</title><content type='html'>&lt;h2 class="heading" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Georgia; clear: both; font-size: 20px; "&gt;Uni Lubis: Ready, willing and able&lt;/h2&gt;&lt;div class="info" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(153, 153, 153); "&gt;Dina Indrasafitri, The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 08/01/2011 8:00 AM&lt;div class="text-size" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; float: right; font-size: 14px; "&gt;&lt;a class="link-large-font" id="link-large-font" title="Large Font" href="http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/01/uni-lubis-ready-willing-and-able.html" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; text-decoration: none; color: rgb(204, 51, 0); font-weight: 700; font-size: 14px; "&gt;A&lt;/a&gt; | &lt;a class="link-normal-font" id="link-normal-font" title="Normal Font" href="http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/01/uni-lubis-ready-willing-and-able.html" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; text-decoration: none; color: rgb(204, 51, 0); font-weight: 700; font-size: 12px; "&gt;A&lt;/a&gt; | &lt;a class="link-small-font" id="link-small-font" title="Small Font" href="http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/01/uni-lubis-ready-willing-and-able.html" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 5px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; text-decoration: none; color: rgb(204, 51, 0); font-weight: 700; font-size: 10px; "&gt;A&lt;/a&gt; |&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 16px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;Zulfiani Lubis took a deep breath when asked about her current activities. “My main job is of course the chief editor of ANTV,” the woman popularly known as “Uni” said, referring to the private television station under her care. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She is also serving a term as a member of the Press Council until February 2013 and as the Association of Indonesian Private Television Station’s (ATVSI) commission of news and inter-institutional relations head. &lt;br /&gt;&lt;span class="inline inline-right" style="margin-top: 5px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 5px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; display: block; float: right; "&gt;&lt;img class="image image-main story " src="http://www.thejakartapost.com/files/images2/p28-a_27.main%20story.jpg" alt="JP/Dina Indrasafitri" title="JP/Dina Indrasafitri" width="380" border="0" height="285" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; " /&gt;&lt;span class="caption" style="margin-top: -2px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left; width: 378px; display: block; "&gt;JP/Dina Indrasafitri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 16px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; "&gt;According to Uni, her most time-consuming duties are those at the television station and the Press Council. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“At least once a week I go to the regions to conduct trainings because I am the head of the commission for reporter education, training and development,” Uni said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With the throng of activities related to journalism and her various campaigns, it is hard to conceive that the mother of one initially had almost no interest in working in the media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet, the woman who drew the attention of fellow media workers with her swift, soaring career, which included becoming the chief editor of Panji Masyarakat magazine at the age of 32, said at first her profession was something that simply happened to her. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni was in her last year of studying agribusiness at the Bogor Institute of Agriculture and was organizing a seminar. One of the speakers was Erlangga Ibrahim, the leader of Warta Ekonomi magazine. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her effort to approach him for the event evoked the unpredictable consequence of being offered a job at the magazine. “When you graduate, come to [work at] my place,” she recalled Erlangga saying. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She sent a letter, partly because she was “lazy at applying for jobs” and was accepted as a reporter. “And, I loved it,” Uni said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyebrows may rise at her story from then on. After just one year, she was promoted to one of the editors at Warta Ekonomi. She then moved to Panji Masyarakat and quickly became the chief editor there. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni then sailed through top positions at private television station TV7 and eventually got to where she is now. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her secret to success is far from miraculous or shady, she said. She was simply ready, willing and able. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This was evidently the reason she was quickly entrusted to write cover stories for Warta Ekonomi despite having spent only nine months in the newsroom. She was the only one available and ready to cover a banking scandal during a holiday when most reporters were on leave, and she delivered a decent report.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was one of many more that followed. “My career at Warta Ekonomi was rather fast. In fact, I was promoted within a year as an editor because I wrote a record number of cover stories in one year,” Uni said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her promotion to chief editor at Panji Masyarakat in 1999 was another case of her being ready, willing and able. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni said she was asked by several of the magazine’s investors, including former finance minister Fuad Bawazier, to join Panji Masyarakat’s revitalization, and was at first appointed the deputy. She was also endorsed by another former finance minister, Marie Muhammad. At that time, she was a reporter covering the monetary and finance beat, and one of her posts was at the Finance Ministry. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji Masyarakat had been known as a magazine with strong Islamic tendencies. But, a team that included Uni gave the magazine a face lift so it could garner a larger audience. It resumed publication after a hiatus in 1997 with a fresh start. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“[At that time] there wasn’t a woman who was a leader of a general news magazine, let alone an &lt;br /&gt;Islamic one,” she said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji Masyarakat published a cover story in 1999 centering on an alleged recorded conversation between former president B.J. Habibie and then attorney general Andi M. Ghalib. The alleged conversation suggested that inquiries on corruption charges toward former president Soeharto were to be held ceremoniously or less intensely than that imposed on the others who were being questioned at the same time.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Uni, she took the initiative to publish the story, which was already circulating in the media, because she felt the public needed to know. She said the question of how far journalists should go in investigating cases remained. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An upcoming discussion by the Press Council is slated to carry the theme of journalists invading privacy. This theme was partly fueled by the recent alleged hacking scandal involving the now defunct News of the World owned by Rupert Murdoch. The case, which saw former editor and Murdoch’s close aide Rebekah Brooks arrested, has drawn public attention to media ethics. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Personally, I think [the alleged hacking] was wrong… If we oppose ruthless tapping of civilians in the intelligence bill then the press should be consistent in not engaging in such activities as well,” Uni said, referring to the currently deliberated bill. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She is obviously equipped with guts and a sense of justice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her father, who was a judge, taught her valuable lessons, Uni said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I learned about integrity. Seeing so many judges arrested for receiving money [illegally] reminds me of my father who had a 26-year career and could barely afford a house and a car,” she said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her father quit six years before his retirement age. According to Uni, it was due to a decision he made at that time linked to the July 27, 1996, riot near the Indonesian Democratic Party (PDI) headquarters in Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Uni, her father’s decision at that time leaned toward the innocence of Budiman Sudjatmiko, the former chairman of the Democratic People’s Party and now a near Indonesian Democratic Party of Struggle legislator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“After [his decision], he was assigned to Papua. To him, it was equal to being scrapped,” she said.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-2259385243335280345?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/2259385243335280345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=2259385243335280345' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2259385243335280345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2259385243335280345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/08/uni-lubis-ready-willing-and-able.html' title='Uni Lubis: Ready, willing and able'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-2150569487930683201</id><published>2011-05-17T06:37:00.005+07:00</published><updated>2011-05-17T06:50:37.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bill kovach'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia network'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media convergence'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dini djalal'/><title type='text'>Media Convergence in the US and in Indonesia: A Talk with Uni Lubis</title><content type='html'>Posted by dinidjalal | on  May 13, 2011 |  No comment | Cat : weekly-champion PrintMail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a veteran journalist who is now Chief Editor of ANTEVE, Uni Lubis thought she knew quite a lot about the media business.  Yet halfway through the 7-week fellowship with the Eisenhower Foundation that is taking her across the United States — meeting with fellow journalists, academics, politicians and enterpreneurs — Uni is learning much more than she expected.&lt;br /&gt;The focus of her study?  Media convergence in the age of digital media.  In an age when traditional media businesses are trying to redefine themselves through digital outlets, and when news companies are increasingly being sold to conglomerates, this topic could not be timely.  And as a member of Indonesia’s National Press Council, Uni felt it is her duty to help find answers to the challenges now faced by Indonesian media.&lt;br /&gt;Uni spoke with The Indonesia Network recently to explain the bumpy path ahead:&lt;br /&gt;Q:  Why did you pick Media Convergence as your study focus?&lt;br /&gt;A:  Well, besides being a journalist, I head the Association of Indonesian Television Stations, which has 10 members.  I’m also a member of the National Press Council, and we are currently discussing the Media Convergence bill, or Undang-Undang Konvergensi Telematika, in Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;We already have the Press Freedom Bill, the Broadcasting Bill, and the Information and Electronic Transaction Bill.  Our objective is that, if we really want to establish a Media Convergence Bill, then we don’t need all the other laws, because then all the media becomes one.  The internet provides the structure, and the press provides the content.&lt;br /&gt;But now that we have this Media Convergence Bill, everyone, especially those involved in the internet and media, is criticizing the bill endlessly, because the bill talks only about telecommunications, and not about the media, all multi-media.&lt;br /&gt;Q:  Do you feel that Media Convergence is a concrete threat against press freedom?&lt;br /&gt;A:  I talked earlier with Tom Rosenstiel and Bill Kovach (former Washington Post journalist), who wrote ‘Blur’, and asked them, what is the biggest threat to press freedom?   Well, in the era of media convergence, content is produced by big corporations, such as Comcast, which just bought NBC.&lt;br /&gt;In the future, there will be less and less big corporations which can control distribution as well as content. This consolidation has been happening in the last 10 years already, and we can already see the effects.  For example, the media started focusing on entertainment, on what the public wants to know, not what the public needs to know.&lt;br /&gt;I also learned that the United States does not like to make laws concerning technology, because technology is always changing.  They just make short-term regulations, between the Federal Communication Commission (FCC) or Congress.  These regulations do not need to go through a complicated process.  I am learning a lot about these regulations.&lt;br /&gt;Regulations impacting technology are very important in Indonesia.  For example, ANTEVE is now streaming through the intent, through various channels. So, if, say, one of our affiliates like Vivanews streams our content and it’s problematic, then we will face charges on multiple levels, as a broadcaster and as internet content provider.&lt;br /&gt;The bonus of being here is that while I am learning about making laws, I am also meeting experts of digital media.  I spent three days meeting with digital media professors at the Medill School of Journalism in Chicago, and also at Stanford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HB7BjBhjYz0/TdG2b8x6guI/AAAAAAAAHGU/aJmlBuKmUD4/s1600/understanding%2Bmedia%2Bconvergence.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 335px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HB7BjBhjYz0/TdG2b8x6guI/AAAAAAAAHGU/aJmlBuKmUD4/s400/understanding%2Bmedia%2Bconvergence.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607463602341184226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Book on understanding media convergence.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q:  What lessons from the US can apply for Indonesia?&lt;br /&gt;A:  I learned, what needs to be regulated and what does not.  What needs regulation is infrastructure, but not technology.  Infrastructure means the networks, the laying down of cables and fiber optics. Other aspects of the industry do not need laws, but simple business regulations.&lt;br /&gt;We have deadlines in Indonesia about television going digital.  Here, there are no laws regarding this.  Your company goes digital based on its ability to do so.  Here, the market sets the rules, so that if your market demands that you go digital, then you will have to follow these market demands.&lt;br /&gt;Content does not need regulation, unless it involves, say, child pornography.  The best supervisor of content remains traditional, and that’s the public, but this system does not need to be formalized.  For example, these days we get our criticism through Twitter.  Social media is much more effective at prompting us to make corrections than traditional media.  If our news items get criticised through Facebook or Twitter, we will investigate the issue and recant the item.&lt;br /&gt;Our Press Council should focus on education, not necessarily whether this media has violated regulations or not.  There are no sanctions anyway at the moment, all you have to do if you violate the rules is say sorry.  So the sanction of social media is more scary. When we read on Twitter people saying, oh your questions are so stupid, we take this criticism very seriously.&lt;br /&gt;Q:  What are the threats to the media in Indonesia?&lt;br /&gt;A:  One of the biggest threats is the intimidation and interference a media company can get from its owners, who are increasingly big corporations. Another threat is intimidation from the public, such as protesters coming from your office demanding a retraction.  This is already happening in Indonesia.  The first threat will happen to Indonesia too.&lt;br /&gt;Indonesia is a country that still likes to make laws.  So even though we are in the era of takeovers by big corporations, we can still make laws that will ensure freedom of expression and freedom of creation.  We should learn the trends happening in the United States, because whatever happens here, will likely happen in Indonesia five years down the road.&lt;br /&gt;Q:  And how have these takeovers impacted American media?&lt;br /&gt;A:  The Americans I’ve talked to have said, on principle, they do not like these take-overs.  But they also say that they had hoped initially that the take-overs would improve the quality of production.  And the technology part of it, for the most part, has gotten better.  There is much more capacity for going digital.  But the content is not improving.  For example, the US was subject to non-stop airing of the royal wedding, and that is strictly a profit-oriented decision.  The bosses were hoping for content that is easy to sell, not content that may be more beneficial to the public.&lt;br /&gt;And look at Fox News.  They produce mostly talk-shows because talk-shows are cheap!  As a result, other networks like CNN follow suit, and what you get are shows with people yelling at each other.  It’s not necessarily beneficial to the public.&lt;br /&gt;Q:  What about positive examples from the US that Indonesia can emulate?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XuxpqFjJawM/TdG2cBg0bxI/AAAAAAAAHGc/CCao6Lb5fO8/s1600/mobile%2Bphone%2Bwill%2Bbe%2Bthe%2Bmain%2Bplayer.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XuxpqFjJawM/TdG2cBg0bxI/AAAAAAAAHGc/CCao6Lb5fO8/s400/mobile%2Bphone%2Bwill%2Bbe%2Bthe%2Bmain%2Bplayer.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607463603611660050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mobile phone will become main player of media convergence.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A:  Number one, media literacy.  People are much more media literate here.  And media literacy should be one of the top priorities of the Press Council and the government.  Instead of focusing on regulations, the government should focu on media literacy.  In the US, media literacy is part of the education curriculum. In Indonesia, it is not.  Rather than make threatening regulations, the government should work on educating the public.  Media literacy is also the responsibility of the private sector.  Companies can incorporate media literacy programs into their Community Service Programs (CSR).&lt;br /&gt;A second lesson we can learn from is the ethical code here.  The US media is quite strict in adhering to their code of ethics. For example, the Bin Laden story.  I asked fellow journalists here, if they get a video of Osama Bin Laden, what do they do?  Their answer: only the pictures would be aired, not his voice declaring jihad.  In Indonesia, that’s the part we would play over and over again!  Here in the US, there is still consideration towards an item’s impact on the public.  There is still discussion in the newsroom about why we should broadcast a news item, and what benefit would it serve the public.  Journalists and editors here still ask, what is the good in this?  In Indonesia, we just think about ratings!&lt;br /&gt;It seems that here, this code of ethics is already ingrained.  Education likely plays a part.  In Indonesia, many of the working journalists are journalists because that’s the only work they got.&lt;br /&gt;Q:  So you have learned quite a lot during your time here.&lt;br /&gt;A:  Well, I learned while I am here that I still have a lot to learn.  Engagement with the audience is something I still have a lot to learn.  American media takes this engagement very seriously, they do a lot of research on what it is audiences want to see and hear about.  Meanwhile, in Indonesia, ratings for TV news are all falling.&lt;br /&gt;Q:  Why are ratings declining?&lt;br /&gt;A:  Because we think that what the audience wants to see is violence.  We think that they want to watch people fighting.  But we learned from the Japanese coverage of the tsunami, that Japanese television showed not one single body.  In Indonesia, we even provoke the victims, and ask them, please cry.  We exploit pain and suffering.  Here, they may also exploit suffering but they will also show the optimism in a situation.  They will show that although there is a disaster, not everyone is suffering.&lt;br /&gt;In Indonesia, I am one of the people guilty of exploitation.  If there is a disaster, we exploit it.  If there is conflict, we push them to have more conflict. And if there is any happy news, like the one of that Indonesian soldier who became famous dancing on youtube, we exploit it endlessly too and air it constantly as if there is no other news.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dfuOo5Lme8g/TdG2cIy765I/AAAAAAAAHGk/IyGZKtCsLxk/s1600/salah%2Bsatu%2Bacara%2Bdi%2Btv%2Bswasta.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 328px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dfuOo5Lme8g/TdG2cIy765I/AAAAAAAAHGk/IyGZKtCsLxk/s400/salah%2Bsatu%2Bacara%2Bdi%2Btv%2Bswasta.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607463605566696338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Entertainment program at antv, one of private channel in Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesians often wonder, why is Indonesia always depicted as an unstable place, prone to bombs going off?  Because that is what we like to exploit: the bomb attacks, the political demonstrations and protests. As a result, the outside world also thinks, these are the biggest concerns in Indonesia.  When in fact, it is not necessarily true.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-2150569487930683201?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.theindonesianetwork.com/2011/05/13/media-convergence-in-the-us-and-in-indonesia/' title='Media Convergence in the US and in Indonesia: A Talk with Uni Lubis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/2150569487930683201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=2150569487930683201' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2150569487930683201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2150569487930683201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/05/media-convergence-in-us-and-in.html' title='Media Convergence in the US and in Indonesia: A Talk with Uni Lubis'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HB7BjBhjYz0/TdG2b8x6guI/AAAAAAAAHGU/aJmlBuKmUD4/s72-c/understanding%2Bmedia%2Bconvergence.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-2503117703050685198</id><published>2011-05-16T12:36:00.006+07:00</published><updated>2011-05-16T13:15:22.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tahrir square'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hosni mobarak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wael ghonim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='revolusi mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='google'/><title type='text'>Mimpi di Sebuah Halaman Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9d5P9we5qGM/TdC8bslCAcI/AAAAAAAAHFk/qxAlm2MJ2Q0/s1600/Hosni%2BMObarak%2Bdalam%2Bkarikatur%2B--dari%2Bmuzic-world.com.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9d5P9we5qGM/TdC8bslCAcI/AAAAAAAAHFk/qxAlm2MJ2Q0/s400/Hosni%2BMObarak%2Bdalam%2Bkarikatur%2B--dari%2Bmuzic-world.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607188720085238210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hosni Mobarak dalam karikatur. Foto dari www.muzic-world.com&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Revolusi Mesir berhasil menurunkan rejim otoriter, memakzulkan Presiden yang berkuasa selama 30 tahun. Anak-anak muda penggeraknya mulai kuatir, setelah Revolusi, apa?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIA mendeskripsikan dirinya sebagai: Constantly changing, Serious Joker, Internet Addict, Human, Egyptian who loves challenging status quo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Wael Ghonim, kita bisa menemukan deskripsi ini di akun Twitter-nya, @Ghonim.  Pekan lalu anak muda yang menjadi wajah dari revolusi Mesir yang berhasil  menurunkan Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaan selama 32 tahun itu, berkunjung di Bay Area, sebutan untuk kawasan di Palo Alto, Mountain View sampai Silicon Valley.  Di sinilah  “rumah” dari perusahaan seperti Twitter, Google, Facebook dan lainnya. Ghonim mendunia namanya bukan karena ia –sampai dua pekan lalu- adalah eksekutif Google. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membawahi operasi perusahaan mesin pencari di Internet ini untuk wilayah Timur Tengah.  Ghonim dikenal karena dia membuat akun Facebook yang menjadi pemicu mobilisasi kaum muda Mesir untuk menggerakkan mesin revolusi di Mesir.  Revolusi yang dikenal dengan nama Gerakan 25th January itu berhasil melengserkan rejim Hosni Mubarak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tengah berada di Palo Alto, California, Jumat pagi (21/4) lalu, ketika membaca berita di www.cnn.com soal kunjungan Ghonim ke Bay Area.  Ghonim akan berbicara soal Revolusi dan Masa Depan Mesir di Stanford University. Hari itu saya memang berencana ke Stanford, mengikuti sebuah seminar yang diadakan dalam rangka Earth Day.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi dengan Ghonim berlangsung Jumat malam itu, di Cubberley Auditorium, School of Education, Stanford.  Hanya berjarak 300-an meter dari tempat seminar yang saya ikuti dalam rangkaian program Eisenhower Fellowships, Bishop Auditorium  Mengenai Eisenhower Fellowships, bisa dibaca di &lt;a href="http://www.efworld.org"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengikuti perjalanan Revolusi Mesir setiap hari, setiap jam,  lewat Al Jazeera dan CNN selama 18 hari di bulan Januari dan Februari tahun ini.  Sebuah Revolusi yang bahkan AS, sekutu kental rejim Hosni Mubarak tak pernah menduga.  Sebuah Revolusi 2.0, karena disebarkan lewat media sosial seperti Twitter dan Facebook. Saya mengikuti  cerita soal Ghonim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baru saja dinobatkan menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia bersama Presiden Barrack Obama, Oprah Winfrey dan Justin Beiber! Kunjungannya ke AS pun, dengan tujuan utama menghadiri Makan Malam yang diadalan Majalah TIME bagi para orang paling berpengaruh itu.  Saya memutuskan mencoba mendaftar via online ke panitia, Muslim Student Awareness Network (MSAN) Stanford.  Alamat email pendaftaran menunjukkan bahwa Tech Wadi, sebuah perusahaan teknologi di Bay Area menjadi pengundang juga, dan menyeponsori acara ini.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-WCyCBJh65DY/TdC8b052tNI/AAAAAAAAHFs/xBvTsRCvJgo/s1600/WaelGhonim-stanford.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 309px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WCyCBJh65DY/TdC8b052tNI/AAAAAAAAHFs/xBvTsRCvJgo/s400/WaelGhonim-stanford.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607188722320061650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Poster mengenai ceramah Ghonim di Stanford. Foto dari author32.blogspot.com&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya jelaskan bahwa saya dari Indonesia, ingin hadir.  Jawabannya saya dapatkan tiga jam kemudian, sekitar tengah hari, ada satu kursi untuk saya.  Alhamdulillah.  Melihat Ghonim dari dekat, tentu pengalaman menarik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ghonim adalah magnet.  Satu jam sebelum acara yang dimulai pada Pukul 8 malam waktu setempat, auditorium sudah penuh, sebagian berdiri di gang di kiri-kanan deretan kursi.  Auditorium itu memuat sekitar 450an kursi.  Saya termasuk datang paling duluan, karena seminar yang saya ikuti berakhir Pukul 6 sore.  Tiga deretan kursi terdepan diisi oleh warga sekitar California, asal Mesir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak, Ibu berkerudung, anak-anak mereka, dengan semangat mengisi kursi-kursi terdepan.  “Kami bangga pada Ghonim, dan ingin melihatnya langsung, “ kata seorang ibu yang duduk di sebelah saya, di deretan keempat dari depan.  Dia datang dengan rombongan keluarga besarnya. 15an orang.  Ketika Ghonim memasuki ruangan, semua berdiri memberikan tepuk tangan panjang. Anak muda berambut keriting, berkulit agak gelap, kerap tersenyum ini nampak agak malu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong, kamera video dimatikan.  Juga jangan memotret saya.  Saya alergi dengan sorot kamera,” pintanya.  Agak kecewa juga saya, karena sudah menyiapkan dua kaset untuk merekam pembicaraan malam itu.  Apaboleh buat. Tak ada yang mencoba merekamnya dengan kamera video selama acara yang berlangsung dua jam itu, tapi banyak yang tak tahan untuk memotretnya dengan kamera foto. Kapan lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menulis ini, saya mencari tahu berapa usianya.  Ghonim baru 30 tahun! Teringat kembali betapa bijaksana dan rendah hatinya dia ketika menjawab sejumlah pertanyaan dari hadirin di Stanford.  “Terus-terang saya tidak nyaman kalau disebut sebagai wajah Revolusi Mesir.  Saya tak ingin mengambil kredit dari apa yang terjadi. Warga Mesir melakukannya bersama-sama, anak-anak muda yang berani.  Saya hanyalah salah satu dari mereka,” kata Ghonim. Dia memakai sweater warna gelap malam itu.  “Nggak usah terlalu serius ya, malam ini saya ingin banyak melontarkan lelucon saja,” kata dia.  Bisa dibayangkan, pertemuan malam itu adalah pertemuan yang kesekian kalinya sejak Revolusi Mesir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghonim sibuk meladeni undangan berbicara.  Pastilah pertanyaan yang harus dia jawab agak mirip dari satu acara ke acara lainnya.  Ghonim memang lucu.  Seperti bio Twitter-nya.  Dia banyak melontarkan lelucon, menyerempet soal politik, yang memancing tawa hadirin.  Sebagian dalam bahasa Arab.  “Bahasa Inggris saya tidak terlalu baik,” katanya.  Tentu dia bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjadi serius ketika bicara soal kekuatirannya akan masa depan Mesir pasca Revolusi 25 Januari.  “Tantangan sebenarnya bukan menyingkirkan rejim otoriter Mubarak.  Itu bagian mudah.  Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa kehidupan rakyat Mesir menjadi lebih baik setelah rejim berganti, dan demokrasi hadir di negeri saya,” kata Ghonim.  Dia meminta panitia menampilkan halaman Facebooknya, yang menampilkan tulisannya pada 17 Januari 2011.  Dalam bahasa Inggris tertulis judul tulisan itu: My Dream.  Tulisan lengkap dalam bahasa Arab.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-uOYpo4hQUoU/TdC8cZ2jk9I/AAAAAAAAHGE/tKYbCGyAYRY/s1600/Wael%2Bghonim%2Bdi%2Btahrir%2Bsquare%2Bkairo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uOYpo4hQUoU/TdC8cZ2jk9I/AAAAAAAAHGE/tKYbCGyAYRY/s400/Wael%2Bghonim%2Bdi%2Btahrir%2Bsquare%2Bkairo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607188732238336978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ghonim di Tahrir Square. Foto dari Latimes.com&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ, beberapa hari sebelum Revolusi 25 Januari dimulai, Ghonim menulis,” Saya ingin bisa bersuara di negeri saya, saya berharap korupsi bisa diberantas di negeri saya, saya ingin para guru memastikan murid-muridnya mencintai belajar.”  “Kita punya mimpi,” lanjut Ghonim. “Hosni Mubarak adalah mimpi buruk bagi kita, dan kita berhasil menyingkirkan mimpi buruk itu, tapi kita masih perlu menggapai mimpi kita,” ujar Ghonim.  Dia nampak serius.  Dan seluruh ruangan terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghonim tak menyembunyikan kekuatirannya.  Revolusi Mesir sejauh ini baru berhasil menurunkan rejim, menurunkan Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa sejak tahun 1981.  Tapi setelah euforia gerakan rakyat di lapangan Tahrir, di Alexandria, kini rakyat Mesir mulai resah.  Banyak yang kehilangan pekerjaan.  Setelah lelah mendukung anak-anak muda menurunkan rejim, selanjutnya apa?  “Saya mulai dapat pertanyaan yang bernada menyalahkan, mengapa kami melakukan revolusi? Apa setelah revolusi? Apakah menurunkan Mubarak membuat hidup saya lebih baik?” kata Ghonim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penggantian rejim dan hadirnya demokrasi tak membawa kebaikan dan manfaat kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Mesir, Ghonim kuatir hal ini akan memberikan sinyal buruk bagi upaya meniupkan angin demokrasi dan mengakhiri rejim otoritarian di negara lain.  “Revolusi Mesir sebenarnya diinspirasi oleh rakyat Tunisia.  Kami cemburu pada mereka,” kata Ghonim.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-uUr2oGaY2gM/TdC8cfeOzjI/AAAAAAAAHF8/rcQjGnS5q4A/s1600/wael_ghonim-twitter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-uUr2oGaY2gM/TdC8cfeOzjI/AAAAAAAAHF8/rcQjGnS5q4A/s400/wael_ghonim-twitter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607188733746925106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ghonim di twitter. Foto: news.softpedia.com&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dominonya jelas.  Setelah Tunisia dan Mesir, Yaman, Bahrain, Libya dan Suriah bergolak.  Dua yang terakhir bahkan mengalami pergolakan berdarah yang memprihatinkan dunia.  “Kalau kita gagal meyakinkan rakyat Mesir, maka para diktator akan berkata: Lihat yang terjadi di Mesir,” kata Ghonim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membantu rakyat Mesir? “Terus-terang saya tidak tahu jawabnya.  Anda yang peduli Mesir saya harapkan membantu.  Ghonim lantas mempersilahkan Dr Ossama Hassanein, pimpinan Tech Wadi untuk menyampaikan sejumlah usulan.  Tech Wadi adalah sebuah perusahaan di Silicon Valley yang melakukan upaya melatih kewirausahaan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Ada sejumlah program yang bisa ditawarkan untuk membantu rakyat Mesir, dari mendorong usaha kecil, membantu pendidikan, sampai kesehatan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang hadir serta-merta menyampaikan niatnya membantu.  “Saya bekerja di Intel.  Apa yang bisa kami lakukan untuk rakyat Mesir?” kata seorang hadirin.  Begitulah suasana malam itu, keinginan kuat bertanya soal seluk-beluk Revolusi Mesir yang dibawa oleh semua yang hadir di sana, seketika luntur, karena ada hal yang lebih penting untuk dilakukan dan dipikirkan, ketimbang mendengar langsung dari mulut Ghonim, mengapa dia melakukan Revolusi Mesir? “Saya sudah menjawab itu berkali-kali,” ujarnya sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-sQWJGjRGQCU/TdC8cA0YwbI/AAAAAAAAHF0/OC6POKR2nfc/s1600/Uni%2BLubis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-sQWJGjRGQCU/TdC8cA0YwbI/AAAAAAAAHF0/OC6POKR2nfc/s400/Uni%2BLubis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607188725518352818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uni Lubis di salah satu kegiatan Eisenhower Fellowship.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya merasa berada di tengah kepungan orang-orang Mesir  di AS, yang mendadak disadarkan untuk segera melakukan aksi nyata membantu rakyat Mesir. “Ayo kita buat gerakan membangun desa di Mesir. Anda juga bisa menyeponsori pendirian sebuah usaha kecil, atau membiayai pelajar Mesir mendapatkan pendidikan lebih baik,” kata Ghonim.  Dia menggaris bawahi perlunya berkunjung ke Mesir untuk membuktikan bahwa Mesir adalah negara yang aman.  Bangkirnya pariwisata akan mendatangkan pekerjaan bagi rakyat Mesir dan mendorong pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang dari 20 pertanyaan dia jawab malam itu. Sekitar 20an orang yang sudah mengantre berdiri di belakang mikrofon terpaksa tak mendapat kesempatan.  Ghonim menjawab pertanyaan soal apakah benar ia sempat dilarang berbicara di Lapangan Tahrir, soal penahanannya selama dua pekan, soal seorang blogger yang masih ditahan militer Mesir, soal minoritas Koptik, kekuatiran Persaudaraan Muslim akan membawa bibit fundamentalisme jika terlibat dalam pemerintahan baru pasca Pemilu, dan banyak lagi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hadirin yang mengaku warga Libya meminta pendapat Ghonim, apa yang harus dilakukan rakyat Libya?  Ghonim terdiam.  “Maaf, tak semua pertanyaan saya punya jawabannya,“ kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia punya kharisma.  Agak idealis.  Sosok yang selalu gelisah. Malam itu Ghonim tampil sebagai “leader’. Pemimpin yang menginspirasi.  Tak berhenti di situ, ia juga mengumumkan bakal berhenti sementara dari Google untuk membangun sebuah lembaga swadaya masyarakat, yang bisa mewujudkan impiannya memberi kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Mesir. “Saya ingin membagi pengalaman dalam menggunakan teknologi,” kata Ghonim. Hadirin bertepuk-tangan.  Menurutnya, membantu rakyat Mesir bisa dilakukan oleh siapapun yang peduli, meski tidak punya kelebihan yang.  Berbagi pengalaman pun bakal membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika acara berakhir, semua berdesakan ingin menyalami, berfoto bersama.  Saya ikut berdesakan, bukan untuk berfoto, tapi menyerahkan sebuah dvd soal Internet Sehat yang dititipkan Dr Onno Purbo,  dan Donny BU, penggagas Internet Sehat, kepada saya sebelum berangkat ke AS.  Malam itu saya kembali ke hotel di Palo Alto naik bis gratis yang meladeni kampus Stanford dan beberapa lokasi di Palo Alto, bersama sejumlah hadirin.  Semua kagum.  Semua terkesima akan kedewasaan Ghonim, dan betapa rendah hatinya dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghonim membuat semua berpikir, merenung.  Revolusi, menurunkan rejim, bukanlah akhir.  Justru perjuangan sebenarnya baru dimulai.  Ghonim menghibur kami dengan menebar kekuatiran, optimisme, lelucon.  Dia juga mengingatkan pentingnya siap berubah.  Kualitas yang penting bagi seorang pemimpin. Dia mengumumkan perubahan itu, dimulai dari dirinya.  Kita akan melihat Wael Ghonim yang lain.  Di bio akun Facebooknya, dia menulis: Politician. Ups! Semoga ini juga canda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Uni Z. Lubis, Pemimpin Redaksi ANTV, sedang di AS, berkunjung ke beberapa kota dalam rangka Eisenhower Fellowships.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-2503117703050685198?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/2503117703050685198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=2503117703050685198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2503117703050685198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2503117703050685198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/05/mimpi-di-sebuah-halaman-facebook.html' title='Mimpi di Sebuah Halaman Facebook'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9d5P9we5qGM/TdC8bslCAcI/AAAAAAAAHFk/qxAlm2MJ2Q0/s72-c/Hosni%2BMObarak%2Bdalam%2Bkarikatur%2B--dari%2Bmuzic-world.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-4833157966818818378</id><published>2011-02-10T15:26:00.004+07:00</published><updated>2011-02-10T16:18:33.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RIM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blackberry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tifatul sembiring'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konten pornografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='twitter'/><title type='text'>DI BALIK TABIR KONTROVERSI RIM vs TIFATUL SEMBIRING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQmHbMWI/AAAAAAAAHD0/NSjEer7Jr-I/s1600/uni%2Blubis%2Bmemegang%2Bblackberry.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQmHbMWI/AAAAAAAAHD0/NSjEer7Jr-I/s400/uni%2Blubis%2Bmemegang%2Bblackberry.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571985465585381730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Pemerintah mengontrol lalu-lintas komunikasi warganya rawan disalahgunakan.  Pornografi hanyalah pintu masuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uni Z. Lubis, Anggota Dewan Pers&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Those who would give up Essential Liberty to purchase a little Temporary Safety deserve neither Liberty nor Safety” (Benjamin Franklin, penulis, penemu, wartawan, diplomat, negarawan AS, 1775)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diskusi  Panas di Ranah Kicauan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Jadi, RIM itu kategorinya apa? Penyelenggara jasa nilai tambah? ISP? Atau penyelenggara jaringan? Pak @tifsembiring? #nanyaserius. Thanks.”  Ini kicauan saya di Twitter, 11 Januari 2011, Pukul 13.49 wib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari  Selasa siang yang mendung.  Pendingin udara di kantor saya, Redaksi ANTV, yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta membuat tubuh menggigil.  Padahal di dunia kicauan microblogging Twitter, suhu kembali panas. Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring baru saja  memuat 11 poin penguat alasan mengapa kementeriannya anggap layanan RIM patut dihentikan jika tak penuhi peraturan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kicauan Menteri Tifatul  adalah :“Semua operator yang lain sudah menjalankan dan mematuhi UU dan peraturan RI, spt: bayar BHP frekw, pajak, rekrut naker, CSR, bantu korban2..” (lihat boks: Kicauan Sang Menteri). Ini poin keenam dalam 11 poin itu. Garis waktu (timeline) bergetar.   Saya tergelitik untuk menanyakan hal di atas karena ingin tahu, bagaimana sebenarnya Pemerintah menempatkan Research In Motion (RIM), perusahaan penyedia layanan BlackBerry itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa kuat bahwa Pemerintah, lewat pernyataan Tifatul, ingin mendapatkan pemasukan lebih besar dalam bentuk pajak –pajak dan biaya hak penggunaan (BHP). Perlakuan yang dialami para operator alias penyelenggara jaringan.  Kata yang dipilih pun bernuansa vulgar. JATAH. Isu ini nampak lebih ‘nasionalis’ ketimbang isu menyaring konten porno yang sejak awal kental melekat pada kebijakan konten Menteri Tifatul sejak menjabat Menkominfo Oktober 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau tanggung-tanggung dalam menonjolkan kesan nasionalis itu, Menteri Tifatul juga memuat artikel dari sebuah media online.  Artikel itu berjudul “Pilih BlackBerry atau Kedaulatan Negara”. @tifsembiring: Bagusnya rekan2 baca lengkap artikel ini: http://ht.ly/3DD71 baru komentar. ☺"Pilih BlackBerry atau Kedaulatan Negara?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertanyaan saya siang itu tak ditanggapi @tifsembiring.  Kritikan terhadapnya kian pedas. Ada yang menjelaskan dengan runut kepada sang menteri bahwa RIM sudah memenuhi sebagian besar dari tuntutan Kemkominfo.  @DanielTumiwa menyampaikannya dengan cerdas.  Tapi yang menyerempet personal pun ada, bahkan ada usul untuk melaporkannya ke Twitter melalui layanan “Report Spam”.  Banyak yang kontra usulan ini. Begitu pula saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di tengah derasnya kecaman terhadap rencana Kemkominfo menghentikan layanan BB itu, saya melihat  mulai banyak yang mendukung sikap pemerintah setelah isu “kedaulatan”, layanan konsumen, dan  soal pajak diangkat.  Menteri Tifatul bahkan memuat sambungan ke artikel di JPNN yang mendukungnya: @tifsembiring: Klik yg ini jg http://ht.ly/3DD5v baca dulu pelan2 baru komentar. Biar tidak lebay. ☺ "YLKI Dukung Rencana Pemerintah Blokir Blackberry". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendukung perlunya RIM membangun pusat data (data center/server) di Indonesia untuk menjamin layanan bagi pengguna BB yang menurut data ahli Teknologi Informasi yang dikutip Menteri Tifatul sudah mencapai tiga juta pengguna. Satu juta di antaranya memakai pesawat BB yang diperoleh di pasar gelap.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Suara dukungan juga muncul dari kalangan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).  Lewat sebuah artikel yang dimuat di Bisnis Indonesia versi online, Ketua Bidang Regulasi APJIII Yadi Heryadi menyatakan RIM seharusnya berlisensi ISP (Internet Service Provider), dan karenanya harus memenuhi regulasi di Indonesia termasuk membayar pajak, menyerap tenaga kerja lokal dan lainnya.  Sambungan atas artikel itu dimuat  penggiat media sosial Nukman Luthfie, Selasa (12/1). Kata @nukman:  Jika ini tuntutan yg dimaksud @tifsembiring http://bit.ly/gXbx0a jelas logis! #rim.&lt;br /&gt;            Sampai di sini saya bingung. Boleh jadi perasaan yang sama dialami sebagian yang mengamati komunikasi publik yang tengah dilakukan Menteri Tifatul atas rencananya terhadap RIM/BB.  Jadi, RIM ini operator? ISP? Penyelenggara Jasa Nilai Tambah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat siang, 14 Januari, saya mengirim pesan singkat ke Menteri Tifatul, meminta konfirmasi atas beberapa pertanyaan yang ada di kepala saya, pula informasi yang saya kumpulkan dari berbagai pihak.   Kalangan pelaku usaha ada yang menggolongkan RIM sebagai penyedia konten, bahkan aplikasi konten.  Kalau ini benar, maka kepada RIM tak patut dikenakan BHP, juga pajak atas penggunaan jaringan.  “Kan sudah dibayar operator. Kalau penyedia konten bayar juga terjadi pengenaan pajak ganda,” ujar sumber di asosiasi penyedia konten,  Mobile dan Online (IMOCA).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber di asosiasi bahkan menyebutkan, RIM sudah pernah dapat lampu hijau untuk menyelenggarakan layanan BB bagi korporasi dan lembaga secara internal. Tapi tidak dalam payung UU Telekomunikasi No 36/1999, apalagi dibawah koordinasi Kemkominfo. RIM jelas sudah memberikan kontribusi pajak baik lewat penjualan perangkat BB maupun tidak langsung melalui kerjasama bisnisnya dengan penyelenggara jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai lima menit kemudian Menteri Tifatul yang tengah berada di Kuala Lumpur untuk menghadiri sebuah seminar membalas pesan singkat saya dengan menelpon.  Pertanyaan saya soal pajak dan kecenderungan pengenaan pajak berganda juga soal BHP untuk RIM dijawab, “Siapa yang mau menarik pajaknya RIM? Saya kan tidak  pernah bilang demikian.”  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jj1e6B_BUNs/TVOrQdSJdaI/AAAAAAAAHDs/EjQbPNhTB7E/s1600/blekcberry.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 334px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jj1e6B_BUNs/TVOrQdSJdaI/AAAAAAAAHDs/EjQbPNhTB7E/s400/blekcberry.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571985463214437794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ingatkan kepada Menteri Tifatul  soal poin dalam kicauan dia via Twitter yang mengatakan RIM selama ini sudah mengeruk banyak dari konsumen Indonesia namun tidak membayar BHP frekuensi, pajak dan lainnya.  Kata Tifatul, “Angka-angka itu saya sampaikan sebagai gambaran berapa banyak yang sudah dikantongi RIM dari Indonesia.  Tapi tujuan utama saya bukan itu.  Tujuan saya adalah, RIM memasang filter pornografi dan menempatkan server di Indonesia.  Supaya kita bisa akses data.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi selanjutnya lewat telpon adalah soal pemasukan. Juga soal tekanan atas RIM justru muncul atas keinginan pihak operator yang kesal karena RIM tak mau menanggung biaya yang muncul dari berbisnis dengan RIM. Dalam wawancara di media online detik.com, pakar telematika Didin Pataka yang sehaluan dengan Kemkominfo dalam soal RIM  menyatakan 6 (enam) operator yang sudah menjalin kerjasama dengan RIM, yakni Indosat, Telkomsel, Axis, XL, Smart dan 3 menyatakan keberatan dengan perjanjian kerjasama dengan RIM yang mereka nilai sepihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator merasa sudah menanggung banyak biaya dari pajak, layanan pelanggan, promosi, kanal distribusi.  RIM dianggap tidak punya kontribusi apapun. RIM mengaku punya anggaran pemasaran tapi untuk global. “Itu sama saja dengan RIM mempromosikan diri sendiri, tidak mempromosikan operator.”  Didin rmenambahkan beberapa operator mengaku memiliki hitungan-hitungannya sendiri dan bahkan mereka mengaku mensubsidi pelayanan itu (BB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator perlu dibantu promosi BB? Rasanya produk ini sudah sangat dikenal. Tidak tanggung-tanggung yang menjadi “duta” tak resmi BB adalah Presiden Barrack Obama. Sepanjang kampanye pemilihan Presiden AS tahun 2008, Obama selalu terlihat menggunakan BB. Bahkan setelah berkantor di Gedung Putih pun Obama bersikukuh gunakan BB. Dinas keamanan AS mengingatkan Obama akan risiko bocornya percakapan via telpon seluler termasuk BB. Tapi Obama tetap gunakan alat ini dengan alasan ingin berkomunikasi langsung dengan kawan-kawan seperjuangan dan keluarga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama menjadi Presiden AS pertama yang menggunakan alat komunikasi personal.  Pakar pemasaran dunia menaksir “nilai” promosi atas BB oleh sosok paling popular sejagat, sekaligus bos negeri adi kuasa itu senilai US $ 25-US$ 50 juta dolar! Priceless!  Kalau operator perlu promosi, tentu saja karena manajemen dan efisiensi usaha masing-masing berbeda. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Soal tarif layanan BB menurut Tifatul data yang ia sodorkan berasal dari ATSI, Asosiasi Telepon Seluler Indonesia.  RIM mendapat US$ 7 dolar per pelanggan per bulan, sehingga mengeruk tak kurang dari Rp 189 milyar/bulan dari Indonesia. Data yang saya peroleh dari operator, RIM menarik sekitar US$ 3,5 dolar sampai US$7 dolar bergantung jenis layanan, apakah full, atau sebagian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif juga ditentukan oleh banyaknya koneksi dari masing-masing operator. Makin banyak, harganya dikenakan lebih murah.  Di atas harga koneksi layanan dari RIM, operator mengenakan tambahan biaya dalam penentuan harga ke konsumen.  Termasuk biaya data, koneksi, jaringan dan lain-lain.  “Layanan BB itu bawa pelanggan dan pemasukan tak sedikit buat operator,” kata pengurus ATSI. Tak heran jika operator lain di luar 6 yang pertama mengincar kerjasama dg RIM.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQRpkomI/AAAAAAAAHDk/l1XDjgEGkYQ/s1600/blekberry-2-garuda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQRpkomI/AAAAAAAAHDk/l1XDjgEGkYQ/s400/blekberry-2-garuda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571985460091462242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Benarkah tekanan kepada RIM atas masukan operator? Ini jawaban salah satu operator. “Pemerintah menanyakan pendapat operator dan operator telah menyatakan pendapatnya. Jika BB menempatkan data center di Indonesia seharusnya akan lebih efisien karena biaya sewa bandwith diharapkan turun,” kata Febriati Nadira, Kepala Komunikasi PT XL Axiata Tbk, kepada Kompas (Selasa, 11/1/2011). Sementara soal fulus ada informasi dari  Telkomsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GM Corporate Communicationnya,  Ricardo Indra, mengatakan, sulit bersikap dengan ultimatum pemerintah terhadap BB, apalagi masih jadi pembicaraan kedua belah pihak. Pihaknya menunggu sampai ada keputusan tetap.  “Sejauh ini nikmati saja berbagai layanan yang sudah disiapkan Telkomsel, Dan kami tetap berupaya memberikan kepuasan bagi pelanggan,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir 2010 Telkomsel punya 960 ribu pelanggan BB. Target tahun 2011 bertambah 1 juta pelanggan sehingga akhir tahun mencapai 2 jutaan.  Dengan jumlah 960 ribu pelanggan per bulan Telkomsel bukukan sekitar Rp 86,4 milyar. Nampak bahwa bisnis dengan RIM adalah bisnis dengan prospek cerah dan menguntungkan.  Kalau tidak, buat apa ekspansi pelanggan? Data Juni 2010, ada 100 juta pengguna BB di seluruh dunia, dan jumlahnya terus bertambah meski BB mendapatkan pesaing seperti Andrioid dan  Iphone.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara Pajak, Keamanan, Porno, Porno dan Porno&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diskusi  soal BB di media sosial sudah panas sejak Sabtu, 8 Januari 2011, saat Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menanggapi protes pengguna BlackBerry (BB) atas rencana kementeriannya menghentikan layanan BB.  Alasannya, RIM ingkar janji dalam beberapa hal, termasuk janji untuk memasang penyaring konten pornografi yang pernah disampaikan RIM tahun lalu. Lewat situs kantor berita Antara, Jumat, 7 Januari 2011, Menkominfo mengatakan, ”Dalam beberapa pekan ini RIM sudah harus menutup situs konten pornografinya atau tidak kami akan tutup.” Gempar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ini bukan kali pertama Menteri Tifatul  mengancam RIM. Agustus tahun lalu, Kemkominfo menyurati RIM agar segera memasang pusat data di Indonesia.  Alasannya kalau pusat data di Kanada, dan RIM cuma menumpang infrastruktur jaringan yang dibangun operator, itu tidak adil dan mengancam posisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).  Setiap tahun, kata Tifatul, para operator telekomunikasi membayar biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi senilai Rp 10,5 Trilyun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIM juga wajib memasang penyaring konten porno, sesuai UU 11/2008 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik. Pasal 17 dari UU ini mewajibkan Pemerintah mencegah penyebaran produk mengandung pornografi lewat berbagai medium.  Seperti ramai didiskusikan oleh publik, UU ini dianggap tak bisa dijalankan tanpa adanya peraturan pelaksanaan.  Sesuatu yang belum diterbitkan oleh Kemkominfo.  Setidaknya publik belum tahu apakah aturan pelaksanaan itu sudah ada sampai kini (Baca: artikel di majalah ini, edisi Oktober 2010:  Blokir Internet, How Far Can You Go?).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat menyampaikan hal ini Menteri Tifatul juga menyampaikan tekadnya memblokir konten porno dengan mewajibkan ISP dan Operator memasang penyaring. “Selama Ramadhan, target kami 90% dari 4 juta situs porno akan kami blok,” katanya.  Di konperensi pers itulah, seorang wartawan yang sering meliput soal Teknologi Informasi menunjukkan kepada sang menteri, bahwa  layanan BB bisa digunakan akses konten porno.  Sumber di kalangan Kemkominfo mengatakan, di depan sang menteri dia mengakses situs www.17th.us yang isinya konten cabul. Menteri Tifatul kian semangat mengejar RIM.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Desember 2010, Menkominfo meminta agar RIM segera membangun server BB di Indonesia.  Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pihak berwenang melakukan penyadapan pada transaksi data BB. Selain itu Menkominfo juga meminta BB memerlakukan sensor internet pada konten pornografi. ”jadi kalau aparat berwajib punya suspect (tersangka), bisa di-tapping pada akses BBnya,” kata Menkominfo.  Masuk lagi satu isu baru: penyadapan komunikasi via BB. Yang diincar, selain layanan surat elektronik via BB, juga layanan BlackBerry Messenger (BBM) yang dikenal anti sadap dan aman. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, datanglah batas akhir 17 Januari 2011 itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kali ini RIM menangkap nuansa serius. Terutama soal tuntutan memasang penyaring konten porno.  Ada dasar hukumnya, yakni UU No 11/2008, meski lagi-lagi belum ada peraturan pelaksanaannya.  Soal menyediakan pusat data lokal? Tak ada dasar hukum yang memaksa.  Baik kalangan industri maupun regulator yang saya kontak mengakui, tak ada UU yang bisa memaksa RIM melakukan hal itu. Kecuali kalau mau menerbitkan peraturan setingkat menteri seperti Permenkominfo yang ditolak asosiasi penyedia konten itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tanggapan RIM,yang tengah mengadakan forum Development Conference Asia, di Bali.  Untuk pertama kalinya acara digelar di luar negerinya, dan bertempat di Indonesia.  Soal prioritas Kemkominfo mengimplementasikan solusi penyaringan konten internet di Indonesia, RIM menegaskan sependapat dengan Menteri Tifatul Sembiring dalam hal ini dan berkomitmen penuh untuk bekerjasama dengan operator di Indonesia untuk menyediakan solusi penyaringan konten bagi pelanggan BlackBerry di Indonesia sesegera mungkin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIM telah bekerjasama dengan mitra operator dan pemerintah dalam hal ini dan terus menjadikan penerapan solusi teknis yang memuaskan bagi mitranya sebagai prioritas utama sesegera mungkin.”  “Kalau memang hukum di Indonesia mengatur demikian, kami ikuti. Tetap pendekatan yang kami gunakan adalah bagaimana struktur legalnya,” ujar  Gregory Wade, managing director South East Asia RIM, di sela-sela BlackBerry Developer Conference di Nusa Dua, Bali, 13-14 Januari 2011 (Kompas, 14 Januari 2011). &lt;br /&gt;Layanan BlackBerry memang dirancang untuk pengguna profesional yang membutuhkan tingkat keamanan data yang tinggi.  “Ibarat semua rumah, setiap orang punya kuncinya. Kalau hukum membolehkan rumah tersebut dimasuki orang lain, ya akan kami ikuti,” kata Gregory Wade.  Untuk sensor pornografi RIM telah memutuskan patuh sesuai  aturan di Indonesia, namun soal data center masih menunggu kepastian hukumnya. Nah!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara Keamanan dan Hak Privasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;BB Messenger adalah layanan unggulan RIM.  Layanan komunikasi ini dikembangkan atas prinsip layanan BES (BlackBerry Enterprises Services) dengan pelanggan korporasi yang kemudian penggunaannya meluas ke publik.  Membuka kerahasiaan layanan email BB baik yang berbasis BES maupun BIS (BlackBerry Internet Services) adalah incaran banyak negara yang memiliki masalah dengan soal keamanan nasional.  Pemerintah India, misalnya, memaksa RIM membangun pusat data dan membuka akses atas data yang telah disandi atau dienkripsi, setelah terjadinya Mumbai Attacks, tahun 2008.  Aksi teror ini menewaskan sedikitnya 170 orang. Pihak Dinas Keamanan dan Intelejen India mendapati bahwa kelompok teroris menggunakan peralatan komunikasi berteknologi tinggi untuk merencanakan serangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai pertengahan tahun lalu, RIM dalam posisi tak menentu di India.  Dinas keamanan  dan intelejen India tak mampu menembus kerahasiaan kode-kode layanan BB.  India mengaku sulit untuk menangkal ancaman terorisme dan keamanan nasional. India memang didera ancaman dari kelompok radikal Islam, juga separatis.&lt;br /&gt;Agustus 2010, pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan akan menghentikan sebagian dari layanan BB ada solusi pemenuhan aturan di sana.  Negeri modern di jazirah Arab itu punya pelanggan BB sekitar setengah juta. RIM mengatakan bahwa enskripsi di layanan BB dimaksudkan untuk  menjamin kerahasian dalam sebuah proses negosiasi bisnis, dan hal itu tak bisa ditawar.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen memilih layanan BB karena kerahasiaan.  Mereka juga anggap layanan BB Mesenger antar pengguna lebih murah.  Saya merasakannya saat bertugas di luar negeri.  Komunikasi dengan  kolega di kantor di Jakarta atau teman seperjalanan dengan BBM membuat tagihan di akhir bulan tak mencekik leher.  UAE mengancam menutup layanan email, web dan lainnya pada 11 Oktober 2010.  Tanggal 8 Oktober 2010 pemerintah di sana mengumumkan layanan BB tetap berjalan norma.  Di India, pemerintahnya memberikan batas waktu sampai 20 Januari 2011 untuk RIM membangun server lokal atau buka akses ke server pusatnya di Kanada.  Selain India, UAE dan Indonesia, negara lain yang mengancam menutup layanan RIM adalah Saudi Arabia, Cina,  Aljasair, Barbados dan Pakistan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Zack Whittaker, seorang analis di ZDNet, yang meneliti soal media sosial dan kaitannya dalam pemberantasan terorisme menemukan setidaknya dua hal dalam kontroversi BB dan keamanan nasional.  Fakta pertama, RIM ingin memastikan privasi penuh bagi pelanggan.  Tentu saja RIM tidak berniat produk layanannya digunakan oleh teroris untuk melancarkan aksinya kapan pun, di manapun. Fakta kedua, India ingin mencegah aksi terorisme dan kekerasan senjata namun hadapi kesulitan karena tak sanggup menembus data yang diacak secara canggih. Repot kan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;India menghadapi ancaman terorisme karena unsur-unsur dalam masyarakatnya. Ada elemen radikal di sana. Sama halnya dengan negara berkembang, yang tak hanya hadapi ancaman terorisme, juga ancaman kelompok separatis.  Teroris mendapatkan lahan subur untuk beraksi di tempat dia mana masih ada ketimpangan sosial. Ketidakadilan.  Seperti di Indonesia. Teroris memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi, sebagaimana masyarakat lain.  Mulai dari penggunaan surat elektronik, pesan singkat lewat telpon seluler, sampai layanan BB Messenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dinas Intelijen India perlu mengakses informasi yang diacak untuk mencegah serangan teroris dalam waktu yang tertentu.  Ada polanya.  Kalau di Indonesia, aparat biasanya bersiaga di saat tertentu, semisal Malam Natal, Malam Tahun Baru, Malam Takbiran Idul Fitri.  Belakangan, berdasarkan hasil penyelidikan atas sejumlah pelaku teror yang ditangkap, polisi dan intelejen Indonesia juga bersiaga penuh saat  Upacara Kenegaraan 17 Agustus di Istana Merdeka.  Saat itu digelar peringatan ulang tahun proklamasi kemerdekaan yang dihadiri Presiden, Wakil Presiden, pimpinan lembaga tertinggi dan tinggi negara, dan tentu saja anggota kabinet.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya, di berbagai negara maju, misalnya di AS dan Inggris, sudah jamak diketahui bahwa pemerintah melalui aparaturnya memiliki kemampuan mengakses komunikasi antar warganya, melalui berbagai medium komunikasi modern. Perlengkapan canggih dan kehandalan ahli teknologi informasi yang dipunyai pemerintah adalah kuncinya.  Whittaker menjelaskan dalam artikel berjudul  “Blackberry encryption ‘too secure”: National Security vs consumer privacy?” (ZDNet, Juli 2010), , pesan singkat tidak aman penyadapan.  Email yang dikirim via ’exchange dan POP/IMAP bisa ditembus.  Percakapan telepon apalagi, mudah disadap  dengan alat yang harganya murah dan mudah didapat di pasaran. Email via BB sebenarnya relatif aman, tapi bisa ditembus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, layanan BB Mesenger paling aman.  Tidak bisa ditembus. Begitu amannya sampai pemerintah Cina yang dikenal memasang alat yang bisa menyadap komunikasi informasi dan komunikasi warganya tak bisa menyadap percakapan via BBM.  Inilah yang membuat BlackBerry sangat popular di Cina, apalagi dengan tumbuhnya kalangan muda, pula profesional yang rakus dengan gadget terbaru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitupun, pada waktu bersamaan, kepedulian terhadap perlindungan privasi konsumen juga merebak. Demokrasi adalah muasalnya. Fenomena maraknya media sosial yang membuat kian terbukanya data personal ke publik melalui berbagai medium, tak membuat keinginan akan privasi itu menurun.  Jejaring sosial semacam Facebook, Twitter pun memasang fasilitas perlindungan privasi bagi penggunanya.  Intinya, membuka data personal ke publik adalah pilihan.  Bukan paksaan regulator.&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-cq5GxEfRLJQ/TVOrP2CI85I/AAAAAAAAHDU/BjECoxeLkpc/s1600/blackberry%2Bblokir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cq5GxEfRLJQ/TVOrP2CI85I/AAAAAAAAHDU/BjECoxeLkpc/s400/blackberry%2Bblokir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571985452678312850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mana yang lebih penting: keamanan nasional atau privasi konsumen? Mengapa?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diskusi untuk menjawab pertanyaan di atas mengerucut pada pro-kontra. Saya memilih sepakat dengan Whittaker. Ada hal yang sifatnya sementara.  Hari ini relevan, besok tidak.  Namun ada hal yang selalu relevan sepanjang masa.  Hak asasi manusia.  Hak untuk hidup.  Hak untuk mendapatkan pendidikan.  Hak mendapatkan informasi dalam berbagai bentuknya.  Kutipan Benjamin Franklin soal pertukaran antara kemerdekaan indiividu dengan kepentingan keamanan adalah hal yang menurut saya akan relevan sepanjang jaman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pejabat pemerintah dan politisi yang ingin memata-matai  komunikasi warganya dengan alasan pornografi, pemberantasan korupsi, keamanan negara, akan menyesalinya saat mereka tak menjabat lagi. Saat mereka menjadi warga  biasa. Sekali saja kita membiarkan hak-hak kita diambil demi alasan apapun, termasuk alasan pornografi dan keamanan nasional, maka sejak itu pula hak privasi kita sebagai warganegara hilang dengan sendirinya.  Pertarungan sebenarnya bukan antara pemerintah dengan teroris, melainkan antara warga dengan pemerintahnya dalam hal membatasi kekuasaan pemerintah dan menjaga kemerdekaan dan hak asasi warga negara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Negara maju seperti AS dan Inggris dapat mengakses layanan BB, termasuk yang rahasia sekalipun, karena diduga memiliki  teknologi canggih yang membuat mereka mampu menembus kode kerahasiaan. Namun, tanpa itupun, mereka bisa menembus kerahasiaan itu. Dalam sebuah artikel di Reuters, 3 Agustus 2010, pejabat keamanan di AS menyatakan bahwa mereka dapat mengakses surat elektronik dan bentuk percakapan lain melalui BlackBerry asalkan mereka memiliki surat perintah dari pengadilan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RIM memiliki keunikan dan ini membuat posisinya berbeda dengan produsen telpon seluler cerdas lainnya dalam hal akses terhadap komunikasi penggunanya.  Produsen lain seperti Apple Inc, Nokia, HTC, Motorola Corp. menyerahkan kerja mengelola data kepada para operator telekomunikasi mitra bisnis mereka.  RIM memilih mengelola sendiri lalu-lintas data dan percakapan yang menggunakan alat mereka, yakni BB.  Sebagaimana disebut sebelumnya, Ide awal dari BB sendiri memang komunikasi internal dalam sebuah komunitas di perusahaan atau grup yang bersifat aman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Data percakapan yang dilindungi kode super rahasia oleh RIM, serta lalu-lintasnya disimpan di server yang terletak di kantor pusatnya di Kanada. Pada awalnya, ketika BlackBerry digunakan untuk komunikasi internal di perusahaan, RIM dapat menempatkan server di perusahaan tersebut.  Mark Rasch, mantan kepala unit kejahatan komputer di Departemen Kehakiman AS mengatakan, boleh jadi RIM tak mau berikan akses bagi pemerintah Uni Emirat Arab misalnya,  ke server induk mereka atas alasan ketidakpercayaan. “Ada kekuatiran pemerintah akan menyalahgunakan data komunikasi warganya untuk kepentingan kekuasaan,” kata Rasch kepada Reuters.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;David Yach, kepala teknologi RIM, Agustus tahun lalu mengatakan bahwa RIM tak mungkin berikan akses kepada pemerintah negara konsumen untuk mengakses komunikasi email internal di perusahaan.  “Sebaiknya pemerintah minta akses langsung ke perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” kata Yach, sebagaimana dikutip Reuters Agustus tahun lalu (RIM CTO: Government rely too much on BlackBerry to ban&lt;br /&gt;it)&lt;br /&gt;            Di Indonesia kekuatiran itu bukannya tak ada.  Pemerintah dan DPR sedang membahas RUU Kerahasiaan Negara.  Pasal yang kontroversial menyangkut definisi Rahasia Negara yang menurut rancangan yang ada ditentukan oleh penguasa, dalam hal ini Presiden.  Jika pemerintah punya akses memonitor percakapan pribadi warganya tanpa perintah pengadilan, ada ancaman abuse of power. Padahal ancaman hukumannya dari pidana penjara rata-rata tiga tahun untuk kategori informasi rahasia, sampai 20 tahun untuk sangat rahasia.  Dendanya mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 5 milyar.  Di waktu perang ancaman hukumannya bisa seumur hidup atau hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQOOp2yI/AAAAAAAAHDc/R3V3bbmQrrk/s1600/blackberry%2Blogo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQOOp2yI/AAAAAAAAHDc/R3V3bbmQrrk/s400/blackberry%2Blogo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571985459173251874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi rencana Menkominfo Tifatul Sembiring menerbitkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyadapan/Intersepsi yang menuai kontroversi tahun 2009.  Tifatul merujuk ke beberapa negara lain yang menempatkan aturan penyadapan di bawah kementrian Information, Communication and Technology (ICT).  Draf Tifatul ditolak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang menurut UU KPK  memiliki kewenangan menyadap dalam perkara korupsi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tifatul beralasan PP Penyadapan bertujuan memberikan payung hukum yang lebih kuat kepada KPK.  Namun masyarakat sipil pro pemberantasan korupsi menolak, karena RPP bertendensi mengurangi kewenangan penyadapan yang dimiliki KPK.  “Masak kalau mau menyadap tersangka korupsi harus menunggi birokrasi dan proses di pemerintah?,” kata Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers 2010-2013 saat itu.  Agus adalah koordinator masyarakat sipil untuk UU kebebasan  Informasi Publik (KPI).  RUU Kerahasiaan sendiri  potensial bertentangan dengan UU KIP dan UU Pers.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di India  akhirnya RIM bersedia membuat Network Data Analysis System (NDAS) di India sehingga pihak keamanan India bisa mengakses pembicaraan lewat layanan BBM tanpa membangun server lokal. Alasannya, pada BBM lalulintas data hanya diacak dan dikompresi sehingga RIM bisa menghadang dan menyusun kembali data itu. Beda dengan email.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan email yang gunakan BIS (BlackBerry Internet Services) maupun BES (BlackBerry Enterprises Services), lalu lintas email mengalami proses enkripsi. Pada jalur BIS proses enkripsi terjadi saat email dikirim dari perangkata BB ke server RIM.  Di server RIM, enkripsi dibuka dan dikirim ke pelanggan tanpa enkrips.  Email bisa disadap.  Pada BES, enkripsi terjadi di seluruh jalur, RIM tak bisa buka email tersebut.  Kalau dipaksa, maka rusaklah konsep layanan BlackBerry itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Enkripsi email bukan hanya milik RIM. Email via Google dan Yahoo pun gunakan jalur terenskripsi.  Yang berniat jahat bisa gunakan jalur tersebut. Belajar dr India nampaknya Pemerintah akan dapatkan jalur BBM dan BIS.  Menteri Tifatul mengatakan kepada saya, “pasang filter porno dulu.  Itu harus segera.”.   Maka bagi pengguna BB di Indonesia, yang akan ditutup jika RIM tak kunjung penuhi janjinya pasang penyaring porno adalah fasilitas Bb Browsing, atau mengakses data.  Andaikata BBM pun diminta aksesnya oleh pemerintah demi alasan keamanan, sebenarnya para pelaku kejahatan yang pandai bisa pindah ke layanan lain . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa gunakan folder draft Gmail atau Yahoo yang bisa diakses oleh seluruh pelaku dalam grup.  Email tak pernah terkirim, berarti tak bisa dilacak.  Atau kirim email via layanan YouSendIt yang juga terekskripsi. (bralinknews.blogspot.com, Pelajaran dari India : RIM vs Kominfo, 11 Januari 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat untuk terus menggerogoti kemerdekaan berekspresi di ranah internet tertangkap jelas saat Rapat Kerja Terbatas Dewan Ketahanan Nasional, Maret 2010. Rakertas itu dilakukan tak lama setelah aksi demo menentang pemerintahan Presiden Susillo Bambang Yudhoyono yang dilakukan aktivis dan menggunakan hewan Kerbau yang ditulisi SiBuYa. Di liputan media, SBY nampak masygul.  Dalam pembukaan Rakertas dinyatakan bahwa Wantanas diminta mengaji tiga hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pemanfaatan Pulau-Pulau Tak Berpenghuni untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Menjaga Keutuhan RI. Kedua, Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Berdasarkan Norma Demokrasi.  Ketiga, Melindungi Warga Negara dari Dampak Negatif Pemanfaatan Jejaring Sosial Berbasis Teknologi Internet. Saya diundang sebagai anggota Dewan Pers dan bergabung di grup dua, mengaji UU Kemerdekaan Menyatakan Pendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal, diskusi sela,a tiga hari di sebuah hotel di kawasan Kota, Jakarta,  banyak membahas soal media yang dianggap “kebablasan” dari sudiut pandang penguasa dan kaum konservatif.  Kebebasan internet dianggap sebagai ancaman. Apalagi jejaring sosial termasuk Twitter jadi ajang pelampiasan ketidakpuasan terhadap pemerintah.  Sekitar 80-an orang dari berbagai profesi termasuk pimpinan fakultas di beberapa universitas diundang. Juga praktisi dan aktiivis. Saya menangkap nuansa mayoritas peserta merasa kebebasan informasi dan media sudah terlalu jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan penguasa yang nampaknya didukung kaum politisi dan akademisi yang konservatif itu mengkhawatirkan.  Ada indikasi untuk menarik mundur kemerdekaan berekspresi, padahal itu dijamin Konstitusi UUD 45 dan UU HAM. Kalangan media tradisional sudah mengalaminya.  Wartawan dipenjara. Wartawan tewas dibunuh tanpa keseriusan aparat untuk mengungkap pelakunya.  Kekerasan terhadap wartawan.  Cepat atau lambat pengalaman yang sama akan dialami penggiat media sosial.  Dialami warga.  Pintu masukkya adalah mencegah pornografi.  Pemanis bisnisnya adalah Kedaulatan Negara dan Keamanan Nasional. Tapi tujuan akhirnya adalah merampas kedaulatan warga atas hak berkomunikasi yang bebas intervensi penguasa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pers dalam pernyataan akhir tahun 2010 mencermati kecenderungan upaya menarik garis mundur kemerdekaan pers, kemerdekaan berekspresi, kemerdekaan mengakses informasi dari berbagai saluran yang tersedia.  Dalam konteks itu Dewan Pers menyatakan belum perlu ada revisi terhadap UU Pers No 40/1999.  Revisi akan menjadi pintu masuk pengekangan kemerdekaan pers. Itu cuma awalnya.  Sama dengan mencegah pornografi sebagai pintu masuk pengekangan hak privasi warga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada yang mengkritisi kutipan Benjamin Franklin soal menukar keamanan dengan kemerdekaan sebagai hal yang bernuansa romantis masa perang, jaman dulu.  Menurut saya tidak. Keamanan adalah sesuatu yang sesaat. Bergantung pada situasi, pada kemauan penguasa.  Sekali kita membiarkan kemerdekaan asasi ditukar untuk keamanan yang definisinya ditentukan penguasa, maka selanjutnya kita tak akan pernah merdeka.  Maukah kita?###End&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Boks: Kicauan Sang Menteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini kicauan Menteri Tifatul lewat @tifsembiring menanggapi protes soal rencana tutup layanan RIM di Indonesia:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sabtu, 8 Jan 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Kita bukan sedang bernegosiasi, kalau RIM tdk mematuhi peraturan dan UU RI, enough is enough!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Kita bukan sedang bernegosiasi, kalau RIM tdk mematuhi peraturan dan UU RI, enough is enough!!!”.”&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOsWam7y3I/AAAAAAAAHD8/YJkXBpdFTpo/s1600/tifatul%2Bblackberry.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOsWam7y3I/AAAAAAAAHD8/YJkXBpdFTpo/s400/tifatul%2Bblackberry.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571986665087159154" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;”92% capex telco dikuasai  oleh asing, kita sedang nego: buka service center di INA, serap naker INA, gunakan konten local. Ko bela asing??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kicauan diatas menuai kritikan tajam, ada pula yang mendukung. Tifatul menanggapi kritik tajam di media sosial dan koran serta media online dengan memuat pernyataan berikut, via Twitter:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Minggu, 9 Januari 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.”Kita minta RIM agar hormati &amp; patuhi Peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, terkait dengan UU 36/1999, UU 11/2008 &amp; UU 44/2008””&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.”Kita minta RIM agar buka perwakilan di Indonesia karena pelanggan RIM di Indonesia untuk BlackBerry sdh lbh dari 2 juta.” #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.”Kita minta RIM agar membuka service center di Indonesia untuk melayani &amp; mudahkan pelanggan mereka yang juga WNI.” #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.”Kita minta RIM agar merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional.” #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.“Kita minta  RIM agar sebanyak mungkin menggunakan konten local Indonesia, khususnya mengenai software.” #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. “Kita minta RIM agar memasang software blocking thd situs2 porno, sebagaimana operator lain sudah mematuhinya.” #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. “Kita minta RIM agar bangun server/repeater di Indonesia, agr aparat hokum dpt lakukan penyelidikan thd pelaku kejahatan tmsk koruptor.” #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sejauh ini terkesan #RIM mengulur-ulur waktu untuk menjalankan komitmen mereka. Apakah kita sebagai bangsa mau diperlakukan spt itu?.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalau ada nasionalisme di dada kita % ingin jd bangsa yang berwibawa, pasti sebagian kita akan setuju poin2 yang saya sampaikan tentang #RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selasa, 11 Januari 2011, protes tak kunjung reda dan debat soal RIM vs Kemkominfo jadi kepala berita sejumlah koran.  Kontroversi justru munculo karena pantun yang disampaikan Tifatul Senin dini hari (10/1), yang bunyinya:&lt;br /&gt;“Berburu ke padang datar, dapat rusa di belang kaki, agar anak tak kurang ajar, mari berantas si pornografi.”. Dari soal pajak,  BHP, nasionalisme, menyadap komunikasi koruptor, eh kembali lagi ke isu pornografi? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tifatul lagi-lagi menggunakan medium Twitter untuk menyampaikan tanggapannya, dalam 11 poin:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Tweeps yg budiman, berikut saya akan jelaskan beberapa hal terkait kontroversi peringatan kpd RIM yang mengoperasikan Black Berry di INA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Data Pakar IT: ada 3 juta pelanggan RIM/BB di Indonesia. 2 jt resmi dan 1 jt black market&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.Dg rata2 menagih $ 7 USD/org/bulan. RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 Milyar/bln atau Rp 2,268 Trilyun/th. Uang rakyat INA utk RIM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.CATAT: RIM Tanpa bayar pajak sepeserpun kepada RI, tanpa bangun infrastruktur jaringan apapun di RI. Seluruh jaringan adalah milik 6 operator di INA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.Salahkah kita meminta ”JATAH” buat NKRI spt. Tenaga Kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yang berdaulat ini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6.Semua operator yang lain sudah menjalankan dan mematuhi UU dan peraturan RI, spt: bayar BHP frekw, pajak, rekrut naker, CSR, bantu korban2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7....Merapi, korban Mentawai, korban Wasior, bencana2 lainnya dan blokir pornografi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.Kelirukah kita jika minta RIM menjalankan UU dan aturan yang sama? Apakah RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9.Saya sdh baca komentar2, haruskah kita selalu me-nunduk2 kpd asing? Arogankah kalau mengingatkan asing agr hormati hukum dan UU di INA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10. Ini u/kepentingan yg lebih luas. Diberi sepotong ”kue kecil” lantas mati2an bela asing. Minta hak yg besar u/bangsa yg terhormat ini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;11. Mudah2an tweeps budiman maklum adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-4833157966818818378?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/4833157966818818378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=4833157966818818378' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4833157966818818378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4833157966818818378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/02/di-balik-tabir-kontroversi-rim-vs.html' title='DI BALIK TABIR KONTROVERSI RIM vs TIFATUL SEMBIRING'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TVOrQmHbMWI/AAAAAAAAHD0/NSjEer7Jr-I/s72-c/uni%2Blubis%2Bmemegang%2Bblackberry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-6219311735719288235</id><published>2011-01-02T17:36:00.004+07:00</published><updated>2011-01-03T00:09:33.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kowloon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hongkong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darrel cetta'/><title type='text'>Berdoa di Masjid Kowloon Hongkong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWaIDb9SI/AAAAAAAAHBo/GHLrvUcGE4o/s1600/P1000816.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWaIDb9SI/AAAAAAAAHBo/GHLrvUcGE4o/s400/P1000816.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557536947013678370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZnxzrPI/AAAAAAAAHBQ/Gk5WjwGL_A8/s1600/P1000806.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZnxzrPI/AAAAAAAAHBQ/Gk5WjwGL_A8/s400/P1000806.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557536938349800690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZasHxqI/AAAAAAAAHBI/enqgkFXtl3Y/s1600/P1000807.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZasHxqI/AAAAAAAAHBI/enqgkFXtl3Y/s400/P1000807.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557536934836291234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA 22-28 Desember 2010 ini, kami sekeluarga berwisata ke Hongkong dan Beijing. Peserta wisata ini empat orang: Mommy Uni Lubis, Darrel Cetta, Iwan QH, dan Tante Agustina Lubis. Tante Agustina Lubis ini adiknya Mommy Uni. Ia sengaja mengambil cuti dari tempatnya bekerja di sebuah bank, untuk bisa menemani keponakannya, Darrel Cetta, menikmati pemandangan di Hongkong dan Beijing. &lt;br /&gt;Terima kasih ya tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memulai serial perjalanan ini dengan acara hari terakhir, yaitu berkunjung ke masjid di Jalan Nathan –bahasa aslinya Nathan Road—di salah satu pusat keramaian di Hongkong. Sejak jauh hari, saya sudah berniat untuk ikut salat subuh di masjid yang dari luar terlihat bersih dan asri itu. Apa daya, dinginnya cuaca minta ampun. Walhasil, saya hanya sempat datang ke masjid untuk salat sunnah tahiyatul masjid dan salat dluha, ketika matahari sudah agak tinggi sehingga tak terlalu dingin.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZmYu-FI/AAAAAAAAHBY/Btn-Hmyej4c/s1600/P1000805.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZmYu-FI/AAAAAAAAHBY/Btn-Hmyej4c/s400/P1000805.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557536937976199250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid di kawasan Kowloon ini terletak di kawasan bisnis. Lokasinya betul-betul strategis. Untuk dijadikan daerah komersial, pastilah laku. Andaikata dijadikan bangunan bertingkat lima, dengan empat lantai di bawahnya menjadi toko, pasti pengelola masjid akan mendapat penerimaan yang cukup besar dari uang sewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis di samping masjid itu terletak salah satu pintu stasiun Tsim Sha Tsui. Di seberang masjid terdapat toko-toko jam mewah, kosmetik, baju, dsb. Kalau di Yogya, kira-kira masjid ini terletak di Malioboro. Kalau di Jakarta, mirip di Jalan Thamrin. Bedanya, kalau Jalan Thamrin lebih banyak gedung perkantoran, yang ini gedung pertokoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai satu masjid itu dipakai untuk jamaah laki-laki. Lantai dua digunakan jamaah perempuan. Ketika saya datang, ada enam orang pria tengah mengaji. Mereka duduk di kursi. Dari wajahnya, plus model bajunya, mereka kemungkinan besar berasal dari India, Bangladesh, dan Pakistan. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZx4rReI/AAAAAAAAHBg/5W-sWkum9nM/s1600/P1000804.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWZx4rReI/AAAAAAAAHBg/5W-sWkum9nM/s400/P1000804.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557536941062964706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangunan masjid di Hongkong mempunyai keunggulan dibanding masjid di Indonesia pada umumnya: memenuhi standar HSE—health, safety, environment. HSE ini standar yang kini banyak diterapkan oleh perusahaan perminyakan dan pertambangan, untuk menjaga keselamatan pekerja, kenyamanan bekerja, serta keamanan hasil kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu indikasi penerapan HSE di masjid di kawasan Kowloon ini adalah rambu-rambu informasi di dalam masjid yang sangat jelas: pintu keluar, pintu naik, tempat wudhu, hidran untuk pemadam kebakaran, kantor imam, tempat rapat, semua diberi tanda yang sangat jelas dan mencolok. Tabung gas pemadam kebakaran, juga dipasang beberapa buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu emergensi bila terjadi kebakaran, juga disiapkan, diberi tanda dengan huruf mencolok dan menyala. Pintu juga dibuat lebar-lebar, membuat jamaah gampang meninggalkan masjid bila keadaan darurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ini sebagai nilai plus yang pantas kita contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBXms2UCqI/AAAAAAAAHBw/vNkrnM5-uJc/s1600/P1000814.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBXms2UCqI/AAAAAAAAHBw/vNkrnM5-uJc/s400/P1000814.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557538262560803490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kita sering mengalami kesulitan untuk mencari tempat wudhu di sebuah masjid. Kadang-kadang kita harus bertanya lebih dulu: di mana tempat wudhu kepada jamaah yang lebih dulu hadir, karena pengelola masjid tidak memasang petunjuk tempat wudhu. Di berbagai bangunan modern pun kadang kita juga kesulitan mendapatkan petunjuk arah menuju toilet atau pintu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  ****&lt;br /&gt;Seusai salat dluha, saya melihat papan pengumuman. Di situ ada laporan keuangan dari pengurus masjid. Alinea pertama pengumuman itu berbunyi: Dengan ini pengurus masjid menyampaikan laporan pengelolaan keuangan dan aset masjid. Laporan disusun berdasar standar akuntansi Hongkong ...dst.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBXmyqqZHI/AAAAAAAAHB4/rEhrOKIEnHs/s1600/P1000803.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBXmyqqZHI/AAAAAAAAHB4/rEhrOKIEnHs/s400/P1000803.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557538264122549362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa juga, untuk ukuran saya, sebuah masjid membuat laporan keuangan dengan standar akuntansi. Apalagi laporan itu betul-betul dibuat kantor akuntan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan gaya masjid kita: takmir masjid Kowloon ini punya saham yang dimainkan di bursa. Di salah satu asetnya, mereka menulis memiliki saham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya hidup di daerah bisnis, pengelola masjid pun amat sangat melek bisnis...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-6219311735719288235?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/6219311735719288235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=6219311735719288235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6219311735719288235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6219311735719288235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2011/01/berdoa-di-masjid-kowloon-hongkong.html' title='Berdoa di Masjid Kowloon Hongkong'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TSBWaIDb9SI/AAAAAAAAHBo/GHLrvUcGE4o/s72-c/P1000816.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-5701128841627773409</id><published>2010-12-29T21:39:00.006+07:00</published><updated>2010-12-30T14:44:53.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tim nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepakbola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malaysia'/><title type='text'>Tetap Bangga Pada Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIiZXT1TI/AAAAAAAAHBA/UEeWlQNx51E/s1600/indonesia%2Bfootball-supporter-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 332px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIiZXT1TI/AAAAAAAAHBA/UEeWlQNx51E/s400/indonesia%2Bfootball-supporter-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556114321053046066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIiH4rb0I/AAAAAAAAHA4/wC1idQY39S0/s1600/indonesia%2Bfootball%2Bsupporter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIiH4rb0I/AAAAAAAAHA4/wC1idQY39S0/s400/indonesia%2Bfootball%2Bsupporter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556114316361166658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIh6lK8eI/AAAAAAAAHAw/YoC-Ugy8jRU/s1600/indonesia%2Bfootball%2B2--timnas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIh6lK8eI/AAAAAAAAHAw/YoC-Ugy8jRU/s400/indonesia%2Bfootball%2B2--timnas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556114312789684706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIhmprOwI/AAAAAAAAHAo/CGJkDX6vVHI/s1600/indonesia%2Bfootball%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIhmprOwI/AAAAAAAAHAo/CGJkDX6vVHI/s400/indonesia%2Bfootball%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556114307439868674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu malam 29 Desember 2010, tim nasional sepakbola Indonesia menang melawan Malaysia, 2-1 dalam Suzuki AFF, kejuaraan sepakbola se Asia Tenggara. Dua gol diciptakan masing-masing oleh Muhammad Nasuha dan Muhammad Ridwan. Namun dua gol ini belum cukup untuk mengantar Indonesia menjadi juara. Dalam pertemuan pertama babak final di Kuala Lumpur, Indonesia kalah 3-0. Sebuah kekalahan yang mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Indonesia membantai Malaysia 5-1, di babak penyisihan grup. Hasil dari &lt;br /&gt;kemenangan ini mengantar Indonesia menjadi juara grup, dan Malaysia di runner up. Setelah masing-masing menekuk lawannya di semi final, Indonesia ketemu Malaysia lagi. Duh, sayang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Indonesia kalah, ijinkan saya untuk tetap bangga pada tim nasional kita. Mereka bertempur bersungguh-sungguh. Berjuang, meski hasilnya belum memuaskan kita. Meski hasilnya lumayan bagus, tetapi the winner takes all. Alhasil, Malaysia takes all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi melihat semangat penonton yang luar biasa. Sebagian foto penonton yang penuh semangat itu saya kirim di sini. Mohon maaf kepada bapak-bapak yang memotret, saya memilih foto Anda untuk blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan ribu orang mencari tiket, antre sejak pagi. Ketika tiket tidak berhasil didapat, mereka balik lagi keesokan harinya. Pokoknya, semangat penonton boleh diacungi jempol. Untuk urusan pengelolaan penjualan tiket ini, yang pantas diberi kritik tajam memang panitia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka seperti panitia tutup tahun sebuah SMA, yang menjual tiket di kampung-kampung. Serba amatiran, konyol, memalukan. Ketika ada korban jatuh, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di media bilang begini: ada provokator...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalahkan provokator tanpa menyebut siapa sebenarnya yang dimaksud, memang paling gampang. Ini seperti menyalahkan cuaca di kecelakaan pesawat ataupun kereta api. Padahal mungkin saja biang kecelakaan ini pada peralatan atau manusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, timnas sepakbola Indonesia memang belum beruntung. Insya Allah tahun depan kita akan lebih baik. Dengan catatan, kompetisi ditertibkan, stadion diperbaiki, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya heran, sebagian orang Indonesia kini sibuk mencari scapegoat alias kambing hitam atas kekalahan ini. Sepanjang si kambing hitam dicari dalam rangka SWOT --alias untuk menganalisis kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman, menurut saya bagus-bagus saja. Yang jadi soal, si kambing hitam ini dicari untuk menjatuhkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Aburizal Bakrie disalahkan karena mengundang timnas ke kediamannya, di Jalan Ki Mangun Sarkoro. Ia juga disalahkan karena menjanjikan bonus Rp 3 milyar bila tim nasional jadi juara. Sebelumnya ia menghadiahi Rp 2,5 milyar untuk pemain, bila menembus semi final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia: orang memberi bonus atas sebuah prestasi kok malah disalahkan. Kalau mau mengumpat, umpatlah mereka yang malah tidak memberi bonus... Umpatlah mereka yang merasa menjadi pakar sepakbola, padahal ke lapangan sepakbola saja belum pernah. Paling waktu pelajaran olahraga di SMA jaman baheula dulu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak SBY juga disalahkan politisi Golkar, Bambang Soesatyo, sebagai kurang memperhatikan pembinaan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok suasana jadi terasa manyun begini. Saling menyalahkan.&lt;br /&gt;Benar kata pepatah: keberhasilan adalah anak kandung semua orang. kegagalan adalah anak tiri semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari media massa kita tahu, kekalahan terjadi setelah pemain Indonesia walk out gara-gara diganggu lemparan mercon, tembakan dengan sinar laser. Setelah itu mereka seperti kurang konsentrasi. Alhasil, dalam 15 menit tiga gol bersarang di gawang Markus Horizon. Ladalah. Kemenangan 2-1 di Senayan pun belum cukup untuk mengangkat Indonesia menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Indonesia!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: foto-foto diambil dari Google. Minta maaf kepada para pemilik foto yang akreditasinya tidak disebutkan di sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-5701128841627773409?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/5701128841627773409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=5701128841627773409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5701128841627773409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5701128841627773409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/12/tetap-bangga-pada-indonesia.html' title='Tetap Bangga Pada Indonesia'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TRtIiZXT1TI/AAAAAAAAHBA/UEeWlQNx51E/s72-c/indonesia%2Bfootball-supporter-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-6609791647812757798</id><published>2010-12-16T22:08:00.005+07:00</published><updated>2010-12-16T22:35:03.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gubernur utama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keistimewaan yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parardhya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sultan'/><title type='text'>RUU Keistimewaan Provinsi DIY</title><content type='html'>Pengantar:&lt;br /&gt;Menindaklanjuti posting sebelumnya, saya tampilkan RUU Keistimewaa DIY. Sebagaimana kita tahu, polemik keistimewaan ini berlangsung panjang lebar. Kita tidak tahu, apa yang terjadi di masa lalu tatkala SBY jadi Komandan Korem 072 Pamungkas, dalam berhubungan dengan Sultan Yogya.&lt;br /&gt;iwan qodar himawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoukOypmXI/AAAAAAAAHAc/3V9qLicmmbE/s1600/raja%2Bjogja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoukOypmXI/AAAAAAAAHAc/3V9qLicmmbE/s400/raja%2Bjogja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551300690668263794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RANCANGAN&lt;br /&gt;UNDANG -UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR ……. TAHUN ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEISTIMEWAAN PROVINSI&lt;br /&gt;DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. bahwa Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan Undang-Undang;  &lt;br /&gt;b. bahwa  Kesultanan  Ngayogyakarta  Hadiningrat dan  Kadipaten Pakualaman telah mempunyai wilayah, pemerintahan, dan penduduk sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 berperan dan memberikan sumbangsih yang besar dalam mempertahankan, mengisi, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;&lt;br /&gt;c. bahwa Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1955 belum mengatur secara lengkap mengenai keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;&lt;br /&gt;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang tentang Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Pasal 4 ayat (1), Pasal 5 ayat (1), Pasal 18, Pasal 18A dan Pasal 18B,  dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1955 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Nomor 827);&lt;br /&gt;3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;br /&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;UNDANG-UNDANG TENTANG KEISTIMEWAAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB  I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;1. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan Pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;2. Keistimewaan adalah kedudukan hukum yang dimiliki oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan sejarah dan hak asal-usul menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 untuk mengatur dan mengurus kewenangan istimewa. &lt;br /&gt;3. Kewenangan Istimewa adalah wewenang tambahan tertentu yang dimiliki Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selain wewenang sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.&lt;br /&gt;4. Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, selanjutnya disebut Kesultanan, adalah warisan budaya bangsa yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono.&lt;br /&gt;5. Kadipaten Pakualaman, selanjutnya disebut Pakualaman, adalah warisan budaya bangsa yang dipimpin oleh Sri Paku Alam. &lt;br /&gt;6. Kebudayaan adalah nilai-nilai, norma, adat istiadat, benda, seni dan tradisi luhur yang mengakar dalam Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;7. Pemerintahan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama.&lt;br /&gt;8. Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama adalah lembaga yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagai satu-kesatuan yang mempunyai fungsi sebagai simbol, pelindung dan penjaga budaya, serta pengayom dan pemersatu Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. &lt;br /&gt;9. Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya disebut Pemerintah Daerah Provinsi, adalah Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta beserta perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.&lt;br /&gt;10. Gubernur Provinsi Daerah Istimewa, selanjutnya disebut Gubernur, adalah unsur penyelenggara Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkedudukan sebagai Kepala Daerah dan Wakil Pemerintah. &lt;br /&gt;11. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya disebut DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.&lt;br /&gt;12. Peraturan Gubernur Utama adalah peraturan yang dibentuk oleh Gubernur Utama untuk menyelenggarakan kewenangannya berdasarkan Undang-Undang ini dan diundangkan dalam Lembaran Daerah.&lt;br /&gt;13. Keputusan Gubernur Utama, adalah keputusan yang ditetapkan oleh Gubernur Utama untuk menyelenggarakan kewenangannya berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;14. Peraturan Daerah Istimewa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya disebut Perdais, adalah Peraturan Daerah yang dibentuk oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama-sama dengan Gubernur dengan persetujuan Gubernur Utama untuk mengatur penyelenggaraan Kewenangan Istimewa.&lt;br /&gt;15. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya disebut Perda Provinsi, adalah Peraturan Daerah Provinsi yang dibentuk DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan persetujuan bersama Gubernur untuk mengatur penyelenggaraan urusan provinsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;BATAS DAN PEMBAGIAN WILAYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki batas-batas:&lt;br /&gt;a. sebelah utara dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah;&lt;br /&gt;b. sebelah timur dengan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah;&lt;br /&gt;c. sebelah selatan dengan Samudera Hindia; dan&lt;br /&gt;d. sebelah barat dengan Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Batas wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam peta yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Pembagian Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas:&lt;br /&gt;a. Kota Yogyakarta;&lt;br /&gt;b. Kabupaten Sleman;&lt;br /&gt;c. Kabupaten Bantul;&lt;br /&gt;d. Kabupaten Kulonprogo; dan&lt;br /&gt;e. Kabupaten Gunung Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;ASAS DAN TUJUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Asas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta disusun berdasarkan asas pengakuan atas hak asal-usul, demokrasi, kerakyatan, ke-bhinneka-tunggal-ika-an, efektivitas pemerintahan, kepentingan nasional, dan pendayagunaan kearifan lokal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pengaturan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bertujuan untuk:&lt;br /&gt;a. mewujudkan pemerintahan yang demokratis;&lt;br /&gt;b. mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman masyarakat;&lt;br /&gt;c. mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-bhinneka-tunggal-ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. menciptakan pemerintahan yang baik; dan&lt;br /&gt;e. melembagakan peran dan tanggung jawab Kesultanan dan Pakualaman dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pemerintahan yang demokratis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, diwujudkan melalui:&lt;br /&gt;a. pengisian Gubernur secara demokratis;&lt;br /&gt;b. pengisian anggota DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Pemilihan Umum;&lt;br /&gt;c. pembagian kekuasaan antara DPRD, Gubernur dan Wakil Gubernur, dan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama; &lt;br /&gt;d. mekanisme penyeimbang antara Pemerintah Daerah Provinsi dan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; dan&lt;br /&gt;e. membuka ruang partisipasi dan kontrol warga masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan media kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kesejahteraan dan ketentraman masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan publik dan pengembangan kemampuan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-bhinneka-tunggal-ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, diwujudkan melalui:&lt;br /&gt;a. pengayoman dan pembimbingan masyarakat oleh Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; dan&lt;br /&gt;b. pemeliharaan dan pendayagunaan nilai-nilai musyawarah, gotong royong, solidaritas, tenggang rasa, toleransi dan nir-kekerasan oleh Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Tata pemerintahan yang baik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, diwujudkan melalui pelaksanaan prinsip-prinsip efektivitas, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, kesetaraan, dan penegakan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Pelembagaan peran dan tanggung jawab Kesultanan dan Pakualaman dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, diwujudkan melalui pemeliharaan, pendayagunaan, pengembangan dan penguatan nilai-nilai, norma, adat istiadat, serta tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;KEWENANGAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berada di Provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kewenangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam urusan-urusan pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan urusan-urusan istimewa yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kewenangan dalam urusan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:&lt;br /&gt;a. penetapan fungsi, tugas dan wewenang Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama;&lt;br /&gt;b. penetapan kelembagaan Pemerintah Daerah Provinsi; &lt;br /&gt;c. kebudayaan; dan&lt;br /&gt;d. pertanahan dan penataan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Penyelenggaraan kewenangan dalam urusan-urusan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada nilai-nilai kearifan lokal dan keberpihakan kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)Pengaturan lebih lanjut kewenangan dalam urusan-urusan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Perdais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;BENTUK DAN SUSUNAN PEMERINTAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki bentuk dan susunan pemerintahan yang bersifat istimewa.