Search This Blog

Loading...

Monday, October 31, 2005

Melihat Kapal di Merak


MUSIM mudik menjadi saat yang menyesakkan, bagi para pelintas pulau, pelintas kota, dan pelancong dari terminal satu ke lainnya. Darrel, Ayah, dan Mommy, menyaksikan repotnya jadi pemudik, Ahad lalu (30 Oktober 05). Berdua kami ke Merak, mengantar Mommy yang tengah inspeksi pasukannya. Sejak tiga hari sebelumnya, pasukan Mommy di TV7 bertugas melaporkan arus mudik. Ada 15 orang anak buahnya bertugas di situ. Mommy, yang punya jabatan sebagai wakil pemimpin redaksi TV7, sudah berjanji akan sesekali menengok anak buahnya.

Kebetulan, Kak Reza datang dari Yogya, dijemput papanya, Pakde Rusdi, di Stasiun Gambir. Jadilah kami berlima dalam mobil Kijang, meluncur ke Merak. Jalanan pagi itu terasa lengang. Mobil bisa berjalan sampai kecepatan 130 Kilometer/jam. Sewaktu di pintu tol, kami juga tidak perlu antre. Sepi. Padahal, menurut siaran televisi, Ahad kemarin merupakan puncak arus mudik. Apa benar ya, stasiun televisi cenderung membesar-besarkan? Hehe... biar Mommy yang menjawab.


Merak merupakan kota tempat kapal penyeberangan Jawa Sumatera berlabuh. Dari Merak, kapal menyeberangi Selat Sunda sepanjang

25 Kilometer, untuk melabuh di Bandar Laut Bakauheni, Provinsi Lampung. Tahun ini, jumlah sepeda motor tampak banyak sekali. Bahkan, ada satu sepeda motor bebek yang dipakai berempat: ayah, mommy, dan dua anaknya. Wuah... Darrel harus bersyukur, sejak lahir, ayah dan mommynya sudah punya mobil.


Dibanding lebaran tahun lalu, suasana Merak tak begitu riuh. Sekarang pemudik bisa langsung sampe di pelabuhan. Tidak seperti

dua tahun lalu, tatkala panjangnya antrean sampe dua kilometer dari pelabuhan. Om Taufik Alwie, ini kawannya ayah di kantor,

sampe perlu menginap semalam di Cilegon, karena menunggu antrean kapal.

Di Merak inilah untuk pertama kalinya Darrel melihat kapal. Sebelumnya ia hanya menyaksikan di televisi.
''Itu apa Mom?''
''Kapal. Kapal laut. Ferry,'' kata Mommy.
''Kalo itu?''
''Oh, yang kecil itu, kapal cepat. Itu, ada Pakde Rusdi dan kak Reza. Ayo dada...''
Darrel berfoto-foto. Menonton motor yang mau diseberangkan. Juga menyaksikan juru kamera TV yang tengah bertugas.

Sebetulnya, bila jembatan, atao terowongan Nusantara yang menyatukan Jawa dan Sumatera jadi dibangun, antrean seperti ini tak

perlu terjadi. Setiap tahun sekitar 25 juta orang menyeberang dari Banten ke Merak. Jumlah kendaraannya melimpah ruah. Tapi diperkirakan, pada 2040, ada 8,2 juta kendaraan per tahun bakal melintasi Selat Sunda.


Saya pernah ketemu Pak Kuntoro Mangkusubroto, yang aktif menggiatkan gagasan perlunya pembangunan terowongan Jawa-Sumatera. Ia sudah punya data lengkap di wilayah mana saja terowongan bisa dilewatkan. Bila tidak berhati-hati, pembangunan terowongan bisa mubazir. Daerah sekitar jalur Merak-Bakauheni bukanlah daerah stabil. Di situ juga terdapat Gunung Krakatau.

Saya, Mommy, dan Darrel tentu berharap, jalur penghubung Jawa-Sumatera, entah itu berupa terowongan atau jembatan di atas laut, segera dibangun. Kalau penghubung itu sudah terwujud, kami sekeluarga gampang bermain ke tempat Bude Tiwi. Bisa ketemu kak Shifa, Kak Fita, Kak Shila. Kalau harus pake ferry, wah... lama banget je...

Saturday, October 29, 2005

Meong di Teras Depan



KUCING sebetulnya bukan binatang menakutkan. Bahkan, sahabat Nabi, Abu Hurairah, dijuluki Nabi sebagai si penyantun. Karena, suatu pagi, Nabi mendapatinya tengah menggendong kucing kecil. Abu Hurairah oleh umat Islam dikenal sebagai salah satu periwayat tindakan Rasulullah. Salah satu ucapan Nabi yang sering dikutip mengenai kucing adalah adanya seorang wanita yang masuk neraka karena mengurung kucing. Ia tidak memberinya makan, dan tidak pula melepaskannya untuk mencari sendiri makan.

Saya menafsirkannya, kalo ogah memiara kucing, silakan. Tapi jangan menyiakannya. Apalagi menyakitinya.

Kalo daging kucing, Anda mau? Saya sih, hiiii, nggak kebayang makan daging si meong. Saya cenderung mengharamkannya. Apalagi, mazhab besar Islam cenderung memakruhkannya, ato mengharamkannya sama sekali. Imam Malik berpendapat bahwa makruh memakan daging kucing, baik yang liar maupun yang jinak. Sedang dalam pandangan mazhab Hanafi dan mayoritas ulama, haram memakannya, baik yang jinak maupun yang liar.

Hal ini didasarkan Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah melalui sahabat Nabi Jabir bin Abdillah, bahwa Nabis SAW melarang umatnya memakan kucing dan memakan harganya, karena dia melawan dengan taringnya. Hadis ini dinilai
lemah oleh sementara ulama.

Yang mengijinkan makan hanya mazhab syafi'ie. Tapi, kalo saya boleh usul, kalo masih ada daging sapi, kambing, mending daging kucing dihindari.


Kalaupun Anda suka daging kucing, silakan. Tapi, silakan berhati-hati. Dalam kejinakannya itu, si kucing kadang menyimpan mara bahaya. Bisa-bisa ia mencakar. Apes lagi, sebagai hewan, ia bisa menyimpan penyakit. Dari TBC, asma, cacing pita, hingga kotoran yang melekat di tubuhnya.

Saya juga tak begitu suka pada kucing. Saya takut, bila memiara kucing, ia membawa berbagai penyakit ke dalam rumah. Belum kotorannya. Berbahaya bagi Darrel.
Meski demikian, tentu saya tak bisa menolak bila ada meong yang bertamu ke rumah. Tiap malam, ada kucing putih belang hitam yang menginap di rumah. Ia tidur di teras depan. Tepatnya di atas meja.

Sabtu lalu, Darrel bangun siang. Sehabis minum sebotol susu, ia ke teras depan. Maunya ia mengajak saya ‘’pergi jauh ke Pasar Minggu’’. Tiap kali ngomong ‘’pergi jauh’’, Darrel menyebutnya ‘’pergi ke Pasar Minggu, naik mobil’’.

Di teras depan, si meong lagi tidur.
‘’Ayah ada meong,’’ katanya. Saya waktu itu lagi berdiri di dekat pintu mobil KIA Sportage.
Saya menengok. ‘’Coba deh dielus.’’
Darrel kemudian berdiri sejenak. Ia mendekat. Eh, tiba-tiba si meong bangun. ‘’Meongggnnggg…’’ teriaknya sambil menggeliat.
Darrel takut. ‘’Ayah.. aku takut..’’ Badannya ditarik mundur.
Si meong berdiri. Diam. Tapi Darrel tetap saja takut.
Ia kemudian masuk ke dalam rumah. Kepalanya kemudian dilongokkan sedikit, ia mengintip ulah si meong.
Si meong sih tenang saja. Ia tak mencakar. Tak menggigit.
Tapi kalo Darrel takut, wajar kan?

*****


Anda suka kucing? Baiknya, Anda bergabung dengan Cat Fancy Indonesia. Ini adalah perkumpulan para penggemar kucing. Kelompok ini terbentuk seusai ada pameran ihwal kucing, pada 1996, di Cipanas, Puncak. Ternyata banyak sekali orang yang mencintai
kucing dan memelihara kucingnya. Jadilah, para penggemar meong ini berkumpul, berhaha-hihi, saling tukar informasi.

Salah satu kegiatan mereka adalah mencari kucing asli Indonesia. Ada kucing anggora, india, persia. Tapi kucing Indonesia? Diduga kuat, kucing madura --asalnya memang dari Pulau Madura-- sebagai meong asli Indonesia. Para ''pengucing'' tengah berusaha menyelidiki asal-usul silsilah kucing madura.
Kucing madura mempunyai ciri yang sangat menonjol, yakni kemiripan bentuk muka dan postur tubuh dengan leopard dan kucing hutan. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada kucing kampung biasa. Bulu kucing ini biasanya berwarna abu-abu kebiruan polos (sering disebut warna buso), tetapi ada juga yang berwarna kecubung, mirip
warna kucing myanmar. Sayangnya, kucing dengan bulu warna kecubung memiliki bentuk wajah yang mirip dengan kucing kampung, yaitu lebih oval.

Kucing madura ini memiliki ekor dengan panjang yang sedang,
tetapi bengkok di ujungnya (kinky tail). Bentuk ekor yang bengkok ini
menegaskan kucing madura adalah kucing Asia. Eropa telah lama
mengeliminasi kucing dengan ekor bengkok karena dianggap cacat.
Di Pulau Ra'as sendiri diperkirakan jumlah kucing ini tidak
sampai 100 ekor. Langkanya kucing ini karena tingkat kematian yang
sangat tinggi, baik di Pulau Ra'as maupun di Madura. Lagi pula
kucing jantan yang dibawa keluar Pulau Ra'as umumnya telah dikebiri
terlebih dulu sehingga tidak ada pembiakan terjadi di luar Pulau
Ra'as.
Saya tidak tahu, apakah kelak kalo sudah dewasa, Darrel akan suka kucing atao tidak. Semua ini, tentu saja diserahkan padanya. Dia punya pilihan. Mau memelihara, berbisnis, atao sama sekali tak bersentuhan dengan kucing.

Parcel Etnik Nan Unik



Tiap menjelang Lebaran kami mulai nyicil menyiapkan parcel, alias
bingkisan Lebaran buat orang tua, saudara, teman, relasi, tetangga, yang
mbantuin nemenin Darrel di rumah, Pak Ojek yang suka mangkal di lapangan
dekat rumah, tukang sampah, satpam, office boy di kantor mommy dan
ayah...dan banyak lagi deeeh....Alhamdulillah, masih ada THR yang
membiayai belanja parcel kami.

Perburuan bingkisan dilakukan jauh hari sebelum Lebaran, agar beban tidak mengumpul menjelang hari-H. "Biar nggak terasa belanjanya, Yah, " begitu kata mommy.
Setiap ada kesempatan ke daerah tiga bulan jelang Lebaran, mommy sudah belanja
bingkisan yang cocok dan unik untuk orang per orang. Kebetulan
September lalu mommy tugas ke New York, AS. Jadi, beberapa bingkisan
untuk teman dan saudara, juga keponakan sekaligus dibeli di sana. Mulai
dari tas, kaus sampai parfum. Dalam perjalanan umroh setelah tugas ke
NY pun, sejumlah relasi mommy dan ayah dapat bingkisan oleh-oleh umroh
sekalian keperluan Lebaran. Yang menerima terharu juga, lho. Kami jadi
senang juga.

Jangan dibayangin parcel buatan mommy harus mewah dan mahal.....'ah
tidakk...ah tidakk" (meniru kebiasaan Darrel kalau sedang ngeyel, red).
Parcelnya tidak mahal. Yang penting unik. Bermanfaat bagi yang
menerima (insyaallah). Tahun ini, mommy memilih tema parcel untuk
relasi berupa barang kerajinan lokal dari berbagai daerah yang diisi
makanan lokal khas daerah juga.

Ide itu muncul ketika mommy mengunjungi pameran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang digelar Departemen Koperasi dan UKM, Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian di Gedung UKM, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Pameran ini digelar setiap tahun. Mommy tidak pernah absen mengunjungi pameran semacam ini.
Selain ingin mendapatkan info produk dan alamatnya, mommy gemar dengan
barang kerajinan. Hampir semua pameran kerajinan yang digelar, gede
atau kecil, tak luput dari kunjungan mommy.

Nah, waktu ke pameran UKM itu, mommy kagum dengan hasil karya para
pengusaha dari berbagai provinsi. "Waduuhhhh..barang dan makanannya
menarik, unik, dan harganya murah. Kemasannya juga bagus. " Terpikir
ide, harusnya dalam keadaan ekonomi sulit gara-gara kenaikan BBM begini,
ada gerakan untuk memilih produk UKM sebagai bingkisan Lebaran. Selain
unik, menarik, juga membantu memasarkan produk UKM. Ide ini baiknya
disosialisasikan ke pengusaha parcel yang selama ini cenderung milh
produk impor macam barang elektronik, kristal Swarzofski (nulisnya bener
gak yaa..), porselin made in China, sampai coklat dan biscuit bikinan
bule,. Tapi, yo wis, ide begitu sudah telat yaa, yang penting, mengutip
kalimat AA Gym, dai kondang, "mulalah dari yang kecil, mulailah
sekarang, dan mulailah dari diri sendiri".

Jadilah beberapa parcel kiriman mommy terdiri dari toples makanan
terbuat dari rotan jualannya paviliuni Jawa Timur, wadah dari kayu
kerajinan Lombok, besek hias dari Bali, nampan kayu motif batik dari
Yogya, dll. Isinya, pisang sale bentuk bulet-bulet lucu dan kue
Manco,dari Trenggalek, keripik singkong pedas sanjay merek Christine
Hakin dari Padang (waduh, mereknya pakai copy right gak yaa), kopi
Bengkulu, rendang paru dan rendang daging merek Yolanda dari
Payakumbuh, kerupuk ikan dari Samarinda, abon ikan Telang dari
Banjarmasin, kerupuk dari buah waluh asli Malang, sampai keripik tempe
wangi daun jeruk dari Surabaya.....muantaappp kan.....rasanya enak-enak.
Kan sudah dicoba sewaktu buka puasa!!!!

Friday, October 28, 2005

Bagi-bagi Kado Lebaran



SEJAK sebulan sebelum puasa, mommy terbilang hiperaktif berbelanja. Makanan yang ia beli termasuk barang awet, seperti kerupuk, sirop, dan abon. Ia juga membeli sarung, dan berbagai keperluan lebaran. Jumlahnya cukup banyak.
‘’Buat apa sih mom, kok melimpah. Mau coba-coba jadi pedagang ya?’’ tanya saya.
‘’Enggak. Ini buat persiapan kado lebara. Kalo belinya sudah menjelang lebaran, harganya mahal,’’ kata mommy.
Mommy memang punya tempat khusus untuk lemari kado, termasuk untuk lebaran. Kalo anak temannya ada yang berulang tahun, ia tinggal membuka laci, dan memilih barang. Ada vcd, buku cerita, buku untuk ibu-ibu, dan berbagai souvenir cantik yang dibeli dari mancanegara.
Untuk lebaran kali ini, mommy memilih tema etnik. Ia membeli berbagai barang khas dari berbagai daerah. Ada yang dari Sidoarjo, Malang, Banjarmasin, Aceh, juga Padang. Barang-barang itu ia beli dari Indocraft Expo di Jakarta Hilton Convention Center, dan di Pameran UKM, di Gedung SME, Jalan Gatot Subroto. Di Gedung SME pula, kami membeli kelinci.

Barang-barangnya cukup unik. Ada toples yang dibuat dari rotan, anyaman bambu, atao batok kelapa. Di tangan para pengrajin, barang yang tak ada harganya itu jadi nyaman dinikmati. Kesannya eksotis.
Sepekan sebelum Idul Fitri, mommy mengepak barang-barang itu menjadi parcel. Ia menggarap sendiri. Ada yang dikirimkan ke tetangga. Sebagian ke kawan-kawan urusan pekerjaan. Lumayan jauh lo. Ada yang sampai ke Kebayoran Lama, Cijantung.
‘’Ini kalo beli di luar mahal lo Yah,’’ kata Mommy.
Memang sih, pasti mahal, dan tidak terbeli. Apalagi pada saat menjelang lebaran begini, pengeluaran jadi bertingkat-tingkat. Mulai dari yang sifatnya wajib, seperti zakat mal, zakat fitrah, membayar THR untuk sopir, Mur, dan Minah, hingga yang sifatnya sosial. Walhasil, beli parcel pastilah tidak terjangkau.
Jumat lalu, 29 Oktober 2005, mommy mengepak lagi barang-barang yang belum sempat dikirimkan. Jam 7 pagi, Darrel bangun, langsung ikut ngrusuhi. Tapi mommy sudah piawai menangani si D. ‘’Ayo, Darrel, ini tolong diantar ke rumahnya Kak Pasha,’’ kata mommy.


Mendengar kata kak Pasha, Darrel langsung tertarik. Ia, bersama Mbak Minah, kemudian berjalan ke rumah sebelah, mengantar kado lebaran. Selain itu juga ke rumah tetangga se-kompleks yang rumahnya dekat, Pak Harry dan Bu Silvi.
Mommy juga membuat kado lebaran untuk tetangga belakang rumah. Seperti Usman, satpam paling lama yang bekerja di kompleks. Usman tinggal di daerah di belakang rumah. Pak Madi, tukang yang sudah lima tahun lebih jadi langganan, juga dikirimi. Pak Madi tinggal persis di belakang rumah.
Insya Allah, dengan makin banyak yang dibagikan, rejeki mommy juga makin lancar.
Amien.

Thursday, October 27, 2005

Bertemu Susi Ratu Pangandaran


MULANYA hanya percakapan telepon. ‘’Ada banjir di Kutacane, Aceh. Kalo wartawan you mau berangkat, aku ada seat kosong.’’
Telepon itu datang dari Susi Pudjiastuti, pengusaha ikan dari Pangandaran, Jawa Barat, yang bulan lalu mendapat anugerah Primaniarta sebagai UKM teladan, dari Presiden SBY. Sejak bencana tsunami melanda Aceh, Desember lalu, Susi banyak tinggal di Medan. Ia mendirikan markas di ibukota Sumatera Utara itu, membuka jasa penyewaan pesawat udara. Susi tak sekadar menyewakan. Ia juga menyediakan kursi gratis bagi wartawan, serta pihak-pihak sosial yang akan membantu korban tsunami.
Mommy termasuk yang pernah menikmati kursi Cessna Caravan, pesawat milik Susi. Ia pernah ke Meulaboh, Nias, Banda Aceh, dengan pesawat seharga US$ 2,7 juta itu.
Mommy mengenal Susi lewat saya. Susi adalah kawan SMA saya sewaktu sekolah di SMA 1 Yogya. Ia satu kelas. Hanya saja, sewaktu kelas satu, Susi sakit, hingga ia pulang kampung untuk berobat. Eh, tahu-tahu namanya muncul di koran Kompas sebagai aktivis anti-sodetan Citanduy.

Perkawanan saya dengan Susi pun akhirnya bukan sekadar hubungan kantor. Saya sering ngobrol untuk tukar kabar mengenai kawan-kawan sekolah. Pekan lalu, seusai mengontak saya soal Kutacane itu, ia menawari saya untuk ikut ke Pangandaran. Pagi meninggalkan Halim Perdana Kusuma, sorenya balik. Saya oke. Apalagi, kantor sudah berkurang kegiatannya.
‘’Wan, nek iso Dinar diajak melu neng Pangandaran…’’
Yang dia maksud adalah Dinar Utami Rahajeng, kawan sekelas di SMA, yang kini bekerja di sebuah lembaga riset. Saya segera mengirim pesan singkat ke Dinar. Rupanya ia lagi banyak pekerjaan. ‘’Aku jane pengin melu tenan. Tenan. Ning gaweanku lagi okeh banget, ora iso ditinggal tenan…’’

Saya berangkat Rabu pagi, 26 Oktober, dari Halim, bersama Heru dan Tantan. Heru Pamuji adalah redaktur ekonomi yang kini diperbantukan untuk mengelola advertorial. Hidayat ‘’Tantan’’ Suntana kini redaktur pelaksana kompartemen gaya hidup dan kesehatan. Ia tengah menantikan kelahiran puteranya yang kedua.
Saya duduk di depan, di samping Susi. Christian, suami Susi, jadi pilotnya. ‘’Nggak usah khawatir Wan. Pesawat ini dilengkapi radar cuaca. Kita diberi tahu satelit ada ato tidak ada badai, petir. Aman lah,’’ katanya. Ia rupanya tahu, saya dag-dig-dug. Puluhan kali saya naik pesawat terbang, selalu yang berbadan lebar. Waktu umrah kemarin, malah naik Airbus yang penumpangnya 400 orang. Pesawat Cessna Caravan ini penumpangnya 12.
Saya lumayan deg-degan ketika pesawat menembus awan. Sesekali menyentak turun, seperti kita habis melewati tanjakan. Tiba-tiba hukkk, seperti ada yang menghantam perut. Eh, Susi tenang saja. Ia tetap ngobrol dengan santai. Demikian pula Christian. Ketika mau mendarat di Bandara Nusawiru, Pangandaran, pesawat sudah menyentuh landasan. Eh, naik lagi. Rupanya ada kambing plus angin dari buritan.
Dari Nusawiru, saya naik mobil ke rumah Susi, sebuah kompleks seluas 6 hektare. Di situ ada bangunan pabrik, rumah tinggal, penginapan, dan pendopo. Bangunan terakhir ini menjadi arena bagi Susi untuk mengundang konco-konconya, termasuk untuk merumuskan kegiatan politik.

Saya diajak masuk ke pabriknya, instalasi pengolahan ikan seharga Rp 35 milyar. Udang, lobster, ikan bawal, ikan gergaji, semua ada. Hanya saja semenjak kenaikan BBM, pasokan ikan berkurang. ‘’Biasanya dapat 5 ton, kini cuma 2 ton. Itu sudah bagus,’’ katanya. Waktu saya, Heru, dan Tantan berkunjung, pasokan yang datang malah cuma 2 kwintal. ‘’Berat Wan. Hidup makin berat. Kalo ada yang bilang suasana membaik, itu bohong,’’ katanya. Dalam sehari, Susi harus dapat omset Rp 200 juta. Kurang dari itu, nombok.

Suasana paceklik ikan memang amat terasa. Ketika saya ke pantai, kapal-kapal pada ndongkrok. Nelayan tak melaut karena tak punya duit untuk beli solar. Kapal bercat biru hanya terdampar di pantai.
Ada sebab lain. Kata Susi, nelayan Pangandaran tak hati-hati menggunakan jaringnya. Udang kecil, juga lobster bayi, juga ditangkap. ''Kalo udang seukuran kelingking, harganya paling Rp 3.000. Padahal mau nunggu tiga bulan lagi, sudah sampai Rp 80.000,'' kata Susi. Kasihan.
Saya meninggalkan Pangandaran sorenya, jam 17.00. Cuaca mendung. Adanya radar cuaca membuat perjalanan, walau menyentak-nyentak, terasa sedikit tenang. Christian sengaja memilih jalan memutar, untuk menghindari petir dan cuaca buruk. Dari Pangandaran, Bandung, Subang, Purawakarta, baru Jakarta.

Tuesday, October 25, 2005

Merancang Perjalanan Mudik

Lebaran tahun ini sangat berbeda artinya bagi Darrel. Ia kini sudah bisa bicara. Tahun lalu, ia baru bisa berucap sepatah kata ''becak''. Lebaran tahun ini, usianya 2 tahun 5 bulan. Lumayan. Ia sudah bisa ngeyel, ngeyel luar biasa. Mau maem, mau bobok, bahkan mau pipis, ia ngeyel. Tak apa-apa ya?
Lebaran tahun ini, Darrel juga mau mudik, ke Eyang di Yogya. Anda juga mau mudik? Ini tips agar mudik tidak bikin morat-marit.



MEMBERI HADIAH LEBARAN PADA ANAKOleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 721/XIV

Ketika Lebaran tiba, apakah Anda adalah salah satu dari orang tua yang suka memberikan hadiah kepada anak? Ibu Yus, misal-nya adalah ibu rumah tangga berusia 37 tahun yang punya dua anak lelaki berusia 7 dan 6 tahun. Sebelumnya, dia tidak pernah memberikan hadiah Lebaran kepada anak-anaknya. Namun demikian, ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya selalu bercerita bahwa adalah merupakan "kebiasaan" untuk memberikan hadiah Lebaran kepada anaknya.

Akibatnya, Ibu Yus sekarang kebingungan, apakah dia perlu memberikan hadiah Lebaran kepada anaknya yang masih kelas 1 dan 2 SD? Kalaupun diberikan, ia juga bingung hadiah apa yang akan ia berikan. Apakah baju, mainan, atau malah uang?

Perlukah Memberikan Hadiah Lebaran?
Kebiasaan pemberian hadiah Lebaran kepada anak sebetulnya bisa dipahami, mengingat orang tua biasanya mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). THR itu, pada gilirannya lalu disisihkan pada orang tua dalam bentuk hadiah Lebaran. Entah itu berupa pemberian barang atau uang. Namun demikian, jangan lupa bahwa tidak semua orang tua mendapatkan THR, sehingga orang tua tidak selalu dalam kondisi keuangan yang memungkinkan untuk memberikan hadiah Lebaran.

Tapi bagi si anak, seringkali pemberian hadiah Lebaran itu memiliki akibat lain. Saya sendiri kebetulan juga merayakan Lebaran. Ketika masih kecil, saya ingat sekali bahwa orang tua saya pernah beberapa kali memberikan hadiah Lebaran. Sejak saat itu, bagi saya, Lebaran selalu identik dengan hadiah. Akhirnya, ketika suatu kali Lebaran tiba dan orang tua saya tidak memberikan hadiah, saya pun protes, "Mana hadiahnya?"

Kalau tak salah, saat itu saya kelas 6 SD. Saya tidak tahu kenapa mereka absen memberikan hadiah. Tapi yang mungkin tidak saya sadari, bisa saja waktu itu keadaan keuangan orang tua saya tidak begitu bagus. Tapi sejak orang tua saya tidak lagi memberi hadiah Lebaran, maka pada tahun-tahun berikutnya saya tidak lagi mengidentikkan Lebaran dengan adanya keharusan mendapatkan hadiah.