&lt;br /&gt;2) Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama, Pemerintah Daerah Provinsi dan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam yang bertahta karena kedudukannya ditetapkan sebagai Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan Keputusan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kelembagaan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah atas usul Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama berwenang:&lt;br /&gt;a. Memberikan arah umum kebijakan dalam penetapan kelembagaan Pemerintah Daerah Provinsi, kebudayaan, pertanahan, penataan ruang, dan penganggaran;&lt;br /&gt;b. Memberikan persetujuan terhadap rancangan Perdais yang telah disetujui bersama oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur;&lt;br /&gt;c. Memberikan saran dan pertimbangan terhadap rencana perjanjian kerjasama yang dibuat oleh Pemerintah Daerah Provinsi dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQouj4OfY1I/AAAAAAAAHAU/RHT-uIlamQ0/s1600/tugu-malioboro.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQouj4OfY1I/AAAAAAAAHAU/RHT-uIlamQ0/s400/tugu-malioboro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551300684611019602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama berhak: &lt;br /&gt;a. menyampaikan usul dan/atau pendapat kepada Pemerintah dalam rangka penyelenggaraan Kewenangan Istimewa;&lt;br /&gt;b. mendapatkan informasi mengenai kebijakan dan/atau informasi yang diperlukan untuk perumusan kebijakan menyangkut keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta;&lt;br /&gt;c. mengusulkan perubahan dan/atau penggantian Perdais;&lt;br /&gt;d. memiliki hak protokoler; dan &lt;br /&gt;e. kedudukan keuangan yang diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Apabila Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai Gubernur Utama berhalangan tetap, pengisian Gubernur Utama dilakukan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono yang baru   naik tahta. &lt;br /&gt;2) Apabila  Sri Paku Alam sebagai Wakil Gubernur Utama berhalangan tetap, pengisian Wakil Gubernur Utama dilakukan setelah Sri Paku Alam   yang baru naik tahta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Pemerintah Daerah Provinsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pemerintah Daerah Provinsi dipimpin oleh Gubernur.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemerintah Daerah dipimpin oleh Gubernur dibantu Wakil Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal Gubernur Utama tidak menjabat sebagai Gubernur, Gubernur  wajib:&lt;br /&gt;a. mengikuti arah umum kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama; &lt;br /&gt;b. melakukan konsultasi dengan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama untuk urusan-urusan pemerintahan yang diatur dalam undang-undang tentang Pemerintahan Daerah;  &lt;br /&gt;c. melakukan konsultasi kepada Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama dalam penyusunan anggaran; &lt;br /&gt;d. memberikan laporan penyelenggaraan kewenangan istimewa kepada Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama setiap tahun; dan&lt;br /&gt;e. memberikan tembusan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan laporan keuangan pemerintah daerah sesuai peraturan perundang-undangan kepada Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai kedudukan, susunan, tugas, serta wewenang sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Selain mempunyai tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas dan wewenang bersama-sama dengan Gubernur untuk membentuk Perdais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pelaksanaan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan keistimewaan, DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta wajib:&lt;br /&gt;a. mengikuti arah umum kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama;&lt;br /&gt;b. melakukan konsultasi dengan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama untuk urusan-urusan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2);  &lt;br /&gt;c. melakukan konsultasi kepada Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama dalam penyusunan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA PENGISIAN JABATAN  GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Calon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dapat berasal dari:&lt;br /&gt;a. Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam yang bertahta;&lt;br /&gt;b. kerabat kasultanan dan kerabat Pakualaman;&lt;br /&gt;c. masyarakat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dalam hal calon Gubernur diikuti oleh Sri Sultan Hamengku Buwono, maka Sri Sultan Hamengku Buwono berpasangan dengan Sri Paku Alam sebagai calon Wakil Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pasangan calon Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagaimana dimaksud pada ayat (2), otomatis didaftar sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur melalui mekanisme perseorangan khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Dalam hal Sri Sultan Hamengku Buwono ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur, kerabat kasultanan dan kerabat Pakualaman tidak dapat mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Dalam hal Sri Sultan Hamengku Buwono tidak sebagai calon, pemilihan hanya dilakukan untuk memilih Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Dalam hal Sri Sultan Hamengku Buwono tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur, Sri Paku Alam tidak dapat mencalonkan diri sebagai Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Mekanisme Pencalonan  Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Provinsi menanyakan kesediaan Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kesediaan Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dituangkan dalam surat pernyataan kesediaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus diserahkan kepada Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Provinsi selambat-lambatnya sebelum masa pendaftaran berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Mekanisme Pencalonan Kerabat Kasultanan dan  Kerabat Pakualaman serta Masyarakat Umum&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Calon yang berasal dari kerabat Kasultanan dan kerabat Pakualaman dan masyarakat umum diajukan melalui mekanisme pengajuan oleh partai politik atau gabungan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Persyaratan calon sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) berlaku persyaratan umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mekanisme pencalonan calon dari partai politik atau gabungan partai politik berlaku ketentuan peraturan perundang-undangan tentang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Bakal calon Gubernur yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan, wajib mendapat persetujuan dari Gubernur Utama apabila Gubernur Utama tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tata cara pemberian persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoujpjgrwI/AAAAAAAAHAM/q3FAOea9cX0/s1600/prajuritkeraton1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoujpjgrwI/AAAAAAAAHAM/q3FAOea9cX0/s400/prajuritkeraton1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551300680672653058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;Pemilihan dan Pengesahan Calon Gubernur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Provinsi menyerahkan daftar calon Gubernur kepada DPRD Provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) DPRD Provinsi melakukan pemilihan terhadap calon Gubernur yang diusulkan oleh Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Calon Gubernur dinyatakan sebagai pemenang apabila memperoleh suara 50% (lima puluh persen) ditambah 1 (satu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Dalam hal tidak ada calon Gubernur yang memperoleh suara 50% (lima puluh persen) ditambah 1 (satu) dilakukan pemilihan putaran kedua terhadap 2 (dua) pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) DPRD mengajukan calon terpilih kepada Presiden untuk disahkan sebagai Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Dalam hal hanya Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam yang bertahta menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, DPRD Provinsi melakukan musyawarah untuk mufakat dalam menetapkan dan mengusulkan kepada Presiden guna disahkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Ketentuan tentang tata cara pemilihan Gubernur sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) sampai dengan Ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dalam hal Gubernur dijabat Sri Sultan Hamengku Buwono berhalangan tetap atau diberhentikan sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur, Presiden menetapkan Wakil Gubernur sebagai penjabat  Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dalam hal Gubernur dijabat selain Sri Sultan Hamengku Buwono berhalangan tetap atau diberhentikan sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur, Presiden menunjuk  penjabat  Gubernur dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Penjabat Gubernur sebagaimana dimaksud  pada ayat (2) memegang jabatan paling lama 6 (enam) bulan untuk mempersiapkan  pemilihan Gubernur baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik oleh Presiden Republik Indonesia;&lt;br /&gt;(2) Apabila Presiden Republik Indonesia berhalangan, dapat diwakilkan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia;&lt;br /&gt;(3) Masa jabatan Gubernur adalah 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan;&lt;br /&gt;(4) Pembatasan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur dengan 2 (dua) periode masa jabatan tidak berlaku bagi Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam apabila menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ketentuan tentang hak, kewajiban, larangan, dan kewenangan Gubernur dan Wakil Gubernur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah berlaku pula dalam Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pemberhentian Gubernur dan/atau Wakil Gubernur dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah berlaku pula dalam Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII     &lt;br /&gt;PELAKSANAAN URUSAN ISTIMEWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Kelembagaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kewenangan penetapan kelembagaan pemerintahan daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b, diselenggarakan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik berdasarkan prinsip-prinsip responsibilitas, akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi dengan memperhatikan bentuk dan susunan pemerintahan asli. &lt;br /&gt;2) Pengaturan lebih lanjut tentang penetapan kelembagaan pemerintahan daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Perdais setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Kebudayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kewenangan kebudayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c, diselenggarakan untuk memelihara dan mengembangkan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya yang berupa nilai-nilai, pengetahuan, norma, adat istiadat, benda, seni, dan tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Perdais. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;Pertanahan dan Penataan Ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dalam rangka penyelenggaraan kewenangan  pertanahan dan penataan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf d, Kasultanan dan Pakualaman ditetapkan sebagai Badan Hukum.&lt;br /&gt;2) Sebagai Badan Hukum, Kasultanan mempunyai hak milik atas Sultanaat Grond.&lt;br /&gt;3) Sebagai Badan Hukum, Pakualaman mempunyai hak milik atas Pakualamanaat Grond.&lt;br /&gt;4) Sebagai Badan Hukum, Kasultanan dan Pakualaman merupakan subyek hukum yang berwenang mengelola dan memanfaatkan Sultanaat Grond dan Pakualamanaat Grond dengan sebesar-besarnya ditujukan untuk pengembangan kebudayaan, kepentingan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;5) Ketentuan lebih lanjut tentang Badan Hukum diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;6) Tata guna, pemanfaatan, dan pengelolaan Sultanaat Grond dan Pakualamanaat Grond serta penataan ruang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diatur lebih lanjut dengan Perdais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;PERATURAN GUBERNUR UTAMA, PERDAIS, &lt;br /&gt;PERDA PROVINSI, DAN PERATURAN GUBERNUR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Gubernur Utama berwenang membentuk peraturan dan keputusan Gubernur Utama.&lt;br /&gt;2) Peraturan dan Keputusan Gubernur Utama sebelum diberlakukan, mendapat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri.&lt;br /&gt;3) Peraturan dan Keputusan Gubernur Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diundangkan dalam Lembaran Daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Rancangan Perdais dapat diusulkan oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau Gubernur berdasarkan Arah Umum Kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur Utama.&lt;br /&gt;2) Apabila dalam suatu masa sidang, DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur menyampaikan rancangan Perdais mengenai materi yang sama maka yang dibahas adalah rancangan Perdais yang disampaikan oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan rancangan Perdais yang disampaikan Gubernur dipergunakan sebagai bahan persandingan.&lt;br /&gt;3) Dalam menyiapkan dan membahas rancangan Perdais, DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur wajib mendayagunakan nilai-nilai, norma, adat istiadat, dan tradisi luhur yang mengakar dalam masyarakat dan memperhatikan masukan dari Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;4) Rancangan Perdais yang telah disetujui bersama oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur disampaikan kepada Gubernur Utama dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal persetujuan.&lt;br /&gt;5) Dalam hal Gubernur Utama tidak menyetujui atas rancangan Perdais sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak rancangan Perdais tersebut disetujui bersama oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur, Gubernur Utama mengembalikan kepada DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk disempurnakan.&lt;br /&gt;6)Dalam hal rancangan Perdais disetujui oleh Gubernur Utama, rancangan Perdais sebelum diberlakukan, mendapat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri, untuk selanjutnya diundangkan dalam Lembaran Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perda Provinsi dibentuk dan ditetapkan dengan persetujuan bersama DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. &lt;br /&gt;2) Perdais dibentuk oleh DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gubernur dengan persetujuan Gubernur Utama untuk melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;(1) Pelaksanaan Perda Provinsi atau Perdais diatur dengan Peraturan Gubernur dan/atau keputusan Gubernur.&lt;br /&gt;(2) Peraturan Gubernur dan/atau keputusan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum, nilai-nilai luhur, budaya, Perda, Perdais dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Perda Provinsi, Perdais, dan Peraturan Gubernur diundangkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;(2) Perda Provinsi, Perdais, dan Peraturan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disebarluaskan oleh Pemerintah Daerah Provinsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;PENDANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan daerah berlaku bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pendanaan pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang bersifat istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.&lt;br /&gt;2) Dana dalam rangka pelaksanaan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan bersama antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan usulan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;3) Dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan anggaran yang diperuntukkan dan dikelola oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang pengalokasiannya melalui kementerian/lembaga terkait.&lt;br /&gt;4) Gubernur pada setiap akhir tahun anggaran wajib melaporkan seluruh pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan yang terkait dengan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait dengan memberikan tembusan kepada Gubernur utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;KETENTUAN LAIN-LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX yang menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada saat ini, ditetapkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak diundangkannya Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;2) Dalam kedudukannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX mempunyai tugas untuk mempersiapkan pelaksanaan kewenangan Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoujZyiI8I/AAAAAAAAHAE/7m2S-pg8hAQ/s1600/prajurit%2Bbugis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoujZyiI8I/AAAAAAAAHAE/7m2S-pg8hAQ/s400/prajurit%2Bbugis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551300676440695746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX masing-masing dalam kedudukannya sebagai Sri Sultan dan Sri Paku Alam memiliki tugas:&lt;br /&gt;a. melakukan pembakuan tata cara penggantian Sri Sultan dan Sri Paku Alam dalam lingkungan Kasultanan dan Pakualaman yang merupakan pedoman bagi proses pergantian kepemimpinan dalam lingkungan Kasultanan dan Pakualaman;&lt;br /&gt;b. mengumumkan kepada publik hasil pembakuan sebagaimana dimaksud pada huruf a; &lt;br /&gt;c. melakukan konsolidasi dan klasifikasi Sultanaat Grond dan Pakualamanaat Grond; &lt;br /&gt;d. mendaftarkan hasil klasifikasi dan konsolidasi tanah sebagaimana dimaksud pada huruf c kepada Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia; &lt;br /&gt;e. melakukan inventarisasi dan konsolidasi seluruh kekayaan Kesultanan dan Pakualaman selain sebagaimana dimaksud pada huruf c yang merupakan warisan budaya bangsa; dan&lt;br /&gt;f. bersama-sama merumuskan tata hubungan antara Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paku Alam sebagai satu-kesatuan.&lt;br /&gt;2) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX dalam kedudukannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 mempunyai tugas:&lt;br /&gt;a. mempersiapkan perangkat Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Undang-Undang ini;&lt;br /&gt;b. Menyiapkan arah umum kebijakan penataan kelembagaan Pemerintah Provinsi DIY sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini.&lt;br /&gt;c. menyiapkan syarat-syarat yang diperlukan sebagai pedoman Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama dalam menerima atau menolak perseorangan bakal calon atau bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur; &lt;br /&gt;d. menyiapkan kerangka umum kebijakan di bidang kebudayaan;&lt;br /&gt;e. menyiapkan kerangka umum kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan Sultanaat Grond dan Pakualamanaat Grond, serta penataan ruang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;&lt;br /&gt;f. membentuk Perda Provinsi bersama-sama dengan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tentang tata cara pembentukan Perdais;&lt;br /&gt;g. menyiapkan mekanisme konsultasi antara Gubernur dan/atau Wakil Gubernur dengan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama, serta antara DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama sebagai dasar bagi Gubernur dan/atau Wakil Gubernur terpilih dan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam melaksanakan konsultasi dengan Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama; dan &lt;br /&gt;h. mempersiapkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pelaksanaan Keistimewaan sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoujH1BTNI/AAAAAAAAG_8/gyJD9JY4SWE/s1600/jogjakarta-nyepeda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoujH1BTNI/AAAAAAAAG_8/gyJD9JY4SWE/s400/jogjakarta-nyepeda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551300671619288274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan yang diperlukan dalam masa peralihan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan dan/atau pemanfataan Sultanaat Grond atau Pakualamanaat Grond yang dilakukan oleh masyarakat atau pihak ketiga tetap berlaku sepanjang pengelolaan dan/atau pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, susunan organisasi Pemerintah Provinsi, Perangkat Daerah Provinsi dan Jabatan dalam Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta peraturan perundang-undangan yang ada tetap berlaku sampai dengan terbentuknya Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, seluruh materi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan Undang-Undang ini dinyatakan tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disahkan di Jakarta &lt;br /&gt;pada tanggal …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR.H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diundangkan di Jakarta &lt;br /&gt;pada tanggal ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATRIALIS AKBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN .....NOMOR ......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-6609791647812757798?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/6609791647812757798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=6609791647812757798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6609791647812757798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6609791647812757798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/12/ruu-keistimewaan-provinsi-diy.html' title='RUU Keistimewaan Provinsi DIY'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQoukOypmXI/AAAAAAAAHAc/3V9qLicmmbE/s72-c/raja%2Bjogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-6834371251078163231</id><published>2010-12-15T15:01:00.002+07:00</published><updated>2010-12-15T15:15:44.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='omah djokja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ugm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keistimewaan yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darrel cetta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keraton'/><title type='text'>Yogya Memang Istimewa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3PeN_hWI/AAAAAAAAG_U/otIgIAW2BcI/s1600/600px-Royal_Seal_of_the_Sultanate_of_Yogyakarta.svg.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 399px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3PeN_hWI/AAAAAAAAG_U/otIgIAW2BcI/s400/600px-Royal_Seal_of_the_Sultanate_of_Yogyakarta.svg.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550817648427631970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINGGU-minggu ini mata kita disibukkan oleh tontonan di televisi yang gencar menayangkan polemik soal keistimewaan Yogyakarta. Hampir semua televisi menyiarkan dengan gencar. Metro TV dan TV One, dua televisi berita 24 jam, bahkan sering membuat siaran langsung dari Yogya. Yogya, provinsi dengan penduduk 3,5 juta alias 1/60 dari total populasi Indonesia, seakan bergolak.. Duh..&lt;br /&gt;Bagi saya yang memang tumbuh dan besar di Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogya memang istimewa. Saya lulus dari SD Keputran  4, sebuah sekolah yang didirikan para pangeran Kasultanan, lokasinya persis di sebelah timur Alun-alun Utara. Kalau orang Bandung atau Jakarta harus susah payah melihat Keraton Kasultanan, sewaktu SD saya tiap hari melewatinya.&lt;br /&gt;Eyangnya Darrel, alias ibu mertua, punya rumah di Panembahan, sekitar 500 meter dari Keraton Yogyakarta. Malah sekarang rumah itu diperbaiki, dijadikan tempat penginapan di bagian belakang. Namanya: Omah Djokja. Sesekali Mommy Uni Lubis dan Darrel berkunjung ke Omah Djokja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3P6s16qI/AAAAAAAAG_k/SJgwvG7qV98/s1600/miniatur%2Bprajurit.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3P6s16qI/AAAAAAAAG_k/SJgwvG7qV98/s400/miniatur%2Bprajurit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550817656073218722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagelaran keraton, kalau dalam bahasa sekarang mungkin disebut sebagai hall atau tempat pentas, tiap hari saya lihat. Kalau pulang sekolah, ada kalanya saya melewat rumah para pangeran, yang disebut sebagai ndalem. Kalau melewati ndalem para beliau itu, sepeda harus kita tuntun. Kalau kita ngotot naik? Kita akan ditegur oleh warga, dan dianggap sebagai ‘’tidak tahu diri’’.&lt;br /&gt;Sewaktu SD, saya memiliki  teman yang keturunan pangeran. Ada RR Siti Nikandaru Chairina. RR ini kependekan dari Raden Rara, yang menunjukkan bahwa Jeng Rina –kami memanggilnya ‘’Jeng’’, untuk menunjukkan penghormatan kepadanya—adalah kerabat Sultan. Jeng Rina ini rumahnya di dekat pasar Ngasem, di bangunan yang dulu milik keraton.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3Pp8snrI/AAAAAAAAG_c/lGr2DxwnkOw/s1600/kraton_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3Pp8snrI/AAAAAAAAG_c/lGr2DxwnkOw/s400/kraton_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550817651576315570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pagelaran Keraton Yogyakarta&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu SMP hingga perguruan tinggi, saya ikut perkumpulan pencak silat yang asalnya dari keraton. Nama perguruannya Krisna Murti. Latihannya di Ndalem Tejokusuman. Bagi Anda yang bukan orang Yogja, istilah ‘’Ndalem Tejokusuman’’  menunjukkan ini adalah kediaman Pangeran Tejokusumo. Gusti Tejo, demikian beliau dulu sering disebut, adalah putera Sultan Hamengku Buwono VII. Pangeran Tejokusumo dikenal sebagai salah satu pelopor semangat kerakyatan, dengan mendirikan Krida Beksa Wirama, perkumpulan tari yang mengijinkan masyarakat biasa berguru. &lt;br /&gt;Di Ndalem Tejokusuman ini saya berkenalan dengan dua teman, masih cucu Pangeran Tejokusumo.  Dua teman baik ini adalah RA Lintang Johar dan RA Retno .. (nuwun sewu Jeng Rento, saya lupa nama lengkap panjenengan). Jeng Lintang ini lulusan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, sedang Jeng Retno kini bekerja di Dinas Kesehatan Yogyakarta. Saya memanggil kedua teman ini ‘’Jeng’’.&lt;br /&gt;      ****&lt;br /&gt;Ketika di SD itu saya masih melihat banyaknya bangunan keraton yang dipinjamkan untuk sekolah. Ndalem Pugeran dan Ndalem Mangkuwilayan, dipakai oleh Fakultas Kedokteran UGM sebagai rumah sakit. Ndalem Mataraman digunakan untuk laboratorium. Ndalem Mangkuyudan digunakan oleh Fakultas Kedokteran UGM untuk Rumah Sakit Ibu dan Anak.  Ndalem Yudonegaran digunakan untuk Fakultas Farmasi.&lt;br /&gt;Pagelaran keraton semula juga dipakai untuk Fakultas Hukum. Tetapi ketika saya di SD Keputran, Fakultas Hukum sudah punya kampus sendiri di Bulaksumur. Nah, area Bulaksumur ini adalah tanah pemberian keraton. Luas wilayahnya sekitar 125 hektare. Bangunannya diserahkan oleh keraton kepada UGM.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3QZ1GbDI/AAAAAAAAG_0/MfxSc-Ww4p8/s1600/salah%2Bsatu%2Brumah%2Bpangeran.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3QZ1GbDI/AAAAAAAAG_0/MfxSc-Ww4p8/s400/salah%2Bsatu%2Brumah%2Bpangeran.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550817664429354034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Salah satu rumah pangeran.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendapat informasi dari salah seorang priyayi Solo yang kemudian kuliah di UGM. Si priyayi ini pernah menjadi direktur utama sebuah bank pemerintah. Katanya, sebetulnya Presiden Soekarno semula ingin mendirikan kampus UGM di Solo. Presiden Soekarno kemudian kulonuwun ke Kasunanan, untuk meminjam fasilitas keraton agar bisa dipakai perkuliahan. Namun pihak Kasunanan keberatan. &lt;br /&gt;Untuk masa sekarang, keberatan itu bisa dimaklumi. Banyaknya mahasiswa akan membuat keraton terkotori. Lagi pula, perawatan gedung siapa yang menanggung? &lt;br /&gt;Namun Sultan Hamengku Buwono IX ketika itu punya pandangan yang berbeda. Pendirian kampus UGM di Yogya akan membawa berkah yang besar: Yogya menjadi kota mahasiswa, pusat penelitian, dan menjadi magnet bagi kedatangan mahasiswa dari luar daerah. Maka Sultan pun dengan suka hati merelakan pagelaran dan berbagai rumah kediaman pangeran untuk perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3QGT82YI/AAAAAAAAG_s/ubicv3UL37M/s1600/P1100507.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3QGT82YI/AAAAAAAAG_s/ubicv3UL37M/s400/P1100507.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550817659190040962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berwisata di salah satu peninggalan keraton.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Sultan HB IX terbukti benar. Adanya UGM menjadi magnet bagi lahirnya berbagai perguruan tinggi lain. Para mahasiswa yang sudah terlanjur datang ke Yogya, tetapi tidak tertampung di UGM, bisa bersekolah di kampus lainnya. Kehadiran UGM ikut membentuk ciri khas Yogyakarta, yang kini dikenal sebagai kota yang hidup dari industri pendidikan dan industri pariwisata.&lt;br /&gt;Itu semua tak lepas dari jasa Sultan HB IX, dan kemudian diteruskan para putera-puteri dan kerabatnya. Jadi wajar kan, kalau Yogyakarta memang istimewa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-6834371251078163231?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/6834371251078163231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=6834371251078163231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6834371251078163231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6834371251078163231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/12/yogya-memang-istimewa.html' title='Yogya Memang Istimewa'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQh3PeN_hWI/AAAAAAAAG_U/otIgIAW2BcI/s72-c/600px-Royal_Seal_of_the_Sultanate_of_Yogyakarta.svg.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-9189001598664477980</id><published>2010-12-14T09:02:00.006+07:00</published><updated>2010-12-14T09:35:04.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan berekspresi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karni ilyas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakim mansur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='erwin arnada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='majalah playboy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewan pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='munarman todung mulya lubis'/><title type='text'>KETIKA KEADILAN DITEGAKKAN DI ATAS ASUMSI DAN STIGMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4EoUVrI/AAAAAAAAG-U/jx02E_v_bVs/s1600/erwin-arnada-dengan%2Bplayboy-3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4EoUVrI/AAAAAAAAG-U/jx02E_v_bVs/s400/erwin-arnada-dengan%2Bplayboy-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550357650561324722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mantan Pemimpin  Redaksi Majalah Playboy Indonesia dijebloskan ke penjara.  Putusan MA didasarkan pada pasal-pasal kriminalisasi yang di&lt;br /&gt;negara lain tak lagi dikenakan kepada pers. Senjakala kemerdekaan&lt;br /&gt;berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pada sebuah siang  yang panas.  Dia tampak rilek.  Kaus hijau&lt;br /&gt;tanpa leher dan jins belel.  Ada robek di bagian lutut.  Dia duduk&lt;br /&gt;sendiri di bawah tenda payung, satu dari beberapa tenda serupa di&lt;br /&gt;halaman dalam Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.  Ketika&lt;br /&gt;dia berdiri menyambut saya dan keluarganya yang menjenguknya siang itu,&lt;br /&gt;nampak tulisan di bagian depan kausnya: "Give Peace A  Chance". Kalimat&lt;br /&gt;itu pernah saya baca di Twitter, Sabtu, 8 Oktober 22010, Pukul 13.32&lt;br /&gt;Wib.  "Kalau John Lennon blg "GIVE PEACE A CHANCE," blh nggak saya&lt;br /&gt;nambahi buat di sini "GIVE JUSTICE A CHANCE." Kicauan itu milik Erwin&lt;br /&gt;Arnada, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia.  Kita sebut&lt;br /&gt;"mantan" karena majalah itu memang sudah lama mati.  Terbit hanya tujuh&lt;br /&gt;edisi dan sejak lahirnya menuai kontroversi. Saat menulis kicauan itu,&lt;br /&gt;Erwin tengah berjuang melawan ketidakadilan vonis Mahkamah Agung yang&lt;br /&gt;memenjarakannya karena menerbitkan majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menjenguknya di LP Cipinang, Erwin  sudah menginap selama 10 malam, sejak Sabtu sore, 8 Oktober 2010. Dia merayakan ulang tahunnya yang ke 47  tahun, pada 17  Oktober lalu, di hotel prodeo. "Tiga hari pertama paling sulit.  Sekarang saya lebih tenang," kata Erwin. Dia memegang fotokopi Memori Peninjauan Kembali perkaranya. Ada corat-coret di situ.  Memori PK itu memang tumpuannya agar tak perlu menghuni penjara selama dua tahun sebagaimana amar putusan kasasi Hakim Mahkamah Agung No 972 K /Pid/2008, tertanggal 29 Juli 2009. Erwin Arnada diputuskan bersalah melanggar Pasal 282 ayat (3) KUHP jo. Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP, soal mempublikasikan materi yang melanggar asusila. Dia menjadi wartawan pertama yang dipenjarakan gara-gara karya jurnalistiknya di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Era reformasi. Negara demokrasi lain sudah lama takmenggunakan pasal kriminalisasi ini untuk menjerat wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebuah Eksekusi Atas Ekspresi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mata itu. &lt;br /&gt;          Ada kaget.&lt;br /&gt;          Bingung.&lt;br /&gt;          Gusar.&lt;br /&gt;          Pasrah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikepung puluhan polisi berseragam.  Nyaris diseret&lt;br /&gt;petugas Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Erwin Arnada nampak tegar. Ada teriakan puluhan wartawan, juru kamera yang berdesakan ingin mengambil gambarnya.  Teriakan yang disambut hardikan aparat keamanan yang menjagai  lelaki bertubuh agak kecil itu.   Ia dijaga bak seorang pelaku kriminal.  Lebih ketat dari penjagaan atas tiga orang pembawa barang haram, narkotika, yang digiring polisi di pintu kedatangan Terminal F2, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, 3 jam sebelum Erwin mendarat Pukul 14.30 Wib, Sabtu, 8 Oktober 2010. Erwin adalah salah satu penumpang pesawat GA 403 dari Denpasar, Bali. Dia ditemani pengacaranya, Todung Mulya Lubis S.H., LLM.  Ada petugas Kejaksaan yang diutus Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengawasi Erwin sejak di Bali di pesawat yang sama.  Tapi sejak di Bali mereka tak pernah mendekati Erwin.  Apalagi menangkapnya.&lt;br /&gt;        Semuanya berjalan cepat.  Marah, dan panik. Kuatir akan keadaan&lt;br /&gt;Erwin, saya berteriak protes kepada aparat. Wartawan berteriak mencemooh polisi yang bertindak berlebihan. Saya coba menerobos kepungan penjagaan, polisi lapangan mendorong saya dan rekan wartawan lain. Saya sempat mencoba berteriak memanggil namanya. "Erwin!".  Dia menoleh ke arah saya. Tak berdaya. Nampak kecil di tengah puluhan tubuh kekar polisi. Mata itu.  Bukan takut. "Saya kaget," kata Erwin ketika saya tanya perasaanya saat kericuhan di bandara itu. Erwin mengenakan celana jins biru yang sedikit robek di lututnya.  Kemeja putih dan sepatu keds.&lt;br /&gt;        Petugas mendorong Erwin Arnada ke mobil tahanan Kejaksaan yang&lt;br /&gt;sudah diparkir di teras Terminal F2. Kali ini saya kaget. Masih teringat pembicaraan telepon dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, M. Yusuf, S.H., Sabtu pagi itu. "Nggak pake mobil tahanan, kog Mbak. Silahkan Bang Todung Mulya dan Mbak Uni mendampingi Erwin di mobil Kejaksaan.  Kami menugasi petugas Kejaksaan supaya aman saja."  Saya panik karena mobil kami belum siap. Padahal iring-iringan mobil polisi,mobil tahanan kejaksaan yang membawa Erwin, lalu sebuah truk polisi yang membawa puluhan polisi berseragam, lengkap dengan senjata terkokang siap berangkat dalam hitungan detik. Mata saya menangkap keberadaan Bang Todung Mulya Lubis. Berkemeja warna merah jambu, Bang Todung nampak kelimpungan, ikut didorong polisi yang tak mau tahu.  Mendadak saya melihat sebuah mobil Kijang milik kejaksaan mengambil posisi persis di belakang truk polisi yang siap melaju. Ada dua petugas kejaksaan di dalamnya, saya kenali dari seragam mereka.  Saya tarik tangan Bang Todung, lalu menerobos naik ke mobil ini di deretan jok belakang.  "Saya dari Dewan Pers. Pak Kajari janji saya dan Bang Todung boleh mendampingi Erwin," kata saya ke petugas itu.  Saya lupa bertanya siapa namanya. Dia mengenali kami, dan membiarkan kami duduk. Pintu mobil belum tertutup sempurna ketika mobil bergerak, melaju meninggalkan bandara. Meninggalkan kisruh dan kecewa rekan-rekan wartawan yang sejak pagi menunggui kedatangan Erwin Arnada.&lt;br /&gt;        Begitu duduk, saya berusaha menelpon Erwin Arnada.  Saya ingin&lt;br /&gt;beritahu bahwa kami ada di mobil dalam konvoi yang melaju ke Kantor&lt;br /&gt;Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, di Jalan Rambai 1, Kebayoran Baru.&lt;br /&gt;Kami tidak jauh darinya.  Telpon saya tak disahuti.  Lalu masuk pesan&lt;br /&gt;singkat darinya. Protes soal penjagaan yang berlebihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4jFcEeI/AAAAAAAAG-k/Ob96rj2xkk8/s1600/logo%2Bplayboy.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 331px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4jFcEeI/AAAAAAAAG-k/Ob96rj2xkk8/s400/logo%2Bplayboy.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550357658736529890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Saya jawabmungkin karena Kapolda tak mau kecolongan. Saya tidak melihat alasan&lt;br /&gt;lain.  Kapolda Irjen Pol. Sutarman belum sepekan bertugas di wilayah&lt;br /&gt;Polda Metro Jaya.  Sebelumnya dia memimpin Polda Jawa Barat.  Saya&lt;br /&gt;memang menelpon Kapolda Sutarman sehari sebelum kedatangan Erwin untuk&lt;br /&gt;minta bantuan pengamanan.  Tidak mencolok tentunya.  Jaga-jaga jika ada&lt;br /&gt;yang berniat tidak baik.  Kajari Jaksel juga ingatkan saya sebelumnya,&lt;br /&gt;bahwa ada laporan intelejen kemungkinan sebuah organisasi masyarakat&lt;br /&gt;akan gelar demo saat Erwin Arnada menyerahkan diri ke Kejari Selatan.&lt;br /&gt;Ketua DPP Front Pembela Islam, Munarman jelas mengatakan bahwa pihaknya&lt;br /&gt;mencari Erwin dimanapun dia berada untuk diserahkan ke Kejari menjalani&lt;br /&gt;eksekusi putusan MA.&lt;br /&gt;        Ketua Dewan Pers Prof Bagir Manan menyayangkan cara Kejaksaan&lt;br /&gt;dalam menjemput mantan pemred Playboy Indonesia itu. "Kita sudah sepakat antara pihak kepolisian, kejaksaan dan tim pengacara untuk menyerahkan Erwin, bukan ditangkap seperti kata mereka.  Kejaksaan juga sudah diberitahu.  Sudah saling koordinasi," kata Prof Bagir Manan sebagaimana dikutip Inilah.com. Bagir menegaskan bahwa bertolaknya Erwin ke Bali atas sepengetahuan Dewan Pers pula. "Kepergian dia ke Bali dan rencana dia pulang untuk memenuhi panggilan kejaksaan atas kemauannya. Semua atas pengetahuan Dewan Pers juga," jelasnya.&lt;br /&gt;        Kabar soal Erwin akan menyerahkan diri ke Kejari Selatan sudah&lt;br /&gt;berembus lama sejak putusan MA diketahui publik, lewat konperensi pers&lt;br /&gt;yang digelar Front Pembela Islam, 26 Agustus 2010. Sumber jadwal&lt;br /&gt;penyerahan diri adalah mantan pengacara Erwin saat pengadilan tingkat&lt;br /&gt;pertama, Ina Rachman.  Surat panggilan kesatu sampai ketiga untuk Erwin&lt;br /&gt;memang disampaikan lewat Ina yang tak lagi memegang kuasa dari Erwin.&lt;br /&gt;Media memuat rencana-rencana "penyerahan diri" itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menulis&lt;br /&gt;tanggal 5 Oktober 2010. Ada yang tanggal 7 Oktober 2010. Ini memang&lt;br /&gt;tenggat yang diberikan Kejaksaan.  Sejak itu media terus memburu Erwin&lt;br /&gt;yang berada di Bali. Tapi tak ada yang bisa memenuhinya.  Kawan-kawan&lt;br /&gt;Erwin di Bali dengan loyal menutupi keberadaan Erwin yang tengah bekerja memenuhi kontrak  sebagai konsultan sebuah penerbitan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling tahu kapan persisnya Erwin akan memenuhi panggilan eksekusi itu adalah dia dan pengacaranya untuk proses PK, Todung Lubis. Dewan Pers diberitahu juga karena sejak awal Erwin Arnada meminta bantuan advokasi dan hukum ke Dewan Pers secara resmi lewat surat. Soal teknis saja.  Pengacara anggap Erwin memenuhi eksekusi setelah Memori PK selesai dibuat, yakni tanggal 7 Oktober.  Todung Lubis juga ingin&lt;br /&gt;dampingi Erwin memenuhi panggilan Kejari. Dewan Pers menjembatani&lt;br /&gt;komunikasi dengan Kajari Yusuf agar dibolehkan menunda eksekusi ke&lt;br /&gt;tanggal 8 Oktober, sebelum pukul 17.00 Wib.  Kebetulan saya yang&lt;br /&gt;berkomunikasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajari Yusuf minta ada permintaan tertulis.  Sidang&lt;br /&gt;Pleno Dewan Pers pada Jumat, 7 Oktober 2010 yang dipimpin Prof Bagir&lt;br /&gt;Manan menyetujui permintaan itu, dan mengirim surat penjadwalan&lt;br /&gt;penundaan eksekusi. Dewan Pers juga menugasi saya, bersama Todung Lubis&lt;br /&gt;mendampingi Erwin memenuhi panggilan Kejaksaan.  Karena itu saya ikut&lt;br /&gt;menjemput Erwin di bandara Soekarno-Hatta. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbXR_fcSvI/AAAAAAAAG-8/ADWVLjvDZ2M/s1600/Todung%2BMulya%2BLubis%2B-%2BErwin%2BArnada-%2BUni%2BLubis.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbXR_fcSvI/AAAAAAAAG-8/ADWVLjvDZ2M/s400/Todung%2BMulya%2BLubis%2B-%2BErwin%2BArnada-%2BUni%2BLubis.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550360294881774322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Todung Mulya Lubis, Erwin, dan Uni Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum itu, sejak putusan MA jadi konsumsi publik, Dewan Pers mengirimkan surat kepada Presiden RI, meminta penundanaan eksekusi atas Erwin Arnada. Jawaban dari Direktur Perundang-undangan Sekretariat&lt;br /&gt;Negara isinya normatif.  Presiden tak bisa intervensi peradilan, dan&lt;br /&gt;proses pengajuan PK tidak menunda eksekusi.  Tentu saja kami tahu soal&lt;br /&gt;ini.  Namun dengan semangat menentang kriminalisasi pers dan menjaga&lt;br /&gt;kemerdekaan pers maka Dewan Pers mengajukan surat itu meminta diskresi&lt;br /&gt;Presiden. Kami tak yakin Presiden membaca langsung surat itu.&lt;br /&gt;Pengalaman Dewan Pers saat mengirim surat audiensi ke Presiden,&lt;br /&gt;berbulan-bulan surat tak berjawab. Pejabat Setneg katakan Presiden belum memberi waktu.  Nyatanya ketika saya mencoba mengecek via orang dekat Presiden, surat itu tak pernah diketahui. Respon dua hari kemudian datang. Presiden menyuruh pejabat Setneg minta maaf Dewan Pers via Prof Bagir Manan. Dewan Pers dijadwalkan bertemu awal November 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Si Kelinci Menuai Kontroversi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesan singkat masuk ke telpon seluler saya, Pukul 18.10 Wib, 25&lt;br /&gt;Agustus 2010. "Selamat malam Mbak Uni, ini Erwin Arnada.  Apa kabar,&lt;br /&gt;Mbak? Maaf jika ganggu.  Boleh saya telpon?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama saya tidak mendengar kabar Erwin Arnada?  Terakhir&lt;br /&gt;berkomunikasi dengannya sekitar April 2006, setelah penerbitan edisi&lt;br /&gt;perdana Majalah Playboy Indonesia, 7 April. Kami bertemu di Executive&lt;br /&gt;Lounge Hotel Hilton (kini Hotel Sultan).  Erwin ingin bertemu Karni&lt;br /&gt;Ilyas, saat itu Pemimpin Redaksi ANTV.  Saya wakil pemimpin redaksi&lt;br /&gt;ANTV, kebetulan sedang di ujung masa tugas sebagai anggota Dewan Pers&lt;br /&gt;periode 2003-2006.   Pembicaraan berkisar soal aspek hukum dari&lt;br /&gt;penerbitan Playboy Indonesia itu.   Karni Ilyas memang dikenal sebagai&lt;br /&gt;wartawan senior yang menguasai soal hukum.  Lama jadi pengelola rubrik&lt;br /&gt;hukum di Majalah Tempo, lalu mendirikan dan memimpin Majalah Forum&lt;br /&gt;Keadilan.  Dia juga Presiden Jakarta Lawyer's Club sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya saat  itu sudah ada pengaduan dari dua orang yang secara pribadi mengadukan Playboy Indonesia dan Erwin Arnada, dengan tudingan langgar pornografi.  Mereka adalah Baharuzzaman dan Syamsul Huda. Meski mewakili pribadi, tetapi dalam persidangan mereka dudukung oleh puluhan, bahkan ratusan massa yang menggunakan atribut FPI.&lt;br /&gt;Karni meyakinkan Erwin bahwa penerbitan itu menurutnya tidak melanggar&lt;br /&gt;pasal pornografi.  Saya masih ingat contoh kasus pelanggaran pasal&lt;br /&gt;pornografi yang selalu diceritakan Karni, juga disampaikan ke Erwin sore itu.  "Ada preseden sebelumnya, yang dimaksud melanggar porno atau cabul itu kalau puting buah dada dan belahan bokong kelihatan," kata Pak Karni.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada majalah edisi September 2006, Karni Ilyas muncul dalam rubrik The Playboy Interview. Wawancara sepanjang sembilan halaman itu menjadi wawancara paling lengkap dan menarik soal sosok Karni Ilyas, wartawan senior. "Saya ingin jadi legenda langit berita. Karena itu saya terus membuat berita eksklusif." Itu antaralain kutipan Karni Ilyas. Wawancara ekslusif dengan sudut pandang yang berbeda dan menarik adalah keunggulan Playboy.  Dan itu diteruskan edisi lokalnya.  Edisi perdana Playboy Indonesia yang mengantarkan Erwin ke penjara itu emmuat wawacara panjang dan terakhir dari almarhum Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia yang menuai kontroversi sempat dipenjara di jaman Orde Baru, dan mendapatkan penghargaan internasional untuk karyanya, termasuknominasi hadiah Nobel. Di waktu lain Playboy Indonesia memuat wawancara Fabianus Tibo, terpidana mati kerusuhan Poso.  Tibo sudah dieksekusi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4wF0MdI/AAAAAAAAG-s/X-CyFPCWKXE/s1600/Munarman-Playboy-Habib%2BRizieq.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4wF0MdI/AAAAAAAAG-s/X-CyFPCWKXE/s400/Munarman-Playboy-Habib%2BRizieq.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550357662227771858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Munarman dan Habib Rizieq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal penerbitannya, Playboy Indonesia memang menuai kontroversi.Pihak yang menolak penerbitan ini terutama keberatan karena MajalahPlayboy, induk dari Playboy Indonesia, sudah dianggap ikon media yang dianggap porno.  Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah kelompok Islam mengkritisi penerbitan majalah ini. Mereka belum membaca keseluruhan isi Playboy Indonesia yang sudah disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Meski isinya jauh lebih sopan dibandingkan dengan sejumlah penerbitan lain yang sampai hari ini dijual bebas di pasaran, di perempatan jalan, Playboy Indonesia dianggap tak pantas terbit.&lt;br /&gt;Pengadilan terhadap Playboy Indonesia adalah pengadilan atas asumsi dan&lt;br /&gt;stigma.  Orang tak mau peduli apa isinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baharuzaman, salah satu dari dua orang yang mengaku mewakili diri&lt;br /&gt;sendiri melaporkan Erwin Arnada dan pengelola Playboy Indonesia saat&lt;br /&gt;ditanyai majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengaku&lt;br /&gt;tidak membaca isi artikel di majalah edisi perdana, yang terbit 7 April&lt;br /&gt;2006.  Edisi inilah yang dilaporkan Baharuzaman dan Syamsul Huda, S.H.,&lt;br /&gt;ke Polda Metro Jaya.  Baharuzaman melaporkan foto-foto termasuk iklan&lt;br /&gt;yang dimuat di edisi perdana tersebut, yang menurutnya melanggar&lt;br /&gt;kesusilaan alias mengandung unsur pornografi.  Keduanya mengaku sebagai&lt;br /&gt;orang Muslim yang gerah dengan terbitnya Playboy Indonesia.  Ratusan&lt;br /&gt;massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam menyerbu dan merusak&lt;br /&gt;kantor redaksi majalah ini yang terletak di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi keamanan, Erwin memindahkan operasional majalah ke Bali pada Juni 2006.  Sejak itu, Playboy Indonesia terbit dari sana,&lt;br /&gt;meski tak bertahan lama. Erwin sendiri sibuk menghadapi sidang&lt;br /&gt;pengadilan yang dimulai pada 7 Desember 2006. Jaksa Penuntut Umum&lt;br /&gt;mendakwa Erwin dengan menggunakan pasal kriminal dalam KUHP. Dewan Pers&lt;br /&gt;mengutus Leo Batubara, wakil ketua Dewan Pers dan Atmakusumah&lt;br /&gt;Asraatmadja, mantan Ketua Dewan Pers, sebagai saksi ahli.  Keduanya&lt;br /&gt;menyatakan Majalah Playboy dikaregorikan produk pers.  Karena itu jika&lt;br /&gt;ada keberatan atas isinya, haruslah dikaji berdasarkan UU Pers No&lt;br /&gt;40/1999.  Bukan dengan Pasal kriminal sebagaimana dikenakan oleh JPU,&lt;br /&gt;yakni Pasal 282 ayat (3) KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 282 KUHP yang menjadi pangkal dijeratnya Erwin Arnada selaku Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Playboy Indonesia isinya adalah ayat (1): "Barangsiapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggarkesusilaan, atau barangsiapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau dditempelkan dimuka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut, memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barang siapa secara terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpadiminta, menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah. &lt;br /&gt;Yang membuat Erwin kena jeratan lebih lama adalah ayat (3) dari Pasal&lt;br /&gt;282 KUHP itu yang bunyinya: "Kalau yang bersalah melakukan kejahatan&lt;br /&gt;tersebut dalam ayat pertama sebagai pencarian atau kebiasaan, dapat&lt;br /&gt;dijatuhkan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau&lt;br /&gt;pidana denda paling banyak tujuh puluh lima ribu rupiah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi Erwin adalah korban suasana politik yang melingkupi negeri ini saat itu.  