Saya menganggap bahwa Lebaran memang suatu hari yang harus dilewati tiap tahunnya. Dan hadiah hanyalah seperti pemberian bonus dari orang tua pada anak. Namanya bonus, tentu tidak dikasih juga tidak apa-apa dong?

Mengerti maksud saya? Yang ingin saya tekankan disini adalah, walaupun sepele, tidak ada salahnya bila Anda berhati-hati dengan pemberian hadiah Lebaran. Jangan sampai anak menganggap hadiah Lebaran adalah hak mereka. Tekankan bahwa bila Anda memberikan hadiah, sifatnya cuma sesekali dan itu lebih mirip bonus. Dengan demikian, bila kelak situasi dan kondisi tidak memungkinkan Anda memberi hadiah Lebaran, anak tidak akan "menuntut".

Anak Remaja Tidak Perlu Hadiah?
Banyak yang berhadiah Lebaran hanya pantas diberikan pada anak kecil, bukan pada anak-anak yang sudah remaja. "Ah, masak anak sudah besar masih harus diberikan hadiah sih?" Begitu mungkin pikir Anda. Jangan salah, hadiah sebetulnya bisa diberikan kapan saja dan kepada orang dengan umur berapa pun.

Kalau Anda datang ke sebuah Acara Ulang Tahun, misalnya, seringkali kita melihat bahwa orang yang berulang tahun mendapatkan hadiah, bahkan nilainya cukup besar. Padahal mereka yang berulang tahun tersebut seringkali tidak bisa dibilang muda lagi. Malahan, banyak orang tua merasa senang kalau mereka yang justru diberi hadiah oleh anak-anaknya sebagai tanda perhatian pada orang tua.

Jadi, walaupun anak Anda sudah remaja, tidak jadi masalah kalau Anda memang ingin memberikan hadiah Lebaran untuknya. Asalkan itu tadi, jangan sampai si anak merasa bahwa hadiah Lebaran hak yang wajib diberikan padanya.

Hadiah Apa yang Pantas?
Lagu anak-anak tentang Lebaran yang biasa diperdengarkan ketika saya masih kecil biasanya selalu mengandung kalimat bahwa Lebaran biasanya identik dengan hadiah berupa baju baru. Akhirnya, saya sempat mengganggap bahwa hadiah Lebaran harus selalu berupa baju.

Namun demikian, seringkali hadiah baju tidak terlalu menarik perhatian saya. Maklum, namanya juga anak lelaki. Kebanyakan mungkin lebih senang kalau diberikan hadiah berupa mainan, entah itu mainan kecil atau besar. Mainan yang paling saya suka ketika kecil dulu adalah lego, sebuah mainan kreativitas yang memungkinkan saya untuk membuat berbagai macam barang.

Dengan lego saya bisa membuat sebuah mobil yang ­ dengan bantuan mesin kecil ­ bisa berjalan dan memenuhi imajinasi saya akan sebuah mobil. Dengan lego, saya bisa membuat sebuah bangunan, entah itu rumah atau gedung tinggi, dan membuat kota kecil disekelilingnya. Pendeknya, lego membuat saya bisa mewujudkan kreativitas saya.

Selain mainan, barang yang biasanya saya minati adalah buku-buku bacaan. Entah itu komik atau bacaan biasa tanpa gambar. Dengan membaca, maka ketika besar saya jadi sudah terbiasa membaca berbagai macam buku. Ini tentunya sangat bermanfaat buat saya mengingat ada banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan pada sebuah buku. Dan sekarang, alih-alih hanya membaca, saya malah sudah menulis beberapa buah buku tentang keuangan keluarga.

Selain hadiah berupa barang atau bacaan, maka Anda juga bisa memberikan hadiah berupa uang tunai. Suatu kali ketika saya menginjak remaja, saya pernah senang sekali ketika ­ setelah beberapa tahun tidak memberikan hadiah lebaran ­ ayah saya memberi saya hadiah Lebaran berupa uang tunai. Jumlahnya kalau tidak salah tiga bulan uang saku saya. Hanya saja saya lupa untuk apa uang itu saya gunakan.

Buat Anda yang berpikir untuk memberikan hadiah Lebaran berupa uang tunai, mungkin Anda bisa juga melihat apa yang akan dilakukan anak Anda dengan uang tunai tersebut. Apakah ia akan membelanjakannya atau malah menabungkannya? Mungkin ini kesempatan buat Anda untuk mengajarkannya tentang apa yang sebaiknya ia lakukan dengan uangnya. Dengan demikian, bila kelak ia memiliki uang tunai yang cukup banyak, ia jadi sudah tahu apa yang akan ia lakukan dengan uang tersebut.

Yang Perlu Diperhatikan
Lihat kondisi keuangan. Bila memang memungkinkan untuk memberi hadiah, lihat apakah Anda memang perlu memberikan hadiah tersebut. Apakah dengan hadiah tersebut anak Anda jadi lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal yang sudah menjadi kewajibannya seperti belajar, ikut membersihkan rumah atau apapun itu? Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Hadiah tidak selalu harus berbentuk baju. Barang-barang yang membangkitkan minat berpikir anak seperti mainan kreativitas atau buku bacaan juga bisa diberikan. Atau, bila Anda ingin mengajarkan tentang masalah uang kepada anak, bisa juga Anda memberikan hadiah berupa uang tunai dan memberitahukannya tentang apa yang sebaiknya ia lakukan dengan uang pemberian tersebut.

© 2000 Safir Senduk & Rekan

EMPAT POS PENGELUARAN SAAT MUDIK
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 819/XVI

Mudik. Kata-kata itu mungkin sering Anda dengar sekarang-sekarang ini, dan akan sering Anda dengar pada minggu-minggu mendatang. Betul, mudik memang sudah menjadi tradisi di Indonesia selama bertahun-tahun setiap kali terjadi Hari Raya. Pertanyaannya sekarang, apakah Anda juga mudik? Kalau memang iya, apakah mudik kali ini adalah mudik yang pertama kalinya untuk Anda? Atau justru tahun ini adalah yang kesekian kalinya Anda mudik?

Masih ingatkah Anda apa yang terjadi saat tahun lalu atau beberapa tahun lalu Anda mudik? Yah, suka cita dan kegembiraan saat bertemu dengan orang tua, sanak saudara atau teman-teman yang sudah lama tidak dikunjungi. Walaupun harus mengalami nikmatnya macet total di jalan tol, berdesakan di terminal bis atau stasiun kereta api, kehabisan tiket pesawat, dan berbagai pengalaman merepotkan lainnya. Anda tidak akan pernah jera bukan?

Yang pasti, setiap kali mudik kita harus menyediakan dana tambahan untuk membiayai pengeluaran kita disana. Bukan hanya transportasi pulang balik yang harus Anda tanggung, tetapi juga pengeluaran-pengeluaran lain seperti hadiah, oleh-oleh, rekreasi, makan dan lain lain.

Masalahnya, segala hiruk pikuk serta sukacita mudik inilah yang seringkali membuat pengeluaran-pengeluaran Anda ketika mudik menjadi tidak terkontrol. Nah, agar Anda tidak kebobolan saat mudik, maka mungkin tidak ada salahnya bila Anda mulai mempersiapkan anggaran untuk kegiatan Anda yang satu ini. Kita sebut saja ini: 'Anggaran Mudik'.

Sebaiknya sih anggaran mudik ini tidak hanya mencantumkan angka total perkiraan biaya mudik yang Anda lakukan, tapi sebaiknya juga dibagi lagi ke dalam beberapa pos-pos pengeluaran yang berisi rincian dari pengeluaran yang akan dilakukan saat mudik. Umumnya, ada 4 pos penting yang harus Anda rencanakan jumlahnya saat mudik. Bila Anda mengetahui apa saja mereka, maka Anda akan dengan mudah membuat anggaran untuk mudik Anda kali ini. Berikut ini adalah pos-pos tersebut:


Transportasi
Ya, Transportasi menjadi pos pertama. Berapa uang yang Anda keluarkan untuk transportasi ini akan sangat bergantung pada alat transportasi apa yang Anda pilih. Selain itu, juga akan ditentukan dari apakah Anda membeli banyak makan dan minum di perjalanan, belum lagi kalau Anda harus berhenti dan menginap selama Anda belum sampai di tempat tujuan. Entah itu dalam perjalanan pergi maupun perjalanan pulang.

Hadiah & Oleh-oleh

Hadiah biasanya menjadi salah satu pos yang harus Anda anggarkan untuk diberikan kepada sanak keluarga Anda di kampung halaman. Hadiah tersebut bisa berupa barang atau uang. Buatlah daftar dari orang-oarang yang akan Anda beri hadiah beserta anggaran untuk masing-masing orang. Saran saya, sesuaikan pembelian hadiah tersebut dengan persediaan dana yang Anda miliki. Selain hadiah, ada juga oleh-oleh. Biasanya sih, kita ingin membawa souvenir atau kue-kue khas kampung halaman untuk diberikan ke teman atau tetangga kita di tempat kita bekerja.

Rekreasi

Rekreasi juga menjadi salah satu hal yang mungkin Anda lakukan saat berada di kampung halaman. Saran saya, cobalah menganggarkan biaya maksimal yang bisa Anda bayar untuk rekreasi tersebut. Jika ternyata biaya tersebut melebihi anggaran Anda, sebaiknya carilah alternatif tempat rekreasi lain. Prinsipnya disini, rekreasi tidak harus mahal. Pengalaman saya selama ini, seringkali kebersamaan Anda pada saat rekreasi akan jauh lebih menaikkan kualitas rekreasi itu daripada mahal tidaknya rekreasi yang Anda lakukan.

Biaya Tak Terduga
Nah, ini yang justru paling penting. Seringkali ketika mudik, Anda akan banyak mengeluarkan uang untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang tidak Anda duga sebelumnya. Siapkan dana untuk membayar pengeluaran-pengeluaran seperti ini. Ibaratnya, Anda seperti menyediakan payung sebelum hujan karena kita tidak pernah tahu apa saja yang akan terjadi selama Anda mudik. Jadi jika ada pengeluaran yang tidak ada dalam anggaran, bayarlah dari persediaan dana ini. Nah, bapak ibu, itu saja dari saya kali ini. Saran saya, sebelum mudik, siapkan ke-4 hal tersebut dengan baik. Mudah-mudahan mudik Anda tahun ini membawa arti yang besar bagi Anda sekeluarga. Salam.
© 2000 Safir Senduk & Rekan

MENYIAPKAN KEUANGAN`SAAT MUDIK LEBARAN
Oleh: Safir Senduk
Dari Tabloid NOVA No. 669/XIII

Lebaran sebentar lagi tiba. Apakah Anda salah satu dari mereka yang mudik ke kampung halaman Anda? Apabila ya, maka selamat untuk Anda. Anda adalah salah satu dari mereka yang sangat merasakan berartinya berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Beberapa di antara Anda ada yang mudik dari kota besar ke pelosok, seperti dari Jakarta ke daerah ­ misalnya - Kebumen. Ada juga yang mudik dari kota besar ke kota besar, seperti dari Jakarta ke ­ misalnya - Surabaya. Sebagian di antara Anda ada juga yang mudik dari kota kecil ke kota kecil juga.


Saya harap Anda sudah mempersiapkan segalanya untuk mudik kali ini. Sudah? Betul sudah semuanya? Syukur kalau sudah. Termasuk keuangan Anda? Oo, jangan salah bukan hanya oleh-oleh saja yang perlu Anda persiapkan, keuangan Anda pun juga harus dipersiapkan dengan baik.

Bagaimana cara mempersiapkan keuangan Anda saat mudik? Di bawah ini adalah alternatif-alternatif yang bisa Anda pertimbangkan:

Uang Tunai
Anda perlu tahu berapa jumlah uang tunai yang perlu Anda bawa. Untuk bisa menentukan jumlah tersebut, tentu saja Anda perlu tahu terlebih dahulu kapan saja Anda akan memerlukan uang tunai. Yang jelas, Anda perlu uang tunai untuk segala urusan transportasi Anda. Bila Anda bepergian dengan kendaraan, Anda perlu uang tunai untuk membayar bensin Anda (walaupun beberapa pom bensin sudah menerima Kartu Debit BCA, tetapi kebanyakan pom bensin masih hanya menerima uang tunai).

Bila Anda bepergian dengan bis atau kereta, Anda juga perlu membayar tunai walaupun pembayarannya dilakukan di muka. Kalau Anda mudik dengan menggunakan mobil sewaan, Anda juga perlu uang tunai untuk membayar mobil sewaan tersebut.

Perhitungkan baik-baik berapa uang tunai yang akan Anda perlukan untuk membayar segala urusan transportasi Anda, baik sejak Anda berangkat sampai pulang lagi ke tempat Anda sekarang. Sebagai contoh, biaya sewa kendaraan (yang cukup untuk mengangkut satu keluarga: suami-istri dan tiga anak serta banyak bagasi dan oleh-oleh berupa barang) dari Jakarta ke Jawa Tengah mungkin sekitar sekian ratus ribu rupiah. Belum lagi pulangnya. Total untuk urusan transportasi saja ­ bila Anda menggunakan kendaraan sewaan ­ bisa beberapa ratus ribu rupiah.

Selain untuk urusan transportasi, Anda juga perlu membawa uang tunai untuk keperluan selama di perjalanan, seperti membayar makanan Anda, membayar penginapan (kalau Anda berhenti semalam dan menginap di sebuah kota), dan segala tetek bengek lainnya.

Sekarang, selama Anda di kampung, apakah Anda termasuk orang yang suka membagi-bagikan uang kepada sanak keluarga Anda? Ini jelas perlu uang tunai yang bagus sekali apabila sudah dipersiapkan sejak sekarang. Kalau misalnya ada 10 orang sanak keluarga Anda ­ yang masih SD ­ yang hendak Anda bagi uang Lebaran, maka bila satu anak Anda beri ­ katakan ­ Rp 50.000, maka Anda tentu perlu uang Rp 500 ribu hanya untuk dibagikan kepada sanak keluarga Anda.

Perhitungkan baik-baik semuanya, dan pastikan Anda membawa jumlah uang tunai yang cukup.


Kartu ATM


Bila Anda takut membawa uang tunai dalam jumlah banyak, Anda bisa saja membawa Kartu ATM Anda. Dengan membawa Kartu ATM, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan uang Anda selama di perjalanan. Hanya saja, perlu diketahui bahwa bagaimanapun Anda tetap perlu membawa uang tunai. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk seperti:

Tidak tersedianya Uang Tunai di ATM Anda.
Pada saat Natal dan Lebaran yang datang hampir bersamaan kali ini, frekuensi dan jumlah penarikan di ATM biasanya jauh lebih besar daripada hari-hari biasa. Ini bisa mengakibatkan habisnya uang tunai di ATM tersebut, dan bisa saja bank Anda belum sempat mengisi lagi ATM tersebut dengan uang tunai.

Apa jadinya kalau Anda datang ke ATM dan kebetulan ATM-nya sedang belum diisi kembali dengan uang tunai? Saya saja yang tinggal di Jakarta masih sering datang ke ATM dan tidak bisa mengambil uang tunai karena ATM-nya belum diisi kembali. Padahal, pada saat Anda sedang di kampung halaman mungkin saja Anda lebih membutuhkan uang tunai itu untuk keperluan Lebaran Anda bukan?

ATM Rusak.
Wah, keluhan yang satu ini jangan ditanya. Saya seringkali menemukan banyak ATM yang rusak ketika ingin mengambil uang. Padahal bukan tidak mungkin ATM itu adalah ATM satu-satunya dari bank Anda yang ada di kampung halaman Anda.

Uang Terdebet Secara Tidak Sengaja.
Saya juga pernah mengalami uang terdebet secara tidak sengaja di ATM saya. Waktu itu saya ingin mengambil uang sejumlah tertentu: uangnya sendiri tidak keluar, tapi saldo di ATM sudah berkurang seolah-olah uangnya sudah keluar. Saya lalu datang ke bank dan mengadu, dan uang saya baru dikembalikan dalam waktu dua minggu. Bayangkan kalau uang Anda terdebet secara tidak sengaja di ATM Anda, dan uang Anda baru kembali dalam waktu 2 minggu di mana Lebaran sudah selesai. Padahal, uang itu Anda butuhkan selama Lebaran dan mungkin 3 - 4 hari sesudahnya, bukan 2 minggu sesudahnya.

Jumlah Pengambilan Dibatasi.
Bila Anda mengambil uang di ATM, Anda terkena pembatasan jumlah pengambilan yang bervariasi jumlahnya antara satu bank dengan bank yang lain. Bayangkan apabila Anda perlu mengambil Rp 1,2 juta, padahal batasan Anda untuk mengambil di ATM tersebut hanya Rp 1 juta dalam sehari. Repot kan?

Saran saya untuk Anda selama mudik kali ini, tetaplah membawa uang tunai. Jangan terlalu percaya pada bank yang memasang iklan seperti: "Selama Lebaran, ATM Kami Siaga Penuh Selama 24 Jam Di Seluruh Pulau Jawa dan Sumatra." Siaga sih siaga, tapi yang namanya teknologi mesin, siapa yang bisa menjamin kalau ATM di kampung halaman Anda tidak akan kehabisan uang tunai, rusak, atau bisa mendebet uang Anda secara tidak sengaja?

Kartu Debet dan Kartu Kredit
Pada saat Anda berada di kampung halaman, mungkin ada beberapa transaksi yang bisa Anda bayar dengan kartu debet atau kartu kredit Anda. Restoran misalnya. Kartu debet dan kartu kredit juga berguna bila Anda berbelanja ke pertokoan bersama sanak keluarga Anda di kampung halaman tersebut (artinya ketika Anda sudah berada di sana).


Saran saya untuk Anda, tetap bawa uang tunai walaupun Anda memiliki kartu debet dan kartu kredit. Tetapi bila Anda harus membayar sesuatu dan kasir Anda memang menerima kartu debet atau kartu kredit, prioritaskan untuk menggunakan kartu pembayaran tersebut. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengurangi jumlah uang tunai di tangan Anda sehingga Anda tak akan kehabisan uang tunai dan tidak perlu harus selalu bolak-balik ke ATM untuk mengambil uang.

Cek Perjalanan
Kenapa Anda tidak mencoba membawa Cek Perjalanan? (Traveller's Check). Cek perjalanan adalah cek senilai jumlah tertentu yang bisa Anda beli di kota Anda sekarang, untuk lalu Anda cairkan kembali di kota tujuan Anda. Dengan demikian, Anda tidak perlu membawa uang tunai selama di perjalanan itu. Sebagai contoh, Anda ingin membawa uang Rp 1 juta ke kampung halaman Anda. Anda bisa datang ke bank yang menjual cek perjalanan dan membeli cek perjalanan senilai Rp 1 juta. Sampai di kota tujuan, Anda bisa tukarkan lagi cek itu dengan uang Rp 1 juta di cabang bank Anda atau agen yang ditunjuk. Dengan demikian, Anda tidak perlu membawa uang tunai senilai Rp 1 juta bukan?

Ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan kalau Anda membawa Cek Perjalanan:

Tanyakan kepada bank Anda, apakah di kota tujuan Anda terdapat cabang bank atau agen di mana Anda bisa menukarkan kembali cek perjalanan tersebut. Bila tidak ada, maka percuma saja Anda membeli cek perjalanan tersebut karena Anda toh tidak akan bisa mencairkannya di kota tujuan Anda.

Bila di kota tujuan tersebut memang terdapat cabang bank atau agen di mana Anda bisa mencairkan cek perjalanan tersebut, tanyakan jadwal buka bank atau agen tersebut. Setelah sampai di kota tujuan Anda, Anda tentu tidak ingin datang ke bank atau agen tersebut dan mendapati tulisan: "Bank kami tutup karena Lebaran," sehingga Anda tidak bisa mencairkan cek Anda.

Cek Perjalanan sendiri sebetulnya terbagi dua, yaitu Cek Perjalanan Atas Unjuk dan Cek Perjalanan Atas Nama. Yang pertama, siapa pun pembawanya ke bank atau agen yang ditunjuk bisa mencairkannya. Sedangkan Cek Perjalanan Atas Nama adalah cek perjalanan yang mencantumkan nama Anda, sehingga hanya Andalah yang bisa mencairkannya cek itu nantinya dengan hanya menunjukkan KTP dan tanda tangan Anda. Untuk keamanan, saran saya untuk Anda adalah dengan memilih Cek Perjalanan Atas Nama. Dengan demikian, apabila cek Anda jatuh atau dicuri orang, maka tetap hanya Anda-lah yang bisa mencairkan cek tersebut, bukan orang lain yang kebetulan mencuri cek itu. Tapi kalau Anda ingin memberikan hadiah berupa uang kepada sanak keluarga Anda, maka mungkin Anda bisa memberikannya Cek Perjalanan Atas Unjuk. Dengan demikian, dia bisa mencairkannya sendiri nanti.


TIPS KEUANGAN PADA SAAT MUDIK

Bawalah jumlah Uang Tunai yang cukup. Cukup di sini artinya bisa digunakan untuk membayar transportasi, makan, dan penginapan selama perjalanan mudik pulang pergi, serta pemberian uang yang kecil-kecil kepada sanak keluarga Anda di kampung halaman.

Untuk berbelanja selama di kampung halaman, Anda bisa mengambil uang dari ATM Anda. Saya ingatkan agar jangan terlalu mengandalkan ATM dan menganggap ATM Anda tidak akan rusak atau kehabisan uang tunai. Anda perlu ATM, tetapi Anda tetap harus mengantisipasi kalau-kalau ATM Anda rusak atau tidak bisa dipakai.

Selama di kampung halaman, Kartu Debet atau Kartu Kredit bisa Anda gunakan bila Anda berbelanja di pertokoan bersama sanak keluarga Anda.

Bila Anda ingin membawa jumlah uang yang cukup besar untuk bisa dicairkan dan digunakan di kampung halaman, Anda bisa menggunakan Cek Perjalanan. Untuk keamanan, saya sarankan agar Anda menggunakan Cek Perjalanan Atas Nama.

Bila Anda ingin memberikan jumlah uang yang cukup besar untuk bisa diberikan kepada sanak keluarga Anda di kampung halaman, Anda bisa menggunakan Cek Perjalanan. Sangat disarankan agar Anda menggunakan Cek Perjalanan Atas Unjuk, sehingga biar dia sendiri nanti (orang yang Anda berikan) yang akan mencairkannya.
Selamat mudik. Semoga perjalanan Anda selamat.

Saturday, October 22, 2005

Garfield, Liberty, dan Baju Lainnya



DESEMBER tahun lalu, mommy berkelana ke berbagai kota di Eropa. Tepatnya Brussel, Paris, dan Berlin. Dulu, tatkala Darrel belum ada, kalo pergi begitu yang dibeli paling cuma asbak, souvenir, atau oleh-oleh untuk kerabat. Kini, tiap kali jauh dari rumah, yang teringat pasti Darrel. Demikian pula waktu ke Belgia.
Mommy berkunjung ke Antwerpen, sebuah kota pelabuhan di perbatasan Belanda dan Belgia. Di situ pandangan matanya menumbuk pada kaos bergambar garfield, anjing malas yang film kartunnya bertaburan di televisi. Harganya cukup mahal, 30 euro. Toh mommy tetap membelinya. Kaos penghangat itu tidak langsung diberikan ke Darrel. Mommy menyimpannya.
Pekan lalu, sewaktu membongkar-bongkar lemari, mommy mengambil kaos panjang itu. ‘’Wah, ternyata sudah pas untuk Darrel,’’ katanya. Kaos itu, menurut penjualnya, harusnya untuk anak berusia 5 tahun. Eh, la kok pas buat Darrel, yang baru 2 tahun 5 bulan.
‘’Ayah, ini untuk naik motor,’’ katanya. Hehe. Tiap pagi, kalau mau diantar ke rumah eyang, Darrel memang selalu dibalut baju jaket.
Tak gampang lo membelikan baju buat Darrel. Om dan tantenya sering keliru ukuran. Agar tak salah, sebelum pergi mommy biasanya mengukur badan Darrel lebih dulu. Lengannya, pundak, dada, dan perut. Di dalam tasnya selalu ada meteran. Praktis kan?

September lalu, sewaktu bertugas ke Amerika Serikat untuk meliput kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mommy membeli kaos untuk Darrel. Kali ini harganya tak begitu mahal, paling tidak bagi ukuran Amerika. Di China Town, istilah jawanya pecinan, harganya US$ 5. Gambarnya patung liberty, simbol khas kota New York.
Kebanyakan ibu memang selalu berpikir untuk membelikan baju buat anaknya, dengan model beraneka. Pastilah, semua orang tua bangga bila si kecil tampil rapi, chic, dan wangi. Wajar kan, bila mommy ribut soal baju untuk Darrel, sejak sebelum si D lahir?

Kalau Anda juga pembelanja baju untuk anak, setiap kali membeli, pedoman utamanya adalah kenyamanan. Si baju haruslah nyaman, gampang dipakai, dan enak dicuci.
Mommy memberi beberapa tips bagi Anda bila mau berbelanja baju anak:
1.Tahu ukuran yang dapat dipakai bayi selama dua bulan. Walaupun perusahaan pakaian bayi sering mempunyai ukuran yang tidak sama.
2.Mudah dicuci, dengan mesin dan tidak luntur.
3.Tidak menyebabkan kerepotan waktu mengganti popok baik bagi diri anda maupun bagi si kecil.
4.Sebaiknya dari bahan handuk atau kaos yang lentur dan elastis dengan adanya pembuka pada bagian bawah di sela lubang kaki. Pakaian yang dapat dibuka di bagian depan atau berleher lebar sangat cocok, karena bayi tidak suka bila wajahnya terhalang atau tertutup sewaktu ganti baju. Dengan pakaian seperti ini maka anda tidak perlu membalikkan bayi sewaktu merapihkannya.
5.Bahan sebaiknya lembut dan nyaman, hindari pakaian dengan jahitan yang kasar.