Rancangan UU tentang Pornografi dan Pornoaksi sedang dibahas di DPR dan menuai pro dan kontra.  Saksi ahli DR Chairul Huda SH, MH, misalnya, di depan persidangan menganggap Playboy Indonesia edisi perdana yang disoal saksi pelapor dan JPU TIDAK dapat&lt;br /&gt;dikategorikan melanggar Pasal 282 KUHP soal kesusilaan.  Tetapi jika&lt;br /&gt;merujuk pada definisi pornografi di RUU Pornografi dan Pornoaksi, maka&lt;br /&gt;konten Playboy Indonesia melanggar kesusilaan. Ada sejumlah saksi ahli&lt;br /&gt;didengar di persidangan Erwin, ahli pidana dari FHUI DR. Rudy Satriyo SH dan saksi ahli dari MUI menyatakan majalah dimaksud melanggar asas&lt;br /&gt;kesusilaan sebagaimana Pasal 282 KUHP.  Dalam amar putusan kasasi MA&lt;br /&gt;Majelis Hakim menggunakan kesaksian Rudy Satriyo dan saksi dari MUI&lt;br /&gt;untuk menjerumuskan Erwin ke bui.  Saksi ahli lain adalah Liston&lt;br /&gt;Simarmata, seorang agen penjual majalah di kawasan Duren Sawit, Jakarta&lt;br /&gt;Timur.  Dia mengakui bahwa antara pihak agen dan penerbit, dalam hal ini PT Velvet Silver Media, ada perjanjian tertulis bahwa majalah ini tidak boleh didistribusikan di tempat umum yang dapat dijangkau anak-anak dan dekat sekolah.  Ini sesuai dengan sikap pengelola majalah bahwa Playboy Indonesia adalah majalah untuk dewasa. Jelas bahwa Playboy Indonesia mencoba memenuhi rekomendasi Dewan Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Produk Pers Ditelikung Pasal Kriminalisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Segera setelah Playboy Indonesia edisi perdana terbit,  reaksi&lt;br /&gt;muncul. Tak kurang dari organisasi wartawan seperti PWI yang meminta&lt;br /&gt;Dewan Pers meneliti apakah Playboy Indonesia dapat dikatakan melanggar&lt;br /&gt;Kode Etik Jurnalistik?  Atas dasar protes dan masukan dari pihak-pihak&lt;br /&gt;di masyarakat maka Dewan Pers yang saat itu dipimpin Prof Ichlasul Amal&lt;br /&gt;melakukan sidang pleno.  Anggota Dewan Pers saat itu adalah almarhum R.H Siregar wartawan senior yang juga dedengkot PWI, Amir Effendy Siregar, Hinca Pandjaitan, Dokter Haji Sulastomo tokoh KAHMI, Leo Batubara, dr. Sutomo Pharasto dari unsur radio, saya sendiri, dan Santoso wartawan KBR 68H.  Saya ingat segala perdebatan dalam dua kali rapat yang membahas penerbitan majalah ini.  Semua sepakat Playboy Indonesia tidak melanggar Pasal 4 Kode Etik Jurnalistik yang menyatakan: "Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul.". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran cabul adalah "penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi."  Kami menganggap penerbitan untuk orang dewasa adalah hal yang wajar.  Yang perlu diatur adalah distribusinya.  Maka Dewan Pers sejak itu gencar menyampaikan perlunya UU Distribusi. Ini kami sampaikan juga di rapat dengar pendapat umum di Komisi I DPR RI. Pada tanggal 21 April 2006, Dewan Pers mengeluarkan Pernyataan Dewan Pers No 07/P-DP/IV/2006 Tentang Penerbitan Majalah Playboy Indonesia, yang isinya adalah:&lt;br /&gt;1.      Majalah Playboy Indonesia dapat dikategorikan sebagai produk&lt;br /&gt;pers yang dapat melanggar Uu Pers No 40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik.&lt;br /&gt;Karena itu penilaian atas isi dari penerbitan tersebut harus didasarkan&lt;br /&gt;kepada UU Pers No. 40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik.&lt;br /&gt;2.      Distribusi Majalah Playboy Indonesia edisi pertama yang terbit&lt;br /&gt;April 2006, tidak sesuai dengan segmentasi yang disebutkan dalam sampul&lt;br /&gt;depan majalah tersebut, yakni sebagai majalah hiburan untuk pria dewasa,&lt;br /&gt;maka majalah tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik, dalam konteks&lt;br /&gt;perlindungan anak dan remaja.&lt;br /&gt;3.      Dewan Pers mendesak penerbit dan pengelola Majalah Playboy&lt;br /&gt;Indonesia mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan menjaga distribusinya&lt;br /&gt;sesuai dengan segmentasi yang dituju. Pemerintah diminta segera&lt;br /&gt;melahirkan peraturan pemerintah menyangkut distribusi produk media bagi&lt;br /&gt;kalangan dewasa dengan mengacu kepada UU Perlindungan Anak.&lt;br /&gt;Jelas, Dewan Pers berpendapat Playboy Indonesia adalah produk pers.&lt;br /&gt;Karena itu seyogyanya dinilai dengan alat ukur Kode Etik Jurnalistik UU Pers, bukan KUHP.&lt;br /&gt;        Majelis Hakim di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan&lt;br /&gt;menolak dakwaan JPU yang ingin  Erwin dan Playboy Indonesia diadili&lt;br /&gt;dengan pasal 282 ayat (3) KUHP.  Menurut majelis hakim yang diketuai&lt;br /&gt;Efran Basuning, S.H., karena Playboy Indonesia adalah produk pers,&lt;br /&gt;seharusnya digunakan UU Pers. Di tingkat pengadilan banding, putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.  Erwin dan masyarakat pers bernafas lega.  Pengadilan menunjukkan sikap membela kemerdekaan pers&lt;br /&gt;dan menolak penggunaan pasal kriminalisasi terhadap pers.&lt;br /&gt;        Yang tak disangka adalah, JPU tidak puas, dan mengajukan kasasi.&lt;br /&gt;Tak ada yang tahu proses ini dilakukan.  Erwin Arnada yang sibuk bekerja di Bali tidak tahu.  Mantan pengacaranya Ina Rachman pun mengaku tidak tahu. Majelis Hakim kasasi di Mahkamah Agung memutus permohonan kasasi dari JPU pada 29 Juli 2009, yang isinya menerima dakwaan JPU.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Hakim MA ini diketuai Mansur Kartayasa, dengan anggota Imam Harjadi dan Abbas Said. Pertimbangan majelis hakim kasasi, kata Mansur, mengutip alasan permohonan kasasi Jaksa yang menyatakan bahwa delik dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers, tak mengatur delik penyebaran tulisan atau gambar yang melanggar kesusilaan atau kesopanan untuk dipertunjukkan di muka umum. Makanya, Jaksa hanya mendakwa Pasal 282 Ayat (3) KUHP, subsider Pasal 282 Ayat (2) KUHP karena kasus ini bukan bersifat pemberitaan atau opini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan media, Mansur mengatakan dalam penjelasan UU Pers sendiri menegaskan bahwa untuk menghindari pengaturan yang tumpangtindih, UU ini tak mengatur hal-hal yang sudah diatur dalam UU lainnya. Sementara perbuatan terdakwa Erwin berkaitan dengan menyebarkan gambar/tulisan yang merusak kesusilaan yang memang itu diatur Pasal 282 KUHP. "Atas dasar itu, majelis hakim kasasi yang terdiri dari pembaca satu sampai tiga, sepakat atas alasan kasasi Jaksa dapat dibenarkan karena pengadilan judex factie (PN Jaksel dan PT DKI Jakarta) telah keliru atau salah dalam pertimbangannya. Sebab, memang UU Pers sama sekali tak mengatur delik kesusilaan," kata Mansur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memori PK yang diajukan tim pengacara kantor Todung Mulya Lubis SH,  argumentasi Majelis Hakim MA diatas dianggap keliru. Pasal 5 ayat (1) UU Pers jelas-jelas mengatur tentang kesusilaan, yakni bahwa pers wajib menghormati norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat.  Putusan MA juga keliru jika dikatakan pasal 5 ayat (1) tersebut hanya mengatur tentang pelanggaran kesusilaan saja, namun tidak mengatur tentang penyebarluasannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Pasal 5 ayat (1) tersebut jelas-jelas diawali dengan kata-kata "pers"nasional berkewajiban", sedang kata pers itu sendiri didefinisikan dalam UU Pers sebagai "lembaga sosial dan wahanakomunikasi massa yang...menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan,...gambar,...dengan menggunakan media cetak.." (Pasal 1 angka(1) UU Pers).  Sehingga dalam kata "pers" itu sendiri sudah dengan sendirinya secara inheren terkandung unsur penyebarluasan, yakni tercermin dari kata-kata "menyampaikan informasi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori PK itu diajukan dengan alasan Putusan MA mengandung bentuk&lt;br /&gt;kekhilafan penerapan hukum yang nyata.  Ini juga yang dikatakan Prof&lt;br /&gt;Bagir Manan, ketua Dewan Pers, yang notabene mantan Ketua Mahkamah&lt;br /&gt;Agung. "Kita (Dewan Pers) mendukung upaya PK dan bahkan membantu proses&lt;br /&gt;ini sepenuhnya, karena melihat adanya penerapan hukum yang secara nyata&lt;br /&gt;keliru dalam kasus Erwin Arnada," ujar Prof Bagir. Dia mengatakannya&lt;br /&gt;dalam rapat Dewan Pers dan juga kepada media secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan memang muncul dalam perjalanan kasus Erwin Arnada. Dia  harus masuk bui tanpa pernah bisa melakukan upaya pengajuan Memori Kasasi. Putusan  MA itupun baru bocor ke publik, pada 25 Agustus 2010,  setahun lebih setelah Hakim MA memutuskan kasus ini.  Situs resmi MA yang dipasang di lobi Gedung MA justru memuat informasi bahwa Majelis Hakim MA menolak dawaan JPU. Ketika ditanya wartawan antv, Humas MA mengatakan yang harus jadi pegangan adalah petikan salinan putusan MA yang disampaikan ke PN Jakarta Selatan. Publik mengetahui putusan ini lewat sebuah pesan singkat yang saya terima dari Muhamad Rhiziq, Ketua DPP FPI. Nampaknya pesan singkat itu dikirimkan ke sejumlah media juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat dari nomor ponsel Rhiziq, Ketua Front Pembela Islam (FPI),25 Agustus 2010, Pukul 12.17 wib. "SIARAN PERS: Rencana FPI untuk demo, kejar &amp; tangkap ERWIN ARNADA Pemred PLAYBOY sebagai BURONAN  MAHKAMAH AGUNG RI.  Kamis, 26 Ags 2010 jam 10 pg di Petamburan. Sebar!".&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4S7mTZI/AAAAAAAAG-c/rEuSoKFqxh4/s1600/Demo%2BFPI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4S7mTZI/AAAAAAAAG-c/rEuSoKFqxh4/s400/Demo%2BFPI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550357654400290194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Respon saya atas sms itu: "Kog bisa buron MA?".  Dijawab oleh Rhiziq: "Besok kita jelaskan. Insya Allah." Pesan itu saya siarkan via Twitter siang itu juga.  Banyak respon masuk.  Ada debat di dunia maya antara mereka yang membela kemerdekaan berekspresi dan merasa aneh mengapa penerbit majalah yang jelas-jelas tidak langgar pornografi ketimbang menjebloskan para koruptor ke penjara.  Tentu saja ada suara yang membela putusan MA atas Erwin dengan mengatakan penerbitan porno kog dibela.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, 25 Agustus 2010, media online memuat berita soal rencana eksekusi putusan MA atas Erwin Arnada.  Media mengontak FPI via Munarman, salah satu ketua DPPnya. Ada kesan kuat bahwa FPI akan ikut campur mencari Erwin dan menyerahkan ke kejari Selatan.  Kesan yang mengkuatirkan semua pihak yang masih trauma dengan pengrusakan yang menimpa kantor Majalah Playboy Indonesia di tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga dikontak media untuk dimintai komentar atas putusan MA.  Tentu saja sebagai Dewan Pers kami konsisten menolak kriminalisasi pers. Itulah yang saya katakan malam itu, saat dikontak wartawan Detik.Com. Tanggapan dari FPI saya dapatkan via sms dari Muhamad Rhiziq, keesokan harinya. "Aslm. YTH: Uni Lubis, anggota Dewan PERS. Pengendara motor FPI tidak pakai helm Anda persoalkan, ERWIN sebagai PENJAHAT BURON dari keputusan hukum  MAHKAMAH AGUNG RI Anda bela dengan menyatakan di Detik.Com sebagai bentuk KRIMINALISASI PERS.  Maunya apa sih?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan itu saya terima Pada 26 Agustus, Pukul 09.50 Wib. Jawaban saya: "Posisi Dewan Pers konsisten bahwa untuk semua produk pers, apapun penerbitannya, kami harapkan menggunakan UU Pers 40/99, dan penanganannya dengan Kode Etik Jurnalistik. Berlaku untuk semua, tidak hanya kasus Erwin. Silahan baca semua statemen Dewan Pers mulai dari pimpinan dan anggota untuk semua kasus. Soal anggota FPI konvoi tidak&lt;br /&gt;pake helm, saya sampaikan protes pengguna Twitter. Thanks."&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lampu Kuning Kemerdekaan Pers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU5YB9vcI/AAAAAAAAG-0/V2S1VsE1WXw/s1600/Uni%2BLubis-Todung%2BMulya%2BLubis-Bambang%2BHarymurti.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU5YB9vcI/AAAAAAAAG-0/V2S1VsE1WXw/s400/Uni%2BLubis-Todung%2BMulya%2BLubis-Bambang%2BHarymurti.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550357672949038530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 12 Oktober, Dewan Pers mengundang pimpinan media masa, tokoh senior dan organisasi pers.  Hari itu juga Todung Mulya Lubis secara resmi memasukkan Memori PK Erwin Arnada ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  Di depan para pimpinan media dan para aktivis pro kemerdekaan pers, Todung Lubis jelaskan kronologis kasus Erwin Arnada.  Dukungan kuat datang dari semua yang hadir.  "Kriminalisasi wartawan ini harus kita lawan! Kita jadikan momentum untuk mengingatkan Pemerintah jangan membiarkan kriminalisasi dan kekerasan kepada wartawan." Kata Pak Rosihan Anwar, wartawan lima jaman yang secara khusus menyempatkan diri datang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikri Jufri pendiri Tempo, Djafar H. Assegaff dari Kelompok Media Indonesia-Metro TV, Ketua  PWI Margiono, Pemred RCTI Arief Suditomo, Pemred SCTV Don Bosco, dan banyak lagi wartawan dan senior media hadir.  Hari itu kami juga membahas keprihatinan akan makin banyaknya wartawan jadi korban kekerasan di seluruh wilayah diIndonesia.  Data Aliansi Jurnalis Independen (AJI), ada 40 kasuskekerasan terhadap wartawan di 17 Propinsi dalam setahun terakhir. Satu jam sebelum acara Dewan Pers menerima surat dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia yang melaporkan bahwa almarhum Ridwan Salamun, wartawan SUN TV yang tewas dalam bentrok warga di Tual, Maluku Tenggara, dinyatakan sebagai tersangka oleh polisi.  Tersangka? Saat sudah meninggal? Semua terkejut.  Tak habis pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Perrs menangani belasan kasus kriminalisasi dan mendampingi para wartawan yang hadapi ancaman bui.  Begitu banyaknya kasus di darah sehingga sejak 3 bulan lalu Dewan Pers melaksanakan pelatihan saksi ahli di daerah, agar ketika terjadi sebuah sengketa media di daerah, ada saksi ahli yang sudah memahami cara kerja dan seluk-beluk UU Pers bisa mendampingi wartawan yang duduk di kursi pesakitan di ruang sidang.  Sembilan anggota Dewan Pers yag berkedudukan di Jakarta tak lagi cukup untuk menangani makin banyaknya ancaman kekerasan dan penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka mmg memenjarakan sy, tp pikiran, spirit dan ide-ide sy tetap merdeka." Ini kicauan Erwin Arnada via akun Twitternya, 9 Oktober, Pukul 16.04 Wib.  Seingat saya, saat itu kami sedang di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.  Jaksa memproses penahanan Erwin di LP Cipinang. Ada beberapa teman Erwin yang menemani, termasuk Eko Kristianto dan Alfred Pasifico Ginting.  Alfred menulis artikel menarik di edisi perdana dengan sampul model dan presenter Andhara Early itu. "Melupakan Indonesia:. Tentang masa depan rekonsiliasi Timor Leste.  Lengkap dengan foto-foto indah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tulisan mendalam Agus Sopian soal "Negara, Agama dan KTP". Rubrik PlayFrame memasang foto-foto menyentuh dengan teks berjudul "Belia Terluka", soal anak-anak yang tak beruntung karena menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Linda Christanty, penulis terkenal dan juri beragam lomba menulis hadir dengan artikel berjudul "Tukang Perahu Itu Bernama Eddie", kisah pria AS yang datang ke Aceh pasca Tsunami dan membuatkan perahu untuk nelayan di sana.  So,Inspiring. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi 'Dee' Lestari menitipkan cerpen berjudul "Sepotong Kue Kuning."  Beberapa tulisan Playboy Indonesia menuai penghargaan tulisan berkualitas, termasuk dari Sampoerna Adiwarta 2007 untuk sebuah artikel yang ditulis Soleh Solikun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi tulisan bernas di majalah setebal 160 halaman itu.   Tetapi 20-an halaman foto-foto dan gambar yang jauh dari porno –terkecuali mereka yang otaknya memang didominasi pikiran ngeres-yang menjadi pertimbangan hakim MA. Oh, by the way, Andhara Early yang menjadi gadis sampul edisi Playboy Indonesia, adalah pembawa acara kampanye terbukaPresiden Susilo Bambang  Yudhoyono di pemilu 2009.  Presiden nampaknya tak menganggap Early sebagai model porno, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu "Spirit Carries On" yang dibuat John Petrucci dari kelompok musik Dream Theatre mengantar saya mengakhiri tulisan ini.  Mengingat mereka yang meninggal karena profesi ini.  Mereka yang dipenjara karena profesi ini. Mereka yang alami kekerasan dan ancaman karena profesi ini. Profesi yang saya geluti dan saya banggakan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Because I believe, that after we've gone, the spirit carries on"&lt;/span&gt;.###&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-9189001598664477980?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/9189001598664477980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=9189001598664477980' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/9189001598664477980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/9189001598664477980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/12/ketika-keadilan-ditegakkan-di-atas.html' title='KETIKA KEADILAN DITEGAKKAN DI ATAS ASUMSI DAN STIGMA'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TQbU4EoUVrI/AAAAAAAAG-U/jx02E_v_bVs/s72-c/erwin-arnada-dengan%2Bplayboy-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-1903557826211660810</id><published>2010-10-30T21:53:00.004+07:00</published><updated>2010-10-30T22:08:42.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tolak censorship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan internet sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet di china'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sri rahayu'/><title type='text'>Sensor Internet: Gerakan Internet Sehat (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuGs1m5I/AAAAAAAAG7I/pV-QTutYMs0/s1600/int_sehat-300x2512.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuGs1m5I/AAAAAAAAG7I/pV-QTutYMs0/s400/int_sehat-300x2512.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533854909297171346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SEORANG pengelola ISP mengungkapkan kepada saya bahwa ISP tengah mencermati dasar hukum perintah blokir yang dibebankan ke ISP. Selain tidak efektif karena tak semua ISP ikut serta, dan situs porno masih bisa diakses via BlackBerry yang servernya diproteksi kerahasiannya oleh RIM,  kebijakan yang ditempuh Menkominfo nyaris tanpa sosialisasi. “Kami langsung sepakat untuk menghormati bulan Ramadan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu ya harus jelas dasar hukumnya.  Peraturan Pemerintahnya.  Petunjuk pelaksananya,” kata sumber ini. Artinya, boleh jadi blokir situs porno oleh ISP hanya terjadi selama Ramadan.Kecuali Pemerintah mau pake cra kekuasaan, dan intervenís urusan privasi warganya. Membuka situs porno di kamar pribadi tentu sah saja. Bukan kejahatan.  Dosanya ditanggung sendiri, tapi negara tak berhak menghukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ISP, dan masyarakat pengguna internet, ketimbang menempuh cara blokir, yang terpenting dalam membangun kesadaran internet sehat adalah pendidikan melek media dan kampanye internet sehat. Kampanye Internet sehat ini yang digagas oleh ICT Watch yang digagas oleh @donnybu, pakar IT, menggandeng sejumlah mitra.  Swakelola dan Swadana tentunya. ICT Watch sudah melakukannya sejak tahun 2002. Dan informasinya bisa diakses via www.internetsehat.com.  Pertengahan tahun lalu Menkominfo pernah mencanangkan  kampanye internet sehat ke sekolah-sekolah.  Targetnya 5.000 sekolah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana  kick-off Agustus 2009. Berapa yang sudah dicapai Agustus tahun ini?  “Yang sudah terpasang baru 400 desa ibukota kecamatan. Diharapkan dapat selesai akhir tahun ini, karena kontrak baru dilakukan bukan April 2010,” kata Kapus Info Gatot S. Dewabroto via pesan pendek kepada saya, Kamis, 19 Agustus 2010.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuQ0HfRI/AAAAAAAAG7Q/KKrg2tNT4r0/s1600/Tolak+Internet+Sensorship.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuQ0HfRI/AAAAAAAAG7Q/KKrg2tNT4r0/s400/Tolak+Internet+Sensorship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533854912012057874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, rame-rame dukungan masyarakat terhadap kampanye internet sehat ketimbang blokir situs porno, justru menginspirasi  istri Menkominfo Tifatul Sembiring, Sri Rahayu.  Rabu, 18 Agustus, Bu Menteri meluncurkan Hotline Internet Sehat dan Aman melalui Yayasan Keluarga Kreatif Indonesia (YKKI).  Acara diadakan di Komplek Pondok Mandala II Blok N/1 Tugu Cimanggis, Depok, Jawa Barat.  Hasilnya? Dibuka hotline Internet-Sehat-Aman di sambungan telpon bebas pulsa nomor 0-800-1000-147. YKKI bekerjasama dengan SpeedyTelkom dan Kemkominfo serta beberapa pihak lain. Ibu Menteri Tifatul Sembiring adalah Dewan Pembina YKKI.  Dari mana dananya? Wallahu’ alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kasus Jerman dan Cina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain Cina, Jerman ternyata punya pengalaman menarik ketika  melahirkan aturan blokir situs porno. Adalah Menteri Urusan Keluarga, Ursula von der Leyen, yang memotori pembahasan dalam Pemerintahan Federal Jerman untuk memblokir situs internet. Tujuannya adalah memberantas pornografi anak. Ide besarnya ialah membangun arsitektur sensor yang memungkinkan pemerintah untuk memblokir konten yang mengandung pornografi anak. Federal Office of Criminal Investigation atau Kantor Investigasi Kriminal Federal akan menyusun daftar situs yang perlu diblok. Penyedia jasa internet wajib mematuhi aturan sensor dari pemerintah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan peraturan sensor internet berbaju blokir situs pornografi anak ini memicu protes luas dari kalangan pengguna internet.  Tidak hanya dari para hacker, maupun aktivis media digital, kecaman penolakan datang dari para blogger dan penggiat twitter.  Hastag yang digunakan mereka yang menolak peraturan sensor internet ini adalag #zensursula, mengacu pada sensor yang diprakarsai Menteri Ursula von der Leyen.  Mereka juga mengganti istilah sensor dengan #censursula.  Mirip dengan para pengguna Twitter di Indonesia yang mengganti kata macet dengan #Foke yang merujuk pada nama panggilan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari protes publik, sebuah petisi elektronik resmi disampaikan kepada Parlemen Jerman.  Dalam tiga hari 50.000 orang meneken petisi yang diberi judul “No Indexing and Blocking of Internet Sites”. Selama enam pekan, petisi elektronik itu terus dapat dukungan, dan mencapai 130.000 tanda-tangan, lebih dari jumlah minimal 80.000 tandatangan yang disyaratkan agar sebuah persoalan dibahas resmi di Parlemen Jerman.   Petisi penolakan sensor internet ini menjadi petisi yang paling banyak didukung dalam sejarah petisi publik di Jerman.  The Power of Social Media.  Sensor internet dianggap ancaman terhadap kemerdekaan informasi di Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas internet di Jerman tidak hanya teriak-teriak protes.  Mereka juga mengusulkan solusi bagaimana menangani problem pornografi anak tanpa memberlakukan peraturan setingkat Undang-undang yang berpotensi melanggar hak-hak kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi mereka. Kelompok kerja sensor bentukan masyarakat pengguna internet mendemonstrasikan altenatif solusi dengan, misalnya, menghapus lebih dari 60 situs yang mengandung konten pornografi anak dalam waktu selama 12 jam. Caranya? Gampang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kirim surat elektronik ke provider internasional yang kemudian menghapus konten yang relevan dari internet. Situs-situs ini dikenali dari daftar hitam yang dilansir berbagai negara dan didokumentasikan di Wikileaks. Demonstrasi ini mendasari argumen utama mereka yang menolak sensor internet: ketimbang secara efektif alokasikan waktu untuk menghilangkan konten ilegal dari internet, Pemerintah Jerman memilih sensor dan blokir internet. Sensor dan blokir internet adalah cara yang gampang bagi pemerintah, namun berbahaya.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuRKkueI/AAAAAAAAG7Y/AmDw5f2Bxrk/s1600/2005-5-18-china-internet-cafe_web.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuRKkueI/AAAAAAAAG7Y/AmDw5f2Bxrk/s400/2005-5-18-china-internet-cafe_web.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533854912106248674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang paling dikuatirkan para pengguna internet di Jerman adalah, manakala infrastruktur sensor dan blokir internet itu dipasang maka infrastruktur itu akan digunakan menyensor konten internet yang tidak diinginkan, tidak terbatas pada pornografi anak. Para politisi Jerman pendukung rancangan peraturan sensor internet itu bahkan sudah punya daftar konten yang perlu disensor berikutnya: situs judi, website Islam, mereka yang hobinya memaki Pemerintah. Bahkan, sebagaimana dimuat dalam artikel berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Internet The Dawning of Internet Censorship in Germany&lt;/span&gt;, 16 Juni 2009, penjualan musik via internet pun direncanakan akan disensor untuk melarang pembajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Cina? Negeri Tirai Bambu ini selalu dijadikan contoh manakala kita bicara soal pembatasan atas kebebasan informasi dan berekspresi. Sensor Internet adalah salah satunya.  Sejak lama Cina terapkan sensor Internet. Bulan lalu sebuah artikel menarik muncul dari kantor berita AP, ditulis oleh Anita Chang, 22 Juli 2010. Meski belum pernah diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Presiden Hu Jintao,  berita soal Cina membuka akses atas atas sejumlah situs porno bocor. Awalnya informasi muncul dalam diskusi penggiat Twitter.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan punya kaki, informasi ini menjelajah ke mana-mana dan menjadi perhatian dunia.  “Beneran nih, mereka sudah tidak lagi menutup situs web porno? Banyak situs porno dan forum diskusinya kini bisa diakses,” kata blogger William Long, via Twitter. Pesan itu sontak menarik perhatian para penjelajah Internet Cina yang selama ini terbiasa dengan blokir Internet di sana.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuv-SMYI/AAAAAAAAG7g/Lef8TTjugzU/s1600/China_internet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuv-SMYI/AAAAAAAAG7g/Lef8TTjugzU/s400/China_internet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533854920376201602" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang, pemerintah di sana sedang getol-getolnya kampanye anti pornografi, dan tak ada tanda-tanda adanya perubahan kebijakan menyangkut sensor Internet.  Nyatanya, delapan pekan setelah  kicauan William Long itu, sejumlah situs porno masih terbuka. Belum jelas apakah ini upaya mengubah kebijakan Internet secara diam-diam dan tak resmi, problem kebocoran secara teknis atau sebuah uji coba polisi Internet di Cina. Meski banyak yang heran, tapi kelonggaran yang diberikan oleh otoritas Internet di Cina disambut gembira. Soalnya selama ini sensor Internet di sana dipandang sebagai “selubung”atas tujuan utama sensor yang agresif, yakni memblokir situs dan konten yang berisi kritikan kepada pemerintahan Komunis di Cina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs soal hak asasi manusia dan aktivitas komunikasi para pembangkang politik juga menjadi sasaran pelarangan. “Jangan-jangan mereka (Pemerintah) berpikir, jika pengguna internet bisa melongok dan menikmati situs porno, mereka nggak akan memprhatikan soal-soal politik,” kata Anti. Michael Anti adalah nama samaran dari analis internet Cina, Zhao Jing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-1903557826211660810?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/1903557826211660810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=1903557826211660810' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1903557826211660810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1903557826211660810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/10/sensor-internet-gerakan-internet-sehat.html' title='Sensor Internet: Gerakan Internet Sehat (3)'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMwzuGs1m5I/AAAAAAAAG7I/pV-QTutYMs0/s72-c/int_sehat-300x2512.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-6435843910100165966</id><published>2010-10-25T15:47:00.004+07:00</published><updated>2010-10-25T16:06:30.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cut tari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tifatul sembiring'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='majalah playboy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewan pers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sensor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RPM Konten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kode etik'/><title type='text'>Sensor Internet (2): Kita di Era Konvergensi Media</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGUzLJ7XI/AAAAAAAAG6M/my6m1J-aXT0/s1600/operator.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGUzLJ7XI/AAAAAAAAG6M/my6m1J-aXT0/s400/operator.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531905040442846578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SEHARI sebelum memasuki bulan Ramadan,  Kemkominfo memanggil enam ISP terbesar yakni Indosat, Indosat Mega Media (IM2), XL Axiata, Telkomsel, Bakrie Telecom dan PT Telkom dan untuk melakukan uji coba blokir situs porno.  Pemberitahuan baru disampaikan dua hari sebelumnya. Menurut Tifatul, keenam provider sepakat dukung blokir situs porno. Mereka dipilih karena merepresentasikan pangsa pasar terbesar, yakni sekitar 87 persen. Ada 45 juta pelanggan internet di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan kami (pemerintah) mau diskriminatif. Tetapi, sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses via jaringan milik keenam operator tersebut.” Kata Gatot. S. Dewabroto, Kepala Pusat Informasi Kemkominfo sebagaimana dikutip media. Untuk sisa 13 persen lainnya, yakni SmartFren, Axis dan Tri (3), pemerintah tidak memberikan tenggat waktu. “Bukan berarti mereka (sisanya) kami abaikan.  Kami akan tetap evaluasi per periode tertentu.  Kita lihat seberapa jauh kepekaan mereka pada keberatan UU yang sedang berlaku. Dirjen Aptel terus mengawasi,” kata Gatot lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Aptel dimaksud Kapus Informasi Gatot adalah Dirjen Aplikasi Telematika di bawah Kemkominfo.  Tugasnya mengurusi konten. Maraknya junalis warga membuat penyedia konten jumlah kini jutaan.  Data Februari 2010 misalnya, ada 1 juta blogger di Indonesia, 21 juta pengguna Facebook, dan sedikitnya 5,6 juta pengguna Twitter.  Dalam jumpa pers Pesta Blogger 2010, Rabu, 18 Agustus 2010 terungkap bahwa jumlah blogger tahun ini mencapai 2,7 juta! dengan tren yang terus bertambah dari waktu ke waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi konten yang dipasok ISP.  Jumlah yang TIDAK mudah diawasi. Tak heran Menkominfo milih “jalur pintas”, sehingga perintah blokir situs yang bernuansa porno itu dilakukan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Postel No 1598/SE/DJPT/KOMINFO/7/2010 tentang Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan yang terkait dengan Pornografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Postel membawahkan Pos dan Telekomunikasi.  Tugasnya antara lain memberikan ijin bagi operator telekomunikasi, termasuk yang memiliki ijin penyedia jasa layanan internet, atau Internet Service Provider (ISP).  Kawasan ini terikat peraturan yang ketat berdasarkan UU Telekomunikasi, mulai dari hulu sampai hilir.  Praktisi jejaring media sosial Ventura Elisawati dalam Kolom Telematika di detik.com menulis, bisa jadi Menkominfo Tifatul menggunakan pisau Dirjen Postel karena dianggap lebih tajam dan sakti ketimbang pisau Dirjen Aptel dalam memaksa ISP menyensor situs dan konten  porno (Metamorfosis RPM Konten, detikcom, 16 Agustus 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala bertemu dengan Dewan Pers, 18 Maret 2010  di kantor Dewan Pers, Tifatul mengatakan bahwa kalaupun RPM Konten Multimedia atau apapun namanya akan diterbitkan, pihaknya akan mengundang para pemangku kepentingan untuk memberi masukan. Termasuk Dewan Pers.  Meski bersikeras bahwa RPM Konten tak dimaksudkan menyensor konten pers, Dewan Pers mengingatkan fakta bahwa situs berita  kini bekerjasama dengan ISP untuk menyediakan layanan konten. Ini era konvergensi media, di mana konten media bisa diantarkan ke publik lewat berbagai medium, terutama Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blokir separuh hati di bulan Ramadan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Menabur Angin, Dia Akan Menuai Badai.  Demikian judul buku yang ditulis oleh Soegiarso Soerojo beberapa tahun lalu, tentang perjalanan demokrasi di Indonesia.  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGVb8-akI/AAAAAAAAG6c/2OZ6elg4DoY/s1600/siapa+menabur+angin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGVb8-akI/AAAAAAAAG6c/2OZ6elg4DoY/s400/siapa+menabur+angin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531905051389225538" /&gt;&lt;/a&gt; ini yang pas dilekatkan ke pemerintah melalui sosok Menkominfo Tifatul Sembiring.  Kebijakan blokir internet dengan bungkus memblokir situs porno yang dilakukannya sejak hari pertama Ramadan menuai kritikan pedas dari penggiat media sosial. Sempat percaya diri bakal sanggup memblokir semua situs porno, sampai hari ke-9 di bulan Ramadan, dan boleh jadi sampai tulisan ini pun Anda baca, sebagian dari situs dewasa yang dianggap porno, seperti www.playboy.com, www.penthouse.com, dan www.17th.us  masih bebas diakses.  Padahal, Menteri Tifatul menyebut ketiga situs dewasa itu sebagai prioritas untuk dilenyapkan dari layar komputer di tanah air. “Yang didahulukan adalah situs dengan rating tinggi,” Kata Tifatul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Jumat, 13 Agustus 2010, usai salat Jumat, Tifatul mengancam Internet Service Provider (ISP) agar serius memblokir situs porno. Jika lalai, maka polisi turun-tangan menindak.  Menurut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini, polisi bisa langsung menindak sesuai UU 36/1999 tentang Telekomunikasi, UU 11/2008 tentang Pornografi dan UU 44/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ketika bertemu Kapolri Jendral Bambang Hendarso Daruri, Kamis, 12 Agustus 2010, saya menanyakan hal ini kepada Kapolri.  Apakah Polri akan menindaklanjuti kebijakan Kemkominfo soal ISP yang membangkang blokir konten porno di internet? “Sampai saat ini kami belum dapat informasi itu.  Kita akan tanyakan dulu ke Menkominfo,” kata Bambang Hendarso. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Menteri Tifatul menyensor internet tercium sejak awal.  Tak lama sesudah menjabat Menkominfo, dia membiarkan draf Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Konten Multimedia dipasang di situs resmi Kemkominfo untuk diketahui publik.  Draf awal memang dibuat tahun 2006 saat Menkominfo dijabat Prof Muhamad Nuh. Tapi Menteri Nuh menyimpan draf tersebut.  Ganti menteri, draft RPM dipublikasikan. Kontan menuai kritik tajam di berbagai jejaring sosial. Draf jadul versi 1.0 kata para penggiat media sosial, juga praktisi pers.  Selain isinya yang mengancam kemerdekaan berekspresi, draf itu juga menyalahi aturan peraturan perundang-undangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kemkominfo merujuk pada UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), maka pemerintah seharusnya lebih dahulu membuat Peraturan Pemerintah, sebagaimana diamanatkan UU tersebut.  Tapi, pemerintah ini memang suka reaktif, ketimbang secara konsisten menjalankan semangat demokratisasi.  &lt;br /&gt;Heboh penyebaran video yang berisi adegan seks yang melibatkan nama pesohor Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, rupanya mendorong intervensi pemerintah menyensor internet.  Sebuah pertemuan makan pagi digelar di ruang rapat utama Menkominfo, Kamis, 17 Juni 2010,  dua pekan setelah video cabul itu beredar di masyarakat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGVKCowCI/AAAAAAAAG6U/PaMjNP6aZmc/s1600/Bagir-manan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 317px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGVKCowCI/AAAAAAAAG6U/PaMjNP6aZmc/s400/Bagir-manan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531905046581133346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hadir Ketua Dewan Pers Prof Bagir Manan, Wakabareskrim Mabes Polri, para pengelola ISP dan asosiasi di bidang multimedia.  Pesan dalam pertemuan itu jelas, Menkominfo membeberkan rencana menyensor internet, terutama soal pornografi.  Dari pertemuan ini mencuat kontroversi pernyataan Menteri Tifatul soal “mirip-mirip Yesus” dalam konteks video cabul yang menghebohkan. Prof Bagir menyampaikan posisi Dewan Pers, yang berpegang kepada kemerdekaan pers berdasarkan UU No 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVIIlF452I/AAAAAAAAG6k/jLPG7klw0ic/s1600/dewan_persind.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVIIlF452I/AAAAAAAAG6k/jLPG7klw0ic/s400/dewan_persind.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531907029527488354" /&gt;&lt;/a&gt; produk pers yang penuhi kedua beleid itu, Dewan Pers menolak sensor. Tifatul Sembiring membantah pers bagian dari yang akan disayat oleh pisau sensor RPM Konten. Tapi kalau cara sensornya dengan menyaring kata-kata tertentu, misalnya ‘seks” atau ‘bugil’, produk pers pun bisa kena.  Berita yang memenuhi Kode Etik Jurnalistik bisa mengandung kata-kata terkait ‘seks” dan ‘bugil’.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situs www.trustpositif.depkominfo.go.id,  sensor melalui kata-kata tertentu dilakukan.  Kata-kata semisal ‘bokep’, atau ‘tante girang’, otomatis masuk saringan. Ketika saya telpon, staf khusus Menkominfo Henry Subiakto kembali menegaskan, kata-kata yang dipilih untuk memicu alarm  blokir internet adalah yang menurut data ratingnya tertinggi. Karena berpikirnya teknis demikian, tak heran jika situs soal-soal ujian UN termasuk yang terblokir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-6435843910100165966?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/6435843910100165966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=6435843910100165966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6435843910100165966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/6435843910100165966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/10/sensor-internet-2-kita-di-era.html' title='Sensor Internet (2): Kita di Era Konvergensi Media'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMVGUzLJ7XI/AAAAAAAAG6M/my6m1J-aXT0/s72-c/operator.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-4283132694564687551</id><published>2010-10-21T19:31:00.005+07:00</published><updated>2010-10-21T19:53:17.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebebasan berekspresi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tifatul sembiring'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budiono darsono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uni lubis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='twitter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pornografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media online'/><title type='text'>Blokir Internet:  How Far Can You Go? (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1tZQ-XKI/AAAAAAAAG5s/0WlzBx8F-r4/s1600/78626_laman_tifatul_sembiring_di_twitter.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1tZQ-XKI/AAAAAAAAG5s/0WlzBx8F-r4/s400/78626_laman_tifatul_sembiring_di_twitter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530479396403436706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Atas nama pemberantasan pornografi, Menkominfo paksa ISP menyensor Internet. Efektifkah?&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uni Z. Lubis&lt;/span&gt;*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Godaan puasa hari pertama malah dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;@tifsembiring t&lt;/span&gt;erkait pemblokiran situs secara ngawur. Tobat. Tobat”. Ini bunyi tweet &lt;span style="font-style:italic;"&gt;@budionodarsono&lt;/span&gt;, pemimpin redaksi media online &lt;span style="font-style:italic;"&gt;detik.com&lt;/span&gt;, yang dikirim ke dunia pengkicau pada hari Rabu, 11 Agustus 2010, pukul 11.44 wib. Ada nuansa geram. Jengkel. Kesal. &lt;br /&gt;        Ikhwal sepak-terjang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyensor internet dengan memblokir situs yang dianggap bermuatan pornografi mulai diketahui publik lewat posting Budiono pukul 11.27 wib hari yang sama.  “Wah, Kominfo nge-blok salah satu layanan detik.com. Dah ngawur”. Kicauan Budiono sontak menuai pertanyaan, komentar dari penghuni twitterland, jejaring sosial mikro. Semua bernada marah.  Protes kepada pemerintah.  Wabil khusus, protes ke Menkominfo Tifatul Sembiring.&lt;br /&gt;        Hari itu adalah hari pertama umat Islam di Indonesia melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Perilaku sabar disarankan agar ibadah khusyu.  Bagi penggiat internet, nampaknya hari itu ujian kesabaran lumayan berat. Tengoklah pengakuan Budiono sore itu, beberapa jam setelah fasilitas add surfing, alias iklan detik.com diblokir. “Hari pertama puasa cuma dapat lapar dan haus.  Pasrah”. Bukan cuma detik.com yang alami nasib aksesnya terblokir pisau sensor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).  Media online kompas.com alami juga.  Mereka yang kena sayatan sensor kebablasan ini terutama yang menggunakan Internet Service Provider (ISP) alias penyedia layanan telekomunikasi Telkomsel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1t1--AhI/AAAAAAAAG50/qkBZdm2EUsk/s1600/twitter_bird_follow_me__Small__bigger.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1t1--AhI/AAAAAAAAG50/qkBZdm2EUsk/s400/twitter_bird_follow_me__Small__bigger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530479404112544274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Budiono pantas gusar.  Iklan adalah pemasukan amat penting bagi media. Bagi media online, selain pendapatan lain-lain dari komisi penjualan tiket misalnya, iklan adalah andalan utama untuk hidup.  Gangguan atas akses iklan gara-gara pemblokiran situs oleh pemerintah adalah hal yang merugikan secara bisnis, belum lagi kalau bicara soal ancaman terhadap kemerdekaan berekspresi sebagaimana dijamin oleh UUD 1945 hasil amandemen di Pasal 28.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1uiMRUlI/AAAAAAAAG6E/8Cu0CeyL1qg/s1600/no+for+xxx.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1uiMRUlI/AAAAAAAAG6E/8Cu0CeyL1qg/s400/no+for+xxx.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530479415979496018" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;        Siang itu pelanggan Telkomsel tak bisa akses iklan detik.com.  “Access is denied due to security policy enforcement,” begitu kata yang tertera, sebagaimana dijelaskan pengurus pusat APJII Valens Riyadi lewat akun Twitter-nya.  Mengapa niat memblokir situs dan konten porno malah salah sasaran? Ini jawaban Menkominfo Tifatul Sembiring via Twitter, 11 Agustus itu, Pk 11.40 wib. “1 hari blokir situs-situs porno DIAKUI ada kekurangan. Kalau ada yang tidak porno diblokir, harap hubungi c/p masing-masing provider.” Media detik.com lantas memuat berita berjudul “Blokir Internet: Menkominfo Cuci Tangan, Provider Cuci Piring”.&lt;br /&gt; Menteri Tifatul membantah bahwa kebijakan blokir internet dilakukan karena memasuki bulan puasa. Menurutnya, pemerintah punya dasar kuat untuk memblokir internet guna melindungi dampak pornografi bagi anak-anak.  “Dasarnya adalah UU Pornografi dan UU ITE,” kata Tifatul Sembiring. UU No 44/2008 tentang Pornografi memang memberikan kewenangan kepada Pemerintah untuk memblokir penyebaran materi pornografi termasuk lewat internet. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1uOPO5CI/AAAAAAAAG58/-5dAFVJNZmc/s1600/konten+porno+tidakdianjurkan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1uOPO5CI/AAAAAAAAG58/-5dAFVJNZmc/s400/konten+porno+tidakdianjurkan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530479410623210530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        Hal itu diatur di Pasal 18. Sedangkan UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) Pasal 27 ayat (1) melarang penyebarluasan materi asusila melalui internet.  Pelanggaran atas aturan ini diancam sanksi penjara/pidana dari 6 (enam) bulan sampai 12 tahun penjara, dan sanksi denda dari Rp 250 juta sampai Rp 6 Milyar. Menilik  SE diatas, yang diancam diputus ijin, bahkan masuk penjara adalah ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Wartawan ANTV/Anggota Dewan Pers&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan bagian pertama dari lima tulisan. Naskah ini pernah dimuat di majalah Rolling Stone, terbit September 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-4283132694564687551?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/4283132694564687551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=4283132694564687551' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4283132694564687551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4283132694564687551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/10/blokir-internet-how-far-can-you-go.html' title='Blokir Internet:  How Far Can You Go? (1)'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TMA1tZQ-XKI/AAAAAAAAG5s/0WlzBx8F-r4/s72-c/78626_laman_tifatul_sembiring_di_twitter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-1915108143303936521</id><published>2010-09-16T21:53:00.005+07:00</published><updated>2010-09-16T22:14:36.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sang pencerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahmad dahlan'/><title type='text'>Sang Pencerah dari Langgar Kidoel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIzrKwxizI/AAAAAAAAG0I/lKQBPU8zqWQ/s1600/2010-September-Sang-Pencerah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 382px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIzrKwxizI/AAAAAAAAG0I/lKQBPU8zqWQ/s400/2010-September-Sang-Pencerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517529310198598450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIwBhnIQoI/AAAAAAAAG0A/y2R1pjx5_7g/s1600/P1000146.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIwBhnIQoI/AAAAAAAAG0A/y2R1pjx5_7g/s400/P1000146.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517525296242770562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIBUR lebaran lalu, kami sekeluarga menyaksikan film yang lagi  heboh: Sang Pencerah. Kami menyaksikannya di Ambarukma Plaza, Yogyakarta. Minat masyarakat Yogyakarta untuk melihat film itu luar biasa. Mommy Uni Lubis menyuruh keponakan saya, Eriza Hanif, untuk membeli tiket guna menonton tayangan yang jam 13.00. Jam 11 pagi ia antre, hasilnya tidak kebagian tiket. Walhasil, kami kebagian melihat yang jam 15.00.&lt;br /&gt;Waktu keluarnya film Sang Pencerah memang pas dengan suasana lebaran. Di Yogya, orang butuh rekreasi sejenak seusai capek bersilaturahmi ke tetangga dan saudara. Rekreasi itu bersifat religius. Dan Sang Pencerah memberi jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk orang Yogya, nama KHA Dahlan juga sangat memasyarakat. Tanyalah orang-orang setempat soal nama beliau, hampir semua penduduk mengenalnya sebagai pendiri Muhammadiyah. Apalagi nama beliau diabadikan sebagai jalan protokol cukup besar, yang melintas dari nol kilometer Yogya ke arah barat. Nol kilometer itu adalah perempatan Kantor Pos-Gedung Agung-Benteng Vredeburg-BNI. &lt;br /&gt;Di sepanjang jalan KHA Dahlan, ada rumah sakit PKU Muhammadiyah, Gedung Poesat Moehammadiyah, Toko Buku Persatuan. Dan, jangan lupa, Jl. KHA Dahlan melewati sisi utara Kauman, kampung asal usul Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama istri KHA Dahlan, yaitu Nyonya Siti Waldiyah, juga cukup dikenal. Dari alun-alun utara ke arah barat, terdapat Jalan Nyai Haji Ahmad Dahlan, nama Siti Waldiyah setelah menikah dengan KHA Dahlan. Pokoknya semua serba Ahmad Dahlan.&lt;br /&gt;Namun, baru akhir-akhir ini saja orang tersadarkan akan makna pentingnya napak tilas perjuangan Sang Kyai. Selama puluhan tahun, Langgar Kidoel, tempat ibadah yang menjadi awal mula pergerakan Ahmad Dahlan mengembangkan organisasinya, seperti teronggok begitu saja. &lt;br /&gt;Saya punya teman bernama Muhammad Bariq Utama, yang tinggal sekitar 100 meter dari langgar itu. ‘’Selama ini saya cuma lewat begitu saja. Langgarnya kurang terurus,’’ kata Bariq. Ia belum pernah salat di langgar itu. Ia kaget ketika diberi tahu bahwa Langgar Kidoel sudah direnovasi.&lt;br /&gt;Langgar Kidoel memang moncer lagi. Tahun ini pemerintah Kotamadya Yogyakarta merenovasinya. Tembok yang semula kusam, dicat putih. Bagian bawah langgar digunakan sebagai ruang audio visual. Kurang jelas apa yang ditayangkan di ruangan itu, karena ketika saya berkunjung ke Langgar Kidoel, Kamis 16 September lalu, ruangan masih tertutup. Musala juga dikunci rapat.&lt;br /&gt;      ****&lt;br /&gt;Langgar Kidoel adalah perwujudan dari Muhammadiyah yang serba simpel dalam beribadah. Di dalam langgar hanya ada sederet sajadah yang miring ke arah kiblat. Tidak ada ornamen atau foto yang dipajang di dalam musala. Bandingkan dengan masjid atau langgar milik NU, yang gemar memasang foto pendirinya, KH Hasyim Asyari.&lt;br /&gt;Kesederhanaan langgar itu juga sekaligus menunjukkan keteguhan hati KH Ahmad Dahlan. Tatkala ia merintis Muhammadiyah, masyarakat masih menjalankan ajaran islam yang penuh bumbu-bumbu tradisi. Misalnya, untuk mencari keselamatan masih harus berdoa di kuburan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIwBDIjfOI/AAAAAAAAGz4/OG3j0vX8m58/s1600/P1000140.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIwBDIjfOI/AAAAAAAAGz4/OG3j0vX8m58/s400/P1000140.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517525288061467874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang berdoa di ringin kurung. Zikir yang serba keras. Tahlil yang kuerass banget, dengan menggoyang-goyangkan kepala. Atau, memuliakan surat yasin untuk kesembuhan, atau mengantarkan seseorang ke surga.&lt;br /&gt;Di film Sang Pencerah, Ahmad Dahlan berkata, ‘’Allah menurunkan surat-surat dalam Al Quran itu sama derajatnya. Surat yasin tidak lebih dari surat lainnya.,,&lt;br /&gt;Bagi kita yang memahami konteks tata cara beribadah berbagai aliran dalam agama Islam, kita akan tahu, ucapan Ahmad Dahlan itu dampaknya sangat keras. Karena, kelompok yang mengusung kehebatan surat yasin juga tak kalah banyaknya…&lt;br /&gt;      *****&lt;br /&gt;Bagi orang Yogya, dan orang Muhammadiyah pada umumnya, film Sang Pencerah betul-betul kena di hati. Dialognya khas Yogya. Guyonnya juga gaya Yogya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bermaksud meresensi film ini. Saya hanya ingin mengajak para pembaca, terutama dari kalangan beragama, untuk menonton film itu ramai-ramai. Selama ini kita sering mendengar para agamawan, para guru, para intelektual, yang berteriak-teriak memaki-maki film Indonesia yang disebut sebagai ‘’menjual kemewahan, menjual ciuman, menjual paha dan dada’’.&lt;br /&gt;Film Ahmad Dahlan jauh dari itu. Sepantasnya kita mendukung produksi film semacam itu agar tidak merugi. Agar produsernya mau membiayai film serupa, di masa mendatang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-1915108143303936521?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/1915108143303936521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=1915108143303936521' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1915108143303936521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1915108143303936521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/09/sang-pencerah-dari-langgar-kidoel.html' title='Sang Pencerah dari Langgar Kidoel'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TJIzrKwxizI/AAAAAAAAG0I/lKQBPU8zqWQ/s72-c/2010-September-Sang-Pencerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-3568062153633515541</id><published>2010-09-02T12:35:00.003+07:00</published><updated>2010-09-02T14:30:14.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbakar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mobil'/><title type='text'>Mobil Terbakar di Cawang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84q4lGOLI/AAAAAAAAGsQ/2tuklt6657s/s1600/P1120169.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84q4lGOLI/AAAAAAAAGsQ/2tuklt6657s/s400/P1120169.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512186778318420146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jalan tersendat akibat mobil terbakar.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA Kamis 2 September 2010 ini, saya melintasi daerah Cawang, Jakarta Timur. Saya melaju dari arah pertigaan Kalimalang ke Cililitan. Setiba di terowongan yang di atasnya adalah jalan tol, lalu lintas tersendat. Macet.&lt;br /&gt;Ternyata sekitar 300 meter di depan ada mobil sedan yang terbakar. Saya segera mempercepat laju kendaraan, dan mengambil kamera. Jeprat-jepret. Saya mendapatkan gambar tatkala api masih membubung tinggi. &lt;br /&gt;Tak lama kemudian dating petugas pemadam kebakaran. Hanya dalam tempo lima menit, api itu padam diguyur air. Tinggallah mobil sedan itu teronggok dalam bentuk arang, menyisakan asap putih.&lt;br /&gt;Kata  pak polisi yang bertugas, mobil yang terbakar itu berasal dari tipe Corolla DX. Berarti umurnya sekitar 30 tahun. ‘’Begitu terbakar, pengemudinya terus turun. Orang rame-rame membantu mendorongnya.’’&lt;br /&gt;Mobil terbakar biasanya karena kortsleting listrik. Saya pernah mengalami, sekitar 15 tahun lalu, sewaktu membawa mobil VW Beetle, dari tempat tinggal Mommy Uni Lubis (ketika itu) di Rawamangun, ke rumah di Pekayon. Saya tidak tahu bahwa aki mobil VW terletak di bawah jok belakang. Dan saya juga tidak tahu, bagian bawah jok VW itu dari pegas logam.&lt;br /&gt;Ketika berjalan sampai Kalimalang, tiba-tiba terasa percikan api. Saya melihat ke bawah, terlihat kabel-kabel sudah terbakar. Segera mobil didorong ke pinggir. Beruntung waktu itu ada penjual air minum kelapa yang segera menyiramkan air di ember ke dalam mobil. Selamatlah mobil VW itu.&lt;br /&gt;Di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, April lalu juga ada mobil terbakar. Akibat kortslet juga. Saudara saya, kami memanggilnya sebagai Mas Suroto, pernah menghadapi kasus: mobil depan rumahnya terbakar. Bersyukur, Mas Suroto punya tabung pemadam api. Alhamdulillah, dalam waktu singkat mobil itu bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;Memang, tak ada salahnya bila pengecekan kabel-kabel mobil dilakukan dengan rutin, untuk mengetahui ada yang mengelupas atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84qUbdPiI/AAAAAAAAGsI/Dk90J5dWLH4/s1600/P1120151.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84qUbdPiI/AAAAAAAAGsI/Dk90J5dWLH4/s400/P1120151.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512186768614309410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84qGIznYI/AAAAAAAAGsA/QN5xuYpEtLY/s1600/P1120129.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84qGIznYI/AAAAAAAAGsA/QN5xuYpEtLY/s400/P1120129.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512186764777987458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84pxg6BRI/AAAAAAAAGr4/K0edojw6CPc/s1600/P1120122.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84pxg6BRI/AAAAAAAAGr4/K0edojw6CPc/s400/P1120122.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512186759241925906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84pWOa89I/AAAAAAAAGrw/yG4G8g5tu9A/s1600/P1120121.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84pWOa89I/AAAAAAAAGrw/yG4G8g5tu9A/s400/P1120121.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512186751916635090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-3568062153633515541?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/3568062153633515541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=3568062153633515541' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3568062153633515541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3568062153633515541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/09/mobil-terbakar-di-cawang.html' title='Mobil Terbakar di Cawang'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TH84q4lGOLI/AAAAAAAAGsQ/2tuklt6657s/s72-c/P1120169.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-1043401663531034579</id><published>2010-08-09T09:27:00.001+07:00</published><updated>2010-08-09T09:32:51.106+07:00</updated><title type='text'>KESABARAN BERSEPEDA</title><content type='html'>&lt;div style='text-align:center;margin:0px auto 10px;'&gt;&lt;a href='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TF9ny7cSuZI/AAAAAAAAGgQ/YPQedfiomgE/s1600/P1120039.JPG'&gt;&lt;img src='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TF9ny7cSuZI/AAAAAAAAGgQ/YPQedfiomgE/s320/P1120039.JPG' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style='text-align:center;margin:0px auto 10px;'&gt;&lt;a href='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TF9n0EqjgXI/AAAAAAAAGgg/K26YJhh939I/s1600/P1120041.JPG'&gt;&lt;img src='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TF9n0EqjgXI/AAAAAAAAGgg/K26YJhh939I/s320/P1120041.JPG' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM urusan olahraga, anak kami, Darrel Cetta, kurang begitu menyukainya. Olahraga renang, yang harusnya bisa untuk menjadi sarana penghilang capai, bisa membuatnya stress. Ia pernah merasa takut setiap kali mau berangkat latihan renang. Alhamdulillah, situasi kini membaik. Walaupun ia belum terampil berenang, tetapi sudah tidak stress lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan bersepeda juga begitu. Sampai kelas satu SD, ia belum juga bisa menaikinya dengan terampil. Padahal teman-teman sebayanya sudah wira-wiri berkereta angin. Saudara sepupu yang lebih kecil, juga sudah bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai mommynya mengeluarkan berbagai jurus, untuk membujuk anaknya mau ngotot latihan bersepeda. ''Kalau bisa naik sepeda minggu ini, mommy akan membelikan sepeda hotwheel,'' katanya. Sepeda hotwheel itu pada dasarnya sepeda biasa, hanya diberi stiker warna kuning dengan karakter-karakter hotwheel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kalau memang belum bisa, ya tetap saja belum bisa. Darrel tetap saja naik sepeda dengan satu kaki menyangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi kasus seperti ini, kita memang harus sabar, bila perlu ekstra sabar. Sampai suatu sore, ketika mommynya pulang dari kerja, Darrel dengan bangga bilang: Mom, aku sudah bisa naik sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memaksa mommynya yang masih capek ke taman di depan rumah. Darrel mengayunkan sepedanya dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, sejumlah perubahan besar terjadi. Siang hari ia tidak mau tidur, melainkan bermain sepeda. Hari Minggu ia tidak mau diajak ke bandara, mengantar mommynya. Ia memilih naik sepeda. Dengkulnya juga sudah lecet-lecet, kegores aspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah ia bisa naik sepeda, Darrel mendapat hadiah sepeda baru. Ia juga mendapat helm plus pelindung kaki dan lutut. Tapi masalah belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Darrel menghilang. Rupanya ia naik sepeda bersama teman-teman barunya, sesama pemakai sepeda. Ayahnya dan mommynya kini empot-empotan memikirkan bagaimana mengawasi sang anak.&lt;div style='clear:both; text-align:CENTER'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-1043401663531034579?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/1043401663531034579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=1043401663531034579' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1043401663531034579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1043401663531034579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/08/kesabaran-bersepeda.html' title='KESABARAN BERSEPEDA'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TF9ny7cSuZI/AAAAAAAAGgQ/YPQedfiomgE/s72-c/P1120039.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-7875515255491395344</id><published>2010-07-28T21:55:00.004+07:00</published><updated>2010-07-28T22:30:07.255+07:00</updated><title type='text'>G20: Identitas Internasional buat Indonesia, Panggung bagi SBY</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uni Z. Lubis, wartawan ANTV.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;S&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ebuah forum dibentuk untuk koreksi terhadap ketidakseimbangan ekonomi dunia pasca krisis 2007-2008. Setelah dua tahun berjalan, apa manfaatnya bagi Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan mendadak senyap. Para menteri dan pejabat Indonesia yang tadinya asyik berhaha-hihi di sebuah ruangan di lantai dua Hotel Westin Harbour, Toronto itu, duduk manis di kursi yang ditata memanjang, tiga saf di kiri-kanan. Di ujungnya sebuah kursi kosong, siap diduduki sosok yang dihormati di situ, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Kursi itu masih hangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 15 menit sebelumnya Presiden SBY, duduk disitu juga seraya mendengarkan puja-puji dari Richard Greene, penulis buku “Words That Shook The World”. Kata Greene, “Presiden SBY mengguncang dunia dengan idenya soal membangun harmoni antara dunia Barat dan Islam.”  Masih kata Greene, pidato SBY berjudul Towards Harmony Amongs Civilizations yang disampaikan di depan komunitas mahasiswa Kennedy School of Government, Universitas Harvard, September 2009 menawarkan ide segar. Ruangan dipenuhi keplok, tepuk-tangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY nampak girang. Greene menyejajarkan SBY dengan Presiden Barack Hussein Obama yang salah satu pidatonya juga ada di buku itu. Hari itu Sabtu, 27 Juni 2010, pukul 16.30 Waktu Toronto.  Di luar hujan gerimis.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFy3_q1tI/AAAAAAAAGbI/F80dzcYpJw0/s1600/COVER+BUKU+SBY.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFy3_q1tI/AAAAAAAAGbI/F80dzcYpJw0/s400/COVER+BUKU+SBY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498971885346150098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Cover buku SBY. Buku ini menyejajarkan SBY dengan Obama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara penyerahan buku usai.  SBY masih sukacita menimang Ipad, gadget baru yang lagi nge-tren.  Di dalamnya ada versi eBook dari buku Greene. Ia meninggalkan ruangan sebentar, 15 menitan. Ketika dia kembali masuk ruangan, duduk di kursi yang sama, lantas memulai briefing untuk para staf (baca: anggota delegasi RI, pejabat Istana dan staf KBRI di Kanada), SBY memulainya dengan menceritakan esensi dari pidato di Harvard itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato Harvard yang mengguncang dunia itu disampaikan setelah SBY mengikuti pertemuan G20 Summit di Pittsburgh, 24-25 September 2009. SBY melanjutkan kunjungan ke Boston untuk bertemu dengan forum pengusaha AS-Indonesia, lantas berpidato di Harvard pada 29 September 2009, sore hari. Pidato itu dimulai dengan peran Indonesia yang kian penting di dunia internasional. Bukti kuat adalah diundangnya Indonesia menjadi wakil negara-negara ASEAN dalam forum Kepala Negara G20 (G20 Summit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah prolog yang diselingi humor, disaksikan 1.000-an hadirin, dosen dan mahasiswa, termasuk putranya Agus Harimurti yang tengah menimba ilmu di sana, SBY menyampaikan betapa tepat  waktu saat ia mendapat kesempatan pidato di depan warga Harvard yang termasyhur.  “Bagi saya, G20 adalah salah satu manifestasi dari perubahan yang terjadi di dunia politik global,” ujar SBY.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G20 menjadi forum yang pertamakali mengakomodasi semua peradaban utama (major civilizations), tidak hanya negara barat, melainkan juga Cina, Korea Selatan, India, Afrika Selatan dan negara lain, termasuk tiga negara yang memiliki populasi penduduk beragama Islam besar yakni Saudi Arabia, Turki dan Indonesia. Forum multilateral lain seperti G8, G7 dan Dewan Keamanan PBB tidak  menggarisbawahi petingnya representasi ini. “G20 adalah representasi komunitas global dari beragam peradaban,” kata SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karena itu juga G20 dipandang sukses mengangkat dunia dari ancaman resesi global yang dipicu krisis finansial di AS, tahun 2008. Koordinasi cepat dan kongkrit yang dilakukan negara anggota G20 telah meletakkan dasar stabilisasi sistem di sektor keuangan, memulihkan kepercayaan yang berujung pada lahirnya tanda-tanda pemulihan ekonomi dunia, lebih cepat dari yang diperkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G20 lantas menjadi identitas internasional yang baru bagi Indonesia.  Lebih khusus lagi, bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.  Kisah masuknya Indonesia dalam forum Kepala Negara G20 berawal dari sambungan telpon di malam hari waktu Indonesia, sekitar 2 bulan sebelum pertemuan G20 tingkat kepala negara yang pertama berlangsung di Washington DC, 14-15 November 2008.   Kala krisis 2007 meledak, ada pemikiran untuk memperluas  G7 atau G8 Summit untuk diperluas jadi G13 atau forum tingkat menteri keuangan G20 yang sudah berdiri sejak 1999, ditingkatkan jadi tingkat Kepala Negara G20. Perancis condong ke G13. Jika forum G13 yang dipilih, Indonesia tidak masuk di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Indonesia merasa perlu masuk dalam sebuah forum dunia yang membahas krisis ekonomi. Apalagi Indonesia menganggap bisa berkontribusi pemikiran dan solusi berdasarkan pengalaman melalui krisis ekonomi 1997-1998.  Saat krisis 2007-2008 pun ekonomi Indonesia berhasil tumbuh positif, 4%, tertinggi ketiga di Asia setelah Cina dan India. “Kami melobi sekuat tenaga agar ada forum G20 Summit, di mana kepala negara Indonesia masuk di dalamnya,” kisah Dino Patti Djalal, staf khusus Presiden SBY bidang hubungan internasional, sekaligus juru bicara masalah luar negeri.  Diplomat Indonesia kasak-kusuk.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, telpon-telponan antara SBY, PM Australia saat itu, Kevin Rudd, dan Presiden Bush, membuat Indonesia diundang masuk forum G20 Summit. Soalnya AS memegang kunci dalam menentukan siapa yang diundang dalam forum kepala negara G20, dan Australia adalah sekutu penting AS, bahkan sering disebut sebagai deputy sherrif-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu telpon-telponan itu, adalah sejarah.  Indonesia masuk dalam jajaran klub elit dunia untuk membicarakan persoalan ekonomi. Sesudah Washington DcC, G20 Summit berikutnya di London, April 2009.  Kiprah Indonesia mendapat perhatian media internasional.  Pidato Presiden SBY di forum dunia, bahkan di dalam negeri, hampir selalu mengutip keikutsertaan Indonesia di G20 sebagai bukti pengakuan dunia atas peran Indonesia. Dan tentu saja peran kepemimpinan SBY.  Soal ini selalu menjadi bahan canda antara saya dan Dino Patti Djalal yang juga menjadi penulis pidato internasional SBY.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dino tahu saya hafal kalimat-kalimat yang ada dalam pidato-pidato SBY di sejumlah forum.  “Ah, kali ini banyak copy-paste lagi ya,” ujar saya kala mendapati pidato yang memuat kalimat yang sama dengan pidato-pidato terdahulu, termasuk Pidato SBY saat Pelantikan Presiden periode 2009-2014 di forum Paripurna DPR.  Kalau sudah begini, Dino biasanya cuma tesenyum simpul. Saya ikut meliput dalam rombongan Presiden SBY ke forum G20 yang pertama di AS.  Waktunya bersamaan dengan krisis Bank Century.  Delegasi Indonesia di forum menteri dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat pembahasan draf deklarasi Washington, dari pihak Indonesia yang terlibat adalah Anggito Abimanyu, Kepala Badan Fiskal Departemen Keuangan yang berfungsi sebagai ketua kelompok kerja dari Indonesia. Dalam negosiasi dilibatkan Mahendra Siregar, saat itu deputi menteri perekonomian sebagai “sherpa”, pendamping Kepala Negara saat pertemuan tingkat Kepala Negara. Juga dilibatkan,  Chatib Basri, ekonomi UI yang dalam daftar delegasi ditulis sebagai “deputi Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan G20 di Pittsburgh yang untuk pertama kalinya dihadiri Presiden terpilih Barack Obama juga saya liput. Tim kerja Indonesia masih sama. Dalam sebuah perbincangan dengan Anggito Abimanyu di Pittsburgh, saya mendapatkan informasi bahwa ide orisinal Indonesia yang masuk dalam deklarasi G20 adalah penambahan modal Bank Pembangunan Asia (ADB), dana talangan darurat untuk fiskal, countercyclical policy, serta capacity building untuk refornasi di sektor finansial.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Countercyclical adalah sebuah kebijakan ekonomi yang menerapkan hal bertentangan dengan keadaan yang terjadi saat itu, meredakan ekonomi saat dianggap terlalu “memanas”, atau merangsang saat ekonomi sedang “melambat”. Di Pittsburgh inilah Obama mendorong G20 sebagai forum utama untuk membicarakan kerjasama ekonomi internasional.  Sebuah ide yang disokong Indonesia, dan sempat ditentang Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Forum Sepakat untuk Tidak Sepakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sejak awal G20 memang bukanlah forum yang bersifat mengikat.  Forum ini menjadi tempat bagi negara anggota untuk saling mengkoordinasikan kebijakan yang diambil untuk penanganan krisis ekonomi di negara masing-masing.  Menuju G20 di Toronto saja, perbedaan sikap sudah tampak. Para pembuat kebijakan di Eropa masih kuatir bahwa bailout yang dilakukan atas krisis ekonomi Yunani bulan lalu menimbulkan risiko penjualan surat berharga dan menurunkan rating kredit pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Presiden Obama membawakan proposal AS yang pemotongan anggaran publik akan menimbulkan tekanan pada ekonomi dan mengancam lapangan pekerjaan. Sama halnya dengan debat soal berapa besar seharusnya anggaran yang digelontorkan ke publik sebagai stimulus ekonomi saat krisis terjadi, kini debatnya adalah kapan saat yang tepat untuk menghentikan (atau mengurangi) pinjaman kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru satu perbedaan, yang menyangkut kebijakan fiskal.  Hal lain adalah debat soal pengenaan dana provisi untuk cadangan jika terjadi krisis yang cenderung dilakukan bank berskala global.  Ide ini jelas disokong negara maju, tetapi berat dilakukan oleh negara berkembang. Negara maju akan dukung bank mengenakan persentase tambahan dana ini atas setiap penjualan kreditnya.  “Tapi dengan situasi ekonomi yang belum stabil di negara berkembang, kebijakan ini sulit diterapkan,” kata ekonom Anton Gunawan, sebagaimana dikutip koran Bisnis Indonesia (24/6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM Inggris David Cameron yang baru kali ini menghadiri pertemuan pemimpin ekonomi G20 datang dengan membawa proposal yang isinya pengetatan anggaran publik untuk penguatan fiskal. Inggris sudah melakukan upaya pemangkasan anggaran publik dengan akibat berkurangnya anggaran untuk polisi, militer, pemadam kebakaran, sekolah dan sektor publik lainnya. Bagi Inggris (dan juga Jerman dan Uni Eropa), saatnya melakukan kebijakan yang berakibat pahit saat ini, untuk hasil yang baik di masa depan.  Short term pain, long term gain. Ide ini ditentang AS yang ingin stimulus terus dilakukan, kalau tidak ekonomi bisa balik ke resesi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G20 Toronto adalah pertemuan ke-4 di tingkat kepala negara. Forum ini telah melansir sejumlah agenda reformasi di berbagai institusi yang terkait dengan penanganan ekonomi internasional. Negara yang ekonominya signifikan untuk mempengaruhi naik turunnya ekonomi dunia harus melakukan hal yang sama, mereformasi pengelolaan ekonominya.  Ambisi G20 tidak hanya menstabilkan keadaan ekonomi dunia pasca krisis ekonomi 2007-2009, melainkan juga membuat mekanisme antisipasi untuk mencegah trjadinya krisis serupa di kemudian hari. G20 juga menginginkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBF0VP7yDI/AAAAAAAAGbo/NbJLYUPQkRU/s1600/press+room+G20+di+toronto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBF0VP7yDI/AAAAAAAAGbo/NbJLYUPQkRU/s400/press+room+G20+di+toronto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498971910378866738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Press room pertemuan G20 di Toronto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen sentral dalam komitmen reformasi itu tercantum dalam kesepakatan yang diberi judul: Framework for Strong, Sustainable and Balanced Growth”, yang dihasilkan oleh Pittsburgh Summit 2009. Di situ anggota G20 sepakat untuk memikul tanggungjawab individual maupun bersama untuk menjamin sehatnya ekonomi global. Hal itu dilakukan dengan menyetujui sejumlah elemen kunci pertumbuhan, melakukan koordinasi kebijakan di masing-masing negara dengan dukungan Dana Moneter Internasional (IMF) dan institusi lainnya, juga sepakat untuk untuk selalu mendiskusikan tindakan yang diperlukan selanjutnya untuk melaksanakan komitmen di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa ada banyak alasan untuk skeptis terhadap komitmen untuk terikat dalam kesepakatan bersama dalam menjalankan kebijakan dan kerjasama ekonomi. Bahkan penanganan pasca krisis di masa sebelumnya yang dilakukan dengan pengawasan IMF menunjukkan sulitnya kerjasama ekonomi dilakukan.  Misalnya dalam hal memastikan tidak adanya sikap proteksionis untuk melindungi industri dalam negeri. Ada juga upaya G7 dan European Monetary Union (EMU) untuk kerjasama menangani  persoalan mata uang dan ketidakseimbangan fiskal, sering berakhir dengan skema kesepakatan yang bersifat “kosmetik”. Ujungnya adalah risiko dampak konter-produktif, gara-gara para peserta gagal atau enggan bersikap jujur dalam mengidentifikasi persoalan mendasar penyebab krisis. G20 ingin menghindari tidakan dan kebijakan supervisial seperti pengalaman masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penanganan krisis yang dilakukann melalui forum G20 juga menawarkan sejumlah inovasi.  Masing-masing anggota diharusnya menyampaikan secara terbuka, termasuk jadwal pelaksanaan kebijakan ekonomi dalam rangka penanganan krisis. Data-data yang dijadikan bahan pembuat kebijakan haruslah data terbaru.  Inovasi lainnya adalah akses langsung di setiap proses pembahasan antar tim kerja G20, dengan para pemimpinnya (baca: kepala pemerintahan/negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses di G20 juga menyertakan sejumlah perspektif dan skenario penanganan krisis.  Hal-hal ini sebelumnya luput dalam penanganan dengan cara lama yang didominasi agenda IMF dan negara maju. Tentu saja pertanyaan penting masih muncul di sini.  Soalnya Framework itu tidak mengatur sanksi apa yang misalnya diberlakukan jika ada yang melanggar kesepakatan.  Juga bagaimana mekanisme kerja yang berdasarkan prinsip kesejajaran dan keterbukaan bisa dilakukan dengan institusi lain di luar IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Awal krisis dan G20 Summit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Krisis finansial global pada 2007-2009, diyakini adalah dampak dari lemahnya regulasi di pasar uang dan institusi keuangan. Krisis juga disebabkan gagalnya lembaga kerjasama ekonomi dan keuangan dunia melakukan respon secara efisien. Sejumlah pertanyaan mendasar muncul.  Misalnya, bisakah di masa depan krisis seperti diprediksi, lantas diantisipasi? Bisakah kita membangun sebuah mekanisme pengelolaan krisis secara internasional yang bisa memberikan sistem deteksi dini atas potensi krisis, bahkan meredam akar persoalan pemicu krisis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya G20, meski membawakan sejumlah inovasi dalam mekanisme pengambilan keputusan, terutama keterlibatan langsung para kepala negara, namun usulan kebijakannya dianggap “lagu lama” dan tak beda dengan proposal serupa dimasa lalu yang di diresepkan oleh IMF dan Bank Dunia.  Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa pandangan kebijakan yang simplistis dapat menjebak kita, sehingga membuat kebijakan yang bersifat umum dan tidak menyentuh akar persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pittsburgh para pemimpin mendefinisikan elemen-elemen kunci dalam Strong, Sustainable and Balanced Growth. Juga cukup detil dalam mendeksripsikan komitmen pencapaian yg akan mereka lakukan, termasuk: Mengimplementasikan kebijakan fiskal yang bertanggungjawab, mencegah ekses pertumbuhan kredit yang tak terkendali, mencegah harga kredit dan aset menjadi penyebab destabilisasi ekonomi, mempromosikan anggaran pendapatan dan belanja negara yang lebih seimbang, memberlakukan kebijakan moneter yang konsisten dengan tingkat harga yang lebih stabil dalam konteks nilai tukar yang lebih mencerminkan fundamental ekonominya, melakukan reformasi struktural untuk menjamin peningkatan potensi tingkat pertumbuhan, dan pada saat dibutuhkan memperbaiki sistem jaring pengaman sosial.  Mempromosikan pembangunan yang berkesimbangan dan berkelanjutan dalam upaya mempersempit ketidakseimbangan dan menurunkan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Framework pada umumnya fokus pada stabilitas makro dan faktor yang dibutuhkan untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga mengandung sejumlah hal yang terkait dengan komitmen G20 untuk reformasi di sektor keuangan. Ini diwujudkan dengan pembentukan Financial Stability Board (FSB, Badan Stabilisasi Finansial).  Badan ini diisi oleh para menteri keuangan dan pimpinan Bank Sentral negara G20 ditambah sejumlah anggota dari negara yang meenjadi pusat-pusat keuangan dunia, lembaga multilateral, baik regional maupun global. G20 juga memperbarui komitmen untuk lingkungan yang menjamin perdagangan dunia yang bebas, juga menangani sejumlah isu pembangunan dan keamanan yang disebabkan krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kurang dari Pittsburgh adalah kebijakan tindak-lanjut dalam memonitor pelaksanaan komitmen tiap negara. Memang tidak mudah, karena setiap kali “pemaksanaan” atas pelaksanaan komitmen G20 bisa dianggap sebagai intervensi terhadap kedaulatan negara. Hanya melaksanakan komitmen bersama yang tidak dianggap sebagai kebutuhan mendasar secara individual juga akan menimbulkan kebijakan setengah hati.  Tanda-tandanya sudah jelas dalam G20 di Toronto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia dan G20 ke depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan Amsterdam-Toronto butuh waktu 8 jam. Ini etape ketiga dalam penerbangan delegasi SBY ke G20 kali ini. Pesawat Airbus Garuda Indonesia yang membawa sekitar 150 anggota rombongan, termasuk 6 menteri, dua pimpinan Dewan Perwakilan Daerah dan dua anggota DPR sempat transit di Dubai sebelum kembali transit di Amsterdam, Belanda.  Di tengah perjalanan, saat masih harus menempuh 4.600 kilometer, atau 4,5 jam penerbangan sebelum mendarat di Toronto, SBY menggelar jumpa pers di atas pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBF0CNdQNI/AAAAAAAAGbg/cw11YnhXOcI/s1600/jumpa+pers+presiden+sby+d+pesawat+mengenai+G20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBF0CNdQNI/AAAAAAAAGbg/cw11YnhXOcI/s400/jumpa+pers+presiden+sby+d+pesawat+mengenai+G20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498971905268203730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jumpa pers Presiden SBY di pesawat terbang, menjelaskan soal G20.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY mengawali dengan kilas balik krisis ekonomi. Dua tahun setelah krisis ekonomi, sesudah G20, pemulihan ekonomi berjalan, meski belum tuntas. Ketidakseimbangan ekonomi global masih terjadi, dan perlu dikoreksi. Menurut SBY, selama pemulihan krisis, Indonesia menunjukkan sikap sebagai “good guy” dengan melakukan reformasi sistem finansial, reformasi fiskal dan pengelolaan ekonomi secara hati-hati. Indonesia mengucurkan stimulus fiskal senilai Rp 76 trilyun, seraya tetap menjaga defisit 2,5%.  Cukup rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Krisis dan proses pemulihannya juga melahirkan pertanyaan soal hakikat angka pertumbuhan yang pas, yang berkelanjutan. “Karena itu saya canangkan triple track economy: pro growth, pro job, pro poor.  Ditambah satu lagi pro environment,” kata SBY. Formula 3+1 ini diyakini SBY bakal memastikan ekonomi Indonesia berjalan sesuai harapan.  Pertumbuhan 6-7% yang diperoleh dari kombinasi konsumsi, selisih ekspor dan impor dan investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tesis SBY ini dinamakan “eco-social market economy”.  Sebuah strategi ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, melainkan juga pemerataan.  Kembali ke konsep ekonomi Pancasila, ekonomi yang berkeadilan sosial.  “Unsur market, atau pasar harus tetap ada agar efisiensi ekonomi terjaga,” kata SBY.  Untuk mengelaborasi konsep ini SBY menugasi Komite Ekonomi Nasional untuk mengkaji ‘eco-social market economy”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diberikan kesempatan bertanya, saya menanyakan apakah G20 masih relevan bagi Indonesia, selain menjadi forum pertemuan Kepala Negara elit tentunya. Pertanyaan saya dasari atas kuatnya perbedaan kepentingan antara dua kubu kuat di G20, yakni Eropa di satu sisi (terutama Jerman dan Inggris) dan AS di sisi lain.  Juga beda kepentingan kelompok negara maju dengan negara berkembang misalnya dalam soal dana pencadangan bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rekaman gambar di kamera saya nampak nuansa “kurang berkenan” di wajah SBY saat mendengarkan pertanyaan saya. Seorang anggota delegasi kemudian mencolek saya dan berbisik,” Forum G20 ini jelas panggung internasional SBY.  Jangan tanya soal relevansinya dengan ekonomi Indonesia,” ujar sumber itu sambil tersenyum.  Sebenarnya saya hanya ingin menggali dampak kongkrit keikutsertaan Indonesia di G20 bagi rakyat. Dampak langsung. Maklum, keikutsertaan kita di forum-forum internasional, apalagi G20 punya sejumlah forum ikutan, jelas menambah biaya.  Perjalanan delegasi Indonesia ke forum-forum ini jelas tidak murah karena sedikitnya melibatkan 150 orang, belum termasuk tim pendahulu dari Istana Presiden maupun Sekretariat Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY menjawab dengan mengatakan bahwa  G20 adalah&lt;span style="font-style:italic;"&gt; policy coordination forum&lt;/span&gt;. Jangankan dalam forum internasional.  Di dalam negeri pun tidak mudah mengkoordinasikan kebijakan. Koordinasi dengan parlemen saja tidak mudah.  “Yang jelas, dengan G20, arah kebijakan dunia tidak lagi ditentukan oleh  G8, atau IMF,” kata SBY.  G20 juga perlu untuk komitmen mencegah krisis baru. Setiap anggota tidak bisa hanya mempertahankan ego masing-masing. “Intinya forum G20 ini tetap ada gunanya buat kita,” tegas SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sudah menyiapkan pertanyaan kedua, soal dalam negeri. Kebijakan kongkrit.  Tapi cuma ada jatah satu pertanyaan.  Giliran selanjutnya diberikan ke Bung Rikard Bagun, pemimpin redaksi Kompas, yang menanyakan problem pembangunan infrastruktur yang tak kunjung ada solusi.  Soal pembebasan tanah yang tertunda. Pertanyaan ini sebenarnya yang ingin saya kejar juga.  Apa realisasi dari program unggulan SBY di periode ke-2 di bidang ekonomi?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya semuanya masih jalan di tempat. Prof Gumilar Somantri, Rektor Universitas Indonesia yang ikut dalam delegasi mengatakan, berjaya di forum G20, mendapat gengsi bergabung di klub elit ekonomi dunia, tentu tak ada artinya jika problem ekonomi dalam negeri belum ketemu solusinya. “G20 banyak membicarakan makro ekonomi. Sektor keuangan.  Problem mendesak kita adalah sektor riel.  Ekonomi rakyat.  Shadow Economy,” Kata Prof Gumilar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban lebih gamblang soal kegunaan G20 saya dapatkan dari sherpa Indonesia kali ini, Mahendra Siregar yang juga menjabat wakil menteri perdagangan.  Saat ini, dengan mengandalkan konsumsi (dan tanpa pemerintah melakukan apapun, sebagaimana pernah dikatakan Kepala BKPM Gita Wirjawan), Indonesia menghasilkan pertumbuhan ekonomi 4,5-5%, maka forum G20 yang memastikan tidak terjadi praktik proteksionis berlebihan dari anggotanya, dan menjamin aliran modal dan investasi ke negara berkembang, membuat Indonesia bisa tumbuh 6-7%. Kondisi ini akan membuka kesempatan kerja lebih besar dan diharapkan mengurangi kemiskinan.  Clear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Iman Usman, mahasiswa jurusan hubungan internasional FISIP UI yang menjadi delegasi Indonesia ke My Summit, bersama 6 orang rekannya sesama mahasiswa UI mengatakan kepada saya via BBM, “Minimal dalam forum ini kita bisa menyuarakan kepentingan negara berkembang, selain untuk pertemuan bilateral di sela-sela acara.” My Summit adalah pertemuan antara orang muda dari 19 negara anggota G20. Selain mendapat kesempatan diskusi antar peserta, paparan dari sejumlah pembicara termasuk dari sektor swasta, peserta My Summit juga dapat waktu interaksi dengan para Kepala Negara, meski sangat sempit waktunya. Cukup buat foto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Iman ada benarnya juga.  Setiap kali hadir di G20 Summit, SBY memanfaatkannya dengan menggelar pertemuan bilateral.  Di Toronto dia bertemu PM Cina Hu Jintao, PM Belanda Jan Peter Balkenande, juga sarapan pagi bersama Presiden Barack Obama.  Sarapan ini menegaskan kembali draf kemitraan komprehensif yang akan diteken AS-Indonesia, termasuk komitmen dana US$ 165 juta selama lima tahun untuk kerjasama pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu sore, 27 Juni 2010. Sidang Pleno terakhir G20 Summit ditutup. Deklarasi Toronto diumumkan.  Ada 49 poin, termasuk ucapan terima kasih pada tuan rumah.  Kepentingan yang berbenturan diakomodir. Negara maju sepakat defisit anggaran belanjanya turun separo pada 2013, serta menurunkan rasio utang terhadap PDB pada 2016. Semua sepakat penuntasan dan implementasi perdagangan bebas dalam kerangka Putaran Doha.  Tak ada target jadwal dalam hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal mekanisme penanganan kasus yang berpotensi mencemarkan lingkungan seperti Gulf Oil Spill juga masuk dalam deklarasi. Usulan Indonesia sayangnya banyak yang belum gol.  Mulai dari penambahan modal Bank Dunia sampai pembiayaan untuk Climate Change. Walhasil, sebagai “good guy”, posisi Indonesia kebanyakan mendukung kesepakatan yang dianggap bermanfaat untuk koreksi ketidakseimbangan ekonomi global. Sehari jelang G20 Summit di Toronto SBY bercerita bagaimana seriusnya dia memonitor sikap masyarakat, analis, media, ekonom, soal G20. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya membaca tujuh media, sekitar 35 artikel.  Banyak nuansa perbedaan di situ, seolah-olah akan deadlock,” kata SBY. Tak jelas apakah proposal Indonesia disinggung dalam 35 artikel yang dibaca SBY. Media didominasi proposal AS, Eropa (Inggris dan Jerman), serta Cina. Di Media Center G20 pun, tak ada  informasi soal posisi Indonesia di forum G20 yang dibagikan ke wartawan di sana.  Padahal, ada 3.000 wartawan dari seluruh dunia yang setiap hari bekerja di Media Center.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFzAAxWvI/AAAAAAAAGbQ/tFhIDKpfQkc/s1600/Dg+Dino+Patti+Djalal+di+depan+Anitkabir+Museum,+di+sini+Jendral+Kemal+Attaturk,+pendiri+Republik+Turki+dimakamkan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFzAAxWvI/AAAAAAAAGbQ/tFhIDKpfQkc/s400/Dg+Dino+Patti+Djalal+di+depan+Anitkabir+Museum,+di+sini+Jendral+Kemal+Attaturk,+pendiri+Republik+Turki+dimakamkan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498971887498255090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uni Lubis dan Dino Patti Djalal di depan makam Bapak Pendiri Turki, Kemal Attaturk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbagi hasil G20 Toronto di Ankara, Turki, malam hari usai semua perhelatan G20, SBY mengatakan, “ternyata apa yang dikuatirkan media dan semua pihak tak terjadi.  G20 sepakat mengakomodasi semua kepentingan masing-masing anggota.”  G20 Summit di Toronto menghasilkan tujuan kembar: melanjutkan pemulihan ekonomi dan mencegah krisis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, para pemimpin dunia di G20 nampaknya menjalankan apa yang disampaikan Angel Gurria, sekjen OECD dalam debat soal pemulihan ekonomi versus pengetatan anggaran (austerity).  “Its not a dilemma.Its a fool dilemma.  You have to do both. If there is a fire we all know what to do. We get a hose, we get a pail of water, spit on it, throw Cocacola on it whatever to put it out.  Right now the fire’s over. We saved the house, Mostly, but you’ve got to paint it, plaster it, whatever.###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa sih G20?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFzocbAHI/AAAAAAAAGbY/qgYX8ZOa7Kw/s1600/foto+halaman+rolling+stones+yang+memuat+artikel+soal+G20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFzocbAHI/AAAAAAAAGbY/qgYX8ZOa7Kw/s400/foto+halaman+rolling+stones+yang+memuat+artikel+soal+G20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498971898351648882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Halaman di Rolling Stones yang memuat artikel Uni Lubis soal G20.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah Menteri Keuangan Jerman dan Kanada.  Anggota G20 Summit saat ini adalah AS, Australia, Argentina, Brasil, Meksiko, Belanda, Perancis, Italia, Jerman, Uni Eropa, Arab Saudi, Turki, Indonesia, India, Jepang, Cina, Korea Selatan, Afrika Selatan, Rusia dan Kanada. Dahsyatnya dampak  krisis 2007 yang dipicu krisis finansial di AS, membuat forum tingkat menteri ditingkatkan jadi forum tingkat Kepala Negara, atau The G20 Summit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*) Tulisan dimuat di majalah Rolling Stones, edisi Agustus 2010&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-7875515255491395344?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/7875515255491395344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=7875515255491395344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7875515255491395344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7875515255491395344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/07/g20-identitas-internasional-buat.html' title='G20: Identitas Internasional buat Indonesia, Panggung bagi SBY'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TFBFy3_q1tI/AAAAAAAAGbI/F80dzcYpJw0/s72-c/COVER+BUKU+SBY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-2076554055218813542</id><published>2010-07-26T21:07:00.002+07:00</published><updated>2010-07-26T21:25:29.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taman menteng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sawit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green living'/><title type='text'>Green Living, Hidup Tanpa Sawit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z6C-UpoI/AAAAAAAAGa8/eAJRmMtZmec/s1600/P1120033.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z6C-UpoI/AAAAAAAAGa8/eAJRmMtZmec/s400/P1120033.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498219942598977154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z3c2rkqI/AAAAAAAAGac/BECLyoRxWgE/s1600/DSC_0052.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z3c2rkqI/AAAAAAAAGac/BECLyoRxWgE/s400/DSC_0052.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498219898006639266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMARIN, Ahad 25 Juli 2010, Mommy Uni Lubis, saya, dan Darrel Cetta, jalan-jalan ke Taman Menteng, Jakarta Pusat. Di taman bekas lapangan sepak bola Persija itu tengah berlangsung festival ‘’green living’’, alias gaya hidup serba hijau. Dibuat istilah dalam bahasa Inggris memang biar kelihatan wah, gaya, dan cerdas. Seperti halnya perumahan ‘’riverside’’ kesannya mewah, lain halnya kalau diberi nama ‘’girli’’ alias pinggir kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara acara ini adalah LSM Sawit Watch bekerjasama dengan Radio 68H. Sawit Watch ini LSM yang tugas utamanya memelototi pembangunan perkebunan sawit. Landasan berpikir LSM Sawit Watch ini cukup simpel. Kebun sawit dalam jumlah kecil tidak begitu bermasalah. Tapi bila ratusan ribu hektare hutan dibabat, lalu dijadikan sawit, bakal menimbulkan akibat cukup berat. Pertama, ada perubahan ekosistem. Kedua, sawit ini pohon yang rakus air, sekitar 10 liter sehari. Kalau dalam satu hamparan ada 10.000 pohon? Bakal 100.000 liter air dihabiskan oleh sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terhadap sawit dihimbau dimulai dari setiap rumah tangga. Tepatnya, dari dapur. Kalau tiap hari satu rumah tangga mengurangi minyak gorengnya 100 cc saja, dampaknya lumayan. Bila diasumsikan terdapat 40 juta rumah tangga, maka akan terjadi penghematan 4 juta liter sehari. Lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada pagi itu juga ada demo masak dengan resep tanpa minyak goreng. Sehat juga sih. Bagi Anda yang ingin diet, dipersilakan mencoba resep yang serba rebus... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      ****&lt;br /&gt;Namun apakah Indonesia betul-betul tidak memerlukan perkebunan sawit lagi? Ini pertanyaan besar, yang kalau mau dijawab, butuh makalah ratusan halaman. Bila ada 10 ahli, pasti akan muncul 30 pendapat. Soalnya di samping berbagai dampak buruk yang dikemukakan di atas, ada banyak manfaat bisa dipetik dari sawit.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z5xqsbXI/AAAAAAAAGa0/wq-qjxhK34Y/s1600/DSC_0064.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z5xqsbXI/AAAAAAAAGa0/wq-qjxhK34Y/s400/DSC_0064.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498219937953246578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terbayang nasib industri kosmetik, industri pangan, industri obat-obatan, bila tanaman sawit dilarang. Turunan dari industri sawit ini amat luar biasa. Buka saja mie instan goreng di dapur. Di dalamnya terdapat satu plastik kecil minyak goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkebunan sawit juga membutuhkan pengolahan, perawatan, persiapan. Semuanya menyerap tenaga kerja. Dari buruh kasar sampai yang punya gelar ‘’tukang insinyur’’. Untuk administrasi, juga butuh orang keuangan, legal, sekretaris, dsb. Pendek kata, industri sawit sudah menyerap tenaga kerja yang berjibun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang perlu adalah penataan, agar dampak lingkungan perkebunan sawit bisa diminimalkan. Kalimat saya yang terakhir ini gampang diucapkan. Semua pasti setuju. Tapi bagaimana realisasinya, pasti akan terdapat pertengkaran cukup sengit antara kalangan industri, LSM, dan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z5XINzzI/AAAAAAAAGas/PNX7XvaEjsI/s1600/P1120025.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z5XINzzI/AAAAAAAAGas/PNX7XvaEjsI/s400/P1120025.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498219930829311794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, kalau alasannya adalah demi pemanasan global, kita seharusnya juga keberatan terhadap pembangunan sawah untuk tanaman padi. Budidaya padi dengan sawah tergenang ditengarai sebagai salah satu biang pemanasan global..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, semua ada dampak positif. Ada juga negatifnya.&lt;br /&gt;     *****&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z4lsQlWI/AAAAAAAAGak/V7o1ZDHeiak/s1600/DSC_0060.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z4lsQlWI/AAAAAAAAGak/V7o1ZDHeiak/s400/DSC_0060.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498219917558715746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di acara green living itu, Mommy Uni Lubis membeli makanan dari salah satu warung. Lumayan enak. Rasanya gurih. Nyaman di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng Mommy Uni menanyai ibu penjual. ‘’Ini dimasak pakai apa bu?’’&lt;br /&gt;Dengan spontan, ibu penjual itu menjawab, ‘’Oh, ini dengan minyak goreng Sunco.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mencari lewat google. Minyak goreng Sunco ini diproduksi oleh PT Rajawali Nusindo, ‘’100% dari minyak kelapa sawit.’’&lt;br /&gt;Wah, panitia kecolongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-2076554055218813542?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/2076554055218813542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=2076554055218813542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2076554055218813542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/2076554055218813542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/07/green-living-hidup-tanpa-sawit.html' title='Green Living, Hidup Tanpa Sawit'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TE2Z6C-UpoI/AAAAAAAAGa8/eAJRmMtZmec/s72-c/P1120033.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-5649053042832028016</id><published>2010-07-11T15:28:00.006+07:00</published><updated>2010-07-11T16:33:28.640+07:00</updated><title type='text'>Nggowes di Taman Mini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEAiOnGZI/AAAAAAAAGXk/p59-Pw3MmFE/s1600/P1110717.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEAiOnGZI/AAAAAAAAGXk/p59-Pw3MmFE/s400/P1110717.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492566365277985170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI Minggu 11 Juli 2010 ini kami sekeluarga –saya, Mommy Uni Lubis, dan Darrel Cetta-- berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan ini masih dalam rangkaian mengisi liburan Darrel Cetta. Soalnya kalau selama libur dia hanya tinggal di rumah, kasihan. Kunjungan ke Taman Mini menurut kami juga pas.&lt;br /&gt;Taman Mini adalah tempat yang tak akan pernah habis untuk dijelajahi. Pertama, udaranya cukup segar. Kedua, Taman Mini adalah tempat yang pas untuk wisata edukasi: dari museum, taman, Keong Mas, masjid At Tiin, hingga berbagai pusat pengetahuan. Ketiga, selama tiga bulan ini, paling banter kami hanya ke Snow Bay, lokasi permainan air yang masih gres di Taman Mini. Di situ pula Darrel merayakan ulangtahunnya ke-7, bersama teman-temannya. Kali ini kami ingin mengenalkan pada Darrel berbagai sudut lain mengenai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEBeQ3HFI/AAAAAAAAGX0/DnnL56vy73c/s1600/lokasi+taman+mini.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEBeQ3HFI/AAAAAAAAGX0/DnnL56vy73c/s400/lokasi+taman+mini.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492566381393550418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taman Mini tak begitu jauh dari rumah kami yang terletak di Jaticempaka –kelurahan terluar di Provinsi Jawa Barat, yang menempel wilayah Pondokkelapa, Jakarta Timur. Hanya sekitar 10 Kilometer, 30-an menit dengan mobil, melalui Jalan Jatiwaringin Raya. Kami datang di pagi hari. Tujuannya memang untuk berolahraga sepeda.&lt;br /&gt;      *****&lt;br /&gt;Menyediakan sepeda merupakan salah satu cara TMII untuk menyesuaikan dengan perubahan jaman. Tatkala nggenjot sepeda lagi jadi trend, TMII ikut menyediakan fasilitas naik sepeda. Maklum, ini eranya orang naik sepeda sebagai bagian dari gaya hidup.&lt;br /&gt;Sewaktu di Yogya, saya naik sepeda karena bapak ibu memang tidak punya rejeki yang cukup untuk membelikan saya sepeda motor. Begitu pula dengan teman-teman saya di era 1980-an itu. Kalau kegiatan saya waktu itu diberi istilah sekarang, mungkin namanya ‘’bike to school’’. &lt;br /&gt;Di Pekalongan, hingga sekarang, buruh pabrik tekstil naik sepeda karena ya memang itu mampunya. Dapat sehat, dapat teman, dan dapat murah. Di Bantul, tiap hari tukang-tukang batu naik sepeda ke arah Yogya. Kalau dalam bahasa Jakarta sekarang, para tukang di Bantul dan para buruh di Pekalongan itu masuk kelompok ‘’bike to work –alias B2W’’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEBlU8udI/AAAAAAAAGX8/XRm1AoeGZKE/s1600/P1020139.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEBlU8udI/AAAAAAAAGX8/XRm1AoeGZKE/s400/P1020139.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492566383289743826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di era sekarang, orang naik sepeda bukan berarti tak mampu beli sepeda motor. Lihat saja, orang-orang yang menggowes sepedanya sering kali memboncengkan sepedanya di mobil. Lalu di lokasi tertentu, sang majikan turun, menggenjot sepeda. Si sopir diberi tugas mengawal si bos.&lt;br /&gt;Ini mungkin jaman yang kebolak-balik. Dulu orang beli handphone untuk bicara. Tapi sekarang, kadang orang tidak mau bicara dengan handphone. Maunya bersms atau beremail… Hehehe…&lt;br /&gt;Di Indonesia, kegemaran bersepeda sempat meredup. Namun kini muncul lagi, seiring kesadaran masyarakat akan perlunya lingkungan yang sehat. Muncullah berbagai klub bersepeda: Bike to Work, Dubic, Army Cycling Club, Suryadharma Cycling Club, Trijata Cycling Club, dsb. Boom kegemaran bersepda bisa dilihat di jalan protokol Jakarta, tatkala car free day. &lt;br /&gt;Saya punya beberapa teman yang termasuk penggila bersepeda. Wikanto Atmanto, teman SMA di Yogya yang kini bekerja di Bank CIMB Niaga, amat gemar nggenjot kereta anginnya. Lihat saja foto-foto di facebooknya. Foto dia naik sepeda di Parangtritis, Candi Boko, di Yogya, di BSD, semua terpampang. Lengkap dengan helmnya. Kawan saya yang lain, Agung Primanto, juga begitu. Ia sering memajang status di facebooknya: ‘’ayo nggowessss…’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEA1AWjyI/AAAAAAAAGXs/nK2OwqyqyzA/s1600/P1020137.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEA1AWjyI/AAAAAAAAGXs/nK2OwqyqyzA/s400/P1020137.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492566370318454562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiknya Mommy Uni Lubis, namanya Om Andi Lubis, juga hobi bersepeda. Beberapa kali kami janjian dengan dia bertemu di Jalan Thamrin, tatkala jalan itu dibebaskan dari kendaraan bermesin milik pribadi. Ia juga pernah ke Taman Mini, untuk bersepeda. &lt;br /&gt;Saya juga termasuk penggowes, walau bukan maniak. Tiap hari Minggu, saya mengayuh sekitar 30 Kilometer. Namun hari Minggu 11 Juli ini, saya hanya menyusuri area sekitar 3 Kilometer, mengitari area dalam Taman Mini. Sepedanya beroda empat. Bisa ditumpangi tiga orang.&lt;br /&gt;Jalur di dalam Taman Mini lumayan enak. Jalannya halus, aspalnya utuh. Namun, hati-hati. Jalan untuk sepeda masih berbaur dengan bis-bis besar, mobil pribadi, sepeda motor. Ada kalanya mereka jalan ngebut. Sebagian dari mereka mengemudi seperti terburu-buru. Sama sekali tidak memberi kesempatan sepeda untuk berbelok. Apalagi bis-bis yang datang berombongan. Pokoknya sangat berbahaya.&lt;br /&gt;Hari ini kami mendapat kesulitan, hanya sekadar untuk berbelok kanan. Rombongan bis Hiba Utama sama sekali tidak mengijinkan kami untuk memotong jalan.. Apa boleh buat, kami harus menunggu lebih dari enam bis itu lewat lebih dahulu..&lt;br /&gt;Di Ancol, pengelola kawasan wisata sudah menyediakan trek khusus bagi pengayuh sepeda.