6.Hindari warna putih karena cepat kotor dan memerlukan perawatan lebih pada waktu mencucinya. Warna yang cocok untuk bayi adalah warna-warna yang cerah atau warna pastel.
7.Bila Anda merasa perlu membelikan topi untuk si kecil, pilihlah yang mempunyai pita atau bahan pengikat. Kebanyakan bayi merasa risih memeakai topi dan berusaha untuk menariknya, oleh karena itu ikatlah pita di bawah dagu.
8."T-shirt" dan celana pendek adalah pakaian yang paling sesuai karena sejuk dan kaki bayi dapat bergerak dengan bebas.

Itu semua rumus umum yang diambil mommy dari internet. Barangkali, Anda juga punya rumus sendiri? Ya tidak apa-apa.

Makan? Minum? Beginilah Caranya


DARREL paling suka ‘’cucu capi’’. Ini adalah istilahnya untuk menyebut ‘’susu sapi’’. Mau tidur, mau main, atau pas nonton TV, ia ngotot untuk minum susu sapi. Padahal rasanya, dijamin aneh bagi lidah orang dewasa.
Menurut saran dokter anak, yang sudah saya posting sebelumnya, anak umur 2-3 tahun sebaiknya minum 500 mililiter susu saja. Itu sudah cukup. Kelebihan, akan ditumpuk menjadi lemak.
Yang diminum Darrel pasti lebih dari 500 mililiter. Satu botol saja, yang kecil, 125 mili. Antara waktu maghrib sampai menjelang bobok, kira-kira ia minum tiga botol. Sekitar jam 4 ia bangun, minta minum. Setelah itu, ia bobok lagi. Paginya, jam 7, begitu bangun ia langsung minta susu. Banyak kan? Maka, mommy selalu wanti-wanti: kalo memberi minum untuk Darrel sebaiknya pake botol kecil saja. ‘’Dia sudah gemuk lo….’’ Timbangan terakhir, beratnya 24,5 kilogram. Coba bandingkan dengan Kak Shifa, keponakan yang tinggal di Bandar Lampung. Di usianya yang empat tahun, beratnya baru 18 Kilogram.

Urusan minum, juga maem, memang gampang bagi Darrel. Kami harus bersyukur atas hal itu. Namun, kami juga harus menjaga, agar jangan sampai ia suka jajan. Bahaya.
Makanan yang dijual di jalanan banyak yang tak sehat. Hampir setiap tahun terjadi kasus keracunan makanan. Dari seluruh kasus keracunan makanan yang ada, menurut Kepala Badan POM Sampurno, semua bersumber pada pengolahan makanan yang tidak higienis. Sebagian besar dibuat di industri rumah tangga, yang jumlahnya 500.000-an. Ironisnya makanan tidak higienis ini banyak dijual di kantin sekolah.
Industri makanan ini sering menggunakan bahan pewarna seenaknya. Bahan pokok pembuatnya juga sering dipilih sembarangan. Ada yang kualitasnya rendah. Ada pula yang sudah basi. Misalnya, ada yang menggunakan formalin dan boraks pada bakso dan mi untuk pengenyal dan pengawet. Untuk sirup mambo, digunakan bahan pewarna Rhodamin B, yang sering dipakai pada tekstil. Pokoknya mengerikan.


Padahal, makanan untuk anak harus terjaga betul kualitasnya. Anak-anak membutuhkan lebih banyak asam lemak dibandingkan orang dewasa. Tambahan lemak dalam diet mereka adalah ide yang baik. Kandungan seratnya harus rendah, karena sistem pencernaan anak yang belum sepenuhnya berkembang tidak dapat mencernanya. Kandungan energi di dalam makanannya harus lebih banyak ketimbang untuk orang dewasa. Vitamin B12 juga harus ada, dalam jumlah cukup.
Berbagai syarat itu tentu tak bisa dipenuhi oleh makanan jajanan. Malah, kata Pak Sampurno, selain kurang kandungan gizinya, jajanan sekolah sering jadi sumber racun. Sumber terbesar keracunan makanan di Indonesia terjadi pada usaha jasa boga atau katering untuk karyawan maupun jajanan anak sekolah. Bakteri nakal, yang hinggap pada makanan bermutu jelek itu jenisnya Staphyllococcus areus.
Syukur, Darrel belum suka jajan. Ia memang belum paham soal itu. Komunikasinya baru sebatas dengan ayah, mommy, mbak-mbaknya, serta eyang. Kadang-kadang ia bermain dengan Krisna, yang umurnya sama dengan Darrel.

Darrel maem di luar kalao diajak mommy dan ayah. Misalnya, di restoran two fish, di kawasan Kebayoran Baru. Restorannya lumayan enak. Tempatnya resik. Harganya? Kalo dibandingkan dengan warteg, ya jauh lebih mahal. Tapi masih terjangkao kok, untuk kantong ayah dan mommy. Syaratnya, makannya sesekali saja.

Dua pekan menjelang puasa, Darrel diajak jalan ke Mal Artha Gading, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Di situ, ia bermain-main, naik jerapah dan singa. Setelah itu, mommy menraktir Darrel makan. Sepiring nasi goreng habis lo.

Wednesday, October 19, 2005

Kelinci Versi Wikimedia

Kelinci
Saka Wikipédia, Ènsiklopédhi Bébas ing basa Jawa / Saking Wikipédia, Bauwarna Bébas mawi basa Jawi
Kelinci kalebu bangsaning Mamalia utawa kewan menyusui, lan tansah sapadhuluran karo Terwelu lan Pika. Kelinci wis kasebar saindhenging jagad kecuali ing tlatah Antartika. Jeneng latine yaiku Oryctolagus cuniculus.

Bab lan Paragraf [delikna]
1 Tetengering Kelinci
2 Uriping Kelinci
3 Pakan
4 Jenising Kelinci
5 Kelinci ing uriping manungsa

[sunting]
Tetengering Kelinci
Kelinci bobote isa nganthi 5 kilo yen dhadi raja kaya, lan ing alas mung nganthi 3,5 kilo. Kelinci ndhuwe kuping dhawa sing bisa dianggo ngrungokake swara saka kadhohan, rupane lucu dhadi bisa didhadekake dholanan utawa klangenan. Kelinci uga ndhuwe ceker sing kuwat kanggo mencolot lan awake bunthek tur lucu.

Anakane kelinci biasane lair ora ndhuwe wulu lan wutha, ora kaya anake trewelu.

[sunting]
Uriping Kelinci
Kelinci ing alas biasane urip ing bolongan-bolongan siti, utawa wit-witan. Kelinci liar biasane ngedhuk lemah kanggo susuane lan ngasuh anak-anake ing kana. Uga, kelinci misuwur karna cacah laire sing dhuwur banget. Kelinci wis isa kawin mila umur wulanan lan bisa metheng 31-35 dina. Anak sing dilairake isa lara nganti 12 iji.

Kelinci uga kewan sing paling enggal ngepaske kahananing alam, dhadi cepet ndhuwe anak. Ing Australi, saking akehe, kelinci wis dhadi kewan sing nyusahake pramila mangani asil kebuning para tani ing kana.

[sunting]
Pakan
Kelinci kalebu herbivora utawa mangan tetandhuran. Ing peternakan, kelinci saliyane dipakani tetandhuran, dheweke uga dipakani pelet lan campuran-campuran tambahan kanggo kesehataning kewan iki. Suket, wortel, kangkung, lan sapanunggale sae kanggo thukuling kelinci.

[sunting]
Jenising Kelinci
Kelinci saindhenging jagat rupa-rupa, ana sing jenis bunthut kapas, angora, nganthi ana sing wulune dhawa. Ing Indonesia, kelinci akeh-akehane diimpor saka negara manca.

[sunting]
Kelinci ing uriping manungsa
Kelinci biasane didhadekake kewan raja kaya, kanggo pakan, nganthi dhadi klangenan. Kelinci sing didhadekake panganan biasane ndhuwe ukuran sing gedhe, lan sing dadi klangenan biasane ndhuwe wulu sing apik. Panganan saka dhaging kelinci sing paling misuwur yaiku sate kelinci.

Bono dan Boni



NAMANYA Bono dan Boni. Keduanya adalah nama kelinci yang masih kecil. Satunya cowok, lainnya perempuan. Kami membelinya Ahad lalu, tepatnya 16 Oktober 2005, di pameran usaha kecil dan menengah, di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.

Rencana membeli ‘’Mr Rabbit’’ sebetulnya sudah lama. ‘’Ayah, beli dong, biar Darrel punya mainan. Kalo sejak kecil memiara binatang, dia kan bisa sekalian latihan tanggung jawab,’’ kata Mommy. Kalimat itu ia lontarkan sudah lama. Mungkin enam bulan lewat.

Saya sempat mau membeli kelinci di Pasar Tanah Abang, Agustus lalu. Waktu itu ada peresmian masjid di Blok A Pasar Tanah Abang. Di halaman pasar, ternyata ada penjual kelinci. Eh, harganya mahal. Ditawarkan Rp 75.000 sebuah. Apalagi, waktu itu saya naik motor. Nggak mungkin bisa mengangkut dua kelinci.

Di pameran UKM itu, satu kelinci dihargai Rp 25.000. Sepasang, cowok-cewek, Rp 50.000. Begitu lihat si Rabbit, Mommy langsung angkat telepon. ‘’Ayah, ini bagus. Beli ya…’’ Akhirnya, untuk si D, sepasang kelinci pun dibeli.

Kalau mau serius, beternak kelinci sebetulnya juga tidak sulit. Di situs keluaran BPPT, (http://www.iptek.net.id/ind/warintek/ Budidaya_peternakan_idx.php?doc=4a10 - 32k, ada penjelasan seputar bagaimana beternak kelinci dengan nyaman. Di awal tulisan, disebutkan begini: Kelinci semula adalah hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan.

Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu
hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan
populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan
sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci,
Jawa disebut trewelu dan sebagainya.

Makanannya tidak terlalu sulit. Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang
hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Bagus juga bila diberi konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.

Makan dan minum diberikan di pagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

Kalo sehat, kelinci adalah binatang yang lucu. Tapi, ada kalanya si dua kuping ini mendapat gangguan sakit. Macam-macam. Mulai dari bisul, kudis, eksim, hingga jamur di kepala. Masing-masing butuh obat.


Alhamdulillah, hingga saat ini si Bono dan si Boni masih sehat wal afiat. Kami tidak khawatir bila Darrel berdekatan dengannya. Hingga hari ketiga ini, si Bono dan si Boni punya dua rumah. Kalo malam, ia ditempatkan di taman bagian dalam. Paginya, dipindahkan ke halaman belakang. Di situ, ia bisa makan rumput sepuasnya.

Darrel masih takut bila ketemu Bono dan Boni. Tak apa. Yang penting, ia mulai mengenal dunia binatang. Dunia kelinci.

RIP
Kamis lalu, 20 Oktober 05, si Bono meninggal. Waktu Subuh, pas habis sahur, saya menengoknya, ia masih lincah bermain. Eh, jam 7 pagi, ia sudah tidur, tak bernyawa. ''Wah, mati ya Yah,'' kata Darrel. Bono dikubur di halaman belakang. Kasihan, Boni belum punya teman.

Saturday, October 15, 2005

Naik Becak

JAKARTA sudah dibebaskan dari becak sejak 1985. Itu peraturan yang ditetapkan Pemerintah DKI Jakarta. Tapi, peraturan itu tak berjalan mulus. Penerapannya berliku-liku, sampai membutuhkan operasi penertiban. Barangkali baru pada 1992 Jakarta bisa dikatakan benar-benar bebas dari becak.

Di awal karier saya sebagai wartawan Tempo, saya pernah meliput operasi penertiban becak yang cukup berdarah-darah, di Jakarta Utara. Tepatnya di wilayah Pluit. Becak-becak yang tengah berkumpul diserbu, digaruk, lalu diangkut ke atas truk petugas. Abang becak yang marah melawan. Menggunakan batu, kayu, pentungan, mereka merangsek petugas. Terjadi perkelahian. Tapi, abang becak kalah. Si roda tiga tetap diangkut, dirumponkan.


Rumpon? Ini merupakan kawasan berupa gundukan, gumpalan, bisa berupa karang atau material lain, tempat ikan mencari makan. Becak-becak itu dibuang, agar memancing pertumbuhan karang. Diharapkan ikan di perairan Jakarta membanyak lagi.



Kini, hampir tak mungkin menemukan becak di DKI Jakarta. Tapi, kalo Anda kangen naik becak, datanglah ke kawasa Pondokgede, wilayah perbatasan Bekasi-Jakarta. Di jalanan dekat komplek tempat tinggal saya, becak masih berseliweran. Hanya saja, nasibnya mengenaskan. Mereka tidak digusur oleh aparat, melainkan kalah bersaing melawan ojek. Ia harus terengah-engah melewati jalan yang hancur lebur.

Kasihan, daerah pinggiran selalu tak terurus. Jakarta merasa, ini wilayah Bekasi. Pemerintah Bekasi merasa, ini wilayah Jakarta. Hasilnya, jalanan makin berlobang-lobang....