&lt;br /&gt;      *****&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmKh75sK0I/AAAAAAAAGYM/K8ElkbjaaQY/s1600/P1020115.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmKh75sK0I/AAAAAAAAGYM/K8ElkbjaaQY/s400/P1020115.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492573536175008578" /&gt;&lt;/a&gt; Saya akan mengutipkan di sini tiga manfaat bersepeda, yang saya kutip dari situs http://www.metrotvnews.com/index/Nikmati-3-Manfaat-Sehat-Bersepeda. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Membakar kalori tubuh!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah sempat dibahas di atas, bahwa bersepeda akan membantu membakar kalori tubuh. Berapa banyak kira-kira kalori yang dibakar? Sebagai contoh, seorang wanita dengan berat tubuh 50,39 bersepeda sejauh 19-22 kilometer dalam waktu satu jam. Maka dalam satu jam tersebut ia telah membakar 488 kalori tubuhnya. Memang tak semua orang mengalami pembakaran jumlah kalori yang sama, semua tergantung pada berat tubuh dan kelebihan lemak yang dimiliki. Namun, rata-rata bersepeda selama 60 menit setiap hari akan membantu membakar kurang lebih 300-500 kalori tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Melatih semua otot tubuh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya otot kaki, tangan dan perut saja, namun seluruh otot tubuh bagian atas pun juga dilatih. Bahkan menurut Erik Moen, seorang terapis fisik yang kerap menangani para atlit, mengatakan bahwa jantung juga ikut berlatih dengan bersepeda ini. Saat berpacu di atas sepeda, denyut jantung turut berpacu sesuai usia dan kayuhan, seperti dilansir oleh Womenshealth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu dicermati, untuk Anda yang mengidap asma atau penyakit jantung, selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum berpacu di atas sepeda. Masing-masing tubuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda sesuai kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Sebagai relaksasi tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang berpikir dengan berlatih dan berolahraga maka tubuh akan lemas dan tak berdaya. Asumsi ini tak sepenuhnya benar, karena dengan berolahraga secara rutin, justru tubuh akan lebih segar dan bugar. Apalagi peredaran darah akan jauh lebih lancar, sehingga oksigen dapat tersalurkan pada seluruh bagian tubuh dengan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa lemas yang dialami muncul hanya pada beberapa hari pertama saja, namun jika Anda sudah rutin melakukannya, maka otot akan lebih kuat, dan tubuh lebih bugar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIPS SEHAT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Saking asyiknya bersepeda, kebanyakan orang akan lupa bahwa bersepeda adalah olahraga yang akan menggerakkan hampir seluruh otot tubuh. Oleh sebab itu, pemanasan seringkali dianggap remeh dan dilupakan. Hati-hati, pemanasan sangat penting dilakukan sebelum melakukan suatu kegiatan. Untuk itu pastikan bahwa Anda melakukan pemanasan yang benar sebelum mulai bersepeda.&lt;br /&gt;    * Konsumsi air mineral yang cukup agar tubuh tak kehilangan ion-ion tubuh. Atau konsumsi jus buah yang kaya akan vitamin dan nutrisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda di pagi hari atau berangkat ke tempat kerja, Anda bebas menentukan waktunya.Happy bike to work!&lt;br /&gt;     *****&lt;br /&gt;Situs Taman Mini (&lt;a href="http://www.tamanmini.com"&gt;&lt;/a&gt;) menyebutkan, penyewaan sepeda bisa didapat di sudut kanan Parkir Utara, berdekatan dengan Desa Seni dan Kerajinan. Tempat ini menawarkan berbagai jenis sepeda yang disewakan mulai dari sepeda anak hingga MTB untuk orang dewasa. Bahkan ada juga sepeda tandem, yakni satu sepeda dengan dua setir dan dua pasang pedal untuk dikendarai berdua. Bisa lebih mudah dan ringan ketika mengayuh sepedanya. Tarif sewa sepeda ada beragam dan semuanya murah meriah, mulai dari Rp. 7.000 hingga Rp. 15.000-an per jam.&lt;br /&gt;Bagi pengunjung dari luar daerah, informasi itu pasti kurang lengkap. Menemukan Taman Mini saja sudah prestasi sendiri, apalagi mencari lokasi Parkir Utara. Tak mudah untuk mengenali mata angin bagi pengunjung. Ada baiknya pengelola Taman Mini melengkapi website-nya dengan peta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmKhTpM-bI/AAAAAAAAGYE/YlCZk61lKSg/s1600/indonesia-children-castle.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmKhTpM-bI/AAAAAAAAGYE/YlCZk61lKSg/s400/indonesia-children-castle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492573525368437170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kami menyewa sepeda beroda empat. Sewanya Rp 40.000 per jam. Harus cukup sabar untuk mendapatkan sepeda itu. Kami harus antre… &lt;br /&gt;Jalanan yang terasa ringan bila ditempuh dengan mobil ternyata tak gampang bila disusuri dengan sepeda. Total berat kami bertiga sekitar 160 Kilogram… Wow, pantas harus berkeringat habis. Beberapa kali kami berhenti. Mula-mula di depan anjungan Aceh. Lalu di depan Istana Anak-anak. Di parkiran. Pokoknya, di banyak tempat lah… &lt;br /&gt;Bagaimana membersihkan badan setelah berkeringat, juga masalah tersendiri di Taman Mini. Tidak ada toilet atau tempat mandi yang memadai. Hampir semuanya jorok. Tidak ada toilet yang bersih, wangi, terawat. Banyak toilet yang rusak, keran airnya tidak mengucur, dan sampah bertaburan, termasuk toilet di dekat tempat penyewaan sepeda di depan Snow Bay. Pokoknya cukup menjijikkan. Padahal, untuk masuk ke Taman Mini, pengunjung harus membayar Rp 9.000 (dewasa) plus Rp 10.000 (untuk mobil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEAHvT3fI/AAAAAAAAGXc/1v7aA_SvEoc/s1600/P1110711.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEAHvT3fI/AAAAAAAAGXc/1v7aA_SvEoc/s400/P1110711.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492566358167379442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya heran, kenapa ya untuk ke toilet pengunjung harus membayar Rp 1.000? Duitnya masuk ke mana? Duit Rp 1.000 tidak besar, untuk ukuran sekarang. Tapi dengan kondisi toilet yang amburadul begitu, biaya masuk toilet Rp 1.000 terasa mahal.  Pertanyaan: jadi siapa yang bertanggungjawab merawat toilet? Servis apa yang disediakan pengelola Taman Mini?&lt;br /&gt;Februari lalu tatkala ke Singapura, kami bisa ke sembarang toilet di seluruh penjuru negeri dengan nyaman. Setiap toilet terasa wangi, ada sabun untuk cuci tangan, ada kertas untuk membasuh, plus ada pengering elektrik. Pengelola Taman Mini harus belajar banyak. Tak perlu malu ngangsu kawruh ke Singapura.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-5649053042832028016?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/5649053042832028016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=5649053042832028016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5649053042832028016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5649053042832028016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/07/nggowes-di-taman-mini.html' title='Nggowes di Taman Mini'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDmEAiOnGZI/AAAAAAAAGXk/p59-Pw3MmFE/s72-c/P1110717.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-3806963840793189726</id><published>2010-07-07T22:05:00.011+07:00</published><updated>2010-07-07T23:25:09.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='museum gajah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prasasti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='museum nasional'/><title type='text'>Batu Diam di Museum Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZVsSq4ZI/AAAAAAAAGWs/8kpDSjmri4g/s1600/museum-nasional-2008.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZVsSq4ZI/AAAAAAAAGWs/8kpDSjmri4g/s400/museum-nasional-2008.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491182443617247634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Museum Nasional.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZUB_QVxI/AAAAAAAAGWU/SuOsxjJJENE/s1600/P1040156.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZUB_QVxI/AAAAAAAAGWU/SuOsxjJJENE/s400/P1040156.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491182415081658130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Darrel sibuk mencatat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELASA 6 Juli 2010 lalu saya mengantar Darrel Cetta berkunjung ke Museum Nasional. Ini adalah museum yang koleksinya dinyatakan paling komplet di Indonesia. Di Wikipedia, ensiklopedia gratis online, ditulis bahwa website Museum Nasional menyebut koleksi yang dimiliki berjumlah 140 ribu lebih. &lt;br /&gt;Namun saya sendiri tidak berhasil menemukan website Museum Nasional. Saya mencoba mengklik www.museumnasional.org, tapi yang keluar justru iklan penjualan domain dalam bahasa Jerman. Mungkin ketika tulisan ini saya buat, website Museum Nasional tengah dihack.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZVFkwBkI/AAAAAAAAGWk/-P0SvbOb0sY/s1600/P1040160.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZVFkwBkI/AAAAAAAAGWk/-P0SvbOb0sY/s400/P1040160.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491182433224099394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berdiri di depan salah satu rumah adat. Ini bisa ditemui di ruang etnografi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tiba di lokasi Museum Nasional, saya melihat sendiri: koleksinya memang luar biasa melimpah… Sehingga rasanya tidak mungkin untuk mencek, apa jumlahnya memang 100 ribu lebih, atau di bawahnya. Cara menghitung koleksinya saja saya belum tahu.&lt;br /&gt;Bagi Darrel, berkunjung ke museum selalu mengundang sensasi tersendiri. Ia selalu membayangkan bahwa masa sebelum kita adalah era jurasic: suatu masa sekitar 65 juta tahun lalu, tatkala dinosaurus hidup menguasai bumi. Ia juga selalu membayangkan, orang-orang di masa lalu selalu hidup dalam suasana perang yang mencekam tanpa henti.&lt;br /&gt;Bayangan yang  kedua itu rasanya tidak begitu meleset.&lt;br /&gt;    *****&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSgpKRtQ4I/AAAAAAAAGW0/BqOpKN4FkJQ/s1600/lokasi-museum-nasional.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 306px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSgpKRtQ4I/AAAAAAAAGW0/BqOpKN4FkJQ/s400/lokasi-museum-nasional.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491190474665182082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum Nasional letaknya amat strategis. Ancar-ancarnya gampang saja. Setelah melewati Bundaran HI, kita akan melewati Jalan MH Thamrin. Setelah itu kita akan melewati gedung Griya Sapta Pesona. Kemudian, kita akan menjumpai deretan gedung kementerian: Menko Polkam, Menhan. Museum Nasional di deretan gedung-gedung penting itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak hati-hati, kita bisa kelewat, karena bentuk gedungnya hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs wikipedia Indonesia (id.wikipedia.org) menulis dengan lumayan rinci mengenai Museum Nasional. Museum ini juga dikenal sebagai Museum Gajah, sejak dihadiahkannya patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Tetapi pada 28 Mei 1979, namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian pada 17 Februari 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelolanya, menyerahkan Museum kepada pemerintah Republik Indonesia. &lt;br /&gt;Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pada tahun 2006 jumlah koleksinya sudah melebihi 140.000 buah, tapi baru sepertiganya saja yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.&lt;br /&gt;Museum Gajah banyak mengkoleksi benda-benda kuno dari seluruhNusantara. Antara lain yang termasuk koleksi adalah arca-arca kuna,prasasti, benda-benda kuna lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, dan benda berharga.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZUicxcpI/AAAAAAAAGWc/tt3Fp-sDaZo/s1600/P1040165.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZUicxcpI/AAAAAAAAGWc/tt3Fp-sDaZo/s400/P1040165.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491182423795397266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batu prasasti, ya cuma batu berukir karena tidak ada penjelasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum gedung Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba 27, Jakarta Pusat didirikan, koleksi Museum Gajah termasuk naskah-naskah manuskrip kuna. Naskah-naskah tersebut dan koleksi perpustakaan Museum Gajah kini disimpan di Perpustakaan Nasional.&lt;br /&gt;Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini terbanyak dan terlengkap di dunia. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;Koleksi yang menarik adalah Patung Bhairawa patung yang tertinggi di Museum Nasional dengan tinggi 414 cm ini merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di bumi. Patung ini berupa laki-laki berdiri diatas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab ditangan kanannya, ditemukan di Padang Roco, Sumatra Barat. Patung ini diperkirakan merupakan perwujudan Adityawarman dalam wujud sang Buddha.&lt;br /&gt;Darrel berfoto di dekat patung itu. &lt;br /&gt;Patung yang paling menarik perhatiannya adalah Ganesha. Ini adalah patung berkaki manusia berkepala gajah. Penganut Hindu mengenalnya sebagai Dewa Pengetahuan. Nama Ganesha cukup akrab bagi telinga kita. Institut Teknologi Bandung, perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, menggunakannya sebagai simbol. Tentara Pelajar juga menggunakan simbol Ganesha.&lt;br /&gt;Bagi anak-anak, Ganesha cukup dikenal. Ia adalah tokoh di film kartun India, yang diputar di TPI tiap sore. ‘’Anaknya pintar, pemberani, dan selalu menang kalau berkelahi,’’ kata Darrel.&lt;br /&gt;     *****&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan Museum Satria Mandala yang kami kunjungi Sabtu pekan sebelumnya, Museum Nasional jelas lebih bagus. Dari segi tempat, keduanya sama-sama strategis. Dari segi pengelolaan, Museum Nasional kelihatan lebih profesional. Kalau Museum Satria Mandala rada berbau apek, Museum Nasional lebih segar.&lt;br /&gt;Tempat penyimpanan koleksi berharga, disediakan secara khusus. Di lantai dua, ada berbagai peninggalan emas yang cukup menarik. Ruangannya ber-AC. Sejumlah koleksi sudah diberi penjelasan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Cukup membantu bagi orang yang tidak memahami cerita masa lalu.&lt;br /&gt;Namun, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki Museum Nasional agar bisa mendongeng dengan lebih baik. Koleksi yang ada di Museum Nasional pastilah sesuatu yang amat berharga. Dalam bahasa jurnalistik masing-masing memiliki cerita 5 W dan 1 H yang cukup kompleks: why, when, what, where, who + how: itu barang apa, kenapa ada, kapan dibuat, di mana dibuat, di mana ditemukan, siapa yang punya, bagaimana menggunakannya.&lt;br /&gt;Cerita tentang prasasti, misalnya, pastilah sangat menarik. Di Museum Nasional, di teras lantai satu, ada deretan prasasti, cukup banyak jumlahnya, dan bentuknya beraneka. Masing-masing prasasti pasti mempunyai cerita sendiri, yang mungkin cukup seru.&lt;br /&gt;Sayang sekali pengelola museum tidak memberi catatan ihwal prasasti itu. Alangkah bagusnya kalau di tiap prasasti itu ditempelkan terjemahan, plus maknanya. Pastilah para pengunjung akan makin kagum: oh, hebat nian nenek moyang kita, sekian ratus tahun lalu…&lt;br /&gt;Tanpa ada penjelasan, pengunjung hanya melihat ukiran batu yang tanpa makna.&lt;br /&gt;Ketika Darrel tanya saya mengenai berbagai prasasti itu, apa boleh buat, saya tidak bisa menjawab. Nuwun sewu nggih nak…. Bapakmu betul-betul buta huruf dan buta bahasa Palawa dan Sansekerta.&lt;br /&gt;Ini gara-gara pengelola Museum Nasional mengira semua pengunjung secerdas dirinya, sehingga merasa tidak perlu memberi penjelasan akan banyak obyek peting yang dikoleksinya.&lt;br /&gt;     ***** &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZTsDZ11I/AAAAAAAAGWM/EmgEoUBomvo/s1600/P1040154.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZTsDZ11I/AAAAAAAAGWM/EmgEoUBomvo/s400/P1040154.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491182409193477970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Darrel dan Ganesha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah, atau syarah, merupakan catatan peristiwa masa lalu tentang suatu peristiwa yang sudah teruji kebenarannya. Bahasa Inggrisnya history, yang diambil dari bahasa Greek ἱστορία - historia, pengetahuan yang didapat melalui penyelidikan. Namun karena manusia punya banyak kepentingan, maka sejarah pun sering dibelokkan.&lt;br /&gt;History berubah menjadi his story –cerita menurut versi beliau. Beliau di sini adalah ‘’sang pemenang’’. Maka di kalangan sejarawan juga sering muncul ledekan: history is written by the winner. If history is written by the winner, then how can we trust the history? Jawaban kita: wallahu alam.&lt;br /&gt;Memang banyak hal yang bisa kita petik dari pelajaran di masa lampau. Biar kita bisa belajar dengan nyaman, maka alangkah baiknya bila Museum Nasional lebih diperbaiki lagi…&lt;br /&gt;Misalnya, apa perlu orang yang ke toilet diharuskan membayar??? Kok seperti di terminal bus saja.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSgpsABWsI/AAAAAAAAGW8/A1y3H_X4DzA/s1600/Bu+Ani+Yudhoyono+ke+Museum+Nasional.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 252px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSgpsABWsI/AAAAAAAAGW8/A1y3H_X4DzA/s400/Bu+Ani+Yudhoyono+ke+Museum+Nasional.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491190483717806786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa harus menunggu kedatangan Ibu Ani Yudhoyono lagi, biar Museum Nasional lebih bersolek?&lt;br /&gt;Untuk museum yang lain: apa Ibu Ani Yudhoyono harus berkunjung ke Museum Fatahillah, Museum Satria Mandala, Museum Bahari, agar museum-museum yang menyimpan kekayaan adiluhung itu nyaman dikunjungi dan perlu?&lt;br /&gt;Monggo Bu Ani, silakan rawuh ke museum-museum itu, biar mereka rajin bersolek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-3806963840793189726?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/3806963840793189726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=3806963840793189726' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3806963840793189726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3806963840793189726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/07/batu-berukir-di-museum-nasional.html' title='Batu Diam di Museum Nasional'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDSZVsSq4ZI/AAAAAAAAGWs/8kpDSjmri4g/s72-c/museum-nasional-2008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-7830233170905440448</id><published>2010-07-04T15:57:00.005+07:00</published><updated>2010-07-04T16:10:51.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satria mandala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='museum'/><title type='text'>BERKUNJUNG KE MUSEUM alias VISITING MUSEUM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOx16ncHI/AAAAAAAAGVQ/UW4SxgMWm54/s1600/P1110669.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOx16ncHI/AAAAAAAAGVQ/UW4SxgMWm54/s400/P1110669.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489974563958124658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAWAN akrab saya, Sigit Widiyanto, adalah seorang pejabat di Direktorat Pembangunan Karakter Bangsa, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Ia pernah bercerita pada saya, tahun ini Indonesia menggerakkan ‘’Tahun Kunjungan Museum’’. Departemennya, yang memang bertanggungjawab dalam urusan permuseuman, mewajibkan setiap pegawai yang melawat ke daerah juga harus berkunjung ke museum.&lt;br /&gt;Himbauan itu rasanya patut kita dukung. Museum kita rata-rata sepi. Padahal bangunannya didirikan dengan dana cukup lumayan besar. Peninggalan yang disimpan juga sangat berharga. Namun karena kurang publikasi, juga kurang kampanye pentingnya museum, banyak di antara museum itu yang hanya jadi onggokan monumen sepi.&lt;br /&gt;Di kota kampung halaman saya, Jogjakarta, ada banyak museum. Belum semuanya saya kunjungi. Museum di Jogja, di antaranya: Museum Perjuangan (Bintaran), Museum Sonobudoyo (Alun-alun Utara), Museum Affandi (dekat Kali Gajahwong), Museum Batik, Museum Tembi, Museum Puro Pakualaman, Museum Kereta, Museum Keraton Jogjakarta, Museum Pangeran Diponegoro, Museum Benteng Vredeburg, Museum Nyoman Gunarsa, Museum Dirgantara, dsb. Pokoknya buanyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOxtLD0BI/AAAAAAAAGVI/WxsZ3kIU8f8/s1600/P1110704.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOxtLD0BI/AAAAAAAAGVI/WxsZ3kIU8f8/s400/P1110704.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489974561611173906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, saya baru berkunjung ke Museum Sonobudoyo, itupun ketika SMP, alias lebih dari 30 tahun lalu; Museum Perjuangan (lebih parah lagi, ini ketika masih SD sering main ke situ, alias 40 tahun lalu). Yang paling gres adalah ke Museum Kereta Keraton Jogja, lebaran tahun lalu.&lt;br /&gt;Saya tidak yakin apakah kawan-kawan saya  di Jogja sudah menjelajah berbagai museum itu.&lt;br /&gt;     *****&lt;br /&gt;Akhir Juni-awal Juli ini, anak saya, Darrel Cetta, liburan sekolah. Tema yang kami pilih adalah ‘berkunjung ke museum’. Kunjungan pertama adalah ke Museum Satria Mandala, di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Ini adalah museum yang menyimpan berbagai peninggalan penting milik TNI, baik Angkatan Laut, Angkatan Darat, maupun Angkatan Udara. &lt;br /&gt;Museum ini dikelola Pusat Sejarah TNI. Buka tiap hari, kecuali Senin, dari jam 08.00 hingga jam 14.30. Tempatnya gampang dijangkau. Insya Allah siapapun tidak akan tersesat untuk mencari Museum Satria Mandala.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOxHo93eI/AAAAAAAAGVA/uEubDYj1P3A/s1600/P1110657.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOxHo93eI/AAAAAAAAGVA/uEubDYj1P3A/s400/P1110657.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489974551536066018" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan TNI di awal kemerdekaan mendapat tempat cukup luas. Yang paling banyak adalah peninggalan Panglima Besar TNI Jendral Soedirman. Mulai dari bekas dipan, tandu, mobil, penghargaan, surat kematian, tiruan jas, hingga foto-foto perjuangannya semasa di rumah tinggalnya, di Bintaran, Jogjakarta, dipampang.&lt;br /&gt;Peninggalan Jenderal Urip Sumohardjo juga mendapat tempat cukup lapang. Ada meja kerja, foto-foto, senjata, yang pernah dipakai Pak Jenderal. Juga ada lukisan Pak Urip tengah memimpin upacara. Beliau duduk di atas kuda, di tengah pasukan. Gagah.&lt;br /&gt;     ****&lt;br /&gt;Di lantai bawah, ada ruangan senjata. Di sini disimpan berbagai peralatan pembunuh yang dimiliki TNI mulai dari awal perang kemerdekaan, era 1950-an, dan era pemberantasan gerakan separatis. Ada stand gun, maksudnya senjata otomatis yang diberi besi penyangga, yang bisa mengeluarkan rentetan peluru dalam jumlah banyak tiap menitnya.&lt;br /&gt;Ada juga senjata legenderis, AK47. Ini bedil otomatis bikinan Uni Soviet –kini Rusia—yang dipakai oleh hampir seluruh kesatuan di dunia: Vietnam, Indonesia, Myanmar, Malaysia, China, hingga Libya. Kelompok di Aceh yang digerebek Densus 88 tempo hari, yang dituding merupakan penerus kelompok Jamaah Islamiyah, juga berlatih menggunakan AK47.&lt;br /&gt;Era awal Bung Karno memang ditandai dengan kedekatan Indonesia dengan Uni Soviet. Maka, lumayan banyak senjata bikinan Soviet yang dipamerkan. Selain AK47, juga ada ranjau laut, peluru kendali, tank, duplikat  kapal,  yang dibuat Soviet.&lt;br /&gt;     *****&lt;br /&gt;Sebetulnya ada banyak lagi yang bisa dipamerkan, entah kenapa tidak banyak gambarnya. Contohnya, operasi pembebasan teroris Woyla, yang dipimpin Jenderal Benny Moerdani (almarhum). Kliping dan artikel soal operasi legendaris ini lumayan banyak tersebar. Pelakunya juga banyak yang masih hidup, baik yang di pihak terorisnya maupun tentaranya. Film operasi Woyla juga bisa dicarikan di TVRI. Entah kenapa, kegiatan operasi ini tidak dipajang sama sekali.&lt;br /&gt;Kegiatan Operasi Seroja di Timor Timur juga sama sekali tidak dipasang. Timor Timur kini memang sudah jadi Timor Leste. Tapi, biarkanlah perubahan Timor Timur jadi Timor Leste itu urusan politik. Namun operasi TNI ke wilaya yang pernah jadi provinsi ke-27 itu tetap menarik untuk dicatat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOw_l8fUI/AAAAAAAAGU4/ySp_eoCcfIA/s1600/P1110655.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOw_l8fUI/AAAAAAAAGU4/ySp_eoCcfIA/s400/P1110655.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489974549375909186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan TNI dalam memberantas Gerakan Kahar Muzakkar, PRRI Permesta, DI TII Kartosuwiryo, juga tidak dipajang. Saya memang tidak tahu alasan pemilihan tema yang dipajang. Sebagai orang luar saya hanya merasa, keingintahuan saya tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;Keberhasilan TNI sebagai Pasukan Perdamaian PBB juga tidak ada. Foto-foto Panglima TNI, serta foto para kepala staf angkatan, dari masa ke masa, juga tidak ada.&lt;br /&gt;Dua tahun lalu saya ke Singapura. Salah satu acaranya adalah berkunjung ke Museum Nasional. Rasanya kita tahu, dari sisi perjuangan untuk meraih kemerdekaan, apa yang dilakukan Indonesia jauh lebih banyak, jauh lebih berwarna, jauh lebih berliku, ketimbang negeri tetangga. Korban jiwa dan raga yang diderita Bangsa Indonesia jauh lebih banyak.&lt;br /&gt;Namun museum yang ditampilkan Singapura jauh lebih lengkap. Lebih berwarna. Digarap lebih profesional.&lt;br /&gt;Kesan yang muncul setelah membandingkan Museum Nasional Singapura dan Museum Satria Mandala: oh, perjuangan rakyat Singapura untuk mencapai kemerdekaan sungguh luar biasa…. Kesan salah ini muncul lantaran museum kita tidak dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;     ********&lt;br /&gt;Memang banyak hal yang masih bisa diperbaiki dari Museum Satria Mandala ini. Yang pertama, soal kelengkapan tema yang ditampilkan. Karena ini era keterbukaan, ada baiknya Pusat Sejarah TNI mengundang masyarakat umum, misalnya media massa, untuk merumuskan tema apa saja yang masih harus ditambahkan. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOwWlScWI/AAAAAAAAGUw/UAwEh8w7ETI/s1600/P1110653.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOwWlScWI/AAAAAAAAGUw/UAwEh8w7ETI/s400/P1110653.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489974538367299938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya diminta memberi usulan, saya akan menyampaikannya dengan senang hati. Teman-teman wartawan dan teman-teman yang biasa menangani marketing, seperti di biro iklan, pasti tahu mana tema yang laku dijual ke publik dan mana yang bukan.&lt;br /&gt;Audio dan video sangat menentukan keberhasilan penyampaian tema. Dalam hal ini, Museum Satria Mandala masih sangat kurang menggarap hal ini. Banyak kegiatan operasi TNI yang bisa ditampilkan gambar videonya. Saya rasa TVRI punya rekaman kegiatan TNI di Timor Timur, Operasi Kahar Muzakkar, pemberantasan OPM Papua, dsb. &lt;br /&gt;Ada baiknya bila disediakan ruang khusus untuk melihat film. Atau mungkin, cukup di tiap tema disediakan pojok film dan audio.&lt;br /&gt;     ******&lt;br /&gt;Untuk bapak pengelola museum, ada lagi usulan perbaikan yang mendasar. Selain AC yang ‘’kurang niat memberi kedinginan’’, juga ada masalah lain. Ketika tengah di museum melihat senjata, tiba-tiba anak saya, Darrel Cetta, mengeluh kebelet pipis.&lt;br /&gt;Saya  bergegas ke toilet. Tapi langkah saya terhenti oleh tulisan di depan pintu: ‘’WC RUSAK’’.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-7830233170905440448?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/7830233170905440448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=7830233170905440448' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7830233170905440448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7830233170905440448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/07/berkunjung-ke-museum-alias-visiting.html' title='BERKUNJUNG KE MUSEUM alias VISITING MUSEUM'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TDBOx16ncHI/AAAAAAAAGVQ/UW4SxgMWm54/s72-c/P1110669.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-5606281209686417850</id><published>2010-06-27T00:16:00.008+07:00</published><updated>2010-06-27T00:37:06.223+07:00</updated><title type='text'>Demam Piala Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY58NSiN4I/AAAAAAAAGR8/1kyLX4dzJj0/s1600/P1110606.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY58NSiN4I/AAAAAAAAGR8/1kyLX4dzJj0/s400/P1110606.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487136902519863170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY577rkgVI/AAAAAAAAGR0/WFxbkwJc63s/s1600/DSC_0165.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY577rkgVI/AAAAAAAAGR0/WFxbkwJc63s/s400/DSC_0165.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487136897793032530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY57Urd9aI/AAAAAAAAGRs/kngy9SSIt94/s1600/world-cup.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY57Urd9aI/AAAAAAAAGRs/kngy9SSIt94/s400/world-cup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487136887323620770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demam piala dunia itu getarannya sampai ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke rumah kami. Di ulang tahunnya yang ke-7, Darrel mendapat hadiah dari Mommy Uni Lubis bola dari berbagai negara. Ada yang bertema Spanyol, Brazil, Italia, Prancis. &lt;br /&gt;Bola berwarna-warni itu dibawa ke Snowbay, tempat dolanan air di Taman Mini, lokasi yang dipakai Darrel untuk merayakan ulang tahunnya ke-7, bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya kalau ada bola dari Indonesia, mungkin menarik ya? Kok ya ndilalah, tidak ada yang menjual.&lt;br /&gt;Mungkin penjualnya malu melego bola kaki merah putih. Ini tampaknya tak lepas dari prestasi sepakbola Indonesia, yang bahkan untuk menjadi juara di Sea Games saja belum bisa. Jumlah penduduk yang 240-an juta rupanya tidak menjamin prestasi bola Indonesia akan membaik. Dibandingkan dengan Bahrain yang penduduknya 1 juta, atau Slovenia yang sekitar 4,5 juta, atau Ivory Coast (diterjemahkan menjadi Pantai Gading) yang Cuma di kisaran 2 juta, prestasi bola Indonesia masih di bawah.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan tim sepakbola Indonesia?&lt;br /&gt;Tak mudah untuk menjawab pertanyaan itu. Orang bola biasanya berkomentar: toh bola itu bulat. Kadang di atas, kadang di bawah. Jadi tidak usah diributkan. Saat ini Indonesia di bawah. Mungkin akan pindah ke atas, suatu saat kelak –entah kelaknya itu kapan.&lt;br /&gt;     ****&lt;br /&gt;Piala Dunia kali ini berlangsung di Afrika Selatan. Sebagai penggemar bola, kami merasa sangat bersyukur ada televisi yang mau menyiarkan langsung. Kami juga bersyukur, ada pabrik rokok yang mau jadi sponsor utamanya. Kalimat terakhir ini bukan merupakan anjuran agar Anda merokok Gudang Garam. Sekadar untuk mengingatkan, di tengah pro kontra soal pelarangan iklan rokok, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pabrik rokok yang sudah mensponsori berbagai program menarik. Dari Liga Primer, Liga Serie A, Liga Calcio, hingga Piala Dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-5606281209686417850?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/5606281209686417850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=5606281209686417850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5606281209686417850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5606281209686417850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/06/demam-piala-dunia.html' title='Demam Piala Dunia'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/TCY58NSiN4I/AAAAAAAAGR8/1kyLX4dzJj0/s72-c/P1110606.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-7852964298207740685</id><published>2010-04-11T21:18:00.005+07:00</published><updated>2010-04-11T21:55:20.846+07:00</updated><title type='text'>BLOG JADI SARANA PEMANTAUAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HeuBSncDI/AAAAAAAAFks/a9r45pFEVbU/s1600/Kabar+dari+Permata+Timur+-+Google+Chrome+4112010+92623+PM.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HeuBSncDI/AAAAAAAAFks/a9r45pFEVbU/s400/Kabar+dari+Permata+Timur+-+Google+Chrome+4112010+92623+PM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458889105551618098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POSTINGAN dari kawan saya, Novi Trihastuti Setiawan, di milis alumni Teknik Geodesi UGM, mengundang banyak komentar. Ia bertutur soal pentingnya mengelola status di facebook dan jejaring sosial lainnya. Novi ini adik kelas jauh di UGM. Selisihnya dengan saya lebih dari 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, sekarang facebook dan status jejaring sosial dipakai oleh orang lain untuk mengintip diri kita. Mereka yang statusnya menunjukkan rasa putus asa, ya tidak pantas dijadikan dari bagian tim kerja yang mencari hasil tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 komentar yang masuk, mengomentari postingan itu.&lt;br /&gt;Ini postingan Novi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Bpk/ibu alumni yth.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf terutama ini buat adik-adik yang masih mencari pekerjaan atau mungkin bisa juga untuk bos-bos yang mau rekrut karyawan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuman mau share semoga bermanfaat walau agak OOT, gara-gara terpantik email mas heri ttg nge-blog bisa ikutan summer course ke Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya ngobrol kawan lama seorang senior Manager salah satu perusuhaan Recruitment Internasional khususnya supply ke oil and gas baik dalam maupun luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari obrol itu ada yang menarik dan mungkin bisa diambil manfaatnya. Waktu itu saya tanya, kira-kira pertanyaannya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalo ada kandidat yang sama-sama pinter, sama-sama pengalaman, sama-sama smart deh pokoknya, lalu apa yg bisa membuat kamu milih si X untuk posisi itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Jawabannya adalah:&lt;br /&gt;Bapak X:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jawaban kriteria no 1-4, standar aja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saya akan tanya dia apakah punya blog? Kalo punya saya akan liat dan baca, tentang apa blognya? Sejak kapan dia menulis? Bagaimana gaya menulisnya? Dan itu bisa lho keliatan gampang banget ini orang spt apa sih kualitasnya? (Ckckck.... Blog udah kyk sulap aja ya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: even untuk seorang senior geologist? Senior geo physicist? Or whoever yang notabene gak ada waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak X:&lt;br /&gt;"Iya, absolutely!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu 6. Saya akan add dia di facebook saya yg memang sy buat sbg media pemantau (waduhhh waduhhh.....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ttg FB ini, saya beneran penasaran jd saya tanya lagi, "emang gmn dan seberapa besar pengaruhnya?"&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HetbYb2YI/AAAAAAAAFkc/xOEckozgjWA/s1600/Facebook+-+Google+Chrome+4112010+92444+PM.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HetbYb2YI/AAAAAAAAFkc/xOEckozgjWA/s400/Facebook+-+Google+Chrome+4112010+92444+PM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458889095375477122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya:&lt;br /&gt;1. Saya akan liat berapa temannya, ya tentunya saya bisa tau juga ini teman asal add atau teman profesional atau teman lama (mmmhhh emang bisa yak? Gimana caranya ya? Hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya akan baca tuh statusnya, dr sana saya bisa liat, ini orang tipe optimis, suka mengeluh, datar atau dinamis (alamakkkk dalem banget yak.. Hati-hati menulis status hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmmhhh, saya jadi mikir gaya recruitment skg gampang banget cuman liat fb tp dalem;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf kalo agak OOT&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novi/19026&lt;br /&gt;Sent thru my orangeberry mobile® apologize for any typos and abbreviation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya: maka berhati-hatilah dalam mengelola status dan website kita. Entah itu blog, twitter, facebook, wordpress, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang menanggapi postingan itu dengan selera humor. Inilah tanggapan dari I Made Andi Arsana, dosen muda teknik Geodesi UGM yang tengah mencari gelar doktor di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kolega ysh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi yang menarik. Selain yg diceritakan Mbak Novi, ada juga&lt;br /&gt;perusahaan yang menerapkan cara berikut. Bisa dicoba kali ya :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOW TO RECRUIT THE RIGHT PERSON FOR THE JOB?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan sekitar 100 batu bata di sebuah ruangan yang jendelanya&lt;br /&gt;terbuka. Masukkan 2 atau 3 kandidat ke dalam ruangan itu dan tutup&lt;br /&gt;pintunya. Tinggalkan mereka di sana dan periksalah setelah kira2 6 jam&lt;br /&gt;kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka menghitung batu bata itu, tempatkan mereka di accounting.&lt;br /&gt;Jika mereka melakukan penghitungan ulang, jadikan mereka auditor.&lt;br /&gt;Jika mereka mengacaukan ruangan dan bata berserakan, tempatkan mereka&lt;br /&gt;di engineering.&lt;br /&gt;Jika mereka menyusun bata dalam susunan yang nampak aneh, tempatkan&lt;br /&gt;mereka di perencanaan.&lt;br /&gt;Jika mereka saling melempar bata satu sama lain, tempatkan mereka di&lt;br /&gt;operations Jika mereka tidur, tempatkan mereka di security.&lt;br /&gt;JIka mereka memecahkan bata menjadi bagian-bagian kecil, tempatkan&lt;br /&gt;mereka di information technology.&lt;br /&gt;Jika mereka duduk dan tidak melakukan apapun, tempatkan mereka di&lt;br /&gt;human resources.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HetqXCQ7I/AAAAAAAAFkk/3XzNgUCiEUI/s1600/Gmail+-+Compose+Mail+-+iwanqh%40gmail.com+-+Microsoft+Internet+Explorer+10132009+62422+PM.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HetqXCQ7I/AAAAAAAAFkk/3XzNgUCiEUI/s400/Gmail+-+Compose+Mail+-+iwanqh%40gmail.com+-+Microsoft+Internet+Explorer+10132009+62422+PM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458889099396137906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka bilang bahwa mereka telah mencoba berbagai kombinasi&lt;br /&gt;tetapi kenyataannya tidak ada satu batu batapun yang berpindah tempat,&lt;br /&gt;tempatkan mereka di sales.&lt;br /&gt;Jika mereka ternyata sudah meninggalkan tempat, tempatkan mereka di marketing.&lt;br /&gt;Jika mereka memandang ke luar jendela, tempatkan mereka di strategic planning.&lt;br /&gt;Dan yang terakhir yang terpenting, jika mereka berbicara satu sama&lt;br /&gt;lain dan tidak ada satupun batu bata yang berpindah, beri mereka&lt;br /&gt;selamat dan tempatkan mereka di top management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berakhir pekan&lt;br /&gt;Andi&lt;br /&gt;ps. diterjemahkan bebas dari humor yg beredari di dunia maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;I Made Andi Arsana&lt;br /&gt;Geodesy and Geomatics, Gadjah Mada University, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-7852964298207740685?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/7852964298207740685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=7852964298207740685' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7852964298207740685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7852964298207740685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/04/blog-jadi-sarana-pemantauan.html' title='BLOG JADI SARANA PEMANTAUAN'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S8HeuBSncDI/AAAAAAAAFks/a9r45pFEVbU/s72-c/Kabar+dari+Permata+Timur+-+Google+Chrome+4112010+92623+PM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-4136659411228045745</id><published>2010-03-17T05:13:00.005+07:00</published><updated>2010-03-17T08:40:09.854+07:00</updated><title type='text'>Antre Sepatu Crocs</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6ASLPiPHqI/AAAAAAAAFGI/JOXaQY8agNo/s1600-h/Thank_God_gw_anti-Crocs!!.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6ASLPiPHqI/AAAAAAAAFGI/JOXaQY8agNo/s400/Thank_God_gw_anti-Crocs!!.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449375533476290210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengular Tujuh Lantai Demi Sepatu Crocs. Antrean di Senayan City.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Foto kiriman Eva Mazrieva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFqFzKeDI/AAAAAAAAFF4/vA411EWZzIM/s1600-h/crocs_shoes.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFqFzKeDI/AAAAAAAAFF4/vA411EWZzIM/s400/crocs_shoes.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449361769787717682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFpShiJqI/AAAAAAAAFFo/TCcwTk0KQM4/s1600-h/crocs+shoe+charms+lrg.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 307px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFpShiJqI/AAAAAAAAFFo/TCcwTk0KQM4/s400/crocs+shoe+charms+lrg.jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449361756023563938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian dari gaya hidup sebagian warga Jakarta dan sekitarnya. Demi sebuah sepatu merek Crocs, mereka rela antre berjam-jam. Kata Mommy Uni Lubis, ''Antrenya sampai tujuh lantai.''Ia tahu itu dari twitter yang dikirim temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh lantai antre untuk sebuah sepatu? Hehehe... Mungkin karena sudah hobi, sudah kebelet, ya apapun dilakoni. Kata orang dulu dalam bahasa heroik: gunung kan kudaki, laut pun kuseberangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kutipkan di sini berita di Kompas, hari Selasa 16 Maret 2010, mengenai antrean sepatu Crocs itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crocs memang enak dilihat, kalo Anda suka. Modelnya enak dilihat, warnanya juga oke. Ngejreng. Tapi hati-hati. Banyak produk palsu beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antre Pukul 09.00, Pukul 12.00 Masih di Lantai 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 16 Maret 2010 | 13:51 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFpphJdiI/AAAAAAAAFFw/e8snWNbnWMU/s1600-h/Crocs_Anatomy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFpphJdiI/AAAAAAAAFFw/e8snWNbnWMU/s400/Crocs_Anatomy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449361762195961378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com — Ada-ada saja tingkah anak-anak muda masa kini. Rela mengorbankan banyak waktu dan tenaga demi mendapatkan barang pujaannya.&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira yang dilakukan Syifa (17) bersama kawan-kawan sebayanya. Syifa rela capai dan berdesak-desakan mengantre selama tiga jam dalam bazar Crocs Gives Back 2010 untuk mendapatkan beberapa produk Crocs kesukaannya dengan harga murah.&lt;br /&gt;"Sudah ngantre dari pukul sembilan pagi, padahal baru buka pukul sepuluh, sampai sekarang pukul dua belasan ya, berarti sudah tiga jam-an ya. Tapi, masih di lantai enam aja, antreannya masih panjang," ungkapnya saat ditemui Kompas.com di Senayan City, Jakarta, Selasa (16/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFqzYLYSI/AAAAAAAAFGA/B4eUehky0Lg/s1600-h/crocs_shoes_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFqzYLYSI/AAAAAAAAFGA/B4eUehky0Lg/s400/crocs_shoes_1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449361782022562082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diakui Syifa, dia adalah pencinta produk alas kaki. Tak heran, setiap ada bazar dan preview sale produk alas kaki besar-besaran, dirinya pasti selalu menyempatkan diri untuk datang. Termasuk dalam Crocs Gives Back 2010 yang sedang berlangsung saat ini.&lt;br /&gt;"Saya memang suka koleksi sepatu sih, Mbak. Jadi mumpung banget kalau ada acara-acara bazar diskon besar-besaran kayak gini karena kan Crocs kalau enggak sale harganya lumayan tuh, Mbak. Yah, kesempatan buat tambah-tambah koleksi sepatu saya," ujar Syifa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFo6iGvrI/AAAAAAAAFFg/JPzhQNGatWc/s1600-h/tipe-crocs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6AFo6iGvrI/AAAAAAAAFFg/JPzhQNGatWc/s400/tipe-crocs.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449361749583511218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayang sekali untuk menambah jumlah koleksi sepatunya, Syifa yang datang mengajak beberapa kawannya itu terlebih dahulu harus mengantre dari hall lantai 1 hingga lantai 8, Senayan City. Antrean pun harus dilalui Syifa dan kawan-kawan tak hanya sebelum masuk ke hall lantai 8 tempat digelarnya bazar Crocs.&lt;br /&gt;Setelah selesai berbelanja dan memilah-milah beragam produk Crocs yang diidamkannya pun mereka masih harus bersusah payah mengantre panjang dan berjam-jam menuju kasir tempat pembayaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-4136659411228045745?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/4136659411228045745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=4136659411228045745' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4136659411228045745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4136659411228045745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/03/antre-sepatu-crocs.html' title='Antre Sepatu Crocs'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S6ASLPiPHqI/AAAAAAAAFGI/JOXaQY8agNo/s72-c/Thank_God_gw_anti-Crocs!!.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-741289721821961395</id><published>2010-02-11T21:32:00.003+07:00</published><updated>2010-02-11T22:16:40.198+07:00</updated><title type='text'>Melihat Singapore Air Show</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcIiZ8oFI/AAAAAAAAERw/Td19erHbv8I/s1600-h/P1030577.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcIiZ8oFI/AAAAAAAAERw/Td19erHbv8I/s400/P1030577.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437001583143198802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcIczQS2I/AAAAAAAAERo/dCyLydvQzpA/s1600-h/P1030572.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcIczQS2I/AAAAAAAAERo/dCyLydvQzpA/s400/P1030572.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437001581638732642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcH40TKEI/AAAAAAAAERg/pLi4k2k5uFU/s1600-h/P1030579.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcH40TKEI/AAAAAAAAERg/pLi4k2k5uFU/s400/P1030579.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437001571979438146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcHSvqfEI/AAAAAAAAERY/zulOHY5eUZI/s1600-h/P1030596.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcHSvqfEI/AAAAAAAAERY/zulOHY5eUZI/s400/P1030596.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437001561759448130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Last week, we went to Singapore for watching Singapore Air Show. This is the biggest air show in the region of Asia Pacific, according to the official statement from the organizer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darrel, his father, and his mom --Uni Lubis-- really enjoyed the show. First, we have to recognize that the organization was arranged quite well. Every visitor, both from abroad or from Singapore, can access to get the ticket in very simple way. Just click the internet, then we went to Smailing Tour as its representative in Indonesia, to get the ticket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ticket was consisted of three parts: to get the bus from Changi, to entering the show, and to return from the show to Changi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second, we have very much new information of the show. You can get info from engine, maintainance, until the newest aircraft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The complaint I got was, very difficult to get place for shalat... &lt;br /&gt;Above are sompe photos of the show...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-741289721821961395?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/741289721821961395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=741289721821961395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/741289721821961395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/741289721821961395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2010/02/melihat-singapore-air-show.html' title='Melihat Singapore Air Show'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/S3QcIiZ8oFI/AAAAAAAAERw/Td19erHbv8I/s72-c/P1030577.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-3100734888876040658</id><published>2009-11-08T00:49:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T00:58:23.