Sesekali, becak masuk kompleks, untuk disewakan. Dayen dan Ain, ini puteranya Pak Harry tetangga rumah, naik si roda tiga. Mur, yang biasa mengasuh Dayen, yang nggenjot. Asyik…. Ongkosnya tidak mahal kok. Hanya sekitar Rp 2000, untuk keliling komplekas. Itu kalo yang nggenjot memang si abang betul.

Kalo yang ngayuh mbak Mur? ya gratis....


Di Malioboro, Yogyakarta, becak masih menjadi angkutan utama. Lebaran tahun lalu, mommy dan Dayen main ke Malioboro. Saya mengantar mereka dengan mobil Kijang punya Eyang Kakung. ‘’Aku pulangnya pake becak saja, Yah,’’ kata mommy.

Di sepanjang jalan menuju Malioboro, Dayen ngomel terus. Kalimatnya ''huhuhuhu''
Maklum, ia belum bisa bercakap, satu patah pun. Kata lainnya hanya ''mamamma... mamama..'' Mommy sampe khawatir, ini kok belum bisa ngomong ya...

Di jalan, kami dipaksa nyanyi:
''aku mau tamasya/berkeliling-keliling kota/hendak melihat-lihat/keramaian yang ada/aku panggilkan BECAK/kereta tak berkuda/becak-becak/coba bawa saya/. Kalo diam, ia protes. Kami dipaksa nyanyiiii lagi. Sampe gempor.

Kata becak ini rupanya sangat berkesan bagi Dayen. Tiba-tiba ia berkata, ''bbbeeccccaak''.
Mommy kaget.
Saya juga kaget.
''Hehhh, akhirnya anakku bisa ngomong juga..'' kata Mommy.
''Tapi kok becak yaa??? Apa ia mau jadi juragan becak?'' tanya saya.
''Mungkin mau jadi eksportir becak..''
Apapun, sejak itu, Dayen lancar berucap.

Kalimat becak ia ulang-ulangi. Karena, di Malioboro, becak berseliweran. Malioboro memang kawasan wisata, yang menyediakan dua jalur untuk becak dan delman. Di hari libur panjang, seperti idul fitri, tahun baru, kawasan yang cuma ''sejengkal'' ini ramenya bukan kepalang. Macet. Cari tempat parkir juga susah.



Maka, Mommy dan Dayen pun naik becak. Sepanjang jalan, Dayen ngecuprus, nggak jelas isinya. Maklum, waktu itu, ia belum bisa bercakap.

Kini, kalau Anda kangen pada becak, ada baiknya lagu ‘’Abang Becak’’ ini dilantunkan. Lupa syairnya? Ini dia, semoga masih ingat bagaimana menyanyikannya.

Abang Beca

Abang beca, abang beca di tengah jalan,
Cari muatan untuk mencari makan,
Putar putar, putar putar kaki mengayuh,
Pergi jauh teringat pun lalu jatuh,
Dari pagi hingga matahari terbenam,
Barat timur selatan serta utara,
Hujan panas tiada melintangi nya,
Abang beca, abang beca, abang beca,
ca,ca,ca.

Wednesday, October 12, 2005

Syarat Ibadah Haji dan Umrah



SYARAT-SYARAT ibadah haji dan umrah ada yang bersifat khusus bagi laki-laki dan wanita dan ada juga yang bersifat umum. Syarat-syarat yang bersifat umum adalah sebagai berikut.

Muslim, karenanya orang kafir tidak sah hajinya, karena mereka tidak cakap untuk melaksanakan seluruh ibadah dalam Islam.
Balig dan berakal. Oleh sebab itu, ibadah tidak diwajibkan bagi anak kecil dan orang gila, karena mereka belum cakap untuk bertindak hukun Apabila orang gila melaksanakan haji atau umrah maka haji dan umrahnya itu tidak sah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: "Diangkatkan pembebanan hukum dari tiga (orang), yaitu dari orang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia bermimpi, dan dari orang gila sampai ia sembul (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan at-Tirmizi).

Ulama Mazhab Maliki, Mazhab Syafi'i, dan Mazhab Hanbali berpendapat bahwa jika anak kecil melaksanakan ibadah haji, maka hajinya sah, tetapi ia tetap berkewajiban mengulangi ibadah hajinya setelah dewasa. Pahala haji anak kecil itu dilimpahkan kepada orang tuanya yang juga haji. Hal ini sejalan denqan sabda Rasulullah SAW dari *Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan Imam an-Nasa'i.

Dalam hadis itu diceritakan bahwa seorang wanita melaksanakan ibadah haji dan ia didampingi anaknya yang belum dewasa. Ketika wanita ini bertemu Rasulullah SAW wanita itu bertanya: " Apakah anak ini boleh melaksanakan ibadah haji?" Rasulullah SAW menjawab: "Boleh, dan pahalanya bagimu." Akan tetapi, menurut ulama Mazhab Hanafi, haji anak kecil itu tidak sah sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah dan Imam at-Tirmizi di atas. Di samping itu, mereka juga menganalogikan haji anak kecil ini dengan *nazar mereka. Menurut ularna Mazhab Hanafi, nazar anak kecil tidak wajib dipenuhi, demikian juga dengan hajinya juga tidak sah, karena anak kecil belum cakap dibebani hukum.

Merdeka, karenanya hamba sahaya (*budak) tidak wajib melaksanakan ibadah haji, karena haji memerlukan waktu yang panjang. Jika mereka mengerjakan haji, maka kepentingan tuannya akan terabaikan.
) Memiliki kemampuan fisik, harta dan dalam keadaan amman, yaitu mempunyai kemampuan untuk sampai ke Mekah dalam keadaan aman. Hal ini didasarkan kepada firman Allah swt dalam surah Ali'Imran (3) ayat 97 di atas. Akan tetapi, terdapat perbedaan pendapat ulama fikih tentang kriteria "kemampuan dalam melaksanakan ibadah haji" tersebut.

Menurut ulama Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki, kemampuan itu mempunyai tiga unsur, yaitu kekuatan badan atau fisik, kemampuan harta, dan keamanan di perjalanan dan di Tanah Suci, baik bagi laki-laki maupun bagi wanita. Menurut ularna Mazhab Syafi 'i, kemampuan itu mengandung tujuh unsur, yaitu kekuatan fisik; kemampuan harta, tersedia alat transportasi; tersedianya kebutuhan pokok yang akan dikonsumsi di Tanah Suci; keadaan di perjalanan dan di Tanah Suci dalam keadaan aman; jika yang beribadah haji itu adalah istri, maka harus didampingi suami atau mahram lainnya; dan seluruh kemampuan itu diperhitungkan sejak bulan Syawal sampai berakhirnya amalan-amalan haji.

Sedangkan ulama Mazhab Hanbali hanya menafsirkan kemampuan itu dalam dua hal, yaitu kemampuan di bidang harta dan keamanan di perjalanan dan di Tanah Suci. Ulama Mazhab Hanbali tidak memberikan penafsiran yang luas terhadap pengertian kemampuan tersebut, karena mereka mengikatkan diri dengan pengertian kemampuan yang dikemukakan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis Rasulullah SAW diceritakan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pengertian "kemampuan untuk melaksanakan haji" tersebut. Rasulullah SAW menjawab: "Kelebihan harta dan keamanan perjalanan " (HR. ad-Daruqutni dari Jabir bin Abdullah, hadis yang sama juga diriwayatkan at-Tirmizi dari Umar).

Menurut ulama fikih, syarat-syarat khusus dalam melaksanakan haji bagi wanita adalah sebagai berikut:

Harus didampingi suami atau mahramnya. mereka tidak mempunyai suami atau mahram, maka haji tidak wajib bagi mereka. Hal ini didasarkan sabda Rasulullah SAW: "Seorang wanita tidak boleh melakukan perjalanan yang memakan waktu tiga hari, kecuali didampingi mahramnya" (HR. al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad bin Hanbal dari ibnu Umar). Dalam hadis lain Rasulullah SAW berbda: "Istri tidak boleh melaksanakan ibadah haji kecuali didampingi suami" (HR. ad-Daruqutni).

Ulama Mazhab Syafi'i menyatakan bahwa jika ada beberapa wanita yang dapat dipercaya mendampingi wanita yang tidak mempunyai suami atau mahramnya naik haji, maka wanita yang tidak punya suami atau mahram ini wajib melaksanakan ibadah haji. Menurut ulama Mazhab Maliki, di samping dalam keadaan yang dikemukakan ulama Mazhab Syafi'i di atas, diwajibkan juga bagi wanita tersebut untuk melaksanakan ibadah haji apabila ada pendamping yang menjamin keamanannya. Alasan ulama Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'i adalah firman Allah SWT dalam surah Ali'Imran (3) ayat 97 di atas.Menurut mereka, yang dipentingkan oleh ayat ini adalah keamanan bagi orang-orang yang akan melaksanakan ibadah haji. Apabila keamanan wanita ini terjamin, maka dia wajib melaksanakan ibadah haji.

Wanita itu bukan wanita yang dalam keadaan menjalani masa *idah, baik idah karena *talak maupun idah karena kematian suami. Syarat ini didasarkan atas firman Allah SWT dalam surah at- Talaq (65) ayat 1 yang artinya: "...Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka diizinkan) keluar..." Akan tetapi, ulama Mazhab Hanbali membolehkan wanita yang dalam menjalani idah talak untuk melaksanakan ibadah haji, tetapi melarang wanita yang kematian suami untuk melaksanakan ibadah haji.

Pembedaan ini mereka lakukan karena bagi wanita yang sedang mennjalani idah wafat, wajib untuk tetap berada di rumah mereka, sebagai penghormatan terhadap suami mereka yang baru meninggal. Sedangkan bagi wanita yang ditalak tidak demikian. Wanita yang ditalak suaminya, menurut mereka, tidak harus senantiasa di rumah, tetapi mereka dibolehkan bepergian, khususnya dalam rangka menunaikan berbagai kewajibannya. Oleh sebab itu, apabila wanita yang dita1ak ini telah memenuhi syarat-syarat untuk melaksanakan ibadah haji, maka wajib bagi mereka untuk melaksanakan ibadah haji, sebagaimana yang berlaku pada wanita yang tidak beridah.

Kalau Anak Gemuk


BERAPA banyak makanan yang pas untuk anak kita? Apa saja jenis makanannya?
Ini pertanyaan yang selalu menjadi pikiran orang tua, dari masa ke masa. Termasuk dalam acara bincang-bincang bersama Ida Arimurti dan Krisna Purwana, di Radio Delta FM, setiap pagi, dari Senin sampai Jumat.

Tema yang saya siarkan di blogger ini mengenai menu untuk anak, yang disiarkan pada Rabu 28 September 2005. Kalau Anda ingin bergabung dengan milis ini, silakan daftar ke idakrisnashow@yahoogroups.com. Nara sumbernya adalah dr. Wati, spesialis anak. Nama acaranya: Delta Medika.

2005-09-28 08:59:55
0816824xxx
Jakarta
T: Dok anak saya makannya mau banyak2 terus bagaimana cara remnya anak saya 4th beratnya sudah 28kg kalo dilarang ngamuk dq hendrick serpong
J: Perkecillah porsi makan. Sajikan makanan sehat yang tidak berlemak, berikan camilan buah dan sayuran. Hindari minuman dengan kadar gula tinggi (minuman kaleng, soft drinks), hadiah dalam bentuk makanan, makan sambil menonton TV atau bermain. Buat jadwal olahraga rutin sekeluarga. Lakukan secara bertahap. Dan yang terpenting tunjukkan cinta kasih anda padanya seutuhnya.

2005-09-28 08:57:53
081317789xxx
Jakarta
T:Dok ,skrng lg flu burung.anak sy mau jalan2 ketmii kira2 bahaya engga krn disana ada taman burung makasih dr bu iin cibubur
J: Waspada boleh tapi jangan panik. Penularan penyakit ini dari unggas ke manusia terjadi bila ada kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi. Dapat melalui sekret/lendirnya atau tinjanya. Coba tanyakan pada petugas disana adakah unggas yang terinfeksi.

2005-09-28 08:57:10
081511009xxx
Jakarta
T:Dok, kalau anak kecil BAB nya 3 hari 1 x bgmn?
J: Lihat konsistensi tinjanya. Jika keras, kering, tenggelam dalam air, dan sulit dikeluarkan ia mungkin menderita sembelit/konstipasi. Beri ia makanan berserat (buah, sayur) dan beri cukup minum.

2005-09-28 08:56:44
08179054xxx
Jakarta
DR. Asraf
T:Ada anak 'punya'kbiasan,hbs makan knyang,muntah,..kenyang muntah..tp tuh anak lama2 gemuk jg,. Muntahnya, kucing doyan bngt tuh,.mubazir deh.tp mkn gmpng.Yasqi
J: Ia mungkin saja mengalami refluks karena lemahnya otot di mulut lambung sehingga isi lambung balik ke kerongkongan. Dapat pula karena banyaknya udara yang ikut masuk dalam proses makan atau kelainan ringan anatomi lambung. Adakah gejala lain seperti sakit perut, kuning, gangguan BAB, gambaran muntah (warna, menyemprot atau tidak)yang mengarah pada penyakit-penyakit tertentu. Berikan porsi makan secukupnya jangan berlebih sehingga lambungnya terlalu penuh dan pastikan ia dalam posisi duduk tegak saat makan.

2005-09-28 08:56:33
08161383xxx
Jakarta
T:Pagi dokter,saya,indri,anak saya umur 9,5 bln,agak susah kalo makan bubur tim yg saya blender kasar,tapi kalau makan bubur susu dia lebih suka,rasa bubur tim berasa asin krn saya beri keju,apa anak saya cenderung suka rasa manis krn bubur susu lebih manis,bagaimana saya mengatasinya?terima kasih dokter.
J: Perkenalkan bayi/anak dengan berbagai macam rasa untuk memperkaya pengecapannya. Amati reaksinya apakah ia menyukai atau tidak. Bila ia tidak suka jangan dipaksakan dan cobalah lagi lain waktu. Ibu juga harus mengeksplorasi jenis makanan apa saja yang disukai anak dan kreatif membuat variasinya.

2005-09-28 08:56:19
08129900xxx
Jakarta
T:Bagaimana agar anak tidak tidak jajan makanan yg banyak pengawet dan
penyedap, sedang dirumah banyak cemilan.
J:Sajikan di rumah camilan sehat dalam bentuk menarik. Misal sate buah, jus buah dalam gelas lucu, yoghurt, pisang coklat leleh. Jadi Ibu harus kreatif menciptakan variasi camilan anak.

2005-09-28 08:54:12
0811836xxx
Jakarta
T:Niang, 27, bogor, anak saya 4 bln, makanan apa yg cocok selain pisang
J: Gizi bayi sampai usia 4-6 tahun sebenarnya 100% dapat tercukupi dari ASI saja tanpa perlu tambahan lain. Sesudah usia tersebut barulah dapat diberikan makanan tambahan berupa sereal beras, tepung jagung, tepung gandum, daging, buah dan sayur dari konsistensi cair sampai kental secara bertahap.

2005-09-28 08:53:50
0816758xxx
Jakarta
T:Hai dokterku yg cantik.Berapa sih kalori yg diperlukan seorang anak usia 2-3 thn? Asupan dr susu maksimum brp banyak dok? Nai
J:Sekitar 1250-1500 kkal atau 100-200 kkal/kg berat badan. Dianjurkan pemberian susu 500 ml/hari.


2005-09-28 08:53:34
0816922xxx
Jakarta
T:Dr Wati dan Mba Dian gimana kalau anak makan susah diganti susu aja bagus ngga. Nunik
J: Tidak semua nutrien dan energi yang dibutuhkan terpenuhi dari susu saja. Jadi makanan anak hendaknya majemuk. Eksplorasi makanan yang disukai dan tidak disukainya. Kemudian buatlah variasi makanan dengan menerapkan konsep piramida makanan.

2005-09-28 08:52:53
02192657xxx
Jakarta
T:Saya mau tanya apakah anak saya yg br lahir boleh minum susu formula sbgai menu utama mengingat asi tdk banyak. Klau tdk bgtu anak rewel. Trims. Andi.
J:Usahakan memberikan ASI eksklusif (ASI "tok" tanpa tambahan apapun selama 6 bulan)karena belum ada susu formula yang lebih unggul dan menguntungkan dibanding ASI. Prinsipnya adalah teknik yang tepat, susui kapanpun bayi ingin,dan ibu harus PD. Seperti prinsip pasar, ada permintaan ada barang, begitu pula ASI, makin sering bayi menyusui maka produksinya semakin bertambah menyesuaikan dengan permintaan bayi.

2005-09-28 08:51:14
08159966xxx
Jakarta
T:Anak sy memang mau makan tapi kelamaan diemut. Selain itu krn gerahamnya berlubang. Bgm mkanan yg pas? Son cilandak.
J: berikan makan dengan penyajian yang menarik dan disukai sehingga ia bergairah menyantapnya. Pastikan ia makan sesuai jadwal, dalam posisi duduk dan jangan sambil menonton TV atau bermain. Gigi geraham yang bolong juga harus ditangani karena dapat mempengaruhi proses mengunyah selain sebagai tempat masuk infeksi.

2005-09-28 08:49:11
085217007xxx
Jakarta
P:Mohon maaf lahir batin,selamat menjalankan ibadah puasa 1426 H,semoga ibadah kita diterima Allah swt, amin. Bambang M dan kel
J:Ya, sama-sama. Mohon maaf juga bila ada kata-kata atau perbuatan yang tidak berkenan. Semoga Allah meridhai dan memberikan ampunan-Nya.


2005-09-28 08:45:18
08159104xxx
Jakarta
T:Anak sy 1th 9bl msh ngedot. Sy sdh coba bnyk cr u/ stop, dr diksh air brotowali di dot smp sy gunting dotnya, tp dia tetap enjoy. Adakah cr yg efektif? -monica-
J: Anak sesusia anak ibu itu sebenarnya sudah bisa kita kasih tahu. Coba ibu bilang kepada anak ibu tentang kerugian ngedot. Terlalu lama ngedot bisa merusak bentuk rahang, jadi bertambah maju sehingga gigi akan tampak lebih maju kedepan (tonggos) sehingga merusak tampang kita. Ngedot terutama bila dilakukan sambil anaknya tidur dapat menimbulkan gigi berlubang serta infeksi telinga tengah. Jadi ibu bisa bilang keanak ibu bahwa negdot itu bisa membuat kita jadi jelek dan sakit, dan sakit itu rasanya tidak enak. Lalu coba sembunyikan dotnya dari penglihatan anak ibu. Bila ia mulai mencarinya katakan padanya bahwa sudah waktunya dot itu tidak dipakai lagi, karena anak ibu sudah besar dan pintar sehingga tidak perlu pakai dot lagi. Bila ia masih meinta, coba alihkan perhatiannya dengan mengajak bermain permainan yang kreatif, selain itu beri dia makanan atau minuman yang dapat ia makan sendiri tanpa dibantu oang lain. Ingat makan atau minumnya harus di depan meja makan.

2005-09-28 08:42:45
02170700xxx
Jakarta
T:Anak saya susah mengunyah makanan,akhirnya supaya makanan itu hbs saya buburkan saja, sy takut dia kurang gizi. ibu walda
J: Ibu, anaknya umur berapa? Sudah punya gigi lengkap atau belum? Di atas usia 9 bulan makanan memang harus mulai kasar dan di usia 1 tahun anakmu harus mengkonsumsi makanan sama dengan kita hanya agak lembek dulu ... bertahap sama. Kalau boleh usul, buburnya camour dengan yang kasar ... makan harus padat dan anak harus latihan mengunyah ,... kalau tidak gusinya tidak berkembang dan tidak kuat. Makanan yang terlalu halus selain nilai gizinya berkurang, anak juga akan malas mengunyah. Selain itu rasa makanan akan kurang enak. Coba ibu beri makan, misalnya nasi dengan kuah sayur sehingga tidak seret rasanya dan anak akan lebih mudah dikunyah. Boleh juga berikan kentang keju yang direbus kemudian dihancurkan kasar.

2005-09-28 08:37:22
02130257xxx
Jakarta
T:Anak saya 2 th ka lo makan di emut sp lama.Bgm cara mengatasinya? Bu sri di jakarta
J: Biasakan anak makan dengan sikap makan yang baik. Anak makan didepan meja makan layaknya anggota keluarga lainnya. Jangan diberi mainan ketika dia makan atau makan sambil bermain dengan teman-temannya, atau sambil nonton TV, atau dambil diajak keliling rumah. Hal ini akan membuat perhatian anak akan terpecah, sehingga dia akan mendiamkan makanannya di dalam mulut lebih lama dan lupa untuk mengunyah. Selain itu coba perhatikan tekstur makanannya apakah terlalu keras atau tidak untuknya, bila terlalu keras dapat diperlembut teksturnya. Mungkin juga rasanya atau jenis makanannya kurang disuka oleh anak, coba cari makanan yang sesuai dengan seleranya namun tetap sehat dan bergizi. Yang penting jika anak makan dikemut, jangan dimarahi atau ditakut-takuti. Sabar dan katakan baik-baik bahwa mengemut makanan itu tidak baik nanti bisa merusak giginya. Anak sangat cerdas .. kalau kita konsisten ia pun akan ”patuh”.

2005-09-28 08:34:51
081311282xxx
Jakarta
T: Pg idakrisna, sy lgs ke dr. Wati, anak sy kembr lhr dgn bb rendah 1070 n 1040, saat ini 1 thn bb 7.8 n 7.2, makan bubur tim, buah, puding. Bgmn perkembgn dilht dr bbx. Saat ini sy beri susu yg berisi makanan cair apa perlu di combine dgn susu pertmbuhan. Trimakasih.
J: Untuk anak yang lahir dengan berat badan rendah seperti anak ibu, beratnya sudah mencukupi kok. Tapi untuk ukuran anak normal beratnya agak kurang. Pola makan saat ini sudah baik. Apabila anak sudah diberi susu, maka tidak perlu diberi makanan cair. Makanan harus padat ... makanan cair hanya untuk anak sakit misalnya pasca operasi potong usus. Susunya juga bisa susu UHT biasa kok

2005-09-28 08:34:37
081310649xxx
Jakarta
T: Dok, anak kami akhir2 ini susah minum asi,kdg harus sedikit dipaksa. Umurnya 4 bln, kami mau dia minum asi ekslusif. Apa yg hrs kami lakukan? Terima kasih.
J: Pemberian ASI eklusif itu memang sampai usia 6 bulan, karena zat-zat nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi masih terdapat pada ASI. Coba terus ASInya ya ... jangan berikan apapun selain ASI sampai anak berusia 6 bulan. Memberikan makanan/minuman lain selain ASI sebelum bayi berusia 6 bulan .. lebih banyak kerugiannya ketimbang manfaatnya. Kita juga memicu munculnya reaksi alergi lhoo. Coba saja teruskan ASInya ya

2005-09-28 08:33:29
08129167xxx
Jakarta
T:Lisa pancoran-dokter boleh tanya gk anak saya bukan batita, tp usia 20 dan 16. Apakah susu non fat high calc baik di konsumsi se usia itu. Trims
J: Selama masih masa pertumbuhan (laki-laki sampai usia 21 thn, perempuan sampai 18 tahun), calsium diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Susu rendah lemak lebih baik ... karena kebutuhan kita akan lemak amat sangat sedikit ... Jangan lupa anak ibu juga dibiasakan untuk olah raga, karena kalsium saja tanpa olah raga juga akan kurang efektif.

2005-09-28 08:30:18
0816978xxx
Jakarta
T: Dulu anak saya mudah sekali makan tapi sejak umur 1 tahun sulit sekali meskipun sudah divariasi makanannya, sehingga kalau malam jadi suka rewel. Tapi setelah saya beri pediasure tdk rewel lagi disamping tetap dicoba makanan pokok,biskuit, juice buah dan susu. Apakah cukup demikian ? Selvi citra indah.
J: Jangan pernah menyerah untuk memberi makan pada anak. Coba cari tahu satu persatu jenis makanan yang disukainya. Baru setelah itu makanan yang disukai tersebut divariasikan. Bila malam hari dia rewel dan baru tenang bila diberi pediasure kemungkinan besar anak ibu lapar karena makanan yang dia dapat pada siang hari tidak mencukupi. Pediasure boleh diberikan tapi tidak sebagai makanan utama. Anak seusia ibu harusnya sudah mendapatkan makanan dengan tekstur yang sama dengan makanan anggota keluarga lainnya, karena alat cernanya sudah siap. Bila pediasure terus yang diberikan tanpa disertai makanan padat, lama kelamaan alat cernanya jadi malas mencerna makanan padat, ini akan menimbulkan masalah apabila seiring dengan pertambahan usia anak ibu mulai menyukai makanan padat, alat cernanya jadi tidak siap untuk mencerna, dan timbul gangguan pencernaan.


2005-09-28 08:26:44
08161605xxx
Jakarta
T: Anak sy 2,3 thn suka semua syr & buah tp beratnya 16 kg. bgmana cara mengerem brt badannya?(ayu pamulang)
J: Mulai sekarang kurangi camilan kecuali cemilan sehat. Jangan pernah mengiming-imingi anak dengan coklat, chicki, atau permen bila ia berhasil melakukan sesuatu. Anak diberi makan sesuai jadwal 3 kali sehari. Batasi pemberian susu tidak melibihi 500 cc/ hari. Bila anak diberikan makanan produk susu yang lain, maka jumlah susu yang diberikan dikurangi. Dari kecil anak pun mulai diajak untuk mulai aktif. Misalnya untuk selalu mengambil atau mengerjakan sesuatu (sesuai dengan usianya) sendiri tanpa dibantu. Jalan kaki sekitar rumah, beri mainan menyusun balok.
2005-09-28 08:23:45
081314296xxx
Jakarta
T: Rani,28,rangkasbtg.Apa btl prtama kali dkasìh MPASI lbh baik berikan sayur (tawar) drpada buah (manis) biar gak menolak wkt diberi sayur kemudian (krn sdh keenakan dg buah)?
J: Bila anak mulai dikenalkan dengan MPASI pemberian buah dan sayuran biasanya berbarengan. Akan tetapi ada pula ahli yang menyarankan untuk memperkenalkan buah setelah sayuran. Tapi hal ini bukan dikarenakan rasanya, tapi lebih karena kesiapan alat cerna anak ibu untuk mencerna buah-buahan tersebut.