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAMANSARI YOGYAKARTA'/><title type='text'>KEBUN RAYA TAMANSARI</title><content type='html'>&lt;div style='text-align:center;margin:0px auto 10px;'&gt;&lt;a href='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWyboiFdJI/AAAAAAAABeE/R5dTftX3jk8/s1600-h/P1100485.JPG'&gt;&lt;img src='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWyboiFdJI/AAAAAAAABeE/R5dTftX3jk8/s400/P1100485.JPG' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEBARAN lalu, Darrel ke Tamansari, Yogyakarta. Ini tempat yang bagi ayahnya Darrel, terasa kurang istimewa. Soalnya dulu waktu kecil, kalo ke Pasar Ngasem, pasti melewati Tamansari. Jalan kaki dari rumah.Kalo sekarang disuruh jalan kaki, ya nggak usah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darrel menikmati suasna di Tamansari. Ada undak-undakan. Ada kolam. Ada kamar-kamar kecil. Lengkaplah, cocok untuk bermain petak umpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak ingin berpanjang lebar mengenai acara kami di Tamansari. Kesempatan ini akan saya gunakan untuk memperkenalkan (sekali lagi) apa itu Tamansari. Naskahnya diambilkan dari wikipedia Indonesia. Inilah cerita tentang Tamansari: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah sebuah situs bekas taman atau kebun istana (royal garden) Keraton Yogyakarta. Hal ini dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Sebagai pimpinan proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan diri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style='text-align:center;margin:0px auto 10px;'&gt;&lt;a href='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWyb-aJMNI/AAAAAAAABeM/r4nrBLSTkRI/s1600-h/P1100497.JPG'&gt;&lt;img src='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWyb-aJMNI/AAAAAAAABeM/r4nrBLSTkRI/s400/P1100497.JPG' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tegis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian pertama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama merupakan bagian utama Taman Sari pada masanya. Pada zamannya, tempat ini merupakan tempat yang paling eksotis. Bagian ini terdiri dari danau buatan yang disebut "Segaran" (harfiah=laut buatan) serta bangunan yang ada di tengahnya, dan bangunan serta taman dan kebun yang berada di sekitar danau buatan tersebut. Di samping untuk memelihara berbagai jenis ikan, danau buatan Segaran juga difungsikan sebagai tempat bersampan Sultan dan keluarga kerajaan. Sekarang danau buatan ini tidak lagi berisi air melainkan telah menjadi pemukiman padat yang dikenal dengan kampung Taman. Bangunan-bangunan yang tersisa dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Pulo Kenongo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah Segaran terdapat sebuah pulau buatan, "Pulo Kenongo", yang ditanami pohon Kenanga (Kananga odorantum[?], famili Magnoliaceae[?]). Di atas pulau buatan tersebut didirikan sebuah gedung berlantai dua, "Gedhong Kenongo". Gedung terbesar di bagian pertama ini cukup tinggi. Dari anjungan tertingginya orang dapat mengamati kawasan Keraton Yogyakarta dan sekitarnya sampai ke luar benteng baluwarti. Konon Gedhong Kenongo terdiri dari beberapa ruangan dengan fungsi berbeda. Dari jauh gedung ini seperti mengambang di atas air. Oleh karenanya tidak mengherankan jika kemudian Taman Sari dijuluki dengan nama "Istana Air" (Water Castle). Saat ini (Januari 2008) gedung ini tinggal puing-puingnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah selatan Pulo Kenongo terdapat deratan bangunan kecil yang disebut dengan "Tajug". Bangunan ini merupakan menara ventilasi udara bagi terowongan bawah air. Terowongan ini merupakan jalan masuk menuju Pulo Kenongo selain menggunakan sampan/perahu mengarungi danau buatan. Dahulu di bagian barat pulau buatan tersebut juga terdapat terowongan, namun kondisinya sekarang kurang terawat dibandingkan dengan terowongan selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Pulo Cemethi dan Sumur Gumuling&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah selatan Pulo Kenongo terdapat sebuah pulau buatan lagi yang disebut dengan "Pulo Cemethi". Bangunan berlantai dua ini juga disebut sebagai "Pulo Panembung". Di tempat inilah konon Sultan bermeditasi. Ada juga yang menyebutnya sebagai "Sumur Gumantung", sebab di sebelah selatannya terdapat sumur yang menggantung di atas permukaan tanah. Untuk sampai ke tempat ini konon dengan adalah melalui terowongan bawah air. Saat ini bangunan ini juga tinggal puing rerutuhan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di sebelah barat Pulo Kenongo terdapat bangunan berbentuk lingkaran seperti cincin yang disebut "Sumur Gumuling". Bangunan berlantai dua ini hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air saja. Sumur Gumuling secara tradisional konon digunakan sebagai masjid. Di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding yang konon digunakan sebagai mihrab, tempat imam memimpin ibadah. Di bagian tengah bangunan yang terbuka, terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang tersebut terdapat satu jenjang lagi yang menuju lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang konon digunakan untuk berwudu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Bagian Kedua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua yang terletak di sebelah selatan danau buatan segaran merupakan bagian yang relatif paling utuh dibandingkan dengan bagian lainnya. Bagian yang tetap terpelihara adalah bangunan sedangkan taman dan kebun di bagian ini tidak tersisa lagi. Sekarang bagian ini merupakan bagian utama yang banyak dikunjungi wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;div style='text-align:center;margin:0px auto 10px;'&gt;&lt;a href='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWycTqbobI/AAAAAAAABeU/4EQue6bG-Lk/s1600-h/P1100498.JPG'&gt;&lt;img src='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWycTqbobI/AAAAAAAABeU/4EQue6bG-Lk/s400/P1100498.JPG' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gedhong Gapura Hageng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Gedhong Gapura Hageng" merupakan pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya. Kala itu Taman Sari menghadap ke arah barat dan memanjang ke arah timur. Gerbang ini terdapat di bagian paling barat dari situs istana air yang tersisa. Sisi timur dari pintu utama ini masih dapat disaksikan sementara sisi baratnya tertutup oleh pemukiman padat. Gerbang yang mempunyai beberapa ruang dan dua jenjang ini berhiaskan relief burung dan bunga-bungaan yang menunjukkan tahun selesainya pembangunan Taman Sari pada tahun 1691 Jawa (kira-kira tahun 1765 Masehi).&lt;br /&gt;&lt;div style='text-align:center;margin:0px auto 10px;'&gt;&lt;a href='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWycsN3XBI/AAAAAAAABec/AywwXGrD4Dg/s1600-h/P1100501.JPG'&gt;&lt;img src='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWycsN3XBI/AAAAAAAABec/AywwXGrD4Dg/s400/P1100501.JPG' border='0' alt='' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gedhong Lopak-lopak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah timur gerbang utama kuno Taman Sari terdapat halaman bersegi delapan. Dahulu di tengah halaman ini berdiri sebuah menara berlantai dua yang bernama "Gedhong Lopak-lopak", versi lain menyebut gopok-gopok. Sekarang (Januari 2008) gedung ini sudah tidak ada lagi. Di halaman ini hanya tersisa deretan pot bunga raksasa serta pintu-pintu yang menghubungkan tempat ini dengan tempat lainnya. Pintu di sisi timur halaman bersegi delapan tersebut merupakan salah satu gerbang menuju Umbul Binangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umbul Pasiraman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kolam Pemandian Umbul Binangun, Taman Sari, Kraton Yogyakarta"Umbul Pasiraman" atau ada yang menyebut dengan "Umbul Binangun" (versi lain "Umbul Winangun") merupakan kolam pemandian bagi Sultan, para istri beliau, serta para putri-putri beliau. Kompleks ini dikelilingi oleh tembok yang tinggi. Untuk sampai ke dalam tempat ini disediakan dua buah gerbang, satu di sisi timur dan satunya di sisi barat. Di dalam gerbang ini terdapat jenjang yang menurun. Di kompleks Umbul Pasiraman terdapat tiga buah kolam yang dihiasi dengan mata air yang berbentuk jamur. Di sekeliling kolam terdapat pot bunga raksasa. Selain kolam juga terdapat bangunan di sisi utara dan di tengah sebelah selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan di sisi paling utara merupakan tempat istirahat dan berganti pakaian bagi para puteri dan istri (selir). Di sebelah selatannya terdapat sebuah kolam yang disebut dengan nama "Umbul Muncar". Sebuah jalan mirip dermaga menjadi batas antara kolam ini dengan sebuah kolam di selatannya yang disebut dengan "Blumbang Kuras". Di selatan Blumbang Kuras terdapat bangunan dengan menara di bagian tengahnya. Bangunan sayap barat merupakan tempat berganti pakaian dan sayap timur untuk istirahat Sultan. Menara di bagian tengah konon digunakan Sultan untuk melihat istri dan puterinya yang sedang mandi. Di selatan bangunan tersebut terdapat sebuah kolam yang disebut dengan "Umbul Binangun", sebuah kolam pemandian yang dikhususkan untuk Sultan dan Permaisurinya saja. Pada zamannya, selain Sultan, hanyalah para perempuan yang diizinkan untuk masuk ke kompleks ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Gedhong Sekawan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di timur umbul pasiraman terdapat sebuah halaman bersegi delapan. Di halaman yang dihiasi dengan deretan pot bunga raksasa ini berdiri empat buah bangunan yang serupa. Bnagunan tersebut dikenal dengan nama "Gedhong Sekawan". Tempat ini digunakan untuk istirahat Sultan dan keluarganya. Di setiap sisi halaman terdapat pintu yang menghubungkannya dengan halaman lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gedhong Gapuro Panggung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah timur halaman bersegi delapan tersebut terdapat bangunan yang disebut dengan "Gedhong Gapura Panggung". Bangunan ini memiliki empat buah jenjang, dua di sisi barat dan dua lagi di sisi timur. Dulu di bangunan ini terdapat empat buah patung ular naga namun sekarang hanya tersisa dua buah saja. Gedhong Gapura Panggung ini melambangkan tahun dibangunnya Taman Sari yaitu tahun 1684 Jawa (kira-kira tahun 1758 Masehi). Selain itu di bangunan ini juga terdapat relief ragam hias seperti di Gedhong Gapura Hageng. Sisi timur bangunan ini sekarang menjadi pintu masuk situs Taman Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Gedhong Temanten&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di tenggara dan timur laut gerbang Gapuro Panggung terdapat bangunan yang disebut dengan "Gedhong Temanten". Bangunan ini dulu digunakan sebagai tempat penjaga keamanan bertugas dan tempat istirahat. Menurut sebuah rekonstruksi Taman Sari di selatan bangunan ini terdapat sebuah bangunan lagi yang sekarang tidak ada bekasnya sedangkan di sisi utaranya terdapat kebun yang juga telah berubah menjadi pemukiman penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian ini tidak banyak meninggalkan bekas yang dapat dilihat. Oleh karenanya deskripsi di bagian ini sebagian besar berasal dari rekonstruksi yang ada. Dahulu bagian ini meliputi Kompleks "Pasarean Dalem Ledok Sari" dan Kompleks kolam "Garjitawati" serta beberapa bangunan lain dan taman/kebun. Pasarean Dalem Ledok Sari merupakan sisa dari bagian ini yang tetap terjaga. Pasarean Dalem Ledok Sari konon merupakan tempat peraduan Sultan bersama Pemaisurinya. Versi lain mengatakan sebagai tempat meditasi. Bangunannya berbentuk seperti U. Di tangah bangunan terdapat tempat tidur Sultan yang di bawahnya mengalir aliran air. Sebuah dapur, ruang penjahit, ruang penyimpanan barang, dan dua kolam untuk pelayan begitu pula kebun rempah-rempah, buah-buahan, dan sayur-sayuran diperkirakan berada bagian ini. Di sebelah baratnya dulu terdapat kompleks kolam Garjitawati. Jika hal itu benar maka kompleks ini merupakan sisa pesanggrahan Garjitawati dan kemungkinan besar juga merupakan Umbul Pacethokan yang pernah digunakan oleh Panembahan Senopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian Keempat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian terakhir ini merupakan bagian Taman Sari yang praktis tidak tersisa lagi kecuali bekas jembatan gantung dan sisa dermaga. Deskripsi di bagian ini hampir seluruhnya merupakan sebuah rekonstruksi dari sketsa serangan pasukan Inggris ke Keraton Yogyakarta pada tahun 1812. Bagian ini terdiri dari sebuah danau buatan beserta bangunan di tengahnya, taman di sekitar danau buatan, kanal besar yang menghubungkan danau buatan ini dengan danau buatan di bagian pertama, serta sebuah kebun. Danau buatan terletak di sebelah tenggara kompleks Magangan sampai timur laut Siti Hinggil Kidul. Di tengahnya terdapat pulau buatan yang konon disebut "Pulo Kinupeng". Di atas pulau tersebut berdiri sebuah bangunan yang konon disebut dengan "Gedhong Gading". Bangunan yang menjulang tinggi ini disebut sebagai menara kota (Cittadel Tower) [?].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanal besar terdapat di sisi barat laut dari danau buatan dan memanjang ke arah barat serta berakhir di sisi tenggara danau buatan di bagian pertama. Di kanal ini terdapat dua penyempitan yang diduga keras merupakan letak jembatan gantung. Salah satu jembatan tersebut berada di jalan yang menghubungkan kompleks Magangan dengan Kamandhungan Kidul. Bekas-bekas dari jembatan ini masih dapat disaksikan, walaupun jembatannya sendiri telah lenyap. Di sebelah barat jembatan gantung terdapat sebuag dermaga. Dermaga ini konon digunakan Sultan sebagai titik awal perjalanannya masuk ke Taman Sari. Konon Sultan masuk ke Taman Sari dengan bersampan. Di sebelah selatan Kanal terdapat kebun. Kebun ini berlokasi di sebelah barat kompleks Kamandhungan Kidul dan Siti Hinggil Kidul. Kini semua tempat itu telah menjadi pemukiman penduduk. Kebunnya telah berubah menjadi kampung Ngadisuryan sedangkan danau buatan berubah menjadi kampung Segaran&lt;div style='clear:both; text-align:CENTER'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-3100734888876040658?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/3100734888876040658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=3100734888876040658' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3100734888876040658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3100734888876040658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2009/11/kebun-raya-tamansari.html' title='KEBUN RAYA TAMANSARI'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SvWyboiFdJI/AAAAAAAABeE/R5dTftX3jk8/s72-c/P1100485.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-3135637166803148645</id><published>2009-10-28T14:29:00.002+07:00</published><updated>2009-10-28T15:34:14.756+07:00</updated><title type='text'>JK Pindah Rumah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01-hm8uI/AAAAAAAABYo/pw5x-n_AZnk/s1600-h/P1020884.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01-hm8uI/AAAAAAAABYo/pw5x-n_AZnk/s400/P1020884.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397551886581035746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA Senin 19 Oktober 2009, saya ikut hadir di rumah dinas wakil presiden, di Jalan Diponegoro, Jakarta. Ini untuk kesekian kalinya saya hadir di pendapa di belakang rumah dinas itu. Pendapa yang tak begitu besar itu mungkin menjadi salah satu saksi penting perjalanan bangsa Indonesia, lima tahun terakhir. &lt;br /&gt;Jusuf Kalla sering mengumpulkan berbagai organisasi kemasyarakatan, media, atau lembaga pemerintah di pendapa itu. Ketika mengumpulkan wartawan, Muhammadiyah, dan NU, untuk mengekspos soal terorisme, JK juga menggunakan pendapa itu. Rekaman gambar para teroris –setidaknya demikian vonis polisi—yang mengancam Amerika dan kepentingannya di Indonesia, pertama kali diputar di depan publik di pendapa itu.&lt;br /&gt;Pertemuan 19 Oktober bagi saya punya makna penting. Hari itu adalah dua hari menjelang Pak JK berakhir masa tugasnya sebagai wakil presiden. Pada 21 Oktober ia digantikan Prof. Boediono.&lt;br /&gt;Saya dan Mommy Uni Lubis merasa, Pak JK sosok yang pantas dihormati, diteladani, sekaligus dikenang. Sebagai wakil presiden, ia mendobrak tradisi keangkeran birokrasi. Rasanya tak terbayangkan seorang wakil presiden membalas SMS sendiri. Nomor handphone-nya semasa jadi wakil presiden masih sama dengan ketika ia di Makassar, sebagai direktur utama Bukaka, atau ketika ia jadi menteri perdagangan, dan kepala Bulog.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf00pbu3GI/AAAAAAAABYI/Q6gYFCX1olY/s1600-h/P1020871.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf00pbu3GI/AAAAAAAABYI/Q6gYFCX1olY/s400/P1020871.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397551863739374690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alasan Pak JK sederhana. ‘’Nomor telpon saya ini sudah banyak diketahui orang. Kalau saya ganti telepon, kasihan mereka nanti yang susah ngontak saya.’’&lt;br /&gt;Rumah Pak JK juga agak berbeda dengan rumah dinas wakil presiden atau pejabat pada umumnya, yang rapi jali. Dengan gampang Anda akan menemukan mainan anak-anak di ruang tamu, di pendapa, atau di dalam rumah. ‘’Ini menunjukkan rumah dinas ini betul-betul rumah,’’ kata Mommy.&lt;br /&gt;Bagi wartawan, JK juga sosok yang enak. Ia bisa dicegat seusai salat Jumat. Ia juga gampang dimintai wawancara. Caranya? Cukup kirim SMS ke nomor handphone-nya. Pasti akan segera diproses.&lt;br /&gt;Bukan berarti Pak JK tidak punya masalah. Ia pernah diberitakan soal helikopter untuk Basarnas. Majalah TEMPO mengungkap kasus helikopter itu dalam tulisan panjang. Tapi JK tidak marah.&lt;br /&gt;Kata Toriq Hadad, pemimpin redaksi Tempo, ‘’Ketika saya temui untuk konfirmasi soal helikopter itu, Pak JK hanya bilang, hati-hati kalau kau menulis soal helikopter itu. Pertimbangkanlah, karena itu sebetulnya tidak ada masalah.’’&lt;br /&gt;Bagi Toriq, yang pada Senin pagi itu juga hadir di pendapa rumah dinas wakil presiden, kalimat JK itu menunjukkan JK orang yang cukup bijak. ‘’Saya tidak diancam. Saya masih diberi ruang untuk menimbang-nimbang.’’ TEMPO kemudian memuat tulisan soal helikopter itu. Seingat saya, JK tidak menggugat atau menegurnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01rMCLcI/AAAAAAAABYg/T5Xq_PLRgtk/s1600-h/P1020892.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01rMCLcI/AAAAAAAABYg/T5Xq_PLRgtk/s400/P1020892.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397551881390271938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      ******&lt;br /&gt;Mohon maaf kalau saya menulis Pak JK dengan nada positif. Bukan karena saya juru bicaranya, atau karena saya dibayar untuk mempromosikannya. Saya termasuk mengaguminya melihat caranya menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;Contohnya, kasus Aceh. Negeri Serambi Mekkah ini bertahun-tahun hidup dalam kesusahan akibat terus-menerus digempur konflik sesaudara: antara yang menghendaki kemerdekaan dengan yang ingin tetap bergabung dalam pangkuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;JK punya peran besar dalam membentuk tim perunding, yang bernegosiasi beberapa kali di Helsinki, Finlandia. Hasilnya kita ketahui, kini Aceh lumayan damai. Mereka bisa membangun.&lt;br /&gt;Terobosan dalam pembangunan listrik 10.000 MW, serta jalan tol, adalah karya lain. Saya teringat, di awal-awal menjadi wakil presiden, JK bercerita, ‘’Kalau tidak ada terobosan, dari gagasan pembangunan pembangkit listrik sampai pelaksanaannya, butuh waktu paling lambat tiga tahun.’’&lt;br /&gt;Karena itu, harus ada terobosan dalam hal peraturan. ‘’Peraturan itu bukan harga mati. Kalau dia mengganggu, ya harus diubah. Yang tak boleh diubah dan tak bisa diubah hanya kitab suci.’’&lt;br /&gt;     ******&lt;br /&gt;Memang, banyak yang menilai Pak Jusuf Kalla sebagai sosok yang pantas diteladani. Rabu malam, alias sehari setelah ia menyerahkan jabatannya kepada Pak Boediono, sebuah buku diluncurkan. Judulnya: Mereka Bicara JK. Penggagasnya adalah National Press Club of Indonesia (NPCI). Acaranya berlangsung di Ballroom Hotel Sultan Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kutipkan di sini tulisan di Media Indonesia, edisi Kamis pagi: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jusuf Kalla tampak terharu mendapat kejutan yang digagas orang-orang terdekatnya tersebut. "Terima kasih surprise-nya," ujarnya dengan wajah sumringah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JK mengaku bingung, karena sejak beberapa hari lalu sebenarnya ia ingin segera pulang ke Makassar, namun selalu dicegah anak-anaknya. Menurut JK, buku yang disampaikan tersebut merupakan apresiasi luar biasa bagi dirinya.  "Kadang saya merasa apa yang saya kerjakan biasa saja," ungkapnya. &lt;/em&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01BhZKmI/AAAAAAAABYY/cDn-SFMqStI/s1600-h/P1020878.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01BhZKmI/AAAAAAAABYY/cDn-SFMqStI/s400/P1020878.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397551870205569634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dalam kesempatan tersebut hadir para politisi Partai Golkar seperti Surya Paloh, mantan Sekjen Golkar Soemarsono, Ferry Mursidan Baldan, Poempida Hidayatullah. Terlihat pula, sejumlah menteri dan pejabat seperti Kepala BKPM M Luthfie, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, calon Menteri Perindustrian MS Hidayat, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang terdiri dari lima bab tersebut merupakan kumpulan wawancara dan tulisan mengenai sosok JK dari orang-orang terdekat. Selain istri dan anak-anaknya, ada juga Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar 2004-2009 dan pemilik Media Group Surya Paloh, Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo, eks pemimpin tertinggi GAM di Swedia Malik Mahmud, delapan anggota Kabinet Indonesia Bersatu, serta wartawan dan wartawan senior yang bertugas meliput JK selama lima tahun terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang terjadi selama lima tahun bagi saya suatu hal yang penting. Lima tahun  mengabdi untuk masyarakat dan bangsa," tutur JK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Surya Paloh yang turut menulis Cerita di Balik Layar, mengaku mengagumi JK sebagai pribadi yang konsisten dan sabar. "Ini luar biasa, saya bisa pahami kebijakan yang ingin dilakukan JK semata-mata untuk bangsa dan negara. Kebijakan itu tidak semuanya mendapat apresiasi, ada juga kontroversi, dan itu disadari JK," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, meski jabatan telah selesai, namun semangat dan pemikiran JK tidak pernah usai. "Saya yakin Pak Jusuf masih sangat diperlukan, teruslah untuk kemajuan banngsa. Anda menjadi wapres atau tidak, kita tetap bersahabat baik suka dan duka," tukasnya.&lt;/em&gt;      *****&lt;br /&gt;Di Gedung MPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan terima kasih kepada mantan wakil presiden Jusuf Kalla, pada Selasa 20 Oktober 2009. "Saya ucapkan terima kasih kepada mantan wapres M Jusuf Kalla. Pengabdian saudara, abadi dalam sejarah dan akan dikenang sepanjang masa pada jajaran Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009," kata Presiden Yudhoyono, saat pidato pelantikan presiden dan wakil presiden 2009-2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar Presiden Yudhoyono mengucapkan terima kasih, Kalla yang duduk di samping Wakil Presiden Boediono itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden Yudhoyono, dalam alam demokrasi ada saatnya berbeda pendapat, ada pula saatnya berdebat. Namun, tambahnya, ada saatnya pula bersatu bahu-membahu untuk membangun bangsa.&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf002-KEzI/AAAAAAAABYQ/98ffOR1jXRg/s1600-h/P1020875.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf002-KEzI/AAAAAAAABYQ/98ffOR1jXRg/s400/P1020875.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397551867373425458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pelantikan presiden dan wakil presiden yang dipimpin Ketua MPR Taufiq Kiemas itu, Boediono mantan Kalla saling bersalaman dan cium pipi kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, saat Presiden Yudhoyono turun dari panggung utama dengan didampingi Ketua MPR Taufiq Kiemas, terlihat Kalla langsung menyodorkan tangannya kepada Presiden Yudhoyono. "Selamat bapak Presiden," ucap Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Kalla menyodorkan tangannya, Presiden Yudhoyono langsung menyambutnya dalam keduanya berpelukan sambil cium pipi kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana akrab terlihat meskipun beberapa bulan lalu antara Presiden Yudhoyono dan mantan Wapres Jusuf Kalla terlibat perdebatan sengit saat pemilihan presiden 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-3135637166803148645?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/3135637166803148645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=3135637166803148645' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3135637166803148645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/3135637166803148645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2009/10/jk-pindah-rumah.html' title='JK Pindah Rumah'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/Suf01-hm8uI/AAAAAAAABYo/pw5x-n_AZnk/s72-c/P1020884.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-1617221245252779689</id><published>2009-02-12T08:49:00.003+07:00</published><updated>2009-02-12T09:35:11.638+07:00</updated><title type='text'>Persaingan Satelit Iran-Israel</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Cambria;  mso-font-alt:"Palatino Linotype";  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-link:" Char Char";  mso-style-next:Normal;  margin-top:12.0pt;  margin-right:0in;  margin-bottom:3.0pt;  margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  page-break-after:avoid;  mso-outline-level:2;  font-size:14.0pt;  font-family:Cambria;  mso-ansi-language:IN;  font-weight:bold;  font-style:italic;  mso-no-proof:yes;} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0in;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0in;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.CharChar  {mso-style-name:" Char Char";  mso-style-noshow:yes;  mso-style-locked:yes;  mso-style-link:"Heading 2";  mso-ansi-font-size:14.0pt;  mso-bidi-font-size:14.0pt;  font-family:Cambria;  mso-ascii-font-family:Cambria;  mso-hansi-font-family:Cambria;  mso-ansi-language:IN;  mso-fareast-language:EN-US;  mso-bidi-language:AR-SA;  font-weight:bold;  font-style:italic;  mso-no-proof:yes;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtQk6VfI/AAAAAAAAA9M/_6IIdLYSO80/s1600-h/_45438609_satellite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtQk6VfI/AAAAAAAAA9M/_6IIdLYSO80/s400/_45438609_satellite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301723800889087474" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peluncuran satelit Omid&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Iwan Qodar Himawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;LEWAT siaran nasional stasiun televisinya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengumumkan dengan rasa bangga. ‘’Penduduk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang saya cintai. Putera-putera terbaikmu berhasil menempatkan satelitnya ke luar angkasa. Mulai saat ini &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi negara yang berhasil membangun, meluncurkan, dan mengendalikan satelitnya sendiri.’’&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtrJiZUI/AAAAAAAAA9U/3EcpLBEgONk/s1600-h/satellite-image-of-iran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 360px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtrJiZUI/AAAAAAAAA9U/3EcpLBEgONk/s400/satellite-image-of-iran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301723808022029634" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Iran dilihat dari luar angkasa.&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Peluncuran itu berlangsung Selasa lalu, bertepatan dengan 30 ta&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;hun Revolusi Iran, sebuah revolusi yang&lt;/font&gt;&lt;font style="" size="3"&gt;  &lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;mengubah haluan politik Iran dari sekutu Amerika Serikat menjadi negeri yang senantiasa dicurigai. Dengan peluncuran satelit ini, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kini masuk ke dalam kelompok eksklusif, kelompok negara yang bisa merancang satelit, sekaligus meluncurkannya. Delapan negara lain yang lebih dulu adalah Rusia, Amerika Serikat, Prancis, &lt;st1:city st="on"&gt;Jepang&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;Inggris&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;, dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Satelit itu diberi nama Omid, bermakna Harapan. Para insinyur &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mulai membangunnya sejak Februari 2006. Pada Februari 2008, satelit memasuki masa uji coba. Satelit dengan berat hanya 27 kilogram itu diniatkan sebagai wahana komunikasi. Menurut janji Presiden Mahmoud Ahmadinejad, setelah meluncurnya Omid, akan menyusul satelit-satelit lainnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Bahkan ia sudah menggagas untuk mengirim astronot &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ke luar angkasa, dengan kendaraan buatan dalam negeri. Roket Safir (bermakna Utusan) generasi baru sudah dirancang untuk mampu membawa satelit hingga ketinggian 600-900 Kilometer, jauh lebih tinggi ketimbang garis edar Omid sekarang, yaitu pada 245 km (terendah) dan 380 Km (terjauh). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Secara teknologi satelit, peluncuran satelit Omid sebetulnya merupakan hal biasa. Namun bagi Amerika Serikat dan sekutunya, terutama &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;, kemampuan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menggotong satelit hingga luar angkasa menimbulkan kekhawatiran lain. Karena dengan mudah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengganti muatan roket itu, dari satelit menjadi peluru kendali. Paling tidak, ia bisa menjangkau jarak 2.500 Kilometer, ibukota &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pun bisa disasar. Ini jauh lebih canggih ketimbang roket Hamas, yang paling banter terbang 40 Kilometer, tanpa kemampuan membidik lokasi dengan presisi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dari segi pengalaman, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebetulnya masih kalah jauh dibandingkan para pendahulunya di bidang satelit. Pada 1957, Uni Soviet sudah menempatkan Sputnik di luar angkasa. Setahun kemudian, Amerika Serikat menyusulnya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dengan keterlambatan yang sedemikian lama, seharusnya Amerika Serikat dan sekutunya, tidak perlu terbengong-bengong. Apalagi buru-buru menghimbau &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk menyetop pengembangan teknologi satelit.&lt;/font&gt;&lt;font style="" size="3"&gt;  &lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;Kekhawatiran Amerika antara lain bisa dilihat pada headline koran New York Times edisi Selasa lalu, yang menyatakan peluncuran satelit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merupakan tantangan diplomasi Presiden Barack Obama.&lt;/font&gt;&lt;font style="" size="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font style="" size="3"&gt;                                                  &lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;**** &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtolBE1I/AAAAAAAAA9c/oS8VDQgO0as/s1600-h/ahmadinejad_the_movie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtolBE1I/AAAAAAAAA9c/oS8VDQgO0as/s400/ahmadinejad_the_movie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301723807331980114" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dengan demikian, peluncuran satelit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ikut menghangatkan suasana di Timur Tengah yang memang sudah panas. &lt;font style=""&gt; &lt;/font&gt;Padahal, apa yang dilakukan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt; dengan meluncurkan Omid sebetulnya belum seberapa bila dibandingkan dengan yang sudah dilakukan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yang sudah meluncurkan satelit karya sendiri sejak 1988.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font style="font-weight: normal; font-style: normal;" size="3"&gt;Satelit terakhir punya &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; diluncurkan pada 21 Januari 2008, namanya Tecsar, dari pusat antariksa Satish Dhawan, milik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Satelitnya dibuat Israel Aerospace Industri, BUMN di bawah Departemen Pertahanan. Sedang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang menyediakan pesawat peluncurnya. Roket yang dipakai memiliki kekuatan empat tingkat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Peluncuran Tecsar membuat &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt; sangat marah, karena ia memang diniatkan untuk memata-matai &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan negara lain yang dianggap musuh, yakni Suriah dan Palestina. Untuk menjalankan misinya, Tecsar dilengkapi kamera super canggih, yang diklaim sebagai paling maju. Meski lintasan orbitnya di ketinggian 450-800 Kilometer, ia bisa menghasilkan resolusi sampai 10 centimeter, melalui sistem radar gelombang X.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dengan kemampuan sebesar ini, buku yang tengah dibaca Presiden Palestina Mahmood Abbas pun bisa dibaca judulnya. &lt;/font&gt;&lt;font style="" size="3"&gt; &lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt;Selain itu, berbeda dengan satelit di masa lalu, pemindaian Tecsar tidak terpengaruh cuaca. Siang, malam, berawan, atau badai sekalipun, matanya bisa tajam menyorot bumi. Tidak mengherankan bila bangunan-bangunan penting milik Hamas di jalur &lt;st1:city st="on"&gt;Gaza&lt;/st1:city&gt; dengan gampang diluluhlantakkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dengan adanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Tecsar&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kini memiliki sejumlah serial satelit. Sebelumnya ia sudah punya satelit mata-mata, yakni Ofeq, yang seri ke-7-nya diluncurkan pada 2007. Untuk observasi bumi, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memiliki Eros. Untuk komunikasi, ada Amos (sampai seri ke-4). Dewasa ini yang tengah dikembangkan adalah satelit Venus, Tauvex, Opsat, dan Insat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Dengan berbagai kelebihan itu, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan gampang mengawasi pergerakan pasukan negara-negara tetangganya. Entah itu &lt;st1:city st="on"&gt;di Suriah&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Saudi Arabia&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Mesir&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Negara-negara itu ibarat sosok telanjang bagi tentara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Suriah sudah merasakan kehebatan satelit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Pada September 2007, sebuah bangunan yang dicurigai &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Amerika sebagai kawasan pengembangan senjata nuklir, digempur. Berdasar informasi yang dipadukan antara intelijen satelit dengan lapangan, Angkatan Udara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terbang menempuh jarak ribuan kilometer, dengan mengisi bahan bakar di antariksa Turki tanpa sepengetahuan Turki. Dalam hitungan detik, instalasi yang dibuat dengan susah payah itu hancur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style=""&gt;                                                          &lt;/font&gt;****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt; pertama kali meluncurkan satelit pada 20 September 1988. Langkah itu dinyatakan para pengamat strategi militer sebagai upaya mengurangi ketergantungannya pada Amerika Serikat dalam hal intelijen. Satelit Ofek 1 itu diumumkan sebagai mengumpulkan data energi matahari, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; magnetik bumi. Selama sebulan satelit itu beredar di angkasa, sebelum kemudian menghancurkan diri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtXpCxCI/AAAAAAAAA9E/iRpvBX0GrZk/s1600-h/israel+satellite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtXpCxCI/AAAAAAAAA9E/iRpvBX0GrZk/s400/israel+satellite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301723802785465378" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembuatan satelit Israel&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Semakin baru, Ofek semakin canggih. Ofek 5, yang diluncurkan pada Mei 2002 dari pangkalan Angkatan Udara Israel di Palmachim, dilengkapi kamera yang mampu membuat dengan jelas obyek di bumi dengan ukuran 80 cm. Satelit mata-mata Israel yang terakhir, Ofek 7, diluncurkan pada Juni 2007, bisa merekam obyek berukuran 40 cm. Dengan informasi dari Ofek 7, plus intelijen lapangan, Syekh Yasin yang baru pulang dari salat subuh, langsung dihajar dengan rudal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;Sebagai satelit mata-mata, Ofek ditempatkan di jalur rendah, di kisaran 300 km – 1.000 km di atas bumi. Dengan orbit yang rendah, ada dua manfaat yang diperoleh. Untuk satu kali orbit mengelilingi bumi, ia hanya butuh waktu 1,5 jam. Sehingga, kawasan negara tetangga seperti Iran, Palestina, Suriah, Lebanon, dan negara-negara Arab lainnya, bisa dipantau minimal enam kali sehari. Pemindaian sebuah lokasi dapat lebih sering dilakukan. Manfaat lainnya, kameranya bisa merekam pergerakan di bumi dengan jauh lebih akurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;Kemandirian, itu adalah tujuan dari berbagai kegiatan peluncuran satelit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Meski jelas-jelas selalu mendapat dukungan baik militer maupun ekonomi dari Amerika Serikat, tetapi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih mengeluhkan kurangnya informasi yang diperoleh. Dalam Perang Teluk 1991, para pemimpin &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; mengeluhkan sulitnya mengakses informasi keberadaan rudal Scud punya Irak, yang diarahkan ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Moshe Aren, ketika itu masih menjabat calon menteri pertahanan, tegas berkata: &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; membutuhkan satelit sendiri. Katanya, sangat riskan untuk selalu tergantung pada Amerika Serikat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style=""&gt;          &lt;/font&gt;&lt;font style=""&gt;                                      &lt;/font&gt;****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt; dua kesamaan antara &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st1:country-region&gt; dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengapa mereka begitu berambisi mengembangkan teknologi luar angkasanya, yakni sama-sama memiliki perasaan terancam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt; yang senantiasa merasa terancam oleh negara tetangganya, merasa perlu mengembangkan teknologi satelit karena merasa suplai informasi dari Amerika tidak mencukupi. Tak ada jalan lain, kecuali mengembangkan wahana antariksa dengan kemampuan sendiri.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtkuxEiI/AAAAAAAAA9k/mbXbuCuPpe0/s1600-h/israel+from+satellite.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 283px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtkuxEiI/AAAAAAAAA9k/mbXbuCuPpe0/s400/israel+from+satellite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301723806299132450" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Citra Israel dari satelit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size="3"&gt; memiliki perasaan yang sama. Embargo Amerika Serikat terutama yang membuat negeri para Mullah ini bersikeras berupaya dengan kekuatan sendiri. Tak heran bila Presiden &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Mahmoud Ahmadinejad, bergurau. Setelah suksesnya peluncuran satelit, ia bekata, ‘’Terima kasih kepada Amerika Serikat. Berkat embargonya, kami sekarang memiliki teknologi nuklir sendiri, dan teknologi luar angkasa yang maju.’’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;Bila itu kita refleksikan ke negeri kita, harusnya &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; berpeluang untuk mengembangkan teknologi luar angkasa dengan jauh lebih maju. Dewasa ini &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; baru memiliki satelit Tubsat, yang diluncurkan dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, pada 2007. Sebagai negeri yang relatif tidak punya musuh, kesempatan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk mengembangkan teknologi luar angkasa terbuka luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font size="14"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;*) Iwan Qodar Himawan, praktisi pemetaan, pengurus pusat Ikatan Surveyor Indonesia. Naskah sudah dimuat di Harian Seputar Indonesia, edisi 7 Februari 2009.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-1617221245252779689?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/1617221245252779689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=1617221245252779689' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1617221245252779689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/1617221245252779689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2009/02/persaingan-satelit-iran-israel_12.html' title='Persaingan Satelit Iran-Israel'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZOBtQk6VfI/AAAAAAAAA9M/_6IIdLYSO80/s72-c/_45438609_satellite.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-5083076034946760793</id><published>2009-02-12T05:22:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T05:26:14.299+07:00</updated><title type='text'>BADMINTON TELADAN 83</title><content type='html'>&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZNQhbnIZHI/AAAAAAAAA80/LvgBglP6YrA/s1600-h/P1090695.JPG"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZNQhbnIZHI/AAAAAAAAA80/LvgBglP6YrA/s400/P1090695.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;Aris Priatno, Suherwan, Agung Krishartanto, Iwan&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZNQharBWFI/AAAAAAAAA88/FJ-NT88AaV8/s1600-h/P1090702.JPG"&gt;&lt;img alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZNQharBWFI/AAAAAAAAA88/FJ-NT88AaV8/s400/P1090702.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;Aris, Iwan, Anto Trail, Agung Kris, Suherwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebagian foto dulminton --istilah sebagian orang yogya untuk badminton-- setiap sabtu pagi. ACaranya cukup gayeng. Kawan-kawan yang pernah sekolah di SMA 1 Yogyakarta angkatan lulus 1983, berkumpul, main badminton bareng. Setiap kali yang datang sekitar 10 orang. Yang paling rajin namanya Suherwan --panggilannya Herwan. Setelah itu Aris Priatno. Saya di juara 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto lain mengenai acara ini, silakan diklik di &lt;a href="http://www.teladan83.blogspot.com/"&gt;www.teladan83.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badminton berlangsung di komplek menteri Jalan Widya Chandra III. Tapi mulai pekan ke-2 Februari ini, pindah ke SCBD, di Semanggi Expo. Tempatnya lebih luas, lebih terjangkau dari segi akses, dan yang penting: tidak bocor. Sabtu lalu sewaktu badminton di Widya Chandra, acara tampel bulu harus terhenti karena hujan deras. Air menetes dari atap. Satu-satu netes. Tapi lama-lama ngumpul jadi banyak, dan licin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pambudi Mahanto, yang kini bekerja di Departemen Kehutanan, kalau yang berkumpul usianya di atas 40 tahun, tema pembicaraan pasti tidak bergeser dari kolesterol, gula, rambut rontok...&lt;br /&gt;Dari monitoring pembicaraan setiap pekan, tampaknya omongan Hanto benar...&lt;div style='clear:both; text-align:CENTER'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-5083076034946760793?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/5083076034946760793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=5083076034946760793' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5083076034946760793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5083076034946760793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2009/02/badminton-teladan-83.html' title='BADMINTON TELADAN 83'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SZNQhbnIZHI/AAAAAAAAA80/LvgBglP6YrA/s72-c/P1090695.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-4733575876866461124</id><published>2008-12-19T05:36:00.001+07:00</published><updated>2008-12-19T06:41:08.449+07:00</updated><title type='text'>LATIHAN TAEKWONDO</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281274808002091026" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrbdNwvGBI/AAAAAAAAA2Y/bmAD4A2UcR0/s400/P1090564.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt; SEJAK dua bulan terakhir ini, Mohamad Darrel Cetta Askara, biasa dipanggil Darrel, ikut taekwondo. Seminggu sekali, tiap hari Kamis jam 13-14, dia berlatih di sekolahnya. Ada uncle bersabuk hitam yang jadi pelatih.&lt;br /&gt;Kenapa ikut taekwondo, bukan silat, misalnya. Jawabannya sederhana. Semua olahraga beladiri apapun bagus. Kebetulan yang disediakan oleh sekolahnya, Embun Pagi Islamic Inteernational School, adalah taekwondo.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281274811069203698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrbdZL_hPI/AAAAAAAAA2o/gYNyV8c-qZc/s400/P1090548.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pekan pertama, latihan mulai jam 15.00. Jadi setelah acara sekolah selesai, Darrel pulang. Tapi jam 14.45 berangkat lagi untuk taekwondo. Dari sisi waktu tidak praktis. Baru tidur sebentar kok sudah berangkat lagi. Rupanya banyak orangtua murid yang merasakan hal yang sama. Pada latihan kedua, jamnya digeser. Begitu pulang sekolah, istirahat sebentar di sekolah, lalu taekwondo. Lebih praktis.&lt;br /&gt;Latihannya mengambil tempat di ruang kosong.  Cukup untuk latihan bagi 30-an anak. Tapi pada tahap awal ini pesertanya baru 15-an. Semoga pesertanya nanti bertambah.&lt;br /&gt;                                                ****&lt;br /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281274807347838770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrbdLUv_zI/AAAAAAAAA2g/6egHFNIK7FM/s400/P1090579.jpg" border="0" /&gt;Nama taekwondo cukup akrab dengan saya. Sewaktu sekolah di Yogya, saya ikut perkumpulan silat, namanya Krisnamurti. Ini perguruan silat yang dirintis oleh pangeran dari ndalem Tejokusuman Yogya, namanya Harimurti. Orang Yogya menyebutnya sebagai ndoro Hari –ndoro artinya tuanku yang mulia. Saya cukup lama ikut Krisnamurti, dari SMP hingga kuliah.&lt;br /&gt;Nah, sebagai orang silat, saya ingin tahu bagaimana gerakan-gerakan taekwondo. Bersama beberapa teman, saya sering ke Sasono Hinggil Dwi Abad, gedung paling belakang di komplek Keraton Yogyakarta. Ketika taekwondo diluncurkan di Yogya, itu sewaktu saya masih SMA, jadi antara 1980-1983, saya ikut menyaksikannya. Acaranya di Sport Hall Kridosono, satu-satunya gedung olahraga di Yogya. Saya masih ingat, atlet yang jadi andalan namanya Liu Nam Kiong—mohon maaf kalau ejaannya salah. Gedungnya penuh banget…&lt;br /&gt;Tidak sadar ya, peristiwa itu lebih dari 20 tahun lalu.&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan kaki taekwondo, harus saya akui: luar biasa. Power, akurasi, presisi, semuanya diolah dengan baik. Semuanya ditopang dengan manajemen yang baik, sehingga regenerasi dan pengembangan berjalan secara terencana.&lt;br /&gt;                                                ****&lt;br /&gt;Taekwondo, sebagaimana karate, kempo, harus diakui, jauh lebih terbakukan ketimbang perguruan silat di Indonesia pada umumnya. Beladiri ini, sebagaimana dengan LG, Samsung, Hyundai, KIA, menjadi duta Korea Selatan yang efektif ke seluruh dunia. Dengan berlatih taekwondo, orang-orang dipaksa untuk belajar bahasa Korea.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281274799069511730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrbcsfCwDI/AAAAAAAAA2I/uaEo1WkuZ7s/s400/P1090555.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda kurang akrab dengan taekwondo, saya perkenalkan sejumlah istilah di olahraga pukul-tendang itu: Sabeum = Instruktur; Sabeum Nim = Instruktur Kepala; Seonbae = Senior; Hubae = Junior; Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do; Muknyeom = Meditasi; Dobok = Seragam Tae Kwon Do; Ti = Sabuk Latihan; Oen = Kiri; Oreon = Kanan; Joonbi = Siap; Sijak = Mulai; Kalryeo = Stop; Keysok = Lanjutkan; Keuman = Selesai; A Nee = Tidak; Yee = Ya; Eolgol = Sasaran atas; Moumtong = Sasaran tengah; Arae = Sasaran bawah; Kyungrye = hormat; chariot= mempersiapkan diri. Pukulan, tendangan, dan tangkisan, semua juga ada istilah korea-nya. Yeop Jireugi = Pukulan Samping; Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas; Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait. Ap Chagi = Tendangan Kedepan; Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan; Yeop Chagi = Tendangan Samping. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRbO7OixI/AAAAAAAAA1o/SjO1R_q7458/s1600-h/P1090526.JPG"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRbO7OixI/AAAAAAAAA1o/SjO1R_q7458/s400/P1090526.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Tendangan"&gt;&lt;/a&gt;Pekan lalu, sewaktu puang dari latihan taekwondo, Darrel membisiki saya: ‘’Ayah, aku punya jurus rahasia.’’ ---ini kalimat yang menirukan kartun silat Avatar. Lalu ia melingkarkan tangannya di depan muka.&lt;br /&gt;‘’Ini untuk menangkis serangan musuh.’’&lt;br /&gt;Kemudian ia menendang kakinya ke depan.&lt;br /&gt;‘’Ini untuk mengusir musuh..’’&lt;br /&gt;Hehehe..&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRbsT7_8I/AAAAAAAAA1w/Qo5VXFDlgls/s1600-h/P1090529.JPG"&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRbsT7_8I/AAAAAAAAA1w/Qo5VXFDlgls/s400/P1090529.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                                            ****&lt;br /&gt;Taekwondo sering ditulis sebagai Tae Kwon Do, Taekwon-Do. Ini olahraga nasional Korea yang paling populer. Bahkan sejak olimpiade Sidney, sudah dipertandingkan. Dalam &lt;a title="Bahasa Korea" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Korea"&gt;bahasa Korea&lt;/a&gt;, Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan &lt;a title="Do (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Do&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Do&lt;/a&gt; berarti "jalan" atau "seni". &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRbwAMrII/AAAAAAAAA14/6DKQN8_gFpA/s1600-h/P1090531.JPG"&gt;&lt;img alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRbwAMrII/AAAAAAAAA14/6DKQN8_gFpA/s400/P1090531.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Sebagaimana olahraga beladiri dari Asia lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.&lt;br /&gt;Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo,&lt;br /&gt;&lt;a name="Filosofi_Sabuk_pada_Tae_Kwon_Do"&gt;&lt;/a&gt;Untuk warna sabuk saja, misalnya, ada perlambang-perlambang. Tahap awal, bersabuk putih. Artinya kesucian, awal atau dasar dari semua warna. Setelah itu sabuknya warna kuning, bermakna bumi. Lalu hijau, bermakna pohon. Paling tinggi adalah sabuk hitam, bermakna kedalaman, kematangan dalam berlatih. &lt;a name="Lihat_pula"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRccLJSQI/AAAAAAAAA2A/82nawzugzqw/s1600-h/P1090561.JPG"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrRccLJSQI/AAAAAAAAA2A/82nawzugzqw/s400/P1090561.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="CLEAR: both; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://picasa.google.com/blogger/" target="ext"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial" alt="Posted by Picasa" src="http://photos1.blogger.com/pbp.gif" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-4733575876866461124?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/4733575876866461124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=4733575876866461124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4733575876866461124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4733575876866461124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/12/latihan-taekwondo.html' title='LATIHAN TAEKWONDO'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SUrbdNwvGBI/AAAAAAAAA2Y/bmAD4A2UcR0/s72-c/P1090564.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-5385620587679038764</id><published>2008-10-29T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T12:15:04.105+07:00</updated><title type='text'>Berkunjung ke Masjid Kubah Mas</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj8f5UleI/AAAAAAAAAn0/AnQS3poNZaU/s1600-h/P1090257.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262425318099293666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj8f5UleI/AAAAAAAAAn0/AnQS3poNZaU/s400/P1090257.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Selama tiga hari, 25-27 Oktober 2008, Bapak Muhammad Syarief dan Ibu Siti Asiyam berkunjung ke rumah kami. Mereka berdua adalah eyang dari Darrel. Selama ini beliau tinggal di Yogyakarta, di Suryodiningratan, di sebuah rumah yang ditempati sejak 1973.&lt;br /&gt;Beliau ke Jakarta karena di rumah kami, di Permata Timur, pada 26 Oktober dilangsungkan pertemuan syawalan trah Kaligawe.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj8BMP8OI/AAAAAAAAAns/lZ3PkJlQ2mc/s1600-h/P1090333.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262425309857181922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj8BMP8OI/AAAAAAAAAns/lZ3PkJlQ2mc/s400/P1090333.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kaligawe adalah sebuah desa di Klaten, Jawa Tengah, tempat asal usul keluarga Pak M. Syarief. Bapak mempunyai tujuh saudara. Baik kakak maupun adiknya mempunyai anak dan cucu. Karena tempat tinggal saling berjauhan, plus kesibukan masing-masing, kami kurang mengenal dengan akrab. Kami pun mengadakan syawalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj7aiLA8I/AAAAAAAAAnk/RROkAGg3upY/s1600-h/P1090304.