2005-09-28 08:22:12
08157150xxx
Jakarta
T: Sy sdg hamil muda,kmrn tjd pndrhn.skrg sdg bedrest.pola mkn spt apa agr thindar dr morning sickness?slm ini pola mkn sy turun,bgmn agar si janin tt sehat.trims.
J: Ibu hamil harus banyak makan karena kalori yang dibutuhkan harus dibagi untuk sang jabang bayi. Untuk mengurangi mual, pagi hari dibiasakan untuk makan nasi atau roti, kemudian baru di isi susu atau buah. Jangan pernah biarkan perut kosong karena akan menambah rasa mual.jangan lupa untuk tetap makan sayur-sayuran. Kurangi makanan pedas dan asam, karena walaupun nikmat bisa menambah rasa mual. Selingi antara dua waktu makan dengan biskuit atau kue

2005-09-28 08:20:08
081535215xxx
Jakarta
T: Sy masril 58 th prnah dsruh dr utk kateterisasi sy blm lakukan, krg biaya. Gimna pola mkn & pola hidup yg benar? Tks
J: Makan yang benar adalah kalori seimbang dengan perbandingan karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang. Jangan lupa buah dan sayur-sayuran. Pola hidup yang benar berolah raga teratur dan rutin minimal 30 menit sehari 2 kali seminggu, mengurangi stress, tidur cukup, tidak merokok, makan dan minum teratur dan yang menyehatkan (no alcohol, not too much sugar and fat)

2005-09-28 08:16:49
08128657xxx
Jakarta
T: Met pagi, sy i.Diana, jkt. Bayi sy 6 bln, ASI sy koq tdk spt seputih awal2 bln agak bening. Selama ini ASI ekslusif smp skrg. Dan sdg dicoba makanan tambahan. Pertanyaan sy apakah ASI tsb msh berkualitas ? Apa tandanya ASI yg sdh sehrsnya diganti susu formula sementara ASI tetap ada ? Maksh Dokter.
J: ASI selalu baik, jangan cemas soal kebeningan dll. ASI akan menyesuaikan umur anak ... oleh karena itu selalu sesuai dengan kebutuhan anak. ASI dari ibu yang bayinya prematur agak berbeda dari ASI yang bayinya cukup bulan. Itulah kebesaran Tuhan.
Di atas usia 6 bulan, ASI tidak lagi mencukupi kebutuhan bayi. bayi butuh makanan tambahan.

2005-09-28 08:16:02
081317183xxx
Jakarta
T: PUTRA KAMI YG 2
LAKI-LAKI 4 TH USIANYA SAMA SEKALI TDK MENGKOMSUSI NASIH SUSA....H IA
HANYA MINUM SUSU CAIR KALENG BISKUIT KADANG MIE INSTAN IBU AISYAH DI
BOGR
J: Bila anak tidak suka nasi putih, coba buat dalam bentuk lontong atau nasi goreng. Bila tidak suka sama sekali, dapat diganti dengan roti, sereal, ubi, atau kentang. Mi juga boleh diberikan tapi jangan mie instan, mie buatan sendiri. Coba modifikasi menjadi makanan yang sehat. Jangan lupa untuk memberikan sayur, lauk pauk (ikan, daging, tahu, tempe), dan buah-buahan.

2005-09-28 08:15:36
0811149xxx
Jakarta
T: Dr. Wati n crew delta Anak saya 1 th 8 bln. Saat ini sangat susah makan. Ada vitamin nafsu makan apa ya yg baik? Kalau ga mau makan, sikecil kita beri susu pediasure. Berapa konsumsi susu per hari sebaiknya untuk anak seumur anak saya.? Tks Daniel
J: Sampai saat ini, dalam dunia kedokteran, tidaqk ada yang namanya vitamin untuk meningkatkan nafsu makan. Banyak hal yang membuat anak tidak berselera makan. Susah makan pada anak, seringnya karena makanannya tidak sesuai selera. Coba cari yang dia selera makan. Penolakan juga bukan berati penolakan total. Tetap coba dan tetap tawari. Nah tg 12 oktober akan bincang2 soal makanan untuk bayio dan anak Anak yang tak cacat mental tak akan membiarkan dirinya kelaparan kok. Coba sediakan di piring kecil Misalnya roti, buah potong2, keju, yogurt, es krim. pudding atau kue-kue. Kebanyakan diberi susu tidak baik nanti ususnya malas cerna makanan yang lain (makanan padat yang lain). Konsumsi susu untuk anak usia tersebut tidak boleh melebihi 2-3 gelas perhari (500-750 cc). Oh ya ... makan kan tak harus nasi ya

2005-09-28 08:10:52
0818159xxx
Jakarta
T: ruly,31,cinere.anak(bb10.5kg,21bln)sy saat ini lg susah makan.hanya mau nasi dan krupuk.gimana ya menyiasatinya
J: Coba cari makanan lain dan terus coba terus sediakan, terus tawarkan, jangan putus asa ya. Coba satu-satu misalnya ayam (opor, ayam goreng), daging (bisa semur, abon, bistik), telur (telur dadar, rebus), ikan (sarden, ikan goreng), dll. Mungkin anak ibu tidak suka kalau dicampur nasi. Jadi tetap berikan nasi dan kerupuk, tapi setelah selesai makan coba diberikan makanan-makanan tadi (ngegadoin). Atau ibu bisa kasih sayur, keju, buah-buahan setelah makan nasi. Yang perlu diingat harus sabar kalau memberi makan anak.

=================================================================
"Morning greetings doesn't only mean saying 'Good Morning'.
It has silent message saying that I remember you when I wake up.
Wish you have a Great Day!" -- Ida & Krisna

Jangan lupa untuk selalu menyimak Ida Krisna Show di 99.1 DeltaFM
Senin - Jumat, pukul 06.00 - 10.00 WIB
SMS di 0818-333582

Tuesday, October 11, 2005

Bin Dawood



JARINGAN supermarket yang lumayan terkenal di Mekkah, namanya Bin Dawood. Saya tidak tahu, mengapa namanya begini. Supermarket ini menjual berbagai keperluan sehari-hari, termasuk untuk jamaah haji dan umrah. Mau beli kain ihram? Sabuk? Sajadah? Semua ada. Kalo Anda mau tak sempat membawa baju ihram dari Indonesia, tak usah khawatir. Bin Dawood menjawab kebutuhan Anda.

Beberapa kali saya dan mommy ke Bin Dawood. Jaraknya hanya 100-an meter dari tempat kami menginap. Macam-macam saja acaranya. Membeli korma, obat wajah, hingga kacang arab.

Yang tak kalah penting, membeli mainan buat Darrel. Kata mommy, ‘’Jangan sampai, pas kita sampai di bandara ketemu Dayen, ia bertanya dapat oleh-oleh apa…’’

Butuh dua hari untuk memilihkan mainan buat Dayen. Ternyata sebagian besar mainan di Bin Dawood adalah buatah China. Mobil, tank, traktor, motor, juga mobil prototipe, semuanya bikinan China. Barang-barang itu bisa dengan gampang kita peroleh di Giant.

Apa dong yang khas?
‘’Coba deh, lihat boneka onta,’’ kata Mommy.
Ah, masak sih boneka onta? Bukankah kita sudah punya, oleh-oleh waktu haji lima tahun lalu? Setelah pusing memikir, akhirnya mommy bilang, ‘’Sudah deh Yah, beli saja satu mobil. Nanti kalo di Jeddah kita nggak sempat lo…’’
Akhirnya Dayen dibelikan satu mobil yang bisa dikendalikan dari jauh. Warnanya merah. Mobil ini menggunakan baterai biasa, sebanyak empat buah. Lumayan sih ongkosnya…


Betul juga, sewaktu di Jeddah, saya dan Mommy tak gampang lagi membeli mainan. Sewaktu ke Al Balad, salah satu pusat belanja di situ, mainannya jelek-jelek. ‘’Sukur kita sudah beli di Bin Dawood kemarin,’’ kata Mommy.

Setiba di Bandara Jakarta, Darrel sudah menunggu. Ia ditemani Tante Uti. ‘’Mobilnya mana?’’ tanyanya. Sebetulnya gampang untuk memberikannya. Tapi, kalo Darrel bermain mobil-mobilan di situ, bisa bikin geger semua.

Maka, sewaktu di dalam mobil –ini mobil beneran—Darrel lebih asyik makan kentang goreng dari KFC.

KE MEKKAH DAN MADINAH



SELAMA sepekan, dari 30 September sampai 8 Oktober, saya dan Mommy Uni Lubis ke Tanah Suci. Kami berdua umrah. Darrel ditinggal di rumah, diurus om, tante, eyang, dan opung. Enak kan, menjadi cucu tunggal, jadi bisa ke sana ke mari?

Kami berangkat dengan pesawat Garuda GA 980. Dari Jakarta jam 17 sore. Harusnya jam 14, tapi karena ada delay, menjadi molor. Tapi lantaran terlambat malah jadi enak. Kami sempat salat Jumat. Juga sempat makan siang dan sore. Berangkat dari rumah tidak terburu-buru.

Ini merupakan kepergian kami berdua ke Tanah Suci Mekkah al Mukarammah (Mekkah yang diberkahi Allah). Pertama kali, kami pergi pada 2000, waktu naik haji. Ketika itu, karena duit cekak banget, kami pergi dengan ONH biasa. Wah, pengalamannya menyeramkan.

Untuk ikut ONH biasa dibutuhkan fisik ekstra prima. Selama 40 hari di Saudi Arabia, badan kita digempur angin gurun, badai, hawa panas di atas 40 derajat, serta sesekali dingin yang begitu menggigil. Kulit kita, juga fisik, ditarik olor ke sana ke mari. Di penginapan, saya tidur bersembilan orang. Mommy lebih beruntung. Ia di kamar hanya bertujuh. Ketahanan fisik mommy lebih teruji. Ia sama sekali tidak sakit. Sedang saya harus kena flu, kena batuk, kehilangan suara, dan berbagai teler lainnya.

Haji dan umrah sebetulnya hampir sama. Bedanya, kalo haji ada ritual wuquf di Arafah, berhenti di Muzdalifah untuk mengambil batu, melempar jumrah, serta menginap di Mina. Keduanya, baik haji maupun umrah, diniatkan sebagai kegiatan untuk napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim.

Umrah kali ini perjalanannya tak seberat waktu haji. Waktunya hanya sepekan. Kami menginap di hotel bintang lima. Sekamar berdua. Lokasi hotel dengan pelataran Masjidil Haram tak lebih dari 15 meter. Sewaktu haji dulu, jaraknya 2,5 kilometer. Lumayan jauh kan?

Kami pergi dengan Biro Umrah dan ONH Plus Maktour. Kalau lewat biro perjalanan, segalanya memang sudah diuruskan. Tidak usah menunggu bagasi, karena ada petugas Maktour yang menunggu. Makan? Juga sudah ada yang mengurus, tidak seperti waktu haji dulu, harus masak sendiri. Namun, ongkos memang lebih mahal. Biaya kami sepekan untuk umrah ini setara dengan biaya naik haji ONH biasa.

Begitu mendarat di Jeddah, kami menginap di Hotel Intercontinental. Ini hotel bintang lima, yang serba arab. Dindingnya saja dilapis karpet dan kaca. Hotelnya terletak di tengah padang pasir. Serba panas.

Di situ hanya semalam, keesokan paginya kami berangkat ke Madinah. Ini merupakan kota suci, yang di masa lalu menjadi pusat pemerintahan Nabi dan kekhalifahan sesudahnya. Di kota ini ada Masjid Nabawi, makam rasulullah, khalifah Umar, khalifah Abubakar.


Acara kami di Madinah hanya salat dan ngaji. Paginya, kami berwisata ke Masjid Qiblatain dan Masjid Quba.

Sorenya, sesudah asar, kami naik mobil berangkat ke Makkah, untuk mulai umrah. Miqat, atau batas pelaksanaan umrah, adalah Masjid Bir Ali. Ini masjid yang letaknya sekitar 30 Kilometer di luar Madinah. Di sini terdapat sumur peninggalan Khalifah Ali, yang ia pakai sebagai batas pelaksanaan ibadah haji, di masa lalu. Sejak dari Bir Ali, kami harus mengucapkan kalimat talbiyah. Kami juga wajib menggunakan baju ihram.


Kami tiba di Mekkah sesudah isya. Setelah meletakkan barang-barang di Hotel Intercontinental, kami berumrah. Lumayan, baru selesai jam 23-an. Kaki pegal-pegal. Sewaktu berhaji lima tahun lalu, kami sempat mengadakan persiapan lumayan. Olahraga tiap pagi, untuk latihan jalan kaki. Agar otot lemas. Kali ini nyaris tidak sama sekali. Padahal, umur makin tua lima tahun.

''Wah, betisku linu-linu,'' kata Mommy.
''Aku juga.''
Selama empat hari di Mekkah, waktu kami sebagian besar untuk mengaji, salat, dan umrah. Lainnya? Ya thawaf dan sa'i di Pasar Seng lah yaaawwwwwwwwwwww