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262425299480150978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj7aiLA8I/AAAAAAAAAnk/RROkAGg3upY/s400/P1090304.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan itulah Bapak dan Ibu rawuh ke Jakarta. Begitu sampai di Bandara Cengkareng, Bapak dan Ibu tidak langsung ke Permata Timur. Beliau ingin melihat keelokan Masjid Dian Al Mahri, yang lebih dikenal sebagai Masjid Kubah Mas, di desa Limo, Cinere, Depok. Karena jalanan macet, dari bandara kami butuh waktu 2,5 jam untuk sampai lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masjidnya elok benar. Kubahnya emas --kabarnya emas beneran. Bangunan dalamnya lapang. Tiangnya tinggi dan besar. Gagah. Pintu dan taman didesain bagus, dan terawat. Pokoknya bangunannya pantas dipuji.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj6Q5fdII/AAAAAAAAAnc/IUoVNSbkRzM/s1600-h/P1090246.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262425279713735810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj6Q5fdII/AAAAAAAAAnc/IUoVNSbkRzM/s400/P1090246.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemegahan dan keelokan itu membuat Masjid Dian Al Mahri langsung ngetop, dan menjadi tempat wisata baru. Kehidupan ekonomi menggeliat. Dari tukang parkir, tukang foto, tukang jual makanan, semua mendapat rejeki. Tapi ada masalah lain: masuknya bis-bis besar membuat jalan kecil menuju masjid tidak kuat menyangga. Lobang pun bermunculan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita berharap, dampak lingkungan akibat munculnya masjid nan elok ini dapat diselesaikan dengan cepat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Insya Allah cerita soal kunjungan ke Masjid Kubah Mas akan kami lanjutkan di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-5385620587679038764?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/5385620587679038764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=5385620587679038764' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5385620587679038764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5385620587679038764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/10/berkunjung-ke-masjid-kubah-mas.html' title='Berkunjung ke Masjid Kubah Mas'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SQfj8f5UleI/AAAAAAAAAn0/AnQS3poNZaU/s72-c/P1090257.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-5831083239315762146</id><published>2008-10-13T16:34:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T00:05:44.863+07:00</updated><title type='text'>LEBARAN DI ISTANA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPMW_kd9lTI/AAAAAAAAAnE/Md80QkrlBFY/s1600-h/_ABR0072.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256570471448417586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPMW_kd9lTI/AAAAAAAAAnE/Md80QkrlBFY/s400/_ABR0072.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; LEBARAN 1429 H lalu kami sekeluarga ke Istana Negara. Acara ini kami lakukan setelah selesai sungkeman dengan Ompung, Eyang, serta bersalaman dengan tetangga dekat plus kerabat. Kami berbaur dengan banyak orang yang pada hari lebaran pertama itu, ingin bersalaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;Bagi kami, bersilaturahmi dengan Presiden merupakan hal penting. Pertama, sebagai sesama muslim, bersilaturahmi ini wajib. &lt;div&gt;Bila kita ingin bersilaturahmi dengan banyak orang dalam waktu singkat, datanglah ke Istana Negara. Pasti banyak orang berkumpul, yang banyak di antaranya kita sudah kenal. Jadi kita irit waktu dan tenaga. Tidak perlu mendatangi beliau satu demi satu. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPMW_jOo19I/AAAAAAAAAnM/0rXPl8MU_Bw/s1600-h/_ABR0070.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256570471115708370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPMW_jOo19I/AAAAAAAAAnM/0rXPl8MU_Bw/s400/_ABR0070.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lebih dari itu, bagi anak kami, Darrel, bersilaturahmi dengan Presiden, mendatangkan manfaat penting. Ia jadi berkenalan dengan lembaga negara. Ia tahu bahwa di Indonesia yang jadi boss adalah Presiden, bukan ''ayah'' dan ''mommy''-nya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menunggu selama hampir 30 menit, akhirnya kami bertiga bisa bersalaman dengan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Loh.. ini anaknya sudah besar. Siapa namanya?'' tanya Pak SBY&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Darrel..''&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Wah.. yang rajin belajar ya? Ayo... sekarang foto bersama..''&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jepret. Jepret. Jepret. Dua foto kami muatkan di website ini.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPTOcYY1qjI/AAAAAAAAAnU/y9VmBmbBZXw/s1600-h/01102008028.jpg" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Seusai dari Istana, kami ke rumah Bu Megawati Soekarnoputri, penghuni istana sebelum Pak SBY. Bersalaman juga. Silaturahmi.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan Bu Mega, Pak Taufiq Kiemas, dan Mbak Puan Maharani, kami mengenal cukup baik. Foto kunjungan ke kediaman Bu Mega saya postingkan di bawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepulang dari silaturahmi ke dua tokoh itu, kami mendapat pertanyaan sederhana dari Darrel, yang sampai sekarang susah menjelaskannya: mengapa Bu Mega diganti Pak SBY? pemilihan umum itu apa? kalau presiden itu bos di indonesia, apakah dia masih punya bos lagi?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh pertanyaan yang tidak mudah menjelaskannya, untuk anak 5 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPTOcYY1qjI/AAAAAAAAAnU/y9VmBmbBZXw/s1600-h/01102008028.jpg" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPTOcYY1qjI/AAAAAAAAAnU/y9VmBmbBZXw/s400/01102008028.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257053652026501682" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-5831083239315762146?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/5831083239315762146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=5831083239315762146' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5831083239315762146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/5831083239315762146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/10/lebaran-di-istana.html' title='LEBARAN DI ISTANA'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SPMW_kd9lTI/AAAAAAAAAnE/Md80QkrlBFY/s72-c/_ABR0072.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-9028444199157963541</id><published>2008-09-24T16:30:00.002+07:00</published><updated>2008-09-24T16:49:42.182+07:00</updated><title type='text'>MAAF LAHIR BATIN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNoJDkp5oGI/AAAAAAAAAmQ/pi5-phr0cV8/s1600-h/e-card-ramadhan-1429-english.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249518272637411426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNoJDkp5oGI/AAAAAAAAAmQ/pi5-phr0cV8/s400/e-card-ramadhan-1429-english.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNoJD4414sI/AAAAAAAAAmY/xMWazQ1XDLE/s1600-h/e-card-ramadhan-indo-jadi.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249518278068789954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNoJD4414sI/AAAAAAAAAmY/xMWazQ1XDLE/s400/e-card-ramadhan-indo-jadi.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249521245024800802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNoLwlqR0CI/AAAAAAAAAm8/S3chNrdJIz8/s400/Resize+of+P1050642.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Om, Tante, Pakde, Bude, Opung, Eyang, Darrel bersama Ayah dan Mommy mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429 H. Semoga puasa di Ramadhan ini diterima. Doakan Darrel makin sehat dan makin pintar yaaaa... Trims.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-9028444199157963541?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/9028444199157963541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=9028444199157963541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/9028444199157963541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/9028444199157963541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/09/maaf-lahir-batin.html' title='MAAF LAHIR BATIN'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNoJDkp5oGI/AAAAAAAAAmQ/pi5-phr0cV8/s72-c/e-card-ramadhan-1429-english.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-7455043483889071340</id><published>2008-09-24T13:57:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T14:20:59.987+07:00</updated><title type='text'>Livni Jadi Perdana Menteri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-JE-MCI/AAAAAAAAAlo/tumqtmszqrc/s1600-h/18israel2_650.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-JE-MCI/AAAAAAAAAlo/tumqtmszqrc/s400/18israel2_650.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249482994963329058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="timestamp"&gt;September 18, 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="kicker"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;&lt;nyt_headline type=" " version="1.0"&gt;Israel’s Foreign Minister Wins in Party&lt;/nyt_headline&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;nyt_headline type=" " version="1.0"&gt; Election&lt;/nyt_headline&gt;&lt;/h1&gt;&lt;nyt_byline type=" " version="1.0"&gt;&lt;div class="byline"&gt;By &lt;a title="More Articles by Ethan Bronner" href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/b/ethan_bronner/index.html?inline=nyt-per"&gt;ETHAN BRONNER&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/nyt_byline&gt;&lt;nyt_text&gt;&lt;div id="articleBody"&gt;&lt;p&gt;JERUSALEM — Foreign Minister &lt;a title="More articles about Tzipi Livni." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/l/tzipi_livni/index.html?inline=nyt-per"&gt;Tzipi Livni&lt;/a&gt; narrowly won election Wednesday to replace Prime Minister &lt;a title="More articles about Ehud Olmert." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/o/ehud_olmert/index.html?inline=nyt-per"&gt;Ehud Olmert&lt;/a&gt; as the leader of &lt;a title="More news and information about Israel." href="http://topics.nytimes.com/top/news/international/countriesandterritories/israel/index.html?inline=nyt-geo"&gt;Israel&lt;/a&gt;’s Kadima party, edging past her main rival, Transportation Minister &lt;a title="More articles about Shaul Mofaz" href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/m/shaul_mofaz/index.html?inline=nyt-per"&gt;Shaul Mofaz&lt;/a&gt;, by just over a percentage point, according to official results released Thursday.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/nyt_text&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-QElbNI/AAAAAAAAAlw/bVwkLoMsguA/s1600-h/17israel_650.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-QElbNI/AAAAAAAAAlw/bVwkLoMsguA/s400/17israel_650.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249482996840754386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Mr. Mofaz’s supporters called for a recount, but Israeli media reported that he had called Ms. Livni to congratulate her on her victory and had rejected a legal adviser’s proposal that he appeal the results.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;When the polls closed at 10:30 p.m. Wednesday, exit surveys indicated that Ms. Livni had swept to victory with a 10-point lead. But as counting of the nearly 40,000 votes progressed, the gap narrowed sharply. Before dawn, officials announced that Ms. Livni had won by 431 votes, according to Israel Radio.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Speaking outside her home in Tel Aviv, Reuters reported, Ms. Livni vowed to start work immediately on forming a new coalition that would let her succeed Mr. Olmert as prime minister.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The difference between Ms. Livni, a diplomatic 50-year-old lawyer who has led peace talks with the &lt;a title="More articles about Palestinians." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/subjects/p/palestinians/index.html?inline=nyt-classifier"&gt;Palestinians&lt;/a&gt;, and Mr. Mofaz, a hawkish 59-year-old former general who has derided those talks, appears substantial.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-m1l0PI/AAAAAAAAAl4/43Pk4HPWkYo/s1600-h/israel-288.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-m1l0PI/AAAAAAAAAl4/43Pk4HPWkYo/s400/israel-288.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249483002951880946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;f Ms. Livni fends off any possible legal challenge and succeeds in putting together a majority coalition of the 120-member Parliament, she will be the first woman to lead this country since Golda Meir in 1974. If not, the country will hold general elections three months later. Polls show the right-ring Likud party of &lt;a title="More articles about Benjamin Netanyahu." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/n/benjamin_netanyahu/index.html?inline=nyt-per"&gt;Benjamin Netanyahu&lt;/a&gt; a very strong contender in such a race.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mr. Olmert, the object of several investigations alleging that he took money illegally while mayor of Jerusalem and industry minister, called Ms. Livni to congratulate her and promise his full cooperation.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;He has agreed to step down once his replacement is chosen so that the police inquiry does not further interfere with matters of state, but he is likely to remain in a caretaker capacity until a government is formed.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coalition options are complex and the small victory clearly could be seen as a reduced mandate to form a government without general elections.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The current government, headed by the centrist Kadima party, includes the left-wing Labor party, the Pensioners party and Shas, an ultra-Orthodox Sephardic party. There have been sharp tensions between Ms. Livni and the Labor leader, Defense Minister &lt;a title="More articles about Ehud Barak." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/b/ehud_barak/index.html?inline=nyt-per"&gt;Ehud Barak&lt;/a&gt;, but he seems likely to join her to seek to avoid elections that could carry Likud to power.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The Pensioners will pose no difficulties but Shas is more naturally inclined toward Likud, which advocates a tougher approach toward the Palestinians, the ending of peace talks with the Syrians and a solemn vow never to give up sovereignty over any part of Jerusalem to the Palestinians who seek its eastern part as their capital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Shas, whose members have large families, also wants a big increase in child welfare allowances, which Ms. Livni says she opposes.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="timestamp"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;nyt_text&gt;&lt;div id="articleBody"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-nFLH5I/AAAAAAAAAmA/FABGs_xd5UY/s400/Israel_-_Akko_-_an_Old_city.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249483003017240466" /&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;I&lt;/p&gt;&lt;p&gt;She could turn to Meretz, which is to the left of Labor. She has also said  she would try to attract Likud. But Mr. Netanyahu, the Likud leader, said on  Wednesday that joining Kadima in a government would be tantamount to joining the  board of Lehman Brothers.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;He has argued that Kadima, formed by Prime Minister &lt;a title="More articles about Ariel Sharon." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/people/s/ariel_sharon/index.html?inline=nyt-per"&gt;Ariel  Sharon&lt;/a&gt; in late 2005 less than two months before he fell into a  stroke-induced coma, has no future because it lacks vision, identity and popular  support.&lt;/p&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-x6H6TI/AAAAAAAAAmI/fiNBocWKnl8/s400/20060814-2.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249483005923682610" /&gt; &lt;p&gt;Other Likud leaders said it was scandalous that a primary election of a small  party like Kadima — 70,000 members were eligible to vote and about half did so —  could determine the country’s next prime minister and policy direction.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gilad Erdan, a Parliament member from Likud, said on television that the  roughly 20,000 people who elected the head of Kadima could barely fill a soccer  stadium, and added: “I have no doubt that a new government would be legal, but  it would not be morally legitimate. This is not the government the people have  elected; this is not the agenda that was put up to elections."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mr. Sharon, who left Likud three years ago to form Kadima, taking Ms. Livni  and Mr. Olmert with him, promised to withdraw unilaterally from parts of the  West Bank to preserve Israel as a Jewish democratic state, saying negotiations  with the Palestinians were useless because there was no one on the Palestinian  side with whom to negotiate.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;But the unilateral withdrawal from Gaza several months earlier quickly turned  sour, leading to the &lt;a title="More articles about Hamas." href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/h/hamas/index.html?inline=nyt-org"&gt;Hamas&lt;/a&gt;  takeover of the area and a huge increase in rocket fire at Israel. So the  current government has engaged in extended negotiations with the &lt;a title="More articles about Palestinian Authority" href="http://topics.nytimes.com/top/reference/timestopics/organizations/p/palestinian_authority/index.html?inline=nyt-org"&gt;Palestinian  Authority&lt;/a&gt; and has also begun serious, albeit indirect, talks with Syria over  peace in exchange for a return of the Golan Heights.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In other words, Kadima has edged closer to the position of Labor, making it  more left-of-center than centrist at a time when the national mood may be more  hawkish.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mr. Mofaz, who was born in Iran, has an image as a hawk whose views do not  appear very different from those of Likud. But he said he would be eager to make  peace with the Palestinians and has the military background to protect Israel as  it faces major geopolitical and strategic challenges. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ms. Livni, who is married to a businessman and has raised two sons, is well  liked but not loved by Israelis who consider her something of a gray pragmatist.  Her associates sometimes complain that she is slow to make decisions.  &lt;/p&gt;&lt;nyt_author_id&gt; &lt;div id="authorId"&gt; &lt;p&gt;Isabel Kershner contributed reporting from  Jerusalem.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/nyt_author_id&gt;&lt;nyt_update_bottom&gt;&lt;/nyt_update_bottom&gt;&lt;/div&gt;&lt;/nyt_text&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-7455043483889071340?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/7455043483889071340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=7455043483889071340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7455043483889071340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7455043483889071340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/09/livni-jadi-perdana-menteri.html' title='Livni Jadi Perdana Menteri'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SNno-JE-MCI/AAAAAAAAAlo/tumqtmszqrc/s72-c/18israel2_650.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-7940990867598158501</id><published>2008-08-30T06:25:00.000+07:00</published><updated>2008-08-30T08:17:47.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='livni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='israel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wartawan'/><title type='text'>TZIPI LIVNI WANITA PERKASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVJxXeFFI/AAAAAAAAAjg/lk1n-R9brF0/s1600-h/Photo+(1)+Indo+Grp+Oct+07.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVJxXeFFI/AAAAAAAAAjg/lk1n-R9brF0/s400/Photo+(1)+Indo+Grp+Oct+07.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240102161548710994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVJ75gUZI/AAAAAAAAAjo/JW19mKspooA/s1600-h/2006__02_08_rice-livni3_600.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVKJUwSZI/AAAAAAAAAj4/TBEJDNEBep0/s1600-h/palestine_boy_tank.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVKciVj7I/AAAAAAAAAkA/fnOXj4Zu8nw/s1600-h/tzipi-2.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;KAMI muatkan di sini foto tersisa dari kunjungan Mommy Uni Z Lubis ke Israel, Oktober tahun lalu. Foto itu kami muatkan baru sekarang karena mommy baru mendapat kiriman fotonya pekan ini, pekan terakhir Agustus 2008. Meski kunjungan itu sudah hampir setahun lewat, tapi foto itu dirasa cukup penting mengingat ketokohan yang difoto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh yang difoto itu bernama Tzipi Livni, kini 50 tahun. Oktober tahun lalu ia menerima rombongan sejumlah wartawan Indonesia. Termasuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;di dalamnya Mommy Uni Lubis, ibunya Darrel Cetta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;‘’Orangnya sibuk. Tidak berdandan. Kalo ngomong langsung, tidak pake muter-muter,’’ kata Mommy. Sebagai contoh, setelah sesi deng&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;an wartawan Indonesia selesai, stafnya langsung datang mengerubung. Padahal pada saat itu wartawan Indonesia masih di dalam ruangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVKciVj7I/AAAAAAAAAkA/fnOXj4Zu8nw/s1600-h/tzipi-2.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVKciVj7I/AAAAAAAAAkA/fnOXj4Zu8nw/s400/tzipi-2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240102173137014706" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Wajahnya nyaris tanpa senyum. Gerakannya cepat. Mungkin ini karena ia pernah bekerja sebagai agen Mossad. Mossad?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:5"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;                                                            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Mossad adalah lembaga agen intelijen punya pemerintah Israel, yang dikenal amat ampuh. Mossad ini kira-kira semacam CIA untuk Amerika Serikat dan BIN untuk Indonesia. Silakan klik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://www.mossad.go.il"&gt;www.mossad.go.il&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;, ini situs resminya. Tapi jangan harapkan Anda akan mendapat informasi berbagai operasi Mossad. Yang ada di dalamnya sekadar visi, misi, dan berbagai bla-bla.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agen Mossad diberi pelajaran krav maga, ini ilmu beladiri yang dikembangkan tentara Israel. Berbeda dengan silat atau kungfu yang juga menekankan unsur seni, krav maga betul-betul bicara bagaimana cara membunuh dengan cepat, menghancurkan dengan dahsyat, dan meloloskan diri dengan sigap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:Georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVKMuxeKI/AAAAAAAAAjw/U8ED3eiZeno/s400/mossad.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; agen, Tzipi Livni diberi pelajaran krav maga. Kalau mau melihat bagaimana krav maga beraksi, silakan klik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;www.youtube.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;. Gerakannya serba sederhana, ringkas, dan secepat mungkin melumpuhkan lawannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVKJUwSZI/AAAAAAAAAj4/TBEJDNEBep0/s400/palestine_boy_tank.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240102167979772306" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Mungkin prinsip krav mamga ini bisa kita camkan bersama-sama: jangan sampai luka; secepat mungkin lumpuhkan penyerang; secepat mungkin berganti posisi dari bertahan ke menyerang; latih gerak reflek Anda; pelajari titik-titik lemah tubuh; biasakan gunakan alat bantu seadanya sebagai sarana melumpuhkan.; jangan berlama-lama dalam berkelahi; hancurkan sebanyak mungkin dan segera lari secepatnya; jangan merasa grogi akan serangan lawan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:5"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;                                                            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Livni adalah putri dari Eitan Livni, bekas anggota sayap militer Irgun Tzwai Le'umi, yang juga merupakan anggota partai Likud. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tapi sampai sejauh mana Tzipi Livni ini menjadi agen Mossad, tidak banyak informasi yang beredar. Ini namanya intel yang benar. Kalau sampai ada intel mengaku-aku keahlian dan operasinya, itu namanya intel-intelan. Ada yang menyebut ia sebagai pemburu teroris. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Ensiklopedia gratis, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.en.wikipedia.org/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;www.en.wikipedia.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; menulis cerita tentang profil Tzipi Livni. Di situ disebutkan bahwa sewaktu tinggal di Paris, Livni tinggal di sebuah apartemen biasa. Diduga, pada saat ini ia masih menjadi agen Mossad. Ia lalu berhenti menjadi agen pada 1983 untuk menikah dengan seorang akuntan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Naftali Spitzer, dan mempunyai dua anak, Omri and Yuval&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Karier hidupnya memang berwarna. Ia pernah menjadi letnan di Angkatan Pertahanan Israel. Setelah itu baru menjadi agen Mossad. Lalu menjadi pengacara praktek selama 10 tahun. Ia memang lulusan Fakultas Hukum Universitas Bar-Ilan. Setelah itu, ia baru terjun ke dunia politik, bergabung dengan Partai Likud. Kini, ia bergabung dengan Partai Kadima, bentukan Perdana Menteri Ehud Olmert. Ia menjadi kandidat kuat perdana menteri berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="mso-tab-count:4"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice, termasuk yang memuji Tzipi Livni. Saya kutipkan di sini tulisan Rice tentang Livni, yang dimuat di Majalah Time edisi 25 April 2007, edisi tentang orang-orang yang mampu menerobos pemikiran biasa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;’Tzipi, like me, became the second woman ever to hold her nation's top foreign policy job. Those early months were anything but easy: violence in Gaza, a war in Lebanon, a radical President in Iran. Tzipi's strength to endure, indeed to excel, in what were difficult, often heartbreaking, conditions was a testament to her character. Tzipi and Prime Minister Ehud Olmert have the foresight to know that a Palestinian state is in Israel's greatest interest, and that they must pursue the cause of peace with their Arab neighbors. President Bush and I deeply share this goal. And for Tzipi and me, it is now the focus of our work together.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVJ75gUZI/AAAAAAAAAjo/JW19mKspooA/s1600-h/2006__02_08_rice-livni3_600.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVJ75gUZI/AAAAAAAAAjo/JW19mKspooA/s400/2006__02_08_rice-livni3_600.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240102164375818642" style="float: right; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; cursor: pointer; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tzipi has not just been my colleague; she has become my friend. We have sat together for hours debating ideas—freely, openly, even combatively at times. I have learned of her deep pride in her children. We share an abiding respect for our now deceased fathers—mine, a successful son of the old segregated American South; hers, a defender of the Jewish homeland in its first days of independence. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Tzipi, 48, is a woman of conviction, intelligence and peace. I deeply respect her. I like being around her. And I know that long after we have both exited the world stage, we'll still be friends.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;’’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Mungkin Anda kurang begitu suka terhadap politik luar negeri Israel. Atau kurang nyaman melihat perlakuannya terhadap Palestina. Tapi tak bisa dimungkiri, Israel memiliki kekuatan luar biasa. Sebagai sebuah negara kecil ia bisa selamat, bahkan terus makin maju, meski ia berada di tengah kepungan negara-negara dengan sumber daya lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dalam kaitan inilah kami menuliskan cerita soal Tzipi Livni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-7940990867598158501?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/7940990867598158501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=7940990867598158501' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7940990867598158501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/7940990867598158501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/08/tzipi-livni-wanita-perkasa.html' title='TZIPI LIVNI WANITA PERKASA'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLiVJxXeFFI/AAAAAAAAAjg/lk1n-R9brF0/s72-c/Photo+(1)+Indo+Grp+Oct+07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-4678239046530363043</id><published>2008-08-26T05:59:00.000+07:00</published><updated>2008-08-26T06:46:26.406+07:00</updated><title type='text'>Ke Jogja dengan Trans Jogja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60L4S2LI/AAAAAAAAAi4/8VuR0UKerhQ/s1600-h/trans-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60L4S2LI/AAAAAAAAAi4/8VuR0UKerhQ/s400/trans-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238595459778533554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;SELAMA tiga hari, Jumat 22 – 24 Agustus 2008, kami sekeluarga berada di Yogyakarta. Ini kota yang memiliki kenangan tersendiri bagi kami berdua. Kami – Iwan dan Uni—menikah di Yogya pada 1 April 1994 (hehe.. tak terasa sudah 14 tahun). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Eyang –ini bahasa kami untuk ibunya Mommy Uni—lahir dan besar di Yogya. Sampai kini rumah keluarga, di Panembahan, masih utuh. Rumah keluarga itu malah kini sudah menjadi milik Eyang. Namun kebanyakan Eyang tinggal di Jatiwaringin, Pondokgede, bersama Opung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedang saya –Iwan—memang tumbuh dan besar di Yogya. Kedua orangtua juga masih tinggal di rumah, Suryodiningratan. Alhamdulillah, kedua orangtua kami, baik dari jalur ayah maupun mommy, masih dikaruniai umur panjang. Doakan mereka diberi kesehatan oleh Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60dntShI/AAAAAAAAAjA/N6fRGa7G7uk/s1600-h/trans-peta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60dntShI/AAAAAAAAAjA/N6fRGa7G7uk/s400/trans-peta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238595464540801554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                            &lt;/span&gt;****&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi yang sudah lebih dari setahun tidak ke Yogya, akan mendapat pemandangan baru, yaitu adanya bis &lt;a href="http://www.transjogja.net/"&gt;Trans Jogja&lt;/a&gt;. Bisnya seukuran metromini di Jakarta, atau dalam bahasa sopir Pulogadung, ini bis ¾. Bisnya ber-AC, warnanya juga enak dilihat: kuning dikombinasi hijau. Di bodi belakang ada reklamenya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bisnya jalannya pelan, hanya berhenti di halte tertentu. Tarifnya juga murah, Rp 3.000. Mau berputar-putar ke seluruh Jogja dari pagi sampai sore, sepanjang tidak keluar dari halte, Anda cukup membayar Rp 3.000. Duit Rp 3.000 itu setara dengan US$ cen 30, atau Euro 25 cen. Turis Amerika atau Eropa pasti terheran-heran: kok bisa dengan tarif segitu bisa mengangkut orang sak kemenge??? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau mau dapat tarif murah, juga bisa. Silakan menyamar jadi pelajar. Ongkosnya cuma Rp 2.000, hampir sama dengan Aqua 500 cc….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tarif ini untuk ukuran kita juga sangat murah. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60pJHoMI/AAAAAAAAAjI/jdWERL8Nh-Q/s1600-h/P1020662.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60pJHoMI/AAAAAAAAAjI/jdWERL8Nh-Q/s400/P1020662.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238595467633729730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari bandara Adisucipto, bila tidak ada jemputan, dulu kita harus pake taksi atau ojek. Untuk jarak 15 Km, pake ojek butuh biaya sekitar Rp 35.000. Pake taksi sekitar Rp 40.000. Dengan Jogja Trans, ya cukup Rp 3.000. Hanya, Anda harus bersabar, soalnya bis ini berhenti di setiap halte.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Cara lain yang lebih hemat juga bisa. Sekarang ini sepur Prambanan Ekspress jurusan Solo Balapan-Stasiun Tugu Jogja juga berhenti di stasiun Maguwo. Ini stasiunnya persis di depan bandara Adisucipto. Dari Adisucipto mau ke Solo, cukup nunggu di stasiun. Mau ke stasiun Lempuyangan atau stasiun Tugu (keduanya stasiun besar di Jogja), juga cukup menunggu di stasiun Maguwo. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pokoknya layanan transportasi bandara Adisucipto Yogya, kini jauh lebih baik. Angkutan udara, angkatan darat antar-kota, dan angkutan lokal Jogja, dipadukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                &lt;/span&gt;*****&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rute trans Jogja gambarnya dipajang di depan halte Gedung Agung. Saya memuatkan fotonya di sini, saya ambil dari flickr. Kalau sempat, silakan klik website&lt;a href="http://www.transjogja.net/"&gt; www.transjogja.net&lt;/a&gt;. Ini situs pengelola angkutan Trans Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Untuk membantu, kami muatkan di sini jalur Trans Jogja. Saya mohon maaf, jalur ini belum saya cek. Saya sekadar copy-paste.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trayek 1A &lt;/span&gt;: Terminal Prambanan - Bandara Adisucipto - Stasiun Tugu - Malioboro - JEC &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Terminal Prambanan - S5. Kalasan - Bandara Adisucipto - S3. Maguwoharjo - Janti (bawah) - S3. UIN Kalijaga - S4. Demangan - S4. Gramedia - S4. Tugu - Stasiun Tugu - Malioboro - S4. Kantor Pos Besar - S4. Gondomanan - S4. Pasar Sentul - S4. SGM - Gembira Loka - S4. Babadan Gedongkuning - JEC - S4. Blok O - Janti (atas) - S3. Maguwoharjo - Bandara Adisucipto - S5. Kalasan - Terminal Prambanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;– &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trayek 1B :&lt;/span&gt; Terminal Prambanan - Bandara Adisucipto - JEC - Kantor Pos Besar - Pingit - UGM &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Terminal Prambanan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S5. Kalasan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bandara Adisucipto &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Maguwoharjo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Janti (lewat bawah) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Blok O &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;JEC - S4. Babadan Gedongkuning &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Gembira Loka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. SGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Pasar Sentul - S4. Gondomanan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Kantor Pos Besar - S3. RS.PKU Muhammadiyah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Pasar Kembang - S4. Badran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bundaran SAMSAT &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Pingit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tugu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Gramedia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bundaran UGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Colombo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Demangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. UIN Sunan Kalijaga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Janti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Maguwoharjo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bandra Adisucipto &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S5. Kalasan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Prambanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;– &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trayek 2A&lt;/span&gt; : Terminal Jombor - Malioboro &lt;span style=""&gt;- &lt;/span&gt;Basen -&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kridosono -&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;UGM -&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Condong Catur -&lt;/span&gt; &lt;span class="postbody"&gt;Terminal Jombor - S4. Monjali - S4. Tugu - Stasiun Tugu - Malioboro - S4. Kantor Pos Besar - S4. Gondomanan - S4. Jokteng Wetan - S4. Tungkak - S4. Gambiran - S3 . Basen - S4. Rejowinangun - S4. Babadan Gedongkuning - Gembira Loka - S4. SGM - S3. Cendana - S4. Mandala Krida - S4. Gayam - Flyover Lempuyangan - Kridosono - S4. Duta Wacana - S4. Galeria - S4. Gramedia - Bunderan UGM - S3. Colombo - Terminal Condongcatur - S4. Kentungan - S4. Monjali - Terminal Jombor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;– &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM602InHgI/AAAAAAAAAjQ/DSFBqE6UR14/s1600-h/P1020668.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM602InHgI/AAAAAAAAAjQ/DSFBqE6UR14/s400/P1020668.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238595471121260034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trayek 2B&lt;/span&gt; : Terminal Jombor &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Condongcatur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;UGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kridosono &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Basen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kantor Pos Besar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Wirobrajan - Pingit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Terminal Jombor &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Monjali &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Kentungan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Condong Catur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Colombo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bundaran UGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Gramedia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kridosono &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. &lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Duta Wacana - Fly-over Lempuyangan - S4. Gayam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Mandala Krida &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Cendana &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. SGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Gembiraloka S4. Babadan Gedongkuning &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Rejowinangun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Basen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4.Tungkak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Joktengwetan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Gondomanan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Kantor Pos Besar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. RS PKU Muhammadiyah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Ngabean &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Wirobrajan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. BPK &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Badran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bundaran SAMSAT &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Pingit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tugu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Monjali &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Jombor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;– &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trayek 3A&lt;/span&gt; : Terminal Giwangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kotagede &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bandara Adisucipto &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ringroad Utara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;MM UGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pingit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Malioboro &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jokteng Kulon &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Terminal Giwangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tegalgendu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. HS-Silver&lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Jl. Nyi Pembayun - S3. Pegadaian Kotagede &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Basen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Rejowinangun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Babadan Gedongkuning &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;JEC - S4. Blok O &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Janti (lewat atas) - S3. Janti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Maguwoharjo - Bandara ADISUCIPTO - S3. Maguwoharjo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ringroad Utara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Condongcatur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Kentungan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. MM UGM - S4. MirotaKampus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Gondolayu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tugu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Pingit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bundaran SAMSAT - S4. Badran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. PasarKembang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Stasiun TUGU - Malioboro &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Kantor Pos Besar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. RS PKU Muhammadiyah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Ngabean &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Jokteng Kulon &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Plengkung Gading - S4. Jokteng Wetan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tungkak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4.Wirosaban &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tegalgendu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Giwangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;– &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trayek 3B&lt;/span&gt; : Terminal Giwangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jokteng Kulon &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pingit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;MM UGM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ring Road Utara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bandara Adisuciptp &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kotag&lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt;ede &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Terminal Giwangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tegalgendu - S4. Wirosaban &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tungkak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4.Jokteng Wetan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Plengkung Gading - S4. JoktengKulon &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Ngabean &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. RS PKU Muhammadiyah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Pasar Kembang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Badran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bundaran SAMSAT &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Pingit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tugu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Gondolayu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Mirota Kampus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. MM UGM - S4. Kentungan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Condong Catur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ringroad Utara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Maguwoharjo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bandara Adisucipto &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Maguwoharjo &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;JANTI (lewat bawah) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Blok O &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;JEC - S4. Babadan Gedongkuning &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Rejowinangun &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Basen &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S3. Pegadaian Kotagede &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jl.Nyi Pembayun - S3. HS-Silver &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;S4. Tegalgendu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terminal Giwangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                &lt;/span&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita doakan bis Trans Jogja ini bisa berjalan dengan bagus. Tidak hanya bagus di awal, melainkan ini terus berkembang, seiring dengan perkembangan Jogja yang makin hari terasa makin sesak.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Paling tidak, halte Trans Jogja kini sudah menjadi sarana baru: obyek foto bagi para ''turis''....&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM61FDc48I/AAAAAAAAAjY/Q0b5JUWqltY/s1600-h/P1020669.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM61FDc48I/AAAAAAAAAjY/Q0b5JUWqltY/s400/P1020669.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238595475126150082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-4678239046530363043?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/4678239046530363043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=4678239046530363043' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4678239046530363043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/4678239046530363043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/08/ke-jogja-dengan-trans-jogja.html' title='Ke Jogja dengan Trans Jogja'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SLM60L4S2LI/AAAAAAAAAi4/8VuR0UKerhQ/s72-c/trans-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-8570389366476805699</id><published>2008-08-11T12:57:00.000+07:00</published><updated>2008-08-11T14:08:19.252+07:00</updated><title type='text'>TRANSFORMER ROBOT YANG BAIK</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4IgYivI/AAAAAAAAAiY/MKjGBeM8iT4/s1600-h/Autobot+Ultra+Magnus-+robot+mode+posed+_2_.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233136452360506098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4IgYivI/AAAAAAAAAiY/MKjGBeM8iT4/s400/Autobot+Ultra+Magnus-+robot+mode+posed+_2_.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DI televisi ada film robot baik hati. Si robot itu bisa berubah menjadi mobil, roket, pesawat. Robotnya juga pintar sekali. Ia bisa ngomong, bisa marah, bahkan bisa menangis. Anda pernah nonton film Transformer?&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan bilang: wah, ini hal yang mustahil..&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4A5VZFI/AAAAAAAAAig/6dSrOj6nQKI/s1600-h/evac_robot_mode_newslarge.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233136450317673554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4A5VZFI/AAAAAAAAAig/6dSrOj6nQKI/s400/evac_robot_mode_newslarge.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Untuk ukuran sekarang, ya jelas mustahil. La wong robot Ashimo punya Sony, yang bisa berdiri dan berjalan itu, hanya bisa begitu saja... Itu pun sudah dianggap paling canggih. Tapi kalo robot bisa menangis, saya nggak tahu, apa teknologi kita ke depan bisa mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4cWM_mI/AAAAAAAAAio/8SEex5WLzqc/s1600-h/optimus-prime.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233136457686515298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4cWM_mI/AAAAAAAAAio/8SEex5WLzqc/s400/optimus-prime.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kalo robot bisa berpikir sendiri tanpa perlu kendali manusia, memiliki perasaan, bisa menangis, wah.. apa jadinya dunia ini? Kita pernah melihat film Robocop. Polisi yang semi robot. Ada unsur manusianya. Ada unsur teknologinya. Di alam nyata, bisa tidak ya ada Robocop?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4aQYxUI/AAAAAAAAAiw/i6R7HABPrNo/s1600-h/robot-transformer2[1].JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233136457125250370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4aQYxUI/AAAAAAAAAiw/i6R7HABPrNo/s400/robot-transformer2%5B1%5D.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Gambar-gambar robot transformer ini saya posting di sini, karena Darrel amat suka film ini. Kalo sudah nonton Robocop, wah... semua jadi terlupakan. Dipanggil, dicubit, diteriaki, kadang tidak mendengar....&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13934889-8570389366476805699?l=iwan-uni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iwan-uni.blogspot.com/feeds/8570389366476805699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13934889&amp;postID=8570389366476805699' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/8570389366476805699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13934889/posts/default/8570389366476805699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iwan-uni.blogspot.com/2008/08/transformer-robot-yang-baik.html' title='TRANSFORMER ROBOT YANG BAIK'/><author><name>YOGYAKARTA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SJ_V4IgYivI/AAAAAAAAAiY/MKjGBeM8iT4/s72-c/Autobot+Ultra+Magnus-+robot+mode+posed+_2_.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13934889.post-3895774705770806027</id><published>2008-07-23T05:56:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T12:33:07.234+07:00</updated><title type='text'>MOBIL-MOBIL KUNO</title><content type='html'>&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmgPPQHrI/AAAAAAAAAhc/TYx5-OsqXtI/s1600-h/01072007(001).jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmgPPQHrI/AAAAAAAAAhc/TYx5-OsqXtI/s400/01072007(001).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmgfY_w5I/AAAAAAAAAhk/fXHOq7OzovU/s1600-h/01072007(007).jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmgfY_w5I/AAAAAAAAAhk/fXHOq7OzovU/s400/01072007(007).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmgo4E-uI/AAAAAAAAAhs/w6ZuLhMKIfo/s1600-h/01072007(008).jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmgo4E-uI/AAAAAAAAAhs/w6ZuLhMKIfo/s400/01072007(008).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmg0DzKMI/AAAAAAAAAh0/rPmmnpGZbQQ/s1600-h/01072007(009).jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_3C_lM-r0Lp8/SIZmg0DzKMI/AAAAAAAAAh0/rPmmnpGZbQQ/s400/01072007